cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Arsir
ISSN : 25801155     EISSN : 26144034     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arsir is published by Architecture Department, Faculty of Engineering, Muhammadiyah University of Palembang. It reviews any subjectt related to the field of architecture. Published a twice a year; in June and December; there are two version of publication; ISSN 2580-1155 (print) and ISSN 2614-4034 (online)
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
KARAKTERISTIK WANITA DALAM MENDUKUNG AKSES KRL (KERETA REL LISTRIK) DI STASIUN TANAH ABANG JAKARTA Murtini, Titien Woro; H, Arnis Rochma; Ariyanti, Andreina
Jurnal Arsir Vol 1, No 2 (2017): ARSIR
Publisher : Jurnal Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Tanah Abang yang dikenal sebagai kawasan perbelanjaan secara eceran mau pun grosir yang terbesar se-Asia Tenggara, pengunjung yang datang ke pasar Tanah Abang lebih banyak kaum wanita, karena pasar ini merupakan pasar grosir barang-barang kebutuhan wanita. Sedangkan Stasiun Tanah Abang merupakan salah satu stasiun KRL Commuter Line Jabodetabek yang menjadi pilihan mereka untuk sarana transportasi dari dan menuju pasar tanah abang tersebut. Banyak dari mereka yang memilih KRL sebagai pilihan transportasi , keberadaan penumpang wanita ini memberi karakter khusus terhadap kegiatan yang ada di stasiun Tanah Abang. Penumpang kereta kebanyakan pelaju wanita di stasiun ini membawa barang-barang dalam jumlah banyak dan dikategorikan sebagai bentuk kesulitan dalam aksesibilitas. Para penumpang wanita yang menggunakan fasilitas transportasi ini seharusnya menjadi stimulan bagi stasiun untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan bagi wanita misalnya ruang menyusui dan tempat menempatkan barang yang lebih besar. Tujuan dari studi ini ialah mengkaji aksesibilitas dan fasilitas di stasiun apakah sesuai dengan Karakteristik wanita sebagai pengguna sarana transportasi di stasiun Tanah Abang. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan paradigma kualitatif. Pendekatan penelitian rasionalistik kualitatif ini sesuai dengan sifat masalah penelitian.
FORMASI SPASIAL PERMUKIMAN KUMUH KOTA STUDI KASUS: PERUBAHAN POLA RUANG BERMUKIM PADA LAHAN DI JALAN SERSAN SANI PALEMBANG Indriani, Irma
Jurnal Arsir Vol 1, No 1 (2017): ARSIR
Publisher : Jurnal Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman kelompok di kota-kota di Indonesia banyak berkembang secara tidak terencana dan kumuh. Pertumbuhan permukiman seperti ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, selain angka pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, yaitu ruang yang terbatas, waktu dan kemiskinan. Tidak adanya akses dan kemampuan mendapatkan tempat lain dan kelayakan ruang, penghuni permukiman berusaha bertahan dan mengelola lahan dan material yang terbatas agar memenuhi kebutuhan tempat tinggal mereka. Kasus perkembangan lahan bermukim di jalan Sersan Sani memperlihatkan bagaimana penghuni sebagai pelaku (agent) akan tertahan untuk bertindak bila ada ketimpangan struktural (kondisi negatif yang tereproduksi), dalam hal ini berbentuk keterbatasan ekonomi. Bila dibiarkan mereka akan menyesuaikan diri dalam kondisi yang sama lalu situasi tersebut akan terus berulang dipraktikkan sebagai bagian rutinitas hidup mereka. Dari kajian ini disimpulkan permukiman kumuh di kota muncul sebagai jalan keluar kelompok marjinal menciptakan ruang tinggal dan pendukung kegiatan ekonomi mereka. Penataan permukiman kumuh seharusnya melibatkan partisipasi penghuni agar peningkatan kualitas bermukim akan dapat berkelanjutan.
