cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
supriunihaz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
georaflesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
ISSN : 2541125X     EISSN : 26154781     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Kurikulum 2013 dalam Perspektif Filosafi Halek, Dahri Hi.
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.925 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v3i2.567

Abstract

Kurikulum pendidikan di Indonesia telah berkembang dalam beberapa kali namun landasan filsafat yang digunakan jarang digali. Landasan filsafat yang digunakan menjadi pemikiran menarik karena dengan landasan filsafat yang jelas maka arah dan tujuan pendidikan menjadi jelas. Hasil penelitian ini yang utama menemukan bahwa hakikat kurikulum pendidikan 2013 adalah meningkatkan basis perubahan pada sikap, pengetahuan dan keterampilan pada diri peserta didik demi terciptanya pendidikan karakter yang baik. Tujuan yang ingin dicapai dalam kurikulum 2013 adalah menghasilkan generasi yang kreatif dan inovatif dengan harapan mampu meminimalisir kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan peradaban bangsa. Kurikulum 2013 memiliki landasan filsafat eklektik inkorporatif yang berarti mengambil unsur-unsur yang baik dari aliran-aliran filsafat pendidikan untuk diintegrasikan dengan sistem pendidikan nasional. Progressivisme sebagai salah satu aliran filsafat pendidikan memiliki warna yang dominan dalam kurikulum 2013 terbukti dengan sistem pendidikan yang sangat menitikberatkan murid sebagai subjek pendidikan, guru bertindak sebagai fasilitator, serta mata pelajaran yang terintegrasi dalam satu unit. Kurikulum 2013 menunjukkan kalau anak atau subjek pendidikan harus diberi pelajaran dan pengajaran sesuai dengan perkembangan zaman agar tidak menghasilkan generasi usang serta tiga kompetensi utama dalam diri anak harus dinilai secara keseluruhan (sikap, pengetahuan, dan ketrampilan).
Kearifan Lokal Suku Serawai Di Kabupaten Bengkulu Selatan Dihamri, Dihamri
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.556 KB)

Abstract

The long term goal of this research is helped preserve the culture Serawai in South Bengkulu district. The specific objectives to be achieved in this research is to write a book Serawai culture, the planned rise in 2018. In 2014: Serawai know the history of the tribe, the indigenous tribal life cycle Serawai, Serawai tribal art. 2015: knowing Serawai tribal marriage customs. 2016: Indigenous tribes know Serawai. 2017 draft Serawai Culture book. The nature of this study used a qualitative approach. Data collection techniques: in-depth interviews, observation and documentation is limited. Data analysis was carried out continuously from beginning to end. The results of the study of local wisdom bengkulu Serawai in the south are: 1). The life cycle: mbasuh hand, beterang, berayak or bersenandutan, betembang, andun, and andai-andai 2) Relationship with fellow: melami, jangan nundau keau naik akae, nidau ngibue ulu mandian jadilah, jangan gaduah  3). In connection with god: nueuni 4). In connection with the development of self : belaeam, neman atau benasu, ibau dan himat at 5). In connection with the economic peningktan: ngawuak and nyandau / holding 6. With regard to environmental preservation: pelestarian ikan dan rintis.
Pembangunan Karakter Bangsa Generasi Melenial Berbasis Kearifan Lokal Suku Serawai Dihamri, Dihamri; Haimah, Haimah; Srifitriani, Abditama
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.3 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v3i2.596

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun karakter bangsa berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal. Karakter generasi mellenial dipengaruhi budaya asing, ada yang positif ada yang negatif. Suku Serawai memiliki nilai-nilai luhur bangsa dapat dijadikan salah satu sumber untuk membangun karakter bangsa, namun seiring perkembangan zaman nilai-nilai tersebut mulai berubah.  Metode penelitian adalah kualitatif, teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data kualitatif dari awal hingga akhir. Hasil penelitian adalah suku Serawai di kecamatan Air Nipis Bengkulu Selatan masih melaksanakan Gegerit dan Dendang.  Generasi  mellenial Serawai Bengkulu Selatan masih banyak yang tertarik dan peduli Gegerit dan Dendang bahkan ada cenderung meningkat.  Gegerit dan Dendang sebagai kearifan lokal memiliki nilai-nilai luhur bangsa dapat dijadikan salah satu sumber untuk pembentukan karakter  bangsa.  Gegerit dan Dendang perlu dilestarikan walau banyak tantangannya khususnya tantangan era teknologi atau globalisasi.
Kajian Ekologis Penambangan Pasir Besi Beserta Dampaknya Terhadap Keberlangsungan Pariwisata Pantai (Studi Kasus Pantai Dlodo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur) Febrianto, Agus Dwi; Irawan, Listyo Yudha; Barid, Abdul; Yulina, Ana; Robita, Binti
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.306 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v3i2.586

