cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 24431729     EISSN : 25493973     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil adalah wadah untuk penyebaran informasi tulisan ilmiah bidang Teknik Sipil. Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning, dua kali dalam setahun pada bulan April dan bulan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
ANALISA DEBIT BANJIR SUNGAI BATANG LUBUH KABUPATEN ROKAN HULU PROPINSI RIAU Rismalinda, Rismalinda
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Rokan Hulu terletak antara 0,62 – 1,25 lintang utara dan 100,42 – 101,17 lintang selatan 103,28 bujur timur dengan luas wilayah 7.449,85 km2. Sungai Batang Lubuh adalah sungai yang mengalir membelah ibukota Kabupaten Rokan Hulu dengan panjang 30 km dan lebar 40 m – 50 m. Sungai ini melewati banyak pemukiman penduduk dan hampir setiap tahun terjadi banjir disana khususnya pada musim penghujan, banyak rumah penduduk yang terendam oleh banjir dan ada beberapa tahun banjir yang besar hampir menenggelamkan atap rumah dan menyeret rumah panggung yang ada pada pinggiran sungai. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode hidrologi dengan menggunakan data curah hujan untuk menganalisa debit banjir yang akan terjadi. Adapun metode untuk mencari curah hujan rata – rata dengan menggunakan Metode Aritmatik, Metode Thiessen dan Metode Gumbel. Dengan menggunakan ketiga metode diatas didapat debit banjir rencana. Dilakukan juga analisa distribusi frekuensi hujan. Dalam perhitungan curah hujan rencana, penulis menggunakan hujan rencana metode distribusi Gumbel. Dari hasil perhitungan untuk debit banjir rencana untuk periode ulang 25 tahunan, 50 tahunan ataupun 100 tahunan. Maka dipilihlah debit banjir dengan periode ulang 25 tahunan. Dengan dilakukan pemodelan sungai dengan debit banjir Q25 tahun, maka elevasi antara dasar sungai dan muka air banjir dapat diketahui, sehingga dapat dibuat perhitungan untuk pembuatan bangunan air.
PREDIKSI KEBUTUHAN AIR BERSIH UNTUK LIMA BELAS TAHUN YANG AKAN DATANG DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU Hidayat, Arifal
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian terdahulu oleh Hidayat, A (2013) terhadap penilaian investasi BPAB Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan bahwa Badan Pengelola Air Bersih (BPAB) kota Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu hingga tahun 2012 hanya mampu melayani 1470 sambungan rumah atau 20,39% jumlah rumah tangga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui total kebutuhan air bersih di Kecamatan Rambah  untuk 15 tahun di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Data sekunder yang digunakan yaitu  jumlah pelanggan aktif dan jumlah penduduk dengan prediksi kebutuhan air bersih pada BPAB unit Kecamatan Rambah 15 tahun yang akan datang. Metode yang gunakan dalam menghitung jumlah pertumbuhan pelanggan dan kebutuhan air bersih bersih yaitu dengan metode exponensial. Hasil perhitungan prediksi untuk 15 tahun yang akan datang jumlah pelanggan 436 pelanggan, kebutuhan air bersih = 444,049723 m3/hari. Dengan kapasitas resevoir di BPAB unit kecamatan Rambah sebesar 1.100 m3/hari, maka dengan kapasitas tersebut masih memenuhi kebutuhan air bersih di BPAB unit Kecamatan Rambah sampai dengan tahun 2028.
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN PONDASI TISSUE BLOCK 5 & 6 Husnah, Husnah
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi tiang atau disebut juga pondasi dalam dipergunakan untuk konstruksi beban berat (high rise building). Sebelum melaksanakan suatu pembangunan konstruksi yang pertama-tama dilaksanakan dan dikerjakan dilapangan adalah pekerjaan pondasi (struktur bawah). Pondasi merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam suatu pekeerjaan teknik sipil, karena pondasi inilah yang memikul dan menahan suatu beban yang bekerja diatasnya yaitu beban konstruksi atas. Tujuan dari Penelitian ini untuk menghitung daya dukung tiang pancang dan bored pile dari hasil sondir dan Standar Penetrasi Test (SPT), membandingkan hasil daya dukung tiang pancang dan penurunan yang terjadi hanya pada tiang pancang. Metodologi pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, pengambilan data dari pihak proyek serta melakukan Penelitian keperpustakaan. Pada perhitungan daya dukung tiang pancang dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, untuk data sondir dengan metode Aoki De Alencar dan metode langsung, dan untuk data SPT dengan metode Mayerhof. Berdasarkan data sondir dan SPT yang diperoleh dan dihitung dengan beberapa metode diperoleh hasil perhitungan untuk tiang pancang, yaitu data sondir dengan menggunakan metode Aoki De Alencar titik-1 Qult = 396,81 ton  dan titik-2 Qult = 428,22 ton, dengan metode langsung titik-1 Qult = 366,595 ton dan titik-2 Qult = 401,842 ton. Untuk data SPT menggunakan metode Mayerhof diperoleh titik-1 Qult = 577,237 ton dan titik-2 Qult = 543,743 ton. Untuk penurunan tiang tunggal dihitung menggunakan metode Poulus dan Davis sebesar 8,15 mm. Hasil perhitungan daya dukung pondasi terdapat perbedaan nilai, baik dilihat dari penggunaan metode perhitungan maupun lokasi titik yang ditinjau. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan daya dukung pondasi yang paling baik digunakan adalah daya dukung tiang pancang dari data sondir.