KAJIAN PERANCANGAN KAWASAN PERUMAHAN PADA LOKASI RAWAN BANJIR DENGAN PENDEKATAN WATER SENSITIVE URBAN DESIGN (WSUD) DENGAN STUDI KASUS KAWASAN GEDEBAGE BANDUNG Anwar, Hendi
Jurnal Arsir Vol 1, No 2 (2017): ARSIR
Publisher : Jurnal Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan laju pertumbuhan kota Bandung pada saat ini mengalami peningkatan yang sangat tinggi, dimana pertumbuhan sektor–sektor ekonomi yang dibarengi dengan tingkat pertumbuhan populasi manusia pada kota Bandung semakin besar. Hal tersebut mengakibatkan kebutuhan terhadap bangunan semakin meningkat, dengan adanya pembukaan lahan–lahan baru yang kemudian dibangun menjadi bangunan–bangunan pendukung segala aktifitas dalam kota Bandung salah satunya adalah memiliki fungsi perumahan. Namun maraknya pembukaan lahan baru mengakibatkan ruang–ruang hijau didalam kota yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan air semakin berkurang yang otomatis memiliki dampak besar dalam potensi banjir akibat luapan air yang tidak terserap pada masing–masing area tersebut. Pendekatan Water Sensitive Urban Design (WSUD) merupakan suatu pendekatan rancang kota dan ruang hijau yang digunakan dalam perencanaan kawasan dengan sensitifitas yang tinggi terhadap air. Pendekatan WSUD ini diharapkan dapat menangani terhadap masalah kawasan yang memiliki potensi banjir
Karakteristik Pengunjung Taman Indah Maskarebet Di Kota Palembang Mafra, Ramadisu
Arsir Vol 2, No 1 (2018): ARSIR
Publisher : Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun taman adalah ruang terbuka publik yang sejatinya bersifat demokratis tetapi pada kenyataannya taman memiliki segmentasi pengunjung dengan karakteristik tertentu. Mengetahui karakteristik pengunjung taman merupakan kunci dasar dalam menentukan ketersediaan amenitas sebuah taman. Terdapat hubungan timbal balik yang erat antara karakteristik pegunjung dan amenitas taman, karakteristik menentukan amenitas dalam perencanaan, dan amenitas menjadikan taman dikunjungi oleh karakteristik tertentu. Ketersediaan amenitas taman yang tidak bersesuaian dengan karakteristik pegunjung akan menyebabkan taman dianggap tidak menarik, kurang diminati bahkan sepi pengunjung. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pengunjung taman di kota Palembang dengan indikator berupa; 1) sosio-demografi, 2) Pola Penggunaan Taman, dan 3) Aktivitas di taman, sehingga hasilnya menjadi informasi statistik penting bagi pengembangan atau perencanaan taman lainnya di kota Palembang. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode penelitian survey, berlokasi di Taman Indah Maskarebet (TIM). Menggunakan teknik sampel insidental. Metode distribusi frekuensi dan tendensius sentral digunakan untuk pengolahan data, kemudian disajikan dalam bentuk tabel, gambar dan atau narasi untuk menginterpretasikan data tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan karakteristik pengunjung TIM adalah; perempuan (54%), usia 17–25 tahun (53%), mahasiswa (31%), berkujung berdua (31%), bertujuan jalan-jalan (30%), menggunakan motor pribadi (65%), waktu kunjungan tertinggi pukul 17.00–18.00 WIB (53%), dengan frekuensi kunjugan 3–4 kali seminggu (38%), selama 31–45 menit (32%) dengan aktivitas duduk (26,10%) atau berbincang (11,19%). Karakteristik pengunjung TIM (60%) identik dengan karakteristik pengunjung taman-taman lainnya di Kota Palembang.
