cover
Filter by Year

Analysis
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Articles
37
Articles

Jurnal, Editor

Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Georafflesia
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

.

Marleni, Heri

Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Georafflesia
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi hasil refleksi awal kualitas belajar IPS kelas II SDN 141 Seluma yaitu sebanyak 5 siswa kelas IIatau26,31%  yang mendapatkan nilai diatas KKM, sedangkan 14 siswa lainnya masih mendapatkan nilai mata pelajaran IPS dibawah KKM. Hal ini terjadi karena guru belum menggunakan variasi model dan media pembelajaran yang sesuai. Guru dominan menggunakan metode ceramah. Rumusan masalah adalah Apakahpenerapan pendekatan scientific dengan model pembelajaran snowball throwing berbantuan media visual dapat meningkatkankualitas belajar siswa kelas II SDN 141 Seluma materi Kedudukan dan Peran Anggota Keluarga. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan peningkatan kualitas belajar IPS siswa kelas II SDN 141 Seluma. Desain penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus, tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa II SDN 141 Seluma. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif kualitiatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru mengelolapembelajaran di siklus I yaitu 76% meningkat pada siklus dua menjadi 89% dengan kategori sangat baik. Aktivitas siswa juga mencapai kategori sangat baik dan dinyatakan tuntas dalam siklus satu 50,64% dan meningkat pada siklus dua menjadi 84,21%.Simpulan penelitian ini adalah pendekatan scientific dengan model pembelajaran snowball throwing berbantuan media visual dapat meningkatkan kualitas belajar siswa kelas II SDN 141 Seluma.

Nofirman, Nofirman

Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Georafflesia
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Optimal management of natural resources occurs in the form of human interaction with natural resources, the economic result can be a particular commodity. Quality commodities are formed through the hard work of the community that is characterized by its adherence to knowledge, attitudes, skills, and behaviors, so that the goods can have geographical indications. Geographically indicated commodities are formed through a variety of character pemangkunya not least the character of social care and environmental care characters. research was conducted with qualitative approach based on descriptive research method. The results showed that the social care character associated with; faithful behavior, tolerance for differences, friendly behavior, polite behavior, listening behavior, information exchange behavior, caring behavior of community activities, behavior of not taking advantage of others , behavior does not hurt people, and helpful behavior has occurred in the community environment in accordance with the rules and customs of Rejang. There is a difficulty in elaborating the social caring character in the process, thus indicating a latent character. Character cares about coastal environment; the phenomenon of hydro-oceanography, resources can be recovered, resources can not be recovered, environmental services, spatial, disaster mitigation was felt with the condition received less attention from the community. Communities are unaware of coastal conditions, have no capabilities and tools, including no effort to relate to beaches and the sea. The pessimist seeks on the beach because the income they earn can not meet the needs of everyday life, so no commodities or services are geographically indicated.

Tingkat Bahaya Banjir Dalam Mitigasi Bencana di DAS Sungai Bengkulu

Citra, Fevi Wira, Supriyono, Supriyono, Edwar, Edwar, Sugandi, Warsa

Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Georafflesia
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Banjir yang terjadi di Bengkulu diakibatkan dari aktivitas yang tinggi di DAS akibat penambangan batu bara di hulu DAS Sungai Bengkulu, Bengkulu dilalui oleh beberapa sungai dan anak sungai Sungai Bengkulu, Sungai Hitam, Sungai Jenggalu, Sungai Lempuing, Sungai Babatan, Sungai Betungan, Sungai Muara, Sungai Riak, dan Sungai Sepan dan aktivitas penebangan hutan secara ilegal. Lokasi penelitian secara geografis terletak pada 102014’47” BT-102027’47” BT dan 3040’41” LS-3050’30” LS Kota Bengkulu Bengkulu. Wilayah di Bengkulu yang mengalami Bencana Banjir yang berada di dekat DAS Bengkulu yang hampir sepanjang tahun terjadi sebanyak 2 – 3 tahun. Wilayah yang paling sering terjadi bencana banjir dengan tingkat bahaya tinggi adalah Rawa Makmur dengan luas wilayah bahaya 111,06 Ha, Kelurahan Tanjung Agung luas wilayah bahaya 40,05 Ha, Tanjung Jaya luas wilayah bahaya 59.04 Ha, Kelurahan Kebun Tebeng luas wilayah bahaya 82,44 Ha dan Kelurahan Sawah lebar  luas wilayah bahaya 137,97 Ha dan di Kecamatan Gading Cempaka luas wilayah bahaya 632,98 Ha.

