cover
Filter by Year

Analysis
Dinamika Maritim
Dinamika Maritim present the articles containing either fundamental or applied research in Marine Ecology and Geo-information field emphasized to shallow waters ecosystems, estuary and oceanography. We encourage the submitted paper will cover the area expertise such as Ocean Remote Sensing, Marine Geographic Information System, Coastal Dynamics and Ocean Modelling.
Articles
29
Articles
KAPASITAS ASIMILASI BEBAN PENCEMARAN DI PERAIRAN TELUK RIAU

Idris, Fadhliyah, Koenawan, Chandra Joei, Jumsurizal, Jumsurizal, Syakti, Agung Dhamar

Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.38 KB)

Abstract

Riau bay, Tanjungpinang City has been subject for domestic wastes contamination due to the high number of population living in the coastal area. This study aims to determine water quality condition including the pollutant load and the level of assimilation capacity in Riau bay waters. Using a survey method by purposive sampling strategy, the research was conducted by analyzing several physic-chemicals parameters. The results showed the measured physical parameters was still below the threshold level stipulating Minister Decree No. No 51 of 2004. Pollutant loads represented by BOD5, TSS  and ammonia were 12,71 mg/L, 239,95  mg/L and 5,33 mg/L respectiely. Our finding showed the assimilation capacity level for BOD5, TSS  and ammonia were 159,26 ton/year, 530,98 ton/year and 0,86 ton/year, respectively.

STUDI PEMANFAATAN FASILITAS PELABUHAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKSI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BELAWAN SUMATERA UTARA

Yuspardianto, Yuspardianto

Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.447 KB)

Abstract

Kondisi fasilitas pokok dan fungsional yang ada di PPS Belawan dalam kondisi yang baik, panjang dermaga mencukupi untuk kegiatan tambat dan bongkar muat namun alur pelayaran mengalami pendangkalan yang berdampak mengurangnya tingkat kelancaran aktivitas kapal yang akan keluar dan masuk area pelabuhan. Tingkat pemanfaatan fasilitas pokok dan fungsional Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan oleh pelaku usaha perikanan tangkap sangat optimal. Strategi peningkatan pemanfaatan fasilitas pokok dan fungsional PPS Belawan adalah dengan pemanfaatan secara opitimal fasilitas pokok, fungsional dan penunjang guna peningkatan produksi ikan; Memberikan penyuluhan dan sosialisasi secara rutin kepada para pelaku usaha perikanan di PPS Belawan dalam kaitannya dengan peningkatan produksi ikan;

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN HEWANI TERHADAP PERTUMBUHAN BELUT SAWAH (Monopterus albus) DALAM MEDIA AIR

Putra, Wiwin Kusuma Atmaja

Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.897 KB)

Abstract

This research was done to investigate the growth rate and feed convertion ratio of Monopterus albus fed with various live foods in water medium. This research was done on June – July 2010 in Laboratory D3 Fisheries, Biology Faculty, UNSOED. The research was used experiment method based on Completely Randomized Designed with four treatment (Tubifex, cricket, yellow meal worm and pellet), and four repliacates. Data were analysed by ANOVA and the variables observed were absolute growth rate, specific growth rate, feed convertion ratio and survival rate. The results for the provision of tubifex worms, crickets, and the pellet was Tenebrio molitor is absolute growth rate of 7.48 ± 1.29 g, 4.52 ± 0.59 g, 5.08 g ± 1.37 and -0.62 ± 0, 79 g, specific growth rate of 0.18% ± 1.09, 0.75 ±0.08%, 0.76 ± 0.18% and -0.15 ± 0.16% , feed conversion ratio of 2.23 ± 0.21, 3.55 ± 0.54, 3.13 ± 0.4 and -6.37 ± 8.7 and survival rate of 91.68%, 95.83%, 83 , 35% and 95.83%. Water quality parameter for temperature 24–280C, water pH 6, Dissolved Oxygen 2,72–0,54 mg/L and ammonia 1,32–4,36 mg/L.

KAJIAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DI PERUMNAS SUNGAI JANG KECAMATAN BUKIT BESTARI KOTA TANJUNGPINANG

Saputri, Anggun, Zulfikar, Andi, Melani, Winny Retna

Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.301 KB)