Kajian Sirkulasi Vertikal dan Horizontal bagi Atlet Pengguna Wheelchair di Gedung Olahraga Manahan, Surakarta Riskiyanto, Resza; Harani, Arnis Rochma; Pertiwi, Andina Cahya
Arsir Vol 2, No 1 (2018): ARSIR
Publisher : Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memperoleh 191 medali pada Sea Games 2017 dan mendapat predikat juara umum Asean Para Games 2017 yang diselenggarakan di Malaysia. Hal ini membuat pemerintah di berbagai daerah semakin berbenah dalam memberikan fasilitas yang layak bagi pelatihan atlet-atletnya. Pada tahun 2018, Kota Surakarta menjadi tempat dimana atlet-atlet Asian Para Games 2018 menjalankan pemusatan latihan nasional (pelatnas). Hal tersebut melatarbelakangi pemerintah Kota Surakarta dalam merencanakan pembangunan area fasilitas olahraga yang layak dan memenuhi standar, salah satunya Gedung Olahraga Manahan yang sering menjadi tempat diselenggarakannya kompetisi olahraga hingga tingkat internasional. Tahun ini GOR Manahan menjadi salah satu tempat pelatihan atlet Asian Para Games 2018 untuk olahraga bulutangkis dengan kata lain adalah wheelchair badminton. Gedung Olahraga Manahan memiliki akses sirkulasi pendukung untuk atlet pengguna wheelchair, namun belum sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh Permen PUPR RI Nomor 14/PRT/M/2017, International Standard Facilities BWF Statutes, FIBA Guide to Basketball Facilities dan  FIVB Official Volleyball Rules 2017-2020. Sehingga dibutuhkan kajian mengenai sirkulasi vertikal dan horizontal bagi atlet pengguna wheelchair di Gedung Olahraga Manahan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus pada objek-objek sirkulasi di Gedung Olahraga Manahan. Data diperoleh melalui survei literatur dan survei lapangan, kemudian dianalisis dalam bentuk narasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi desain sirkulasi yang sesuai standar bagi atlet pengguna wheelchair
Tengaran dan Indentitas Kota Palembang Wazir, Zuber Angkasa
Arsir Vol 2, No 1 (2018): ARSIR
Publisher : Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brand suatu kota merupakan strategi untuk menghasilkan identitas yang tidak dapat dilupakan dalam pikiran wisatawan sekaligus mengungkapkan nilai-nilai inti suatu kota. Menjelang pelaksanaan event Asian Games di Palembang, kota ini mengalami krisis identitas terkait brand apa yang akan dipromosikan dalam ajang ini. Pengetahuan tentang tengaran kota Palembang dapat digunakan sebagai sumber gagasan untuk membentuk suatu brand yang dapat mewakili kota ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tengaran Kota Palembang dan merumuskan slogan yang paling mewakili identitas Kota Palembang berdasarkan tengaran ini. Kami menggunakan peta mental, diskusi kelompok fokus, dan sejumlah tinjauan literatur untuk menghasilkan brand yang tepat bagi kota Palembang. Sampel mencakup 42 orang mahasiswa arsitektur di Universitas Muhammadiyah Palembang. Kami berhasil mengumpulkan dan mengevaluasi 15 tengaran di Kota Palembang. Tengaran yang dievaluasi mencakup Palembang Square Mall, Jembatan Ampera, Stadion Jakabaring, Pasar Cinde, Bandara, Benteng, Mesjid, Museum, Monumen, Rumah Sakit, Pulau Kemaro, dan tugu ikan belido. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam penelitian ini: familiaritas, kualitas, keunikan, simbol, visual, memorabilitas, kebanggaan, dan sosial. Kami menemukan bahwa Jembatan Ampera, Mesjid Agung, dan Pulau Kemaro adalah tengaran yang paling memenuhi kriteria tersebut. Berdasarkan ketiga tengaran, ditarik sebuah slogan, “crossing to the Kingdom of Diversity.” Slogan ini dikritik karena menghilangkan heterogenitas suatu kota. Dalam penelitian ini kami bukan saja menunjukkan brand yang tepat untuk Kota Palembang tetapi juga menunjukkan kalau keanekaragaman di suatu kota justru dapat ditampilkan dalam slogan sehingga heterogenitas tersebut tetap terjaga.
