Dinamika Maritim
ISSN : 20868049     EISSN : -
Dinamika Maritim present the articles containing either fundamental or applied research in Marine Ecology and Geo-information field emphasized to shallow waters ecosystems, estuary and oceanography. We encourage the submitted paper will cover the area expertise such as Ocean Remote Sensing, Marine Geographic Information System, Coastal Dynamics and Ocean Modelling.
Articles
29
Articles
PEMODELAN POLA ARUS DI KAWASAN PESISIR PANTAI KAWAL KABUPATEN BINTAN

Sarmada, Iqbal Faiz, Jaya, Yales Veva, Putra, Risandi Dwirama, Suhana, Mario Putra

Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1575.688 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pemodelan pola arus telah dilakukan di kawasan perairan pantai Kawal Kabupaten Bintan. Pantai Kawal merupakan kawasan wisata, pemukiman dan tempat berlabuhnya kapal nelayan. Kondisi tersebut akan berdampak kepada keberlangsungan kegiatan dan kondisi pesisir pantai seperti abrasi, sedimentasi serta perubahan garis pantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pola pergerakan arus yang dibangkitkan oleh pasang surut, angin dan menganalisis fenomena arus yang terjadi pada kawasan pesisir pantai Kawal. Pemodelan arus ini dilakukan selama 5 hari dengan menggunakan software MIKE 21 dengan memasukan Parameter angin, pasang surut sebagai gaya pembangkit pemodelan arus. Hasil Penelitian didapatkan arus di kawasan pesisir pantai Kawal tergolong arus Pasang surut. Pergerakan arus pada saat pasang cenderung menuju ke arah Selatan - Barat Daya, sedangkan pada saat surut pola pergerakan arus mengarah ke bagian Utara. Kondisi arus pada saat menuju pasang tertinggi berkisar antara 0.6 - 1.80 m/s dan relatif sama dengan kondisi arus saat menuju surut terendah dengan nilai kecepatan antara 0.4 - 1.80 m/s.

PEMETAAN BATHIMETRI MENGGUNAKAN SINGLEBEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN PULAU SALI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN

Gusman, Putri Zakia, Jaya, Yales Veva, Febrianto, Try

Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.377 KB)

Abstract

Bathimetri adalah pengukuran kedalaman laut. Perairan Pulau Sali merupakan salah satu pulau destinasi untuk berwisata yang berarti di perairan tersebut banyak kapal-kapal ataupun speedboat yang melintas untuk mengantar   para   wisatawan.   Tujuan   penelitian   ini   untuk   memetakan   bathimetri   perairan   Pulau   Sali berdasarkan hasil pengukuran singlebeam echosounder dalam bentuk peta 2D dan 3D. Pemetaan bathimetri dilakukan di perairan Pulau Sali Kabupaten Halmahera Selatan pada tanggal 7-25 Maret 2017. Data bathimetri didapatkan dari hasil pengukuran Singlebeam Echosounder MK III yang dikoreksi terhadap nilai pasang surut. Pasang surut dianalisis menggunakan metode Admiralty. Data diproses menggunakan software MapInfo Professional 10, Surfer 11. Berdasarkan penelitian ini, kedalaman perairan Pulau Sali berkisar antara 20-260 m yang memiliki bentuk dasar laut yang beragam yaitu landai dan curam dengan tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda.

POLA PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PULAU DOMPAK PERIODE 2005-2015

Hidayah, Ricky Try Noer, Putra, Risandi Dwirama, Jaya, Yales Veva, Suhana, Mario Putra

Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.584 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan dan panjang garis pantai di pulau Dompak Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengolahan citra dari 2 data citra Landsat 7 dan 8 bertipe level 1. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan koreksi radiometrik, koreksi atmosferik, koreksi pasang surut sehingga diperoleh data perubahan garis pantai. Selanjutnya analisis perubahan garis pantai pada tahun 2005-2015 dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Dari penelitian ini didapatkan bahwa pantai Pulau Dompak mengalami perubahan garis pantai baik sedimentasi maupun abrasi. Pada tahun 2005-2015 rata-rata perubahan garis pantai Pulau Dompak per tahun adalah abrasi dengan nilai 0.30 m. Dengan demikian pola perubahan garis pantai di Pulau Dompak adalah abrasi.

