Jurnal Distilasi
ISSN : 25287397     EISSN : 26144042
Jurnal Distilasi merupakan berkala ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang yang mempublikasikan makalah-makalah ilmiah berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, teori dan kajian kritis di bidang ilmu Teknik Kimia. Jurnal Distilasi diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September.
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi" : 9 Documents clear
GREEN SYNTHESIS NANOPARTIKEL GRAPHENE DENGAN AGEN PEREDUKSI URIN MANUSIA DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADITIF BIONANOLUBRICANT BERBASIS CPO (CRUDE PALM OIL)

Irawan, Ahmad, Robiah, Robiah

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.536 KB)

Abstract

Graphene is a nanomaterial that has been widely applied to various fields because of the uniqueness of the material, therefore this material is very interesting to be developed as an additive in lubricant. This study aims to determine the optimum additive weight ratio and obtain optimum operating conditions in the graphene dispersion process in base oil. This research is divided into 2 stages: preliminary research and main research. The preliminary study aims to transform the chemical structure of crude palm oil (CPO) through a three-stage reaction into a polyol as a base oil. The main research is the process of making bionanolubricant. Graphene is synthesized using a combination technique with a human urine as reducing agent. The formulations are known by varying the weight of the additive and the time of the dispersion. Variation of additive weight was 0% (A1), 0.25% (B1), 0.5% (C1), 1% (D1) while for dispersion time variation ranged from 0 min (A2), 60 min (B2), 90 minutes (C2) and, 120 minutes (D2). Based on the SEM-EDX test results, the SEM image formed graphene and spectrum layers on EDX show that the oxide in graphene has been successfully reduced. Bionanolubricant was tested for quality with 7 parameters. The composition of base oil formula 250 gr and graphene nanoparticles 0.5% w / w is the optimum additive weight ratio for C1 sample code whereas the economical dispersion time is 60 minutes. The result of the viscosity index test is 121,72, its pour point is 10,4oC, flash point equal to 228oC with lubrication capability tested through four ball tester got scar diameter equal to 0,87 mm. This Bionanolubricant belongs to the SAE 250 class and is classified as a GL-4 lubricant based on the quality level of API (American Petroleum Institute) performance test.

EFEKTIFITAS BENTONIT SEBAGAI ADSORBEN PADA PROSES PENINGKATAN KADAR BIOETANOL

Atikah, Atikah

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.691 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kadar bioetanol menggunakan proses adsorpsi dengan bentonit sebagai adsorben. Ukuran partikel koloid yang sangat kecil dan kapasitas permukaan ion yang tinggi menyebabkan bentonit mempunyai sifat mengadsoprsi. Proses adsorpsi lebih efektif dan efisien dari segi penggunaan energi untuk memisahkan bioetanol dan air. Proses adsorpsi dilakukan secara batch,  dengan memasukkan bioetanol kadar 70% dan bentonite yang telah teraktivasi dengan HCL 1 M kemudian dilakukan pengadukan. Proses adsorpsi dilakukan masing-masing selama 30, 50, 70, 90 dan 110 menit. Selanjutnya bioetanol dan bentonite dipisahkan untuk mendapatkan bioetanol murni yang selanjutnya dianalisa kadar bioetanolnya menggunakan Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar etanol dengan makin banyak jumlah adsorben dan semakin lama waktu proses. Hasil terbaik berlangsung pada waktu proses 110 menit dan berat bentonite 50 gram dengan kadar bioetanol 93,29% dan peningkatan kadar 77,63% dari kadar awal 70% .