Evaluasi Fasilitas Penunjang untuk Penyandang Disabilitas di Kawasan Benteng Kuto Besak Palembang Sary, Reny Kartika; kamil, Erfan M
Arsir Vol 2, No 1 (2018): ARSIR
Publisher : Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benteng Kuto Besak adalah salahsatu ruang terbuka publik yang menjadi primadona destinasi wisata bagi warga kota Palembang. Bukan hanya orang yang secara fisik normal bahkan orang yang mempunyai masalah disabilitas pun harus mendapatkan manfaat juga dari  ruang terbuka publik ini. Penelitian ini secara umum untuk melakukan evaluasi terhadap fasilitas penunjang bagi kaum disabilitas yang berada di Benteng Kuto Besak, apakah elemen-elemen tersebut sudah memenuhi standar atau masih butuh perbaikan sehingga bisa maksimal dimanfaatkan oleh kaum disabilitas.Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan elemen-elemen penunjang yang dibutuhkan oleh kaum disabilitas sehingga mereka bisa dengan leluasa menikmati atau berada pada ruang terbuka publik ini. Analisis akan dilakukan setelah melakukan survey keadaan eksisting (data visual) berupa Foto fasilitas penunjang bagi kaum disabilias, Foto Udara, Peta, dan hasil pengukuran pada objek penelitian. Selanjutnya akan dilakukan analisa terhadap elemen-elemen penunjang bagi kaum disabilitas, baik berupa bentuk, ukuran dan sandarisasi yang telah di syaratkan oleh Undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Luaran penelitian ini adalah : (1) Kondisi eksisting fasilitas penunjang bagi kaum disabilitas di Benteng Kuto Besak; (2) Mengetahui apakah elemen-elemen fasilitas penunjang bagi kaum disabilitas yang ada di BKB sudah memenuhi persyaratan menurut  UU Nomor 8 tahun 2016 tentang Disabilitas dan Permen PU nomor 30 tahun 2006 tentang pedoman teknis fasilitas dan aksesibilitas pada bangunan gedung dan lingkungan; (3) Usulan agar elemen penunjang tersebut bisa memenuhi standar Permen PU No 30 tahun 2006.
Transformasi Tempat Ketiga (third place) dari Ruang Dalam (indoor) Menuju Ruang Luar (outdoor): Studi Kasus Kota Palembang Jaya, Meldo Andi
Arsir Vol 2, No 1 (2018): ARSIR
Publisher : Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota baik fisik maupun social berpengaruh kepada masyarakat dalam penggunaan ruang kota di kota Palembang. Kebutuhan ruang untuk kegiatan non formal semakin meningkaat.  Solusi ruang ketiga dalam menyelesaikan persoalan kebutuhan ruang adalah dengan tersediannya Tempat Ketiga (third place).   Pada masyarakat modern keberadaan Tempat Ketiga sangatlah penting, karena menyediakan ruang-ruang ntuk kegiatan informal, sosial, dan komunitas. Pada  awal perkembangannya Ruang Ketiga berupa ruang dalam bangunan. Namun saat ini telah mengalami transformasi yaitu dari ruang dalam (indoor) menuju ruang luar (outdoor). Jenis ruang luar yang menjadi Tempat Ketiga terdiri bermacam-macam jenis ruang, bisa ruang pribdi ataupun ruang publik. Kegiatan yang terjadi bisa sepanjang hari maupun termporer. Jenis kegiatan yang terjadi sangat beragam.