GLOBAL WARMING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT DI PANTAI TIMUR PULAU BINTAN YANG DITINJAU DARI PERSPEKTIF KLIMATOLOGI

Illona, Dea Jessi, Jaya, Yales Veva, Koenawan, Chandra Joei, Suhana, Mario Putra

Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.635 KB)

Abstract

Pengaruh global warming berdampak terhadap kondisi oseanografi fisika di laut seperti naiknya suhu permukaan laut (SPL). Selain itu peningkatan suhu juga berpengaruh terhadap perubahan iklim yang akan meningkatkan kecepatan angin global sehingga akan berimplikasi terhadap perubahan ketinggian gelombang laut di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik gelombang pada saat sebelum dan selama global warming di pantai timur Pulau Bintan. Tahap peramalan gelombang dimulai dengan melakukan pengolahan data angin yang diunduh dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) kemudian data diekstrak melalui Ocean Data View (ODV) dan dianalisis menggunakan Wind Rose. Arah dan kecepatan angin digunakan untuk penentuan fetch efektif dalam peramalan gelombang yang menggunakan metode Sverdrup Munk Bretschneider (SMB). Selanjutnya menganalisis fluktuasi SPL dan mengkomparasi dengan karakter gelombang. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perbedaan karakter gelombang laut dalam skala kecil antara tahun 1985-1989 sebagai tahun yang diasumsikan belum meningkatnya suhu secara signifikan dan 2001-2005 mulainya peningkatan suhu secara intensif. Pola karakter gelombang di pantai timur Pulau Bintan dipengaruhi oleh arah datangnya angin musiman yang bergerak secara periodik dengan persentase dua puncak tertinggi pada Musim Utara dan Musim Selatan serta persentase terendah pada Musim Peralihan.

KAJIAN SUHU PERMUKAAN LAUT BERDASARKAN DATA CITRA SATELIT NOAA-AVHRR DAN DATA ARGO FLOAT DI PERAIRAN SELATAN JAWA

Akhbar, Ade Imam, Jaya, Yales Veva, Febrianto, Try

Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.838 KB)

Abstract

Sea surface temperature is one of the important oceanographic parameters, sea surface temperature in the southern sea of Java, including one of the sea that get the influence of the monsoon system which causes sea surface temperatures in the southern sea of Java are always changing. The aim this study was to determined sea surface temperature in southern sea of Java based on NOAA-AVHRR image data analysis and Argo Float analysis, the difference in sea surface temperature from NOAA-AVHRR image data with Argo Float. This research was conducted with image processing method from 7 NOAA-AVHRR image data of type level 1B, processed sea surface temperature algorithm by McMillin & Crosby. Argo Float is processed with Ocean Data Software View Version 4.7.3. to get temperature profile and the top layer temperature is assumed be sea surface temperature from Argo Float. The results of this study indicate the value of sea surface temperature from NOAA-AVHRR image is lower than Argo Float data with a difference of 1.01 ° C to 1.41 ° C at 7 observation data.

ANALISIS DIGITAL CITRA LANDSAT UNTUK DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI TRIKORA KABUPATEN BINTAN

Ichsan, Rafiqul M, Jaya, Yales Veva, Putra, Risandi Dwirama, Suhana, Mario Putra

Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.695 KB)

Abstract

Pantai  Trikora  merupakan wilayah pesisir dengan potensial yang beragam terletak di  Kabupaten  Bintan. Penginderaan jauh adalah teknik pendeteksian suatu objek dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Informasi perubahan garis pantai diperlukan untuk kajian pengelolaan wilayah. Pada penelitian ini melakukan deteksi perubahan  garis  pantai  menggunakan  citra  satelit  Landsat  dengan  pengabungan  metode  Single  Band  5 Threshold dan Band Ratio perubahan garis pantai dihitung dengan Digital Shorline Analysis System.   Hasil akhir perhitungan perubahan akresi garis pantai Trikora paling dominan di sebabkan oleh pengaruh kegiatan manusia (antropogenik) seperti pembangunan infrastruktur dan perubahan fungsi lahan hal ini terjadi paling jelas terlihat di periode tahun 1995-2005. Untuk fenomena abrasi pantai Trikora diakibatkan oleh faktor alami seperti gelombang, perubahan pola arus, variasi pasang surut dan perubahan iklim, hal ini terjadi pada periode tahun 1990-1995.