KARAKTERISTIK KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN YOS SUDARSO RUMBAI KOTA PEKANBARU Winayati, Winayati; Lubis, Fadrizal
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakterisitik kejadian kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Yos Sudarso kota Pekanbaru,dengan melihat titik-titik rawan kecelakaan black spot dan black site, kejadian kecelakaan accident rate berdasarkan black spot dan black site , kecelakaan berdasarkan waktu kejadian, jenis kendaraan, jenis korban serta faktor penyebab terjadinya kecelakaan terbesar dari beberapa variabel terpilih dan usaha-usaha yang dilakukan untuk mengurangi angka  kecelakaan.               Karakteristik kecelakaan black spot pada Jalan Yos Sudarso ada 4 ruas,  ruas yang paling ekstrim adalah Simpang Mesjid Muslimin (Samping gerbang Cevron) – Simpang Mesjid Al-Ihsan (sepanjang 5 km) dengan total kejadian kecelakaan sebanyak 38-40 kejadian kecelakaan dalam 6 tahun dan tingkat kecelakaan (Accident Rate) sebesar 2,90 kecelakaan. Sedangkan ruas jalan yang dikategorikan black site ada 2 yang terendah adalah pada ruas Simpang Stadion Rumbai – Simpang Jalan Arengka II, sepanjang  4,4 km dengan total kejadian kecelakaan sebanyak 8 kecelakaan dalam 6 tahun dan tingkat kecelakaan (Accident Rate) sebesar 0,146 kecelakaan/km. Kecelakaan berdasarkan waktu terjadinya Pagi hari jam 07.00-11.00 46 kejadian, Kecelakaaan berdasarkan jenis kendaraan yang bertabrakan Sepeda motor VS sepeda motor 52 kecelakaan Dlm 6 th, Kecelakaan berdasarkan jenis korban Kecelakaan dlm 6 th, 181 kejadian.Penyebab terjadinya kecelakaan  dianalisis dengan menggunakan model analisa regresi linier berganda dengan uji korelasi antara kejadian kecelakaan dengan fariabel bebas antara lain jumlah penduduk, jumlah kendaraan dan jumlah sepeda motor. Hasil analisis regresi yang telah dilakukan didapat persamaan regresinya                                                          y =  -75,0727124+8,6027x10-10  x +0,001461665  x+ -0,00153957 x      Berdasarkan hasil analisa korelasi, maka pada Jalan Yos Sudarso Kota Pekanbaru didapat hubungan antara  kecelakaan dengan jumlah penduduk  2,89 %, kecelakaan disebabkan oleh jumlah kendaraan,0,00075% dan kecelakaan disebabkan oleh jumlah sepeda motor   7,40 %.
ANALISIS PRODUKTIVITAS TUKANG KERAMIK Zainuri, Zainuri; Yanti, Gusneli; Megasari, Shanti Wahyuni
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas pekerjaan pemasangan keramik lantai harusnya menjadi perhatian bagi pelaksana konstruksi sebab hasil yang dikerjakan tergantung dari keterampilan dan kemampuan tukang keramik. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan tingkat produktivitas tukang keramik dalam pekerjaan pasangan keramik lantai bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Nilai produktivitas yang diperoleh adalah : tukang 1 sebesar 0,0420 m2/menit; kenek 1 sebesar 0,0394 m2/menit; tukang 2 sebesar 0,0368 m2/menit; kenek 2 sebesar 0,0347 m2/menit; tukang 3 sebesar 0,0290 m2/menit; kenek 3 sebesar 0,0277 m2/menit; tukang 4 sebesar 0,0280 m2/menit; kenek 4 sebesar 0,0265 m2/menit; tukang 5 sebesar 0,0283 m2/menit; kenek 5 sebesar 0,0265 m2/menit.
ANALISA KUAT DUKUNG PONDASI BORED PILE BERDASARKAN DATA PENGUJIAN LAPANGAN (CONE DAN N-STANDARD PENETRATION TEST) Jusi, Ulfa
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam suatu pekerjaan teknik sipil, karena pondasi inilah yang memikul dan menahan suatu beban yang bekerja diatasnya yaitu beban konstruksi atas. Tujuan dari studi ini untuk menghitung kuat dukung tiang bored pile dari hasil sondir dan standar penetrasi test (SPT) kemudian membandingkan hasil kuat dukung tiang bored pile. Metode perhitungan kuat dukung untuk data sondir menggunakan metode Schmertmann dan Nottingham serta metode Meyerhoff, untuk data SPT menggunakan metode O’Neil dan Reese, metode Meyerhoff, metode Coyle dan Castello. Berdasarkan data sondir diperoleh hasil perhitungan dari metode Schmertmann dan Nottingham titik sondir S-3 Qu = 2026,44  kN, dengan metode Meyerhoff diperoleh Qu = 2276,20 kN. Sementara untuk data SPT diperoleh hasil perhitungan dari metode O’Neil dan Reese Qu =  476,21  kN, metode Meyerhoff Qu = 1948,87 kN dan metode Coyle dan Castello Qu = 734,37 kN. Dari hasil perhitungan kapasitas kuat dukung bored pile dari data sondir, metode Schertmann dan Nottingham lebih optimis, begitu pula metode O’Neil dan Reese untuk data N-SPT dengan safety factor yang relatif kecil.
PENGARUH PENGEMBANGANGAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP TARIKAN PERGERAKAN LALU LINTAS DAN TINGKAT LAYANAN JALAN RIAU PEKANBARU Winayati, Winayati; Lubis, Fadrizal; Rahmad, Hendri
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat pada umumnya, salah satu indikator meningkatnya pertumbuhan ekonomi adalah meningkatnya permintaan (demand) yang diwujudkan dengan pengembangan kawasan pusat pertokoan, pusat perkantoran atau pusat-pusat bisnis seperti hotel, mall, sarana rekreasi dan lain-lain. Hal ini akan berpengaruh terhadap pergerakan yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Percepatan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang sangat signifikan akan membawa permasalahan baru bagi pemerintah dalam menyediakan fasilitas infrastruktur yang sampai saat ini dapat dikatakan belum memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh variabel tata guna lahan  yang paling  besar pengaruhnya terhadap tarikan pergerakan lalu lintas kendaraan akibat pengembangan kawasan bisnis di jalan Riau Pekanbaru, dan untuk mengetahui tingkat layanan jalan Riau pada tahun 2015 sekarang. Dari lima variabel bebas PDRB (X1), jumlah  penduduk (X2), luas bangunan pertokoan (X3), luas bangunan hotel (X4), luas bangunan  mall (X5) didapat persamaan regresi Y = 3.803.578,420 + (-0,003 X1) + (-7,173 X2) + 58,623 X5. Jika dilihat dari derajat kejenuhan dari hasil perhitungan mulai tahun 2015 hasilnya sudah sebesar 1.285, artinya tingkat layanan jalan pada tahun 2015 sudah berada ditingkat F artinya arus terhambat (berhenti, antrian, macet), pada jam-jam puncak, kecepatan arus bebas 22 – 25 Mph, batas kecepatan arus bebas 27 Mph
ANALISA DAERAH LINGKUNGAN KERJA (DLKr) DAN DAERAH LINGKUNGAN KEPENTINGAN PELABUHAN (DLKp) TERMINAL KHUSUS PT. RAPP DI DESA PENYENGAT KECAMATAN SUNGAI APIT KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU Husnah, Husnah
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal khusus adalah terminal untuk menunjang kegiatan tertentu diluar daerah lingkungan kerja (DLKr) dan daerah kepentingan pelabuhan (DLKp) pelabuhan laut serta pelabuhan sungai dan danau dapat dibangun terminal khusus untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan usaha pokoknya.PT. RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper) adalah perusahaan kertas (pulp and paper) yang memulai kegiatan produksinya ditahun 1995 di Provinsi Riau, tepatnya di plant yang terletak di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.Kapasitas hariannya adalah 5000 ton pulp dan 1000 ton kertas. Untuk mengimpor sejumlah bahan baku produksi dan terutama untuk ekspor hasil produksi, perusahaan membangun dan mengoperasikan terminal yang merupakan terminal khusus PT.RAPP. Hasil penelitian ini berdasarkan data-data sekunder yang diperoleh bahwa kapal yang berkunjung di terminal khusus PT. RAPP berdasarkan kapal yang terbesar berlabuh adalah OOCL Innovation panjang 289,52 m, lebar 32,31m, berat 58.943 ton. Kedalaman Alur pelayaran adalah 21,43m (LWS). Kebutuhan ruang untuk pendaratan barang maka kolam pendaratan adalah 1,6 ha. Kolam putar yang dibutuhkan adalah 9,5 ha. Luas kolam pelabuhan adalah luas kolam pendaratan ditambah luas kolam putar yaitu 11,1ha. Setelah mendapat perhitungan dari area labuh dengan mengambil panjang kapal 289,52 maka panjang area labuh atau tempat labuh memiliki panjang 344 m dan luas area adalah 37 ha. Areal labuh atau tempat labuh memiliki panjang 344 m dan luas area adalah 37 ha. Luas area tempat sandar kapal adalah1 ha. Berdasarkan perhitungan kapal terpanjang 289,52m dan berat kapasitas kapal 58,943 ton, maka panjang dermaga yaitu 339,52 m. Kebutuhan luas gudang adalah 4,09 ha dan luas penumpukan barang adalah 6,81 ha. Untuk tahun 2019 luas terminal peti kemas yang dibutuhkan adalah 9 ha. Alur pelayaran DLKp adalah 2,1 ha. Untuk kegiatan pindah labuh dibutuhkan luas 2,1 ha, sedangkan untuk kebutuhan keadaan darurat 50% dari luas kegiatan pindah labuh yaitu 1,05 ha.
ANALISIS PRODUKTIVITAS TUKANG KERAMIK DENGAN MEMPERHITUNGKAN MUTU HASIL DI PEKANBARU Zainuri, Zainuri; Yanti, Gusneli; Megasari, Shanti Wahyuni
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu hasil pekerjaan pemasangan keramik lantai harusnya menjadi perhatian bagi pelaksana konstruksi sebab hasil yang dikerjakan tergantung dari keterampilan dan kemampuan tukang keramik. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan tingkat produktivitas tukang keramik dengan memperhitungkan mutu hasil pekerjaan yang dicapai dan untuk menetukan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tukang keramik dalam pekerjaan pasangan keramik lantai bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Nilai produktivitas mutu yang diperoleh adalah : tukang 1 sebesar 0,029 m2/menit; kenek 1 sebesar 0,0273 m2/menit; tukang 2 sebesar 0,0226 m2/menit; kenek 2 sebesar 0,0213 m2/menit; tukang 3 sebesar 0,0134 m2/menit; kenek 3 sebesar 0,0128 m2/menit; tukang 4 sebesar 0,0258 m2/menit; kenek 4 sebesar 0,0245 m2/menit; tukang 5 sebesar 0,0196 m2/menit; kenek 5 sebesar 0,0184 m2/menit. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu hasil pekerjaan adalah pelaksanaan prosedur awal, cara kerja, memeriksa hasil kerja
OPTIMASI WAKTU PROYEK DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA DENGAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (Studi Kasus Proyek Rumah Susun Sederhana Sewa Pekanbaru) Yasri, Desi
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpastian dalam pelaksanaan proyek konstruksi dapat menimbulkan resiko keterlambatan penyelesaian pelaksanaan proyek. Keterlambatan pekerjaan proyek dapat diantisipasi dengan melakukan percepatan. Percepatan penyelesaian proyek harus dilakukan dengan perencanaan yang baik. Alternatif yang tepat dan biasa digunakan untuk proyek dengan keterbatasan tenaga kerja guna menunjang percepatan aktivitas adalah dengan menambah jam kerja. Perhitungan dimulai dengan mencari lintasan kritis menggunakan Precedence Diagram Method (PDM) kemudian dilakukan crashing kegiatan yang berada pada lintasan kritis. Percepatan waktu proyek pada pekerjaan yang terdapat pada jalur kritis dilakukan dengan menambahkan 1 jam, 2 jam, hingga 3 jam dari jam kerja normal, sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 3 tentang waktu kerja lembur. Penambahan jam kerja maksimum dari jam kerja normal dapat mempersingkat total waktu pelaksanaan dari 245 hari kerja menjadi 195 hari kerja dan mengakibatkan terdapat 2 jalur kritis proyek.   Kata Kunci: , ,