Abstract

Pengembangan potensi objek wisata pantai, terdapat berbagai masalah terutama masalah lingkungan yang dapat menghambat proses pengembangan objek wisata. Pantai Dlodo memiliki limbah dan bekas penambangan pasir besi. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan deskripsi tentang kondisi penambangan pasir besi yang bertempat dengan lokasi objek wisata Pantai Dlodo.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan beberapa dampak ekologi dari aktivitas penambangan pasir besi di kawasan pesisir Pantai Dlodo dengan dipadukan dengan potensi pariwisata pantai. Hasil penelitian diketahui bahwa aktivitas penambangan pasir besi meninggalkan bekas- bekas di beberapa titik lokasi sepanjang garis pantai. Kondisi ini berpengaruh terhadap perubahan daerah pasang surut air laut serta mempercepat laju abrasi pantai. Sementara di sisi lain, bekas dan limbah penambangan yang ada merusak pemandangan di objek wisata Pantai Dlodo sehingga perlu usaha revitalisasi untuk memulihkan fungsi wilayah pesisir Pantai Dlodo sebagai kawasan budidaya pariwisata.
Daftar Isi Jurnal, Editor
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.457 KB)

Abstract

.
Identifikasi Mitigasi Struktural Sekolah Muhammadiyah pada Kawasan Rawan Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Karanganyar Santoso, Arfan Fajar; Nupus, Hayatun; Hasanah, Ismatun; Setyaningsih, Tri; Azis, Wahid Nur; Kinthen, Nabila; Wibowo, Yunus Aris
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.712 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v3i2.595

Abstract

Bencana alam merupakan salah satu masalah besar yang sering terjadi di Indonesia. Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 bencana adalah sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologi.Salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana tanah longsor adalah Kabupaten Karanganyar. Bedasarkan dokumen rawan bencana Provinsi Jawa Tengah yang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari peta tersebut, diketahui sebaran daerah Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Karanganyar.. Subyek yang diteliti tiga sekolah Muhammadiyah yang berada di Kabupaten Karanganyar yang terletak di kawasan rawan tanah longsor yaitu SD Muhammadiyah PU Botok, MTS Muhammadiyah Jenawi, SMA 5 Muhammadiyah karanganyar digunakan sebagai sampek penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data quisioner yang dioleh pada software excel dengan langkah awal mengklasifikasikan data sesuai dengan klasifikasi yang telah ditetapkan kemudian diambil kesimpulan akhir. Peneliti menetapkan subyek tersebut untuk mengetahui mitigasi struktural sekolah-sekolah muhammadiyah di kawasan rawan bencana tanah longsor yang berada di Kabupaten Karanganyar
Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Lumpur PDAM Cilacap Sucahyo, Suparto Edy; Firdaus, Nitis Aruming; Lintang, Luhur
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.003 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v3i2.587

Abstract

Limbah lumpur PDAM merupakan hasil samping dari pengolahan sistem air minum yang bersumber dari air permukaan. Limbah lumpur PDAM terbentuk karena endapan partikel koloid yang dipaksa untuk mengendap lebih cepat menggunakan bahan kimia aluminium. Oleh karena itu, kandungan alumunium pada limbah lumpur PDAM sangat tinggi. Lumpur yang terlalu tinggi jika dibiarkan masuk ke badan perairan akan menyebabkan pencemaran. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan dan pengolahan yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan limbah lumpur PDAM. Salah satu cara pengelolaan dan pengolahan limbah lumpur yang paling efektif dan menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi yaitu dengan cara mengubah limbah lumpur menjadi batu bata. Pembuatan batu bata dilakukan dengan metode melalui proses bakar dan tanpa melalui proses bakar. Hasil akhir dari pemanfaatan limbah lumpur PDAM menjadi batu bata dinilai sudah memenuhi standar SNI-15-2094-2000 dengan kuat tekan mencapai 70 mpa pada batu bata tanpa melalui proses bakar.
Pemetaan Pengetahuan Kesiapsiagaan Siswa Terhadap Bencana Gempa Bumi Dan Tanah Longsor Sekolah Muhammadiyah Di Kabupaten Karanganyar Rahmanika, Kharina; Pratiwi, Danick Wahyu; Sari, Henny Novita; Murtadlo, Iqbal Ghozy; Toha, Muhammad Anis; Wardoyo, Candra Andi
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.633 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v3i2.594

