CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : -
Articles 63 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS MODELING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII.1 PADA MATA PELAJARAN PKN DI SMP NEGERI 3 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2012/2013

YUNAN, YUNAN, SUSILAWATI, SUSILAWATI

CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Model pembelajaran merupakan salah satu cara yang digunakan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kontekstual berbasis modeling yaitu proses pembelajarandengan memperagakan guru sebagai model yang dapat ditiru oleh setiap siswa, orang berpengalaman dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) dapat dikaitkandengan modelnya. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: Apakah dengan penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis modeling pada mata pelajaran PKn di kelas VII.1 SMP Negeri 3 Mataram tahun pelajaran 2012/2013 dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan  model pembelajaran kontekstual berbasis modeling terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Sedangkan manfaat penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik pada sekolah itu sendiri dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar khususnya dan sekolah pada umumnya.   Metode yang  digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen dengan pendekatandiskriptif kuantitatif karena data yang diinginkan berupa data diskriptif atau pemaparan dari suatu peristiwa, kegiatan atau fakta yang diteliti dengan desainpre-test dan post-test. Desain ini digunakan sebelum eksprimen dan setelah eksprimen. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.1 yang berjumlah 27 orang pada SMP Negeri 3 Mataram. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dengan sumber data primer dans ekunder. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis statistic dengan rumus T-Tes sebagai berikut:t =   Hasil penelitian menunjukkan bahwa t-hitung sebesar 6.48 > dari t-tabel 1.706 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dengan penggunaan metode modeling terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa yang tidak dikenakan perlakuan sebesar 82.22 dan hasil belajar siswa yang dikenakan perlakuan sebesar 64.44, sedangkan ketuntasan belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran modeling 92.59% dan ketuntasan belajar siswa yang tidak dikenakan metode pembelajaran modeling sebesar 44.44%. dengan melihat hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis modeling dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII.1  pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 3 Mataram, tahun pelajaran 2012/2013.

PENGGUNAAN MEDIA WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH SAPE TAHUN AJARAN 2015/2016

Rejeki, Sri, PUSPITASARI, HESTI

CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2016): Maret
Publisher : CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Word Square terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn siswa kelas X SMA Muhammadiyah Sape tahun ajaran  2015/2016Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalan kuantitatif, dengan pendekatan eksperimen, desain yang digunakan yaitu pra esksperimen dalam bentuk static group comparison. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas X1 dan kelas X4. X1 Kelas sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 35 orang sedangkan kelas X4 dijadikan sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 40 orang, pengumpulan data yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan skunder. Metode analisis data yang digunakan adalah rumus statistik berupa rumus t-tes.Berdasarkan hasil dan pembahasan maka yang dapat diambil kesimpulan bahwa pada taraf signifikan 5 % nilai thitung> ttabel tertera 2,788>1,671 artinya hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini berbunyi “ada pengaruh penggunaan media Word Square terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn siswa kelas X SMA Muhammadiyah Sape tahun ajaran  2015/2016” diterima. Nilai rata-rata untuk hasil kelas kontrol sebesar 73,75 sedangkan untuk hasil kelas eksperimen diperoleh nilia rata-rata 382,08. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan antara strategi pembelajaran konvesional dengan media word square terdapat pengaruh hasil belajar PKn pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah Sape tahun pelajaran 2015/2016.

Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 Tentang Pelaksanaan Remisi Bagi Nara Pidana Korupsi di Lapas Kota Mataram

Rahmawati, Rahmawati, Maemunah, Maemunah, Sakban, Abdul

CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2: September 2017
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.31764/civicus.v5i2.434

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah implementasi peraturan pemerintah nomor 32 tahun 1999 tentang pelaksanaan remisi bagi nara pidana korupsi di lapas kota mataram.Metode penelitian yang digunakan menggunakan hukum empiric dengan pendekatan normatif yuridis.Pengumpulan data dipakai adalah observasi, wawancara dan dokumen kemudian analisis data menggunakan penyajian data, reduksi data dan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 Tentang Pelaksanaan Remisi Bagi Nara Pidana Korupsi di Lapas Kota Mataram yaitu dilakukan setiap tahun, pada tahun 2016 berupa remisi umum sebanyak 543 nara pidana, remisi khusus sebanyak 51 nara pidana, dan remisi tambahan sebanyak 636 nara pidana. (2) Besar pengampunan untuk koruptor menurut Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 bagiremisi bagi narapidana korupsi di Lapas Kota Mataram yaitu bagi Narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana korupsi, diberikan remisi apabila memenuhi persyaratan meliputi berkelakuan baik; dan telah menjalani 1/3 (satu per tiga) masa pidana. Kata Kunci: PP Nomor 32 1999, Remisi, Narapidana

