cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika
ISSN : 25977512     EISSN : 26141175     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika (JTAM) dikelola oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram dengan ISSN (Cetak) 2597-7512 dan ISSN (Online) 2614-1175. Tim Redaksi menerima hasil penelitian, pemikiran, dan kajian tentang (1) Pengembangan metode atau model pembelajaran matematika di sekolah dasar sampai perguruan tinggi berbasis pendekatan konstruktivis (PMRI/RME, PBL, CTL, dan sebagainya), (2) Pengembangan media pembelajaran matematika berbasis ICT dan Non-ICT, dan (3) Penelitian atau pengembangan/design research di bidang pendidikan matematika, statistika, analisis matematika, komputasi matematika, dan matematika terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Topik Pecahan Ditinjau Dari Gender Aminah, Aminah; Ayu Kurniawati, Kiki Riska
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 2, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.645 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.713

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini  adalah lima orang perempuan dan lima orang laki-laki siswa VII. Peneliti menggunakan langkah-langkah menurut Soedjadi, (a) Membaca soal dengan cermat untuk menangkap makna tiap kalimat, (b) Memisahkan dan mengungkapkan apa yang diketahui dalam soal, apa yang diminta/ditanyakan dalam soal, operasi pengerjaan apa yang diperlukan, (c) Membuat model matematika dari soal, (d) Menyelesaikan model menurut aturan-aturan matematika, sehingga mendapatkan jawaban dari model tersebut, dan (e) Mengembalikan jawaban soal kepada jawaban asal. Hasil penelitian menunjukkan siswa perempuan mengalami kesulitan dalam memahami konsep pecahan (menyamakan penyebut), mengalami kesulitan dalam menentukan operasi pengerjaan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian serta tidak menuliskan kesimpulan terakhir sedangkan siswa laki-laki mengalami kesulitan dalam memahami soal sehingga kurang tepat dalam menyelesaikan hasil akhir serta menyamakan penyebut. Cara mengatasi faktor-faktor kesulitan dalam soal ceritaa matematika adalah memberikan intensitas latihan, menguatkan kembali konsep pecahan pada siswa perempuan dan meningkatkan komunikasi matematis siswa.Abstract:  This research is a qualitative descriptive study. The subjects in this study were five women and five male students VII. The researcher uses the steps according to Soedjadi, (a) Read the questions carefully to capture the meaning of each sentence, (b) Separate and reveal what is known in the question, what is asked / asked in the question, what work operation is needed, (c) Make a mathematical model of the problem, (d) Complete the model according to mathematical rules, so that the answer to the model is obtained, and (e) Return the answer to the original answer. The results showed that female students had difficulty understanding the concept of fractions (equating the denominator), had difficulty in determining work operations such as addition, subtraction, multiplication and division and did not write the final conclusions while male students had difficulty understanding the problem so that it was not correct the final result and equate the denominator. The way to overcome the difficulty factors in mathematical storytelling is to provide training intensity, reinforce the concept of fractions in female students and improve students' mathematical communication.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMK Melalui Pembelajaran RME Pada Materi Trigonometri Ardana, Ni Made Sri
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 2, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.789 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.724

Abstract

Abstrak: Matematika sebagai ilmu dasar memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan sains dan teknologi. Konteks pembelajaran matematika yang jauh dari realita sering membuat siswa tidak dapat menarik korelasinya dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari  dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah Realistic Mathematics Education (RME). Dengan pembelajaran realistik akan memudahkan siswa belajar secara konkrit terutama pada materi yang dianggap sulit seperti trigonometri khususnya bagi siswa SMKN 1 Labuapi. Adapun nilai hasil tes pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 72 dengan ketuntasan klasikal sebesar 75%, sedangkan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 75,21 dengan ketuntasan klasikal sebesar 82,51%, ini menunjukan bahwa pembelajaran yang dilakukan telah mencapai ketuntasan secara klasikal.Abstract: Mathematics as a basic science plays a very important role in the development of science and technology. The context of mathematics learning that is far from reality often makes students unable to draw correlation with everyday life. One approach to mathematics learning that is oriented to mathematical everyday experiences and applying mathematics in everyday life is Realistic Mathematics Education (RME). With realistic learning, it will be easier for students to learn concretely, especially in material that is considered difficult, such as trigonometry, especially for students of SMK 1 Labuapi. The value of the test results in cycle I obtained an average value of 72 with classical completeness of 75%, while in the second cycle obtained an average value of 75.21 with classical completeness of 82.51%, this indicates that the learning done has been achieving classical completeness.
Pengembangan Modul Belajar Mandiri LaTeX Beamer Sebagai Alternatif Media Presentasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Arif Z, Moh. Agung; Abdillah, Abdillah
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 2, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.68 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.716