Studi Komparasi Desain Meubel Ruang Tunggu Terhadap Kenyamanan Pengunjung Bioskop XXI Bandung Indah Plaza Dengan CGV Bandung Electronik Center Andrianawati, Aida; Anwar, Hendi; Fidinillah, Amany; Goestien, Chintya Sagita
Arsir Vol 2, No 2 (2018): ARSIR
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v2i2.1293

Abstract

Industri hiburan pada era modern merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam menyeimbangkan hidup. Terutama untuk masyarakat urban dengan tingkat perekonomian menengah keatas yang pola hidupnya sangat sibuk. Industri hiburan adalah salah satu fasilitas yang banyak dipergunakan untuk melepaskan kepenatan. Salah satu industri hiburan yang sering dikunjungi masyarakat urban bioskop. Bioskop  merupakan pertunjukkan yang diperlihatkan dengan gambar (film) yang disorot sehingga dapat bergerak. Bioskop juga dapat diartikan sebagai tempat untuk menonton pertunjukkan film dengan menggunakan layar lebar, dimana gambar dari film diproyeksikan ke layar dengan menggunakan proyektor. (Badan Pusat Statistik, 2016). Bioskop banyak sekali jenisnya akan tetapi bioskop di Kota Bandung ada dua jenis yaitu XXI dan CGV. Bioskop XXI dan CGV ini mempunyai karakter yang berbeda baik dari segi interior, fasilitas pengunjung maupun jenis filmnya. Dalam penelitian ini akan membahas masalah interior, terutama desain meubel dari kedua jenis bioskop tersebut. Hal ini sangat menarik untuk dijadikan studi komparasi mengingat desain meubel di ruang tunggu merupakan fasilitas yang sangat penting karena berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung. Metodologi penelitian yang akan dipakai adalah deskriptif kualitatif. Studi komparasi ini akan mengambil desain meubel ruang tunggu, menganalisa dari perbedaannya dan menyimpulkan hasil akhir yang berkaitan dengan penggayaan desain serta pengaruhnya terhadap  kenyamanan pengunjung bioskop.
Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kekuatan Lantai Kamar Mandi Pada Rumah Tinggal Sary, Reny Kartika
Arsir Vol 2, No 2 (2018): ARSIR
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v2i2.1290

Abstract

Kamar mandi merupakan sebuah ruangan yang wajib ada pada suatu bangunan, baik itu bangunan private maupun bangunan publik karena ruangan ini memiliki fungsi yang sangat penting sebagai penunjang kegiatan dalam suatu bangunan. Banyak pemilik rumah membuat kamar mandi pribadi didalam kamar tidurnya, agar tidak terganggu dengan penghuni yang lain atau orang lain yang sedang bertamu kerumah. Kamar mandi pada saat ini bukan saja sebagai tempat untuk membersihkan diri tapi juga sebagai ruang privat yang dijadikan sebagai pengejahwantahan dari pemilik bagunan tersebut. Permasalah yang terjadi pada saat ini, pembuatan kamar mandi sering  tidak memperhatikan kaidah keselamatan serta kaidah konstruksi yang benar. Adapun permasalahan yang terjadi pada kamar mandi baik pada perkantoran, mall dan khususnya perumahan adalah sering meledaknya keramik lantai, ini terjadi karena pada bagian bawah lantai keramik tersebut terlalu lembab sehingga menyebabkan air dari sisa pemakaian bekas kamar mandi maupun dari air tanah keluar melalui spesi keramik. Adapun sebab lain adalah turunnya tanah pada kamar mandi dikarenakan terlalu sering tergenang air atau dikarenakan banjir yang mengakibatkan tanah dan spesi dibawah keramik menjadi turun. Turunnya tanah dan keramik yang berada dikamar mandi tersebut menyebabkan kamar mandi menjadi tidak aman bagi penggunanya, karena; 1) keramik yang turun akan menyisakan lubang yang bisa membuat cidera pada kaki, 2) keramik yang turun akan membuat rongga pada keramik dan retakan pada spesi sehingga akan mengundang kedatangan binatang-binatang melata yang sangat berbahaya