PRAKTEK POLITIK UANG PADA PEMILUKADA SERENTAK 2015 (STUDI KASUS DI DESA SIMPASAI KECAMATAN LAMBU KABUPATEN BIMA)

Maemunah, Maemunah, Masita, Masita

CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2016): Maret
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.31764/civicus.v4i1.321

Abstract

Abstrak: Praktek politik uang (money politics)merupakan praktek yang sering terjadi di setiap pemilu. Politik uang juga adalah salah satu faktor penyebab demokrasi berbiaya tinggi, praktek ini merugikan masyarakat dan mencederai asas pemilu. Praktek politik uang juga merupakan bagian dari bentuk korupsi politik, praktek politik uang menjadi isu keprihatinan dan ancaman nyata dalam menjalankan sistem demokrasi. berdasarkan uraian permasalahan peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana presepsi masyarakatak terhadap praktek politik uang pada pemilukada serentak 2015 di Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima dan bagaimanakah bentuk dari politik uang pada pemilukada serentak 2015, dengan tujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima terhadap praktek politik uang pada pelaksanaan pemilukada serentak tahun 2015. Untuk  mengetahui bentuk-bentuk praktek politik uang pada pelaksanaan pemilukada serentak 2015  di Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.                Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodekualitatifdengan pendekatan deskriptif. lokasi penelitian dilaksakan di Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima  dengan mengunakan subyek penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, tehnik analisis yang digunakan adalah diawali dengan proses pengumpulan data,, penyajian data,dan penarikan kesimpulan.                Dari hasil penelitian diperoleh gambaran pemilukada serentak tahun 2015 presepsi penyelenggara terhadap pelaksanaan pemilukada serentak 2015 bahwa pemilukada serentak 2015 ini merupakan pemilukada serentak yang pertama dilakukan oleh bangsa Indonesia sehingga persepsi penyelenggara bahwa pemilukada serentak adalah suatu pesta demokrasi untuk memilih pemimpin daerah yang tidak terlepas dari penggunaan anggaran yang menyebabkan adanya kemungkinan terjadinya politik uang tetapi politik uang dapat diminimalisir karena penyenggara pemilukada melakukan sosialisasi tentang hal tersebut. Bentuk-bentuk politik uang dalam pemilukada serentak pada tahun 2015 di Desa Simpasai Kecamatan Lambu Kabupaten Bima berupa penyaluran bantuan melalui bantuan sosial yang dilakukan oleh peserta pemilu ialah berbentuk uang, berbentuk material, berbentuk barang, dan  berbentuk sembako.

PENERAPAN NILAI-NILAI MORAL DAN KARAKTER DALAM PPKn DI SMP DARUL HIKMAH MATARAM

Azhar, Azhar, Djunaidi, Achmad

CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1: Maret 2018
Publisher : CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.681 KB)