Abstract

Kecamatan Bukit Bestari merupakan salah satu Kecamatan di Kota Tanjungpinang yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup padat yakni sebesar 925 Jiwa/Km2. Letak lokasi Perumnas Sungai Jang yang berada di wilayah pesisir tentu saja berpotensi menyebabkan terjadinya pencemaran laut karena pada umumnya limbah yang berasal dari aktivitas rumah tangga tersebut langsung dibuang atau dilepaskan menuju pembuangan akhir (outlet) yang bermuara ke laut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar beban pencemaran yang dihasilkan air limbah rumah tangga di Perumnas Sungai Jang terhadap perairan laut Sungai Jang serta menganalisis tingkat pencemaran air limbah di lokasi tersebut. pengumpulan data di lapangan pada 9 titik stasiun menggunakan metode purposive sampling, data yang dikumpulkan adalah data kondisi perairan dan debit perairan. Hasil analisis Indeks Pencemaran di Perumnas Sungai Jang yang terkategori dalam tingkat tercemar ringan menuju tercemar sedang yaitu sebesar 4,8. Beban pencemaran yang terdapat di Perumnas Sungai Jang pada telah melewati beban standar yang diperbolehkan berdasarkan perhitungan penggunaan air oleh PDAM. Beban pencemaran dari parameter padatan tersuspensi terlarut sebesar 2634,022 kg/hari, parameter BOD sebesar 2702,262 kg/hari, parameter minyak dan lemak sebesar 243,953 kg/hari, serta parameter deterjen sebesar 40,907 kg/hari

PROKSIMAT DAN ASAM LEMAK JUVENIL IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADA BERBAGAI UMUR PANEN

Jacoeb, Agoes M., Nurjanah, Nurjanah, Sitanggang, Laurensius

Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.404 KB)

Abstract

Carp as food is processed into various products, including pepes, bekasam, fried carp, as well as new products such as fried carp made from juvenile fish. The purpose of this study was to determine the proximate, the type and amount of fatty acids juvenile carp at harvest age 3, 5, and 7 weeks. Protein and ash content increased from harvest age 3 weeks to 5 and 7 weeks while the fat content decreased. Fatty acid profile consisting of 5 types of SAFA, 1 type of MUFA, and 3 type of PUFA 3. Oleic fatty acid is a predominant fatty acid. The content of SAFA decreased with increasing age of harvest, i.e from 36.36% (3 weeks) to 30.78% (5 weeks) and 10.04% (7 weeks). Instead PUFA content increased from 17.93% (3 weeks) to 20.09% (5 weeks) and 44.25% (7 weeks).

NILAI EKONOMI EKOSISTEM PADANG LAMUN DESA BERAKIT KAB.BINTAN PROPINSI KEPULAUAN RIAU

Agustina, Leni, Zen, Linda Waty, Zulfikar, Andi

Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.117 KB)

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem yang kompleks dan mempunyai fungsi serta manfaat yang sangat penting bagi perairan wilayah pesisir. Berbagai aktifitas yang dilakukan diwilayah pesisir berdampak pada degradasi habitat dan keanekaragaman hayati. Pemanfaatan yang dilakukan akan memberikan pengaruh terhadap Struktur komunitas padang lamun dan juga berkaitan dengan nilai ekonomi ekosistem padang. Penilaian ekonomi merupakan komponen penting dalam perencanaan dan pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut.

HUBUNGAN PANJANG BOBOT DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN BUNTAL PISANG (Tetraodon lunaris) DI PERAIRAN KABUPATEN CIREBON

Pratama, Ginanjar, Nurjanah, Nurjanah, Suwandi, Ruddy, Jacoeb, Agoes Mardiono

Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.793 KB)

Abstract

VARIABILITAS SPASIAL SUHU PERMUKAAN LAUT PULAU BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU PADA EMPAT MUSIM BERBEDA

Zulfikar, Zulfikar, Jaya, Yales Veva, Pratomo, Arief, Putra, Risandi Dwirama, Suhana, Mario Putra

Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.76 KB)

Abstract

Informasi suhu permukaan laut (SPL) dalam bidang perikanan memiliki peran yang sangat penting. Data SPL ECMWF sangat baik untuk melihat perubahan SPL secara berkala. Selain berpengaruh terhadap aktivitas metabolisme dan perkembangan suatu organisme suhu permukaan laut (SPL) merupakan faktor penting yang mempengaruhi dinamika iklim global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memetakan sebaran suhu permukaan laut di perairan Pulau Bintan. Metode penelitian ini menggunakan analisis suhu permukaan laut secara temporal berdasarkan fluktuasi SPL bulanan dan musiman dalam bentuk grafik deret waktu, dan analisis spasial berdasarkan visualisasi  peta sebaran rata-rata SPL musiman. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi temporal SPL  tahun 2015-2016 di perairan Pulau Bintan cenderung mengalami peningkatan. Variabilitas nilai SPL di perairan Pulau Bintan dipengaruhi oleh musim, SPL pada musim timur dan musim peralihan barat-timur cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan SPL pada musim barat dan musim peralihan timur-barat. Sebaran spasial SPL di perairan dekat pesisir cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan SPL di perairan jauh pesisir atau lepas pantai. Secara spasial, perairan dekat pesisir memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan perairan lepas pantai. Suhu permukaan laut di perairan Pulau Bintan juga cenderung mengalami fluktuasi berdasarkan musim. Pada musim peralihan barat-timur dan musim peralihan timur rata-rata suhu permukaan laut cenderung lebih tinggi dan sebaliknya pada musim barat dan musim peralihan timur-Barat rata-rata suhu permukaan laut cenderung mengalami penurunan.

KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT PANTAI TIMUR PULAU BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2005-2014

Suhana, Mario Putra, Nurjaya, I Wayan, Natih, Nyoman Metta

Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.873 KB)

Abstract

Salah satu faktor penting yang sangat mempengaruhi proses dinamika pantai adalah gelombang laut. Arus menyusur pantai (long-shore current) merupakan salah satu proses oseanografi fisik yang timbul akibat hempasan gelombang laut ketika menghantam pantai. Selain itu, proses sedimentasi juga merupakan salah satu proses oseanografi fisik yang disebabkan oleh gelombang laut. Melihat begitu besarnya peranan dan pengaruh gelombang laut terhadap segala dinamika yang terjadi di pantai, dirasa perlu untuk dilakukan sebuah kajian mengenai karakteristik gelombang laut di suatu perairan. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, metode yang digunakan adalah menggunakan metode peramalan menggunakan data arah dan kecepatan angin. Data arah dan kecepatan angin yang digunakan merupakan data hasil publikasi BMKG Kota Tanjungpinang tahun 2005-2014. Selama tahun 2005-2014 perairan pantai timur Pulau Bintan dipengaruhi oleh angin yang bertiup dari arah utara dan selatan dengan frekuensi kejadian 22.48 % dan 20.97 %. Kecepatan angin yang bertiup dari arah utara berkisar antara 5.70-8.80 m/s sedangkan kecepatan angin yang bertiup dari arah selatan berkisar antara 3.60-5.70 m/s. Selain dari arah utara dan selatan, angin yang bertiup dari arah tenggara juga memiliki frekuensi kejadian yang cukup tinggi yaitu 18.85 % dengan kecepatan angin dominan berkisar antara 3.60-5.70 m/s. Tinggi gelombang laut harian yang terbentuk di perairan pantai timur Pulau Bintan yang disebabkan oleh angin selama tahun 2005-2014 berkisar antara 0.10-4.55 m dengan tinggi gelombang laut dominan berkisar antara 0.10-0.50 m, sedangkan periode gelombang laut berkisar antara 1.10-11.23 s. Tinggi gelombang laut maksimum yang terbentuk di perairan pantai timur Pulau Bintan umumnya terjadi pada puncak musim utara (Desember-Februari) dan musim selatan (Juni-Agustus) hal ini disebabkan oleh kecepatan angin yang bertiup di perairan pantai timur Pulau Bintan selama musim barat dan musim timur lebih tinggi dibandingkan dengan musim lainnya.

POLA DAN KARAKTERISTIK SEBARAN MEDAN MASSA, MEDAN TEKANAN DAN ARUS GEOSTROPIK PERAIRAN SELATAN JAWA

Suhana, Mario Putra, Utama, Ferdy Gustian, Putra, Andry Purnama, Zibar, Zan, Paputungan, M. Sumiran, Erawan, M. Trial Fiar, Kolibongso, Duaitd

Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.697 KB)

Abstract

Perairan selatan Jawa merupakan bagian dari perairan samudera Hindia yang memiliki arus besar yang disebut Arus Khatulistiwa Selatan (AKS) yang sepanjang tahun menuju ke arah barat dan menyebar dari barat laut Australia menuju sisi lain dari samudera Hindia. Dinamika oseanografi perairan timur Samudera Hindia sangat dipengaruhi oleh keterkaitan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sebaran menegak dan melintang medan massa, tekanan dan arus geostropik perairan selatan Jawa. Penelitian ini menggunakan data World Ocean Atlas (WOA) hasil penginderaan jarak jauh bulan Agustus tahun 2009. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan perairan selatan Jawa merupakan bagian dari perairan samudera Hindia yang memiliki arus besar yang disebut Arus Khatulistiwa Selatan (AKS) yang sepanjang tahun menuju ke arah barat dan menyebar dari barat laut Australia menuju sisi lain dari samudera Hindia. Apabila aliran AKS bergerak semakin cepat sepanjang pantai selatan Jawa-Sumbawa, maka akan mengakibatkan massa air akan menumpuk di belahan bumi selatan yang merupakan bagian sisi lepas pantai. Hal ini mengakibatkan bagian lepas pantai (yang menjauh dari pantai)  memiliki kedalaman dinamik yang lebih tinggi dari bagian yang lebih dekat atau berada di sisi pantai, sehingga arus geostropik yang mengalir pada wilayah tersebut akan mengalir dan dibelokan ke arah barat.