PEMBUATAN BIOBRIKET DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG PEDAGANG JAGUNG REBUS DAN RUMAH TANGGA SEBAGAI BAHAN BAKAR ENERGI TERBARUKAN DENGAN PROSES KARBONISASI

Rifdah, Rifdah, Herawati, Netty, Dubron, Faisal

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.034 KB)

Abstract

Biomassa merupakan sumber energi potensial yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar dari fosil. Biomassa dapat diubah menjadi briket arang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi seperti untuk proses pengeringan dalam pengolahan karet remah dan sit asap. Briket arang biomassa atau biobriket dibuat dari arang biomassa baik berupa bagian yang memang sengaja dijadikan bahan baku briket maupun sisa atau limbah proses produksi/pengolahan agroindustri. Misalnya kayu, tempurung kelapa, arang tempurung kelapa sawit, limbah bambu, tongkol jagung, sekam padi, dan limbah batang tembakau dapat menjadi bahan baku untuk biobriket. Selain itu, limbah dari industri karet remah berupa tatal juga dapat dijadikan biobriket. Teknologi pembuatan biobriket banyak tersedia. Pembuatan biobriket memerlukan bahan penunjang seperti tanah liat, lem kanji, air, dan bahan pencampur lainnya. Komposisi bahan tersebut sangat tergantung dari jenis bahan baku untuk pembuatan biobriket. Sebelum dibuat biobriket, biomassa harus diubah terlebih dahulu menjadi arang, kemudian arang tersebut dihaluskan, dicampur dan dicetak dalam berbagai bentuk briket seperti silinder, kubus dan telur. Dari beberapa hasil penelitian, secara umum nilai kalor yang dihasilkan dari biobriket ternyata tidak berbeda nyata dibandingkan dengan briket batubara. Oleh karena itu, biobriket dapat digunakan sebagai bahan bakar proses pengeringan karet alam.

KARAKTERISTIK KARBON AKTIF DARI CANGKANG BUAH KARET MENGGUNAKAN AKTIVATOR H3PO4

Meilianti, Meilianti

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.039 KB)

Abstract

This research is purposed to determine the characteristic and adsorbtion ability of activated carbon which is made from rubber fruit shell with ativator phosphoric acid ( H3PO4 ). The carbonisation of activated carbon was carried out using furnace for 1 hour with temperature of 750oC. The next mashed and sieved with a size of 100 mesh. Then activated for 24 hours with H3PO4 solution with variation of concentration , 8%,  8.5%,  9%,  9.5% and    10%. As the result of characterisation, the lowest water degree wash content 10% with the value  3,25 % and lowest volatille metter from sample 10 % with the value 3,15 %. the lowest ash degree was from sample 8 % with the value 3,36 %. Maximum adsorbtion of iodine with sample 10  % with the value 947,25  mg/g . The optimum condition of activated carbon with activator phosphoric acis, which is produced in concentration 10%. Which at this concentration has moisture water degree of 3,25%, ash degree of 3,36%, volatille metter degree 3,15%, absorption iodine of 947.25 mg / g, and absorption metilene blue 98,95 mg/g.

PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI UBI DENGAN PROSES HIDROLISIS ASAM

Kalsum, Ummi, Juniar, Heni

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.093 KB)

Abstract

Bahan bakar bioetanol (C2H5OH)adalah biofuel yang mengandung etanol dengan jenis yang sama dengan yang ditemukan pada minuman beralkohol. Pembuatan bioetanol disini adalah dengan metode hidrolisa HCl 15% dengan bahan baku pati ubi kayu. Pati tersebut akan diambil kandungan karbohidrat dan dikonversi menjadi glukosa (gula) larut dalam air. Ada tiga proses penelitian pembuatan bioetanol ini yaitu proses penghilangan lignin, proses hidrolisa yang akan membentuk alkohol dan proses pemurnian. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan nilai indeks bias dan berat jenis bioetanol yang didapat dengan nilai indeks bias dan berat jenis bioetanol sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kenaikan nilai indeks bias dan berat jenis bioetanol yang didapat antara kurun waktu 25 sampai dengan 120 menit dengan variabel volume HCl 15% yang digunakan yaitu 25 sampai dengan 45 ml. Dan nilai maksimum indeks bias yang didapat adalah 1,3561 dengan waktu hidrolisa selama 50 menit dan volume HCl yang digunakan sebanyak 45 ml. Sedangkan  nilai maksimum berat jeni bioetanol yang didapat adalah 1,1011 dengan waktu hidrolisa selama 25 menit dan volume HCl sebanyak 25 ml.