PEMETAAN ZONA POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN BERDASARKAN CITRA SATELIT AQUA/TERRA MODIS DI PERAIRAN SELATAN PULAU JAWA

Munthe, Masri Ginting, Jaya, Yales Veva, Putra, Risandi Dwirama

Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.867 KB)

Abstract

Remote sensing is technique to observe oceanographic parameters such as sea surface temperature and chlorophyll-a concentration without contact with objects. Remote sensing techniques have excellence ability in analyzing large area and resolve to take retrieval data is more efficient. Remote sensing can combined with geographical information system to determine the potential fishing zone (ZPPI). The southern sea of Java Island is potential fishing areas in Indonesia. The purpose of this study to determine potential fishing zone by observe condition the seas which habitat species using the parameters of sea surface temperature (SPL) and chlorophyll-a concentration (CHL) parameters. Sea surface temperature and chlorophyll-a concentration are important parameters for identify potential fishing zones. The method used in study analysis of sea surface temperature and chlorophyll-a concentration using AQUA/TERRA MODIS satellite imagery data processed on ENVI, ErMapper, and ArcGIS software. The sea of South Java are 166 potential fishing zones. spread evenly from Banten to East Java it can be conclude that the southern sea of Java Island are still in good condition and deserve to be potential fishing zone.

HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE DAN PRODUKSI SERASAH MANGROVE TERHADAP KELIMPAHAN GASTROPODA DI PERAIRAN DOMPAK TANJUNGPINANG

Supriadi, Agis Dita, Karlina, Ita, Idris, Fadhliyah

Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.081 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the relationship between mangrove density and mangrove litter production to the abundance of gastropods in Dompak Tanjungpinang waters. This research is done by random sampling method as much as 3 station or 15 plot of quadrant transect with plot size 10x10 m. Collected data is tabulated and grouped by variable type, mangrove density data and mangrove litter production as variable (X) and gastropod abundance as variable (Y). From the results of simple linear regression analysis there is a relationship between mangrove density to gastropod abundance with coefficient value (R2) 0,1756 or 17,56% and relation of mangrove litter production to gastropod abundance with coefficient value (R2) 0,1498 or 14,98% . Sampling of mangroves litter by mounting litter traps measuring 10x10 m. Production of mangrove litter at station I with value 344,253 gbk/100m2/15hari, value at station II is 234,353 gbk/100m2/15hari, and value at station III is 386,574 gbk/100m2/15hari. Factors that affect the high low litter production are mangrove and wind density.

KARAKTERISTIK SEDIMEN PANTAI TIMUR PULAU BINTAN ROVINSI KEPULAUAN RIAU

Suhana, Mario Putra, Nurjaya, I Wayan, Natih, Nyoman Metta N.

Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.905 KB)

Abstract

The research carried out is one part of a series of researches concerning shoreline changes of east coast of Bintan Island during 2005-2014. In this part of the study analyzed the characteristics of coastal sediments of east coast of Bintan Island which is one of the factors that compose the beach profile. Analysis of sediment samples follows standard procedures of ASTM (American Society for Testing and Materials). The analysis results show that overall of sedimentary characteristics indicate the type of coastal sediment on east coast of Bintan Island is slightly gravelly sand.

KAJIAN KELIMPAHAN IKAN KARANG PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG UNTUK ZONA INTI DI KABUPATEN BELITUNG

Prihadi, Donny J., Sriati, Sriati, Prasetyo, Dany Arisandi

Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.319 KB)

Abstract

The research was carried out in March 2014 in Belitung District aims to study the abundance of reef fish, and determine the suitability of the area on coral reef community. This research using the method of survey on six stations observations determined based on resource utilization activities around the station, primarily tourism activities. Analysis of the conformity analysis is used to determine the core zone of the area of coral reefs. Parameters in determining the suitability of the core zone includes the quality of the waters, index of ecological fish, the percentage coverage of the coral, the reef ecological index, and the existence of important economically as well as biodiversity and rare species. The results showed Underwater Visual Census (UVC) found an abundance of reef fish ranges between 61 – 448 individuals and 33 species in the entire station. Found 12 family Ambassidae, Blenniidae, i.e., Chaetodontidae, Gobiidae, Haemulidae, Labridae, Lutjanidae, Mullidae, Pomacanthidae, Pomacentridae, Scaridae, and Siganidae, conditions of coral reefs in the waters of the Belitung district included in the category are up to. The percentage of coverage of the coral reefs in the observation stations ranged between 37.37%-81.77%. The corresponding observation stations for the core zone is located on Pulau Begador, Batu Berlayar and Batu Garuda, while a very appropriate observation stations for the core zone is located on Pulau Lengkuas, Pulau Babi, and Batu Malang Penyu.