Chandra, Deded, Frananda, Hendry, Frananda, Hendry

Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Georafflesia
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemetaan ekosistem hutan mangrove selama ini banyak dilakukan secara terestrial dan belum banyak memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Kelemahan metode terestrial untuk pemetaan ekosistem hutan mangrove bila dibandingkan dengan memanfaatkan data penginderaan jauh adalah lebih baik dari  segi waktu, biaya dan tenaga, sementara kelebihan secara terestrial adalah tingkat akurasi yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana data penginderaan jauh dapat dimanfaatkan dalam memetakan ekosistem hutan mangrove dan juga menghitung luasan dan persebarannya di wilayah administrasi Kota Padang Sumatra Barat. Uji akurasi dilakukan untuk proses reinterpretasi dan perbaikan, sehingga dapat diketahui tingkat akurasi dari citra LANDSAT 8 yang digunakan dalam penelitian ini.Komposit 563 dan 567 pada citra Landsat 8 dianggap dapat menonjolkan aspek perbedaan hutan mangrove dengan hutan non-mangrove, Pantulan spektrak ekosistem mangrove berbeda dengan vegetasi non-mangrove, sehingga secara visual dan digital cukup mudah membedakan antara vegetasi mangrove dan vegetasi non-mangrove. Hasil interpretasi citra Landsat 8 dan uji lapangan, diketahui ekosistem mangrove di wilayah Kota Padang hanya terdapat pada Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan tidak tumbuh pada Kecamatan lain. Luas ekosistem mangrove seluas 84 Hektar.

Antomi, Yudi, Mariya, Sri, Rahmi, Lailatur

Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Georafflesia
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sumatera Barat dikenal dengan wisata alam yang sangat menarik, karena hampir disetiap daerah yang ada di Sumatera Barat memiliki objek wisata alam, dilihat dari jumlah pengunjung, tiap tahunnya jumlah pengunjung yang datang ke Sumatera Barat terus mengalami peningkatan, hal ini dilihat dari jumlah wisatawan yang datang tahun 2016 mencpai 5.196 juta orang. Salah satu daerah yang menjadi tujuan utama wisatawan adalah kawasan mandeh yang berada di kabupaten Pesisir Selatan. Sejak kawasan Mandeh dibuka untuk umum, pendapatan masyarakat juga ikut bertambah, dari yang awalnya hanya 200 per hari, sekarang mencapai 650 per harinya. Sehingga hal ini bedampak baik bagi masyarakat disana, akan tetapi kondisi alam yang sangat bagus, belum didukung dengan kondisi lingkungan yang asri, karena daerah disekitar lokasi wisata belum dijaga dengan baik, hal ini terlihat dari banyaknya sampah yang berserakan disepanjang jalan, sehingga kondisi ini membuat wisatawan menjadi kurang simpati untuk kembali lagi kedaerah ini. Sebaiknya dengan kondisi alam yang sudah mendukung, harusnya juga dibarengi juga dengan lingkungan yang bagus. Beberapa metode yang ditawarkan untuk mendukung realisasi adalah pelatihan dan pembinaan Kegiatan ini diharapkan sesuai dengan rencana kegiatan dan dapat diukur dalam rangka: (1) membantu mitra dan warga lokal dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam menarik wisatawan menuju objek wisata dengan destinasi wisata yang ramah lingkungan, (2) Membantu pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra dan warga lokal melalui pelatihan dan pembinaan sehingga mereka menjadi lebih profesional, dan dapat meningkat serta kesejahteraan hidup yang lebih membaik.

Rahmanelli, Rahmanelli, Nofrion, Nofrion

Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Georafflesia
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian Tindakan kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Guru Geografi dalam merancang pembelajaran dengan berbagai metode dan strategi, memberikan pelatihan cara melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang benar, dan membuat karya tulis ilmiah. Selain itu, pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan inovasi dan kreasi dalam upaya peningkatkan derajat pembelajaran/kualitas pembelajaran. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 6 Agustus 2017 sampai dengan 30 September 2017 yang diikuti oleh 30 Guru Geografi yang berasal dari SMA di Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang dilaksanakan di Yayasan Jikhaidul Center tersebut, terdiri dari kegiatan workshop melalui ceramah dan (2) latihan pembuatan laporan penelitian. Hasil yang dicapai adalah (1) Peningkatan pemahaman guru-guru yang tergabung dalam forum MGMP Geografi Provinsi Sumatera Barat; dan (2) Guru-guru MGMP Geografi Provinsi Sumatera Barat sudah mampu menyusun proposal dan laporan PTK secara mandiri dan benar. Pada tahapan berikutnya direncanakan untuk memberikan pelatihan pembuatan artikel PTK dan melaksanakan Seminar Penelitian Tindakan Kelas bagi guru-guru yang sudah mengikuti pelatihan. Dengan demikian, tujuan untuk program peningkatan kualitas guru di bidang evaluasi pembelajaran dan penelitian dapat tercapai.

Peran Guru Dalam Pengembangan Karakter Pembelajar

Zairin, Zairin

Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Georafflesia
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Analisis Pengelolaan Lingkungan Terhadap Kerantanan Kondisi Sempadan Sungai Musi Sebagai Ekosistem Di Kecamatan Gandus Kota Palembang

Septinar, Helfa, Putri, Mega Kusuma, Daulay, Ratna Wulandari

Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Georafflesia
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi lingkungan sungai Musi sebagai ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan lingkungan terhadap kondisi kerentanan sungai Musi sebagai ekosistem. Metode yang digunakan kuantitatif dengan analisis deskriptif-empiris. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Kuesioner dianalisis dengan penilaian dan pembobotan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan lingkungan pada kondisi kerentanan sungai Musi sebagai ekosistem Gandus di Palembang yang terkait dengan kebijakan pemerintah. Hampir semua indikator lingkungan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan kecamatan Gandus memiliki tingkat kerentanan yang tinggi di 36 desa ilir adalah 100%, desa Karang Anyar 90%, Karang Jaya 80%, Gandus 70% dan kerentanan desa Pulo Kerto adalah 90%. Jadi, pengaruh pengelolaan lingkungan berdasarkan beberapa kebijakan manajemen di kecamatan Gandus belum terwujud. Sungai Musi yang seharusnya menjadi kawasan konservasi tetapi sekarang sebagai kawasan pemukiman yang dapat membahayakan kesehatan warga di lingkungan itu sendiri. Kesimpulannya adalah; hampir semua kecamatan Gandus memiliki kerentanan tinggi dengan persentase sebesar 86%. Jadi, kecamatan Gandus tidak sepenuhnya dapat ditegakkan secara lingkungan meskipun peraturan pemerintah telah dibuat. Dalam arti, kondisi lingkungan masyarakat di sekitar sungai Musi tidak dapat dikatakan sebagai ekosistem

Nofirman, Nofirman

Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The coastal area has become an area of ​​high and complex dynamics. Changes that occur tend to the beach being built. The coastal ecosystem contains a rich diversity of fauna (biological) and mutually synergic floran.The purpose of this research is to know: (1) shoreline movement with the integration of Landsat image, (2) coastal morphology change with the integration of high-resolution image quality.The location of the research is in North Bengkulu Regency where the determination of the unit of analysis is based on the abscissa, namely; (1) the area along the coast of Cipta Mulya (Putri Hijau), (2) the area along the Air Petai Beach (Putri Hijau), (3) the area along the coast of Urai (Ketahun), (4) the area along the coast of Sengarai (Ketahun), (5) ) area along the shores of the Seaside (Air Napal). Image data used is Landsat Image downloaded from the website earthexplorer.usgs.gov with path 125 and row 63. The image used was acquired in 2000, 2005, 2010, 2015, 2017. Data processing (image) remote sensing is done by step- ; (c) the manufacture of color composites, (d) digitization on screen, (e) overlay analysis, and (f) analysis and displacement of the morphology beach.The research findings from Landsat image data processing in 2000, 2005, 2010, 2015 and 2017 in 5 areas of abscissa indicate different shoreline displacement conditions and for each year of the image. The similarities that occur in the 5 areas of absorption is the occurrence of abrasion and accretion events. Based on the use of image data with a distance of 5 years, there was an unobserved coastline shift to show the abrasion activity that occurred. Changes in coastal morphology occur in bumpy terrain, bumpy hills, terrain, and river estuaries overlooking the sea. The condition of the beach has long been interrupted by abrasion activity, resulting in the coastal morphology of steep cliffs, poles (stack), while on steep cliffs also formed coastal caves, as symptoms of wave erosion or ocean currents.