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa terhadap bencana gempa bumi dan tanah longsor. Penelitian dilakukan pada sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Karanganyar. Metode penelitian ini menggnakan deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data antara lain observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa tingkat pengetahuan siswa menengah  tentang bencana gempa bumi dengan persentase tertinggi yaitu berada di Kecamatan Kebakkramat dengan persentase sebesar 65.29% memilik kategori siap berdasarkan indeks kesiapsiagan bencana tingkat pengetahuan terendah tentang bencana gempa bumi di Kecamatan Jatiyoso memiliki persentase 49.83% memiliki kategori tidak siap berdasarkan indeks kesiapsiagaan bencana. Tingkat pengetahuan  tertinggi tentang bencana tanah longsor di Kecamatan Karangpandan memiliki persentase 70.82%. Tingkat pengetahuan  terendah tentang bencana tanah longsor di Kecamatan Kebakkramat memiliki persentase 59.62% dan memiliki kategori siap berdasarkan indeks kesiapsiagaan bencana
Studi Timbulan Dan Komposisi Sampah Rumah Tangga Kota Magelang Widodo, Sarno; Firdaus, Nitis Aruming
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.56 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v3i2.588

Abstract

Population growth and changes of community consumption patterns lead to the increasingly diverse volumes, types and characteristics of waste. Meanwhile, the waste management used so far has not been appropriate to the methods and techniques of waste management based environment, which leads to a negative impact on public health and the environment. The study of the occurrence and composition of waste in the city of Magelang is intended to determine the volume/weight and composition of the waste that is the percentage of a type of waste occurrence. In this study, the method used was direct measurement method of waste occurrence units from 59 samples of family heads (KK) consisting of 6 families of lower-economic groups (Li), 27 families of middle-economic groups (MI), and 26 families of upper-economic groups (Hi). The collection of waste samples was determined proportionally and randomly at the source for 8 consecutive days. The results of the study of the occurrence and composition of municipal waste in Magelang showed that per capita waste occurrence per day in the city of Magelang was 2.58 liters/person/day, equivalent to 0.304 kg/person/day. The daily occurrence waste of the residences in the City of Magelang is 339,678 liters/day or 40,024 kg/day. While the composition of residential waste in the city of Magelang in 2016 was 54.97% organic and 45.03% inorganic. The organic waste consists of 12.65% leaf waste, 40.18% leftovers, and 2.14% twigs/wood. Meanwhile, the inorganic waste consists of 10.37% paper, 16.31% plastic, 2.23% metal, 2.86% glass/ceramic, 2.27% rubber/leather, 2.54% fabric, and 8.47% others (pampers, pads, etc.).
Studi Kemampuan Spasial Geografi Siswa Kelas XII SMA Negeri 6 Kota Bengkulu Nofirman, Nofirman
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.916 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v3i2.566

Abstract

Untuk mencapai perubahan kualitas sumber daya manusia memenuhi kecakapan abad ke-21 telah diterapkan Kurikulum 2013 (K13) dengan sasaran peningkatan aktivitas siswa dalam belajar. Implementasi K13 mengacu pada kecerdasan majemuk, yang salah satunya berkait dengan kemampuan spasial (visual-spasial) serta berkembang melalui pembelajaran geografi. Tujuan penelitian mengetahui kemampuan spasial geografi siswa Kelas XII SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif-deskriptif. Lokasi penelitian adalah SMA Negeri 6 Kota Bengkulu yang terletak di Jalan Pratu Aidit Bajak No. 23, Kelurahan Bajak, Kecamatan Teluk Segara – Kota Bengkulu. Variabel penelitian adalah kemampuan spasial (visual-spasial) dan kemampuan spasial geografi.  Populasi penelitian berjumlah 139 orang siswa kelas XII di SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Sampel penelitian ditarik secara random dengan jumlah 44% dari populasi, sehingga berjumlah 62 orang siswa. Instrumen penelitian dibuat dengan skala likert yang bertujuan untuk mengukur kemampuan spasial  (visual spasial) dan kemampuan spasial geografi siswa yang termasuk pada kategori kemampuan, sikap, persepsi seseorang. Hasil uji validitas terhadap kusioner kemampuan spasial dan kemampuan spasial geografi siswa berstatus valid. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian tentang kemampuan spasial siswa kelas XII di SMA 6 Kota Bengkulu menunjukkan kemampuan spasial siswa berada pada kelompok skor 49 – 42 (kelompok ke-3) dengan jumlah 43,55% sebagai skor terbanyak. Mean ditemuka pada skor 47 dengan standar deviasi 7.31 yang juga terletak pada kelompok skor terbanyak. Kemampuan spasial  geografi siswa kelas XII di SMA 6 Kota Bengkulu berada pada kelompok skor 142 – 158 (kelompok ke-3) dengan jumlah 38.71% sebagai skor terbanyak. Posisi mean berada pada kelompok skor terbanyak. Mean ditemukan dengan skor 148 dengan standar deviasi 19.41Kemampuan spasial, Kemampuan spasial Geografi