Abstract

Abstrak: Seorang mahasiswa dalam perkuliahan diwajibkan untuk mampu mempresentasikan apa yang telah didapat, dalam hal tugas perkuliahan secara umum sangat diperlukan media presentasi yang layak. Mahasiswa matematika tidak menutup kemungkinan untuk melakukan presentasi terutama ketika menempuh mata kuliah micro-teaching. Media presentasi sangat beragam mulai dari microsoft power point, google presentation, dan open office. Namun pada kenyataannya dalam hal penulisan matematika, media – media tersebut sangat sulit untuk mempresentasikan apa yang menjadi tujuan kita, terutama ketika sampai kepada sintaks- sintaks dan simbol – simbol matematika. Beamer salah satu document class dari LaTeX menjadi harapan mahasiswa matematika yang ingin mudah untuk presentasi, namun kurangnya bahan ajar menjadikannya lebih sulit, oleh karena itu muncul gagasan untuk membuat bahan ajar berbentuk modul LaTeX Beamer ini untuk mempermudah mahasiswa yang ingin belajar. Model pengembangan yang digunakan adalah PPE (Planning Production Evaluation). Sampel penelitian adalah seluruh mahasiswa semester V, instrumen yang dipakai hanya angket penilaian terhadap modul. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan menggunakan PPE mendapatkan rata-rata penilaian dengan 20 butir soal penilaian dengan nilai rata – rata sebesar 4,4 yang berarti “sangat valid” untuk digunakan mahasiswa sebagai bahan ajar mandiri.Abstract:  A student in the lecture is required to be able to present what has been obtained, in terms of lecture assignments in general it is necessary to have a decent presentation media. Mathematics students do not rule out the possibility to make presentations especially when taking micro-teaching courses. Media presentations are very diverse starting from Microsoft Power Point, Google Presentation, Open Office. But in reality in terms of mathematical writing, these media are very difficult to present what is our goal, especially when it comes to syntaxes and mathematical symbols. Beamer, one of the document classes from LaTeX, is the hope of mathematical students who want to be easy for presentations, but the lack of teaching materials makes it more difficult, therefore the idea to create teaching materials in the form of LaTeX Beamer modules is made easier for students who want to learn. The development model used is PPE (Planning Production Evaluation). The research sample was all V semester students, the instrument used was only a questionnaire assessment of the module. Based on data analysis, it was concluded that research carried out using PPE obtained an average rating with 20 items of assessment with an average value of 4.4 which means "very valid" for students to use as independent teaching materials.
Analisis Kesalahan Penulisan Algoritma Pemrograman Delphi Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika UIN Mataram Mariana, Rina; Fauzi, Muh
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 2, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.863 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.711

Abstract

Riwayat Artikel:Diterima: 08-07-2018Disetujui: 20-10-2018 Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan objek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika UIN Mataram yang bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh mahasiswa dalam menyusun scribs komputasi pada praktikum Delphi. Tim peneliti menggunakan purposive sampling, dengan sampel penelitian berjumlah 139 mahasiswa. Metode pengumpulan data terdiri dari metode observasi, interview, dan dokumentasi.  Kemudian data yang terkumpul dianalisa menggunakan analisa data model Spradley yang terdiri dari: Analisis Doamin, Taksonomi, Komponensial, dan Tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai macam bentuk kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa yakni (1) tidak mendeklarasikan (mendefinisikan) variabel yang digunakan dalam rumus atau instruksi; (2) Kesalahan penulisan pada tanda baca, seperti tanda baca titik , koma, titik dua, titik koma, tanda kurung, dan sama dengan; (3) kesalahan penulisan pada huruf  khususnya pada konversi data; dan (4) kesalahan dalam mengkhiri instruksi pemrograman.Abstract:  This research is a qualitative research with the object of research is the Mathematics Education Department of UIN Mataram students whose purpose is to analyze the forms of errors that are often carried out by students in compiling computational scribs in the Delphi practicum. The research team used purposive sampling, with a sample of 139 students. The method of data collection consists of methods of observation, interviews, and documentation. Then the collected data was analyzed using Spradley model data analysis which consisted of: Domain Analysis, Taxonomy, Componential, and Themes. The results showed that various forms of errors made by students namely (1) did not declare (define) variables used in formulas or instructions; (2) Writing errors in punctuation marks, such as punctuation marks, commas, colons, semicolons, parentheses, and are equal to; (3) writing errors in letters especially in data conversion; and (4) errors in terminating programming instructions.
Penerapan Pembelajaran Problem-Based Instruction Melalui Model Konstruktivisme Pada Materi Program Linear Siswa Kelas X SMK Sumihariantini, Sumihariantini
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 2, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.339 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.723

Abstract

Abstrak: Dalam belajar matematika diperlukan pembelajaran yang dapat membangun pemahaman siswa yang didasarkan pada konsep-konsep dasar pemahaman yang dimiliki siswa itu sendiri. Oleh karenanya diharapkan guru mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah peserta didik dalam Matematika khususnya pada materi program linear. Dengan menerapkan model pembelajaran berdasarkan masalah (Problem-based Instruction) peran guru adalah mengajukan masalah, mengajukan pertanyaan, memberikan kemudahan suasana berdialog dalam proses pemblajaran. Dari hasil pembelajaran yang dilakukan, diperoleh skor nilai rata-rata hasil tes belajar siswa sebesar 78, dimana nilai ketuntasan belajar secara klasikal adalah sebesar 81% dan ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan program linear.Abstract: Learning mathematics requires learning that can build students' understanding based on the basic concepts of understanding possessed by the students themselves. Therefore the teacher is expected to be able to improve the ability to think and solve the problems of students in Mathematics, especially in linear program material. By applying a learning model based on a problem (Problem-based Instruction) the role of the teacher is to raise problems, ask questions, provide an atmosphere of dialogue in the learning process. From the results of the learning done, the average score of the student learning test results is 78, where the classical learning completeness value is 81% and this shows that applying problem based learning models can improve student learning outcomes in linear program material.
Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Bangun Datar Terhadap Hasil Belajar Dimensi Tiga Ibrahim, Malik
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 2, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.12 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.715

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemahaman konsep siswa pada materi bangun datar terhadap hasil belajar dimensi tiga kelas X MA. Hidayatul Muhsinin Labulia. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kuantitatif jenis Ex Post Facto desain hubungan kausalitas yaitu hubungan yang bersifat sebab akibat. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi yang jumlah keseluruhannya adalah 109 siswa terdiri dari kelas XA, XB dan XC.         Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemahaman konsep bangun datar cukup berpengaruh positif terhadap hasil belajar dimensi tiga. Hal ini terlihat pada hasil penelitian dengan melakukan pemberian tes kepada 109 siswa. Hubungan antara pemahaman konsep bangun datar dan hasil belajar dimensi tiga sebesar 0,668 atau 66,8%, ini berarti korelasi antara pemahaman konsep bangun datar dan hasil belajar dimensi tiga adalah cukup, sesuai dengan kriteria yang telah ada. Adapun pengaruh antara pemahaman konsep bangun datar dan hasil belajar dimensi tiga  sebesar 0,447 atau 44,7%. Sedangkan persamaan regresi antara pemahaman konsep bangun datar dan hasil belajar dimensi tiga adalah Y = 8,831 + 0,934 X, ini menjelasakan bahwa keterkaitan antara pemahaman konsep bangun datar dengan hasil belajar dimensi tiga bersifat searah (positif) atau dengan kata lain bahwa, jika tingkat pemahman konsep bangun datar tinggi maka akan mengakibatkan hasil belajar dimensi tiga tinggi pula, dan demikian pula sebaliknya. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif pemahaman konsep bangun datar terhadap hasil belajar dimensi tiga.Abstract:  This research aims to find out how much impact the students' conceptual understanding of the material is flat on the learning outcomes of the three dimensions of class X MA. Hidayatul Muhsinin Labulia. This study uses a quantitative approach to the type of Ex Post Facto design causality relationship that is causal relationships. This study uses a population research whose total number is 109 students consisting of classes XA, XB and XC. The results of the study showed that the impact of understanding the flat wake concept was quite a positive effect on the learning outcomes of three dimensions. This can be seen in the results of the study by giving tests to 109 students. The relationship between understanding the concept of flat wake and three dimensional learning outcomes is 0.668 or 66.8%, this means that the correlation between understanding the concept of flat wake and three dimensional learning outcomes is sufficient, according to existing criteria. The influence between the understanding of the concept of flat wake and the third dimension of learning outcomes is 0.447 or 44.7%. While the regression equation between understanding the concept of flat wake and three dimensional learning outcomes is Y = 8.831 + 0.934 X, this explains that the relationship between understanding the concept of flat wake with learning outcomes of three dimensions is unidirectional (positive) or in other words that, if the level of understanding concept wake up high then it will result in high three dimensional learning outcomes too, and vice versa. Based on these explanations, it can be concluded that there is a positive influence on understanding the concept of flat building on the results of three dimensional learning.
Efektivitas Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Program Studi Tadris Matematika UIN Mataram Fahrudin, Fadrik Adi
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 1, No. 1, Oktober 2017
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.92 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v1i1.185

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Program Studi Tadris Matematika UIN Mataram. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 sebanyak 108 mahasiswa dengan sampel kelas IIIA sebanyak 26 mahasiswa sebagai kelas eksperimen, dan kelas IIIB sebanyak 24 mahasiswa sebagai kelas kontrol. Hasil post-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 71,54 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 63,35. Analisis uji-t diperoleh thitung = 2,55 pada dk = n1+n2-2, 24+26-2 = 48 dan ttabel = 5%(t0,05; 48) = 1,95. Jadi pada dk = 48, thitung > ttabel yaitu 2,55 > 1,95. Hal ini berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, dengan kata lain model pembelajaran Problem Based Learning efektif terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Program Studi Tadris Matematika UIN Mataram. Abstract:  This research aims to determine the effectiveness of Problem Based Learning on the creative thinking ability of students of Mathematics Education Program of UIN Mataram. The approach used is quantitative with the type of experimental research. The sampling technique was done by cluster random sampling. The population of this research is student of 3rd grade of 108 students with class IIIA sample as much as 26 students as experiment class, and class IIIB as many as 24 students as control class. Post-test results show that the average grade of the experimental class is 71,54 and the average value of the control class is 63,35. The t-test analysis is obtained t-count = 2,55 at dk = n1+n2-2, 24 + 26-2 = 48 and t-table = 5% (t0,05;48) = 1,95. So at dk = 48, t-count > t-table = 2,55 > 1,95. The conclusion is H0 rejected and Ha accepted, in other words Problem Based Learning is effective towards the creative thinking ability of students of Mathematics Education Program of UIN Mataram.
Pengaruh Strategi Heuristik Pada Pendekatan Pemecahan Masalah Dalam Pembelajaran Matematika Kelas VIII SMP Pramita, Dewi; Rusmayadi, Muh
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 2, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.09 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.722

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi heuristik pada pendekatan pemecahan masalah matematika siswa di kelas VIII SMP pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP. Instrument yang digunakan adalah tes yang berjumlah 6 soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil posttest kelas eksperimen sebesar 65,8 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 58,68. Hasil uji-t diperoleh t-hitung sebesar 2.53   dan t-tabel sebesar 2,02. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan setelah diberikan perlakuan berbeda. Sehingga strategi heuristik pada pendekatan pemecahan masalah yang digunakan lebih berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran langsung pada materi persamaan linear dua variabel.Abstract:  The purpose of this study was to determine the effect of heuristic strategies on the mathematical problem solving approach of students in class VIII of Junior High School on the material of Two Variable Linear Equation Systems. This type of research is quasi-experimental. The population of this study was the eighth grade students of junior high school. The instrument used is a test which amounts to 6 questions. The results showed that the average results of the experimental class posttest were 65.8 and the control class average value was 58.68. The t-test results obtained t-count of 2.53 and t-Tabel of 2.02. This shows that the learning outcomes between the experimental class students and the control class have significant differences after being given different treatments. So that the heuristic strategy in the problem solving approach used is more influential on student learning outcomes compared to the direct learning method in the two-variable linear equation material
Penggunaan Bahan Ajar Outdoor Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Asmara, Wanti; Haji, Saleh; Hanifah, Hanifah
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 2, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.466 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.498

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar menggunakan bahan ajar Outdoor Learning. Bahan ajar tersebut terdiri dari buku ajar dan LKPD. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan populasi penelitian yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 19 Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar outdoor learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dengan nilai n-Gain 0,50 (sedang).Abstract : The purpose of this study was to determine the improvement of students' mathematical problem solving abilities taught using Outdoor Learning teaching materials. The teaching materials consist of textbooks and LKPD. This type of research is quasi experiment (quasi-experimental) with the research population, namely grade VII students of Bengkulu City 19 Middle School. The results of this study conclude that the use of outdoor learning teaching materials can improve students' mathematical problem solving abilities, with a n-Gain value of 0.50 (moderate).
Perbedaan Hasil Belajar Matematika Kelas 4 SD dalam Pembelajaran Menggunakan Model Discovery Learning dan Problem Based Learning Pramudi Wardani, Fitria Intan; Mawardi, Mawardi; Astuti, Suhandi
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 2, No. 1, April 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.929 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i1.283

Abstract

Abstrak: Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan secara signifikan hasil belajar matematika kelas 4 SD dalam pembelajaran menggunakan model discovery learning dan problem based learning di Gugus Slamet Riyadi Ampel-Boyolali. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4 SD Gugus Slamet Riyadi Ampel-Boyolali. Sampel penelitian yang diambil yaitu siswa kelas 4 SDN 1 Kaligentong (SD inti), siswa kelas 4 SDN 2 Urutsewu  dan siswa kelas 4 SDN 3 Urutsewu. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan soal tes. Teknik analisis data menggunakan Uji-T. Berdasarkan hasil penelitian serta analisis data, disimpulkan bahwa hasil belajar menggunakan model discovery learning lebih tinggi secara signifikan dibanding model pembelajaran problem based learning. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil uji thitung sebesar -2,282 dengan diperoleh signifikasi sebesar 0,026 lebh kecil dari α = 0,05  (0,026 < 0,05), karena nilai signifikasi (2-tailed) pada independent sample t test lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh karena model discovery learning lebih efektif maka guru disarankan mengunakan model tersebut guna meningkatkan hasil belajar siswa.Abstract:  This study aims to examine the significant differences of mathematics learning result at 4th grade elementary school in Gugus Slamet Riyadi Ampel-Boyolali which used discovery learning and problem based learning method. This study is quasi experimental with Nonequivalent Control Group Design. The data collection of this study is allt 4th grade elementary school students in Gugus Slamet Riyadi Ampel-Boyolali, but the sample used is 4th grade students at SDN 2 Urutsewu and SDN 3 Urutsewu. The method of collecting data used is observation and questionnaires. The technique of analyzing data uses T-test method. Based on the result of the study, it is concluded that learning result using discovery learning method has significant result than problem based learning method. The result can be seen that the result of Thitung has 2,282 with 0,026 singnification which means it is less than α =0,05 (0,026<0,05). The value of Sig.2-tailed at independent sample t-test is less than 0,05, so that H0 is rejected and Ha is accepted. The conclusion of this study is that discovery learning more effective and teachers are suggested to use that method in teaching-learning activity so that the students’ learning result increase.