PENGARUH JENIS DETERGEN DAN RASIO PENGENCERAN TERHADAP PROSES PENYERAPAN SURFAKTAN DALAM LIMBAH DETERGEN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEH

Fernianti, Dewi, Mardwita, Mardwita, Suryati, Linda

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.188 KB)

Abstract

Permasalahan lingkungan saat ini yang banyak terjadi salah satunya adalah pencemaran oleh limbah cair yang berasal dari proses pencucian pakaian. Limbah cair  yang tidak dikelola akan menimbulkan dampak yang luar biasa pada perairan, khususnya sumber daya air.  Pada penelitian ini, digunakan kabon aktif dari ampas teh karena memiliki daya serap cukup baik, selain itu penggunaan ampas teh sebagai karbon aktif dapat meningkatkan nilai guna ampas teh, sedangkan yang akan dianalisa adalah bagaimana pengaruh jenis detergen (detergen bubuk dan detergen cair) dan variasi rasio pengenceran  terhadap daya serap karbon aktif dari ampas teh  pada proses penyerapan surfactan dalam limbah air pencucian pakaian (limbah  laundry). Metodelogi penelitian mula-mula ampas teh kasar dibuat arang aktif yang memenuhi standar mutu SNI. Lalu  sebanyak 300 ml larutan detergen dimasukkan kedalam tabung berdiameter 5 cm yang telah diisi oleh karbon aktif setinggi 5 cm.  Lalu catat pada menit keberapa untuk tetes pertama, kemudian tampung output limbah cair laundry selama 5 menit dari tetes pertama, 10 men it, 15 menit, 20 menit, 25 menit dan 30 menit.  Percobaan di ulangi untuk variabel pengenceran larutan dan jenis detergen. Dari hasil penelitian diperoleh  mutu karbon akif yang dihasilkan dari ampas teh telah memenuhi syarat mutu arang aktif (SII No.0258-79). Dengan karakteristikik kadar air 9,1465%, kadar abu 2,0911%, karbon aktif murni 69,5989%, rendemen 90,16%. Penurunan kadar surfaktan yang optimal untuk detergen bubuk tercapai pada rasio pengenceran 46gr: 2,5lt pada waktu 10 menit sebesar 0,958 mg/L dengan daya serap karbon aktif 5,133 mg/L. Penurunan kadar surfaktan yang optimal untuk detergen cair tercapai pada rasio pengenceran 10,5gr: 2,5lt dalam waktu 15 menit sebesar 0,949 mg/L dengan daya serap karbon aktif 5,056 mg/L.

BIOPLASTIK PATI UMBI TALAS MELALUI PROSES MELT INTERCALATION

Melani, Ani, Herawati, Netty, Kurniawan, A.Fajri

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.611 KB)

Abstract

Plastik sangat banyak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, pada umumnya plastik hanya digunakan sekali pakai. Dalam satu tahun sebanyak 1 triliun plastik digunakan dunia. Plastik konvensional yang terbuat dari minyak bumi memiliki sifat degradasi yang rendah. setidaknya kantong plastik dapat diuraikan dalam waktu 500-1.000 tahun, hal ini menyebabkan plastik menjadi sumber sebagian besar sampah dunia dan tentu saja merusak lingkungan.Untuk memenuhi kebutuhan plastik sehari-hari, maka  diperlukan pemikiran dan teknologi baru untuk membuat plastik yang ramah lingkungan (Avella,2009:DavidPlacket,2003). Bioplastik merupakan plastik yang dapat digunakan layaknya plastik konvensional, namun akan hancur terurai oleh mikroorganisme menjadi air dan gas karbondioksida setelah habis dipakai dan dibuang kelingkungan tanpa meninggalkan zat beracun. Bioplastik adalah plastik yang ramah lingkungan yang secara alamiah dapat dengan mudah terdegradasi. Indonesia merupakan Negara yang memiliki perkebunan dan pertanian yang luas, Untuk memproduksi bioplastik bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkan bahan bakunya. Bahan baku bioplastik dapat diperoleh dari pati, minyak nabati dan mikrobiota. Pati merupakan salah satu polimer alami dari ekstraksi tanaman yang dapat digunakan untuk memproduksi material biodegradabel karena sifatnya yang ramah lingkungan, mudah terdegradasi, ketersediaan yang besar dan terjangkau (Yihu Song, