cover
Contact Name
Agus Kurniawan
Contact Email
kurniawanlearning@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
planoearth.ummat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Planoearth
ISSN : 25025031     EISSN : 26154226     DOI : -
Jurnal Planoearth adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari penelitian di bidang Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Analisis Penentuan Wilayah Manajemen Kebakaran Berdasarkan Waktu Tanggap (Response Time) di Kabupaten Lombok Barat Hirsan, Fariz Primadi; Sushanti, Ima Rahmawati
Jurnal Planoearth Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v2i1.825

Abstract

Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat menentukan sesuatu penentuan penanganan kebakaran berdasarkan wilayah manajmen kebakaran yang didasarkan dalam waktu tanggap (response time) Instansi Pemadam Kebakaran (IPK). Oleh karana itu perlu disususn sebuah pendekatan proteksi kebakaran yang memanfaatkan suatu pengelolaan dengan bassis wilayah, sehingga kejadian kebakaran dapat di tanggulangi dan meminimalisir kerugian yang di timbulkan. Metode penelitian yang dipergunakan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan analisis fisik spatial dan analisis regulasi terkait proyeksi kebakaran. Hasil dalam penelitian ini menentapkan 8 wilayah manajmen kebakaran di kabupaten lombok timur berdasarkan indikator kewilayahannya sehingga diharapkan penanganan kebakaran dikabupaten lombok timur dapat ditangani dengan optimal
Analisis Kerentanan Daerah Rawan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kecamatan Sekarbela – Kota Mataram) Fajri, Andi Syamsul; Widayanti, Baiq Harly
Jurnal Planoearth Vol 3, No 1: February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.702 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i1.218

Abstract

Pada dasarnya Indonesia adalah negara yang memiliki 2 musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Musim kemarau yang terjadi antara bulan Maret hingga Bulan Agustus sedangkan musim hujan yang terjadi September sampai bulan Februari. Akibatnya dengan jumlah bulan hujan yang relatif lebih banyak dari musim kemarau menjadikan beberapa wilayah di Indonesia banyak mengalami bencana banjir. Berdasarkan data BPBD Kota Mataram tahun 2011-2015 Kota Mataram memiliki daerah langganan banjir tiap tahunnya yaitu salah satunya Kecamatan Sekarbela. Dengan kondisi fisik wilayah perkotaan yang datar serta kondisi drainase yang saat ini tidak berfungsi optimal. sejumlah ruas jalan dan kawasan perumahan yang ada di Kecamatan Sekarbela tergenang dan terjadi banjir. Sebagai salah satu upaya dalam mengatasi banjir yaitu memetakan kerentanan daerah rawan banjir melalui pemetaan kawasan yang terindikasi rawan bencana banjir melalui Pemetaan Digital Berbasis Sistem Informasi Geografis. pemetaan daerah rawan banjir merupakan salah satu cara pengendalian secara non-struktural. Analisis Daerah Rawan Banjir pada penelitian ini menggunakan 3 varaibel penelitian yakni Kemiringan Lereng, Penggunaan Lahan, dan Infiltrasi Tanah dengan menggunakan 2 metode analisis yakni Analytic Hierarchy Process (AHP) Pairwise Comparison dan Overlay Intersection. Hasil analisa semua parameter dibandingkan dan diberi bobot menggunakan metode AHP matriks Pairwise Comparison. Diperoleh nilai bobot untuk Kemiringan Lereng adalah 0,89, Penggunaan Lahan 0,22 dan Infiltrasi Tanah 0,10. Seluruh hasil analisa digabung menggunakan metode Overlay Intersection pada ArcGIS10.3 untuk menghasilkan peta daerah rawan banjir. Diperoleh 95,11 % daerah di Kecamatan Sekarbela adalah Rentan Banjir, 4,89 daerah paling Sangat Rentan.
Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan dalam Perspektif Sosial Ekonomi Setijawan, Arief
Jurnal Planoearth Vol 3, No 1: February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.896 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i1.213

Abstract

Kegiatan kepariwisataan dapat menjadi solusi untuk mengeluarkan masyarakat dari jurang kemiskinan. Beberapa daerah kota/kabupaten telah berhasil menggunakan pariwisata untuk mengembangkan daerahnya. Namun pemanfaatan sumber daya pariwisata juga mestiselaras dengan pembangunan berkelanjutan diantaranya pariwisata berlandaskan budaya lokal dan pemberdayaan kelompok masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yang digunakan berdasarkan studi literature. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pembangunan pariwisata berkelanjutan membutuhkanketerlibatan masyarakat secara menyeluruh dari keseluruhan tahapan pembangunan, dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan. 
Konsep Kampung Wisata Belanja Berkelanjutan Klaster Industri Kerajinan Mutiara, Emas dan Perak (MEP) di Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram Sushanti, Ima Rahmawati; Kurniawan, Agus
Jurnal Planoearth Vol 3, No 1: February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.044 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i1.216

Abstract

Keberadaan klaster industri di Kota Mataram memberikan pengaruh sosial, ekonomi dan lingkungan terhadap kawasan permukiman sekitarnya (Sushanti, Ima R, 2015). Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Mataram tahun 2011 – 2031 klaster industri MEP di Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela ditetapkan sebagai kawasan pariwisata belanja.  Tujuan penelitian adalah menentukan konsep kampung wisata belanja dalam rangka penataan klaster industri dan kawasan permukiman sekitarnya yang terpadu, secara fisik, ekonomi dan sosial berdasarkan komponen perancangan. Hasil  penelitian adalah konsep  kampung wisata belanja berkelanjutan yang layak, produktif dan partisipatif mengintegrasikan potensi klaster industri dan kawasan permukiman sekitarnya di Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
Pemodelan Perubahan Penggunaan Lahan – Cellular Automata di Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya Widodo, Widiyanto Hari Subagyo; Imaduddina, Annisaa Hamidah
Jurnal Planoearth Vol 3, No 1: February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.852 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i1.214

Abstract

Kecamatan Asemrowo memiliki perkembangan yang stagnan karena adanyapengaruh dari genang pasang air laut yang mengakibatkan penurunan nilai lahan (RDTRK UP Tambak Osowilangun, 2007). Kondisi struktur dan mofologi kota yang stagnan berpotensi untuk berubah karena adanya pembangunan pusat pertumbuhan baru yaitu Pelabuhan Teluk Lamong (Pelindo III). Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi penggunaan lahan ke depan dengan mengakomodasikan faktor penghambat berupagenang pasang air laut dan faktor pendorong (Pelabuhan Pelindo III) menggunakan metode Markov – cellular automata.Markov- cellular automata adalah salah satu jenis kecerdasan buatan dengan dasar perhitungan iterasi pada data raster. Iterasi tersebut dilakukan pada data raster probabilitasperubahan penggunaan lahan yang diformulasikan dari multi-faktor pendorong perubahan penggunaan lahan dan penghambat perubahan penggunaan lahan. Jumlah piksel yangmenjadi acuan dalam proses iterasi dianalisis dengan menggunaan analisis Markov. Dalam merumuskan peta probabilitas perubahan penggunaan lahan digunakan metode regresi logistik dan jaringan saraf tiruan. Tahun akhir prediksi penggunan lahan adalah 2030.Hasil penelitian menunjukkan genang pasang air laut memiliki korelasi positif terhadap perubahan penggunaan lahan menjadi industri pergudangan, permukiman desa, dan tambakyaitu sebesar 21%, 20% dan 22% 
Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove di Wilayah Pesisir Desa Boroko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara Hairunnisa, Stelah Kharina; Gai, Ardiyanto Maksimilianus; Soewarni, Ida
Jurnal Planoearth Vol 3, No 1: February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.61 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i1.215

Abstract

Ekosistem hutan mangrove merupakan salah satu sumberdaya alam wilayah pesisir yang mempunyai fungsi dan manfaat sangat besar, antara lain secara fisik, biologis, dan ekonomi, dengan fungsi utama sebagai penyeimbang ekosistem dan penyedia berbagai kebutuhan hidup bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove di mana ekosistem hutan mangrove yang ada memiliki luas 1.670,81 Ha luas keseluruhan, di mana Desa Boroko merupakan salah satu desa potensi hutan mangrove dengan jumlah luas persebaran sebesar 101 Ha, yang mengalami degradasi  antara lain di beberapa titik telah dialih fungsikan untuk kegiatan perkebunan cengkeh, penebangan yang dijadikan kayu bakar, pembukaan jalan, tambak, dan permukiman  dengan luas indikatif kerusakan sebesar 4 Ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi total hutan mangrove setelah dipetakan tingkat kerusakan dan memperhitungkan nilai pemulihannya. Dengan metode analisis yang digunakan antara lain analisis tingkat kerusakan menggunakan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), dan analisis nilai ekonomi total kawasan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan valuasi ekonomi. Hasil penelitian menunujukan nilai manfaat total hutan mangrove di Desa Boroko sebesar Rp.261.210.638.132.-/Tahun.
Identifikasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Melalui Instrumen Insentif dan Disinsentif Pada Kawasan Pariwisata Pesisir di Pantai Amahami dan Ni’u Wardenia, Anggun; Hirsan, Fariz Primadi
Jurnal Planoearth Vol 3, No 1: February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.078 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i1.217

Abstract

Pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan pariwisata pesisir pantai Amahami dan Ni’u perlu dilakukan mengingat daerah tersebut merupakan salah satu kawasan strategis pariwisata dan kawasan strategis perekonomian yang adaS di Kota Bima, dengan dilakukannya suatu pengendalian diharapkan pemanfaatan ruang yang ada pada kawasan tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana pola ruang Rasanae Barat, salah satu instrumen yang tepat untuk digunakan selain peraturan zonasi adalah instrumen insentif dan disinsentif, dimana instrumen insentif diberikan kepada pemerintah ataupun masyarakat yang taat dan tertib terhadap tata ruang, sedangkan disinsentif diberikan kepada pemerintah ataupun masyarakat yang tidak tertib atau melanggar tata ruang. 
Analisis Potensi Kawasan Rawan Banjir Kota Kepanjen Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Pattiraja, Agustinus Haryanto
Jurnal Planoearth Vol 3, No 1: February 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.579 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i1.212

Abstract

Kota Kepanjen adalah Kota yang dipersiapkan menjadi Ibu Kota Kabupaten Malang, yang pemanfaatan lahan terus berkembangan dan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi berdampak timbulnya genangan dan banjir. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi kawasan rawan banjir di Kota Kepanjen. Metode yang digunakan yaitu Sistem Informasi Geografis. Berdasarkan konsep analisis debit aliran Metode Rasional maka parameter penentu kawasan rawan banjir yang digunakan dalam kajian ini adalah intensitas hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, dan tutupan lahan. Hasil analisis menunjukan bahwa kawasan yang berstatus sangat rawan pada kondisi eksisting dengan luasan sebesar 3,421 Km2 mengalami peningkatan seiring perubahan yang akan dilakukan terhadap Kota Kepanjen menjadi 4,54 Km2 , kawasan yang berstatus rawan pada kondisi eksisting dengan luasan sebesar 40,17 Km2 mengalami peningkatan seiring perubahan yang akan dilakukan terhadap Kota Kepanjen menjadi 42,01 Km2, kawasan yang berstatus aman pada kondisi eksisting dengan luasan sebesar 2,92 Km2 mengalami penurunan seiring perubahan yang akan dilakukan terhadap Kota Kepanjen menjadi 0,22 Km2.
POLA PERMUKIMAN TRADISIONAL DI WILAYAH MASYARAKAT HUKUM ADAT WET SEMOKAN KECAMATAN BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Asmadi, Juniansah; Yuniarman, Ardi
Jurnal Planoearth Vol 3, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.432 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i2.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola permukiman tradisional Di Wilayah Masyarakat Hukum Adat Wet Semokan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Pada penelitian ini metoda yang dipergunakan adalah pendekatan rasionalistik dengan paradigma kualitatif. Dimana metodologi penelitian kualitatif rasionalitik ini berangkat dari pendekatan holistik berupa grand concepts (s) yang dijabarkan menjadi teori substantif. Temuan dari penelitian ini diperoleh bahwa Wilayah Wet Semokan terdapat wilayah sentral yang menjadi pusat pemerintahan adat yang ditandai dengan bangunan masjid kuno dan tiga rumah adat bagi pemangku adat utama dalam menjalankan tugasnya, serta terdapat delapan kawasan permukiman tradisional yang berada dalam wilayah teritori wilayah adat yaitu permukiman tradisional: 1. Segenter, 2. Lendang Jeliti, 3. Dasan Gelumpang, 4. Telaga Longkak, 5. Semokan Ruak, 6. Baban Kuta, 7. Kebon Patu, dan 8. Tereng Tebus. Didalam kawasan permukiman tradisional terdapat beberapa pola-pola permukiman dengan orientasi masa bangunan menghadap arah dalam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat empat pola permukiman tradisional dalam wet semokan yaitu: 1. Pola Sejajar atau memanjang dua sisi 2. Pola Sejajar satu sisi terhadap berugak, 3.Pola  mengelompok atau terkumpul. 4. Pola tersebar.
KAJIAN POTENSI RUMAH NELAYAN SEBAGAI PRIORITAS RUMAH KHUSUS DI KABUPATEN BANJAR Ulimaz, Mega; R. Achmad, Syahri; Rahayu, Ummu
Jurnal Planoearth Vol 3, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.261 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v3i2.606

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat prioritas rumah nelayan sebagai rumah khusus di Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksplorasi serta pembobotan dengan kriteria. Hasil analisa menunjukan rumah nelayan di Kecamatan Aluh-Aluh dapat diprioritaskan sebagai rumah khusus berdasarkan dukungan kebijakan tingkat nasional dan regional, kemampuan lahan yang sesuai, ketersediaan lahan yang masih luas, isu kebutuhan dukungan kegiatan maritim yang strategis, target pengguna yang jelas yaitu nelayan yang masih bergantung pada kegiatan penangkapan ikan, serta aksesibilitas yang baik. Rumah nelayan dapat dibuat sederhana dengan ruang untuk memenuhi aktivitas nelayan

Page 1 of 4 | Total Record : 37