Abstract

Nilai-nilai moral dan karakter di Indonesia masih sangat memprihatinkan terutama dalam dunia pendidikan maraknya terjadi tindakan kekerasan dan perbuatan asusila seperti, pemerkosaan, tawuran antar pelajar, pelecehan seksual dan lain sebagainya. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan penerapan nilai-nilai moral dan karakter dalam pembelajaran PPKn di SMP Darul Hikmah Mataram,  dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi moral dan karakter siswa di SMP Darul Hikmah Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah, guru PPKn, guru BK, siswa SMP, serta kepala sekolah. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai moral dan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dibutuhkan kesiapan mempersiapkan perangkat pembelajaran yang lengkap, nilai-nilai moral dan karakter siswa perlu diajarkan. Nilai-nilai moral dan karakter yang ajarkan yaitu mengamalkan nilai-nilai pancasila, juga diajarkan karakter sikap toleransi, menghargai, berbicara sopan santun, kejujuran, dan saling menghargai dan tolong menolong untuk diajarkan kepada peserta didik tersebut. Faktor yang mempengaruhi nilai-nilai moral dan karakter siswa dilihat dari segi positif seperti, mengajarkan hal-hal bernuansa agama, merubah peserta didik menjadi lebih baik, patuh dan taat. Segi negatif seperti, factor lingkungan, factor teman sepergaulan, dan factor teknologi.Moral and character values in Indonesia are still very alarming especially in the world of education where there are widespread acts of violence and immoral acts such as rape, brawls between students, sexual harassment and so on. The purpose of the study was to explain the application of moral and character values in PPKn learning at Darul Hikmah Middle School in Mataram, and identify factors that influence the morale and character of students in Darul Hikmah Middle School in Mataram. The research method used is qualitative research with a descriptive approach, the collection used is observation, interviews, and documentation. The research subjects were PPKn teachers, BK teachers, middle school students, and school principals. Data analysis using interactive models. The results of this study indicate that the application of moral values and character in the learning of Pancasila and Citizenship Education requires readiness to prepare a complete learning device, moral values and character of students need to be taught. Moral values and characters that teach are practicing the values of the Pancasila, also taught the character of tolerance, respect, speaking of manners, honesty, and mutual respect and helping help to be taught to these students. Factors that influence students' moral and character values are seen in a positive way, such as teaching religious nuances, changing students to be better, obedient and obedient. Negative aspects such as environmental factors, peer factors, and technological factors.

TRADISI MERARIQ PADA MASYARAKAT DESA BATUNYALA LOMBOK TENGAH

Mayasari, Deviana

CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.31764/civicus.v4i2.344

Abstract

Abstrak: Masyarakat memandang tradisi merariq ini sebagai sebuah warisan yang harus mereka jaga dan lestarikan, karena di dalamnya mengandung makna yang menurut mereka patut untuk dipertahankan, meski sudah mengalami sedikit pergeseran di dalam tata caranya, akan tetapi tradisi ini tetap dijalankan oleh masyarakat. Hal inilah yang menarik untuk diteliti dari merariq  yaitu bagaimana konsep tata  cara dalam adat merariq yang dapat mengatur sedemikian rupa konsep berpikir masyarakat untuk masih mempertahankan adat merariq.Fokus dalam penelitian ini bagaimana prosesi pelaksanaan adat merariq, apa makna adat merariq bagi masyarakat Batunyala dan apa yang menyebabkan tradisi ini masih dilakukan oleh warga masyarakat yang ada di desa Batunyala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif, yang menggambarkan atau menjelaskan fenomena sosial yang terjadi di tempat penelitian. Tekhnik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Adapun hasil  penelitian yang didapatkan yaitu adapun prosesi pelaksanaan dalam adat merariq yang dimulai dari melakukan merariq, sejati/selabar, mbait wali,nikahang, mbait janji, sorong serah, nyongkolan dan yang terakhir dilakukan dengan upacara balik lampak nae. Tradisi merariq mempunyai berbagai macam makna yaitu: mempunyai nilai untuk mengistimewakan perempuan, memiliki pesan sosial, memiliki pesan untuk saling menghargai dan bersyukur, memiliki pesan untuk mendidik, memiliki pesan moral, menunjukkan sikap pemberani dan betanggung jawab. Kemudian dalam penelitian ini adapun yang menyebabkan masyarakat di desa Batunyala masih melakukan tradisi merariq sampai sekarang yaitu karena : (1) Faktor adat, (2) Faktor Orang tua, (3) Faktor Agama, (4) Faktor Ekonomi (biaya), dan (5) Faktor kemauan dari yang perempuan. Abstract : The communities regard this tradition as an heritage from ancestor that must be kept and preserved, because in this culture there is point must be keeping, so the younger’s in this village follow up this merariq tradition, although have been  moving in this custom a little, but this tradition keep moving by the society. This is special thing that interesting to get research from merariq tradition that is how the custom concept organizing the community thinking concept to preserving and receiving merariq compared with the developing situation now.The focus in this research is how the custom or tradition of merariq is done, what is the meaning of custom of merariq by Batunyala’s communities and what caused this tradition have been doing by Batunyala’s communities.. The method is used in this research is qualitative and using descriptive type to describe the social phenomena is happened in the site of research. The data collecting technique’s are used like observation, interview, and documentation.The results of this research are got is the ceremonials of custom of merariq are started with doing merariq, sejati/selabar, mbait wali, nikahang mbait janji, sorong serah, nyongkolan, and the last is balik lampak nae ceremony by community. The merariq tradition have much meaning that is: merariq have the value to make special for woman, have social messages, have messages to respect one another and grateful to god, have message to educate, and moral messages, merariq is the way to show brave and responsibility attitudes. And then, in this research, the communities factors are cause the preserving of merariq tradition are: 1) custom factors, 2) parent factors, 3) religion factors, 4) economic factors (fee), and 5) willing factors from the woman.

IMPLEMENTASI PASAL 29 UU NO 1 TAHUN1974 TENTANG PERJANJIAN DAN PENGESAHAN PERKAWINAN DI DESA MBAWA KECAMATAN DONGGO KABUPATEN BIMA TAHUN 2014

DJUNAIDI, ACHMAD, ANDANG, ANDANG

CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.31764/civicus.v4i2.335

Abstract

Abstrak: Perjanjian perkawinan merupakan persetujuan antara calon suami atau istri, untuk mengatur akibat perkawinan terhada hartakekayaan mereka yang menyimpang dari persatuan harta kekayaan. Perjanjian Perkawinan bukanlah hal yang popular dalam masyarakat, karena dalam masyarakat terdapat pemikiran bahwa suami-istri yang membuat perjanjian perkawinan dianggap tidak mencintai pasangannya tersebut. Hal ini disebabkan dengan adanya pengesahan dan perjanjian perkawinan sudah diatur dalam Pasal 29 UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Untuk sahnya sebuah perjanjian perkawinan dan mengikat terhadap pihak ketiga, maka perjanjian perkawinan tersebut harus didaftarkan dan disahkan oleh pegawai pencatatan perkawinan.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, dengan informan adalah Kepala KUA, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, P3 dan Pemerintah Desa. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Jenis datanya adalah kualitatif, sumberdata primer diperoleh melalui hasil wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui catatan dokumen. Metode analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan tahapan: reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Dalam hasil penelitian yang akan diteliti data jumlah keluarga yang melakukan perjanjian perkawinan di Desa Mbawa, pada tahun 2013-2014 sebanyak 330 pasangan, sedangkan yang melakukan perjanjian perkawinan sebanyak 264 pasangan yang tercatat di KUA Desa Mbawa Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Perjanjian perkawinan yang dilakukan oleh kedua calon pengantin, terdapat unsur-unsur yang sama, yaitu perjanjian dan unsur harta kekayaan dalam perkawinan. Pengesahan perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat diawali dengan timbulnya kesadaran akan pentingnya dilakukan sebuah perjanjian dan pengesahan perkawinan. Hambatan dalam proses perjanjian dan pengesahan perkawinan yang dilakukan oleh kedua belah pihak sebelum perkawinan adalah masih adanya masyarakat yang kurang memiliki kesadarah untuk melakukan pencatatan perkawinan sehingga prosesnya pengesahanpun menjadi terhambat. Bagi masyarakat yang ingin melangsungkan perkawinan, sebaiknya dilakukan berdasarkan apa yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal membuat,  menentukan dan mengesahkan surat perjanjian perkawinan.

Persepsi masyarakat Desa Bajur Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat terhadap Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa

Ibrahim, Ibrahim, Rejeki, Sri, Sawaludin, Sawaludin

CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2: September 2017
Publisher : CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Bajur Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat terhadap Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam mengefektifkan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa di Desa Bajur Kecamatan Labuapi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, lokasi penelitian di Desa Bajur Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat, teknik penentuan subyek penelitian adalah purposive sampling, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data adalah reduksi data penyajian data dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat desa Bajur terhadap pelaksanaan undang-undang Nomor 6 tahun 2014 bahwa pemahaman masyarakat  terhadap pelaksanaan undang-undang desa sudah baik walaupun sebagian pelaksanaan program-program pembangunan desa terdapat masalah adanya pelaksanaan pembangunan yang dilapangan tidak sesuai dengan rencana awal yang disepakati oleh pemerintah desa, BPD dan masyarakat setempat. Sedangkan upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk mengefektifkan undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa di desa Bajur ialah mengadakan kegiatan sosialisasi diberbagai pemerintah desa, meningkatkan pengetahuan aparatur desa melalui pelatihan keterampilan dibidang pengelolaan dan adanya tenaga pendamping yang memadai baik dari pemerintah maupun dari masyarakat.Kata Kunci: Persepsi Masyarakat; UU Desa

PENERAPAN METODE PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN SISWA KELAS IV DI SDN GALANG BULAN DESA JELANTIK KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUNPELAJARAN 2011-2012

Sundara, Komang, Basri, Muh.

CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.31764/civicus.v4i2.340

Abstract

Abstrak: Salah satu langkah untuk memiliki kemampuan mengajar yang baik adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasa disebut metode mengajar. Metode merupakan salah satu komponen dalam proses belajar mengajar yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah apakah dengan penerapan model Pembelajaran Problem Based Instruduction  (PBI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV  di SDN   Galang Bulan Desa Jelantik Kec. Jonggat Kab. Lombok Tengah  tahun pelajaran 2011-2012?. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan model Pembelajaran Problem Based Instruduction  (PBI) dalam  meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV  di SDN   Galang Bulan Desa Jelantik Kec. Jonggat Kab. Lombok Tengah  tahun pelajaran 2011-2012.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistic dengan menggunakan rumus Uji treatment (t). yaituHasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Pembelajaran Problem Based Instruduction  (PBI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV  di SDN   Galang Bulan Desa Jelantik Kec. Jonggat Kab. Lombok Tengah  tahun pelajaran 2011-2012.. Hal ini terbukti dari  hasil perhitungan dengan menggunakan t-hitung   diperoleh nilai  sebesar 22, 97 langkah selanjutnya adalah membandingkan nilai tersebut dengan  nilai  t pada derajat kepercayaan 5% dan diperoleh hasil sebesar 2, 423 sehingga thitung >ttabel  (22,97>2, 423).

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP EFEKTIFITAS PENGGUNAAN KURIKULUM 2013 DALAM PERSEPEKTIF MORAL BANGSA DI SMA NURUL JANNAH NW AMPENAN

Fitriani, Fitriani, Sakban, Abdul

CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1: Maret 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.306 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v6i1.636

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter terhadap efektifitas penggunan kurikulum 2013 dalam persepektif moral bangsa dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam penerapan kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan snowball sampling. Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kurikulum, wali kelas, guru dan siswa. Data penelitian diperoleh melalui tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul dianalisis melalui langkah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) penerapan pendidikan karakter dalam penggunaan kurikulum 2013 sudah diterapkan secara efektif. Hal ini terlihat dari pengintegrasian pendidikan karakter oleh guru dalam setiap mata pelajaran. (2) dipandang dalam persepekif moral bangsa bahwa karakter yang dimilki siswa terindikasi sudah bermoral bangsa yang baik. Hal ini terbukti dari beberapa karakter yang diterapkan siswa dalam lingkungan sekolah seperti karakter religius, jujur, toleransi, peduli sosial, tanggung jawab, peduli lingkungan, bersahabat dan demokratis. (3) kendala yang dihadapi guru dalam penerapan pendidikan karakter yang utama adalah sarana dan prasarana dan minimnya waktu dalam kegiatan pembelajaran. Ini terlihat dari kurangnya sarana misalnya seperti LCD sebagai penunjang kegiatan pembelajaran dan ketidak tuntasan dalam penyampaian materi pembelajaran.The purpose of this study was to determine the application of character education to the effectiveness of the use of the 2013 curriculum in the nation's moral perspective and to find out the obstacles faced by teachers in the implementation of the 2013 curriculum. The sampling technique using snowball sampling. The key informants in this study were the principal, curriculum committee, homeroom teacher and students. The research data was obtained through observation, interview and documentation techniques. Data that has been collected is analyzed through data reduction steps, data presentation and verification. The results of the study show that (1) the application of character education in the use of the 2013 curriculum has been applied effectively. This can be seen from the integration of character education by teachers in each subject. (2) seen in the nation's moral perspective that the character possessed by students is indicated to have good moral values. This is evident from some of the characters applied by students in the school environment such as religious character, honesty, tolerance, social care, responsibility, caring, friendly and democratic. (3) constraints faced by teachers in implementing the main character education are facilities and infrastructure and the minimum time in learning activities. This can be seen from the lack of facilities such as LCD as supporting learning activities and incompleteness in the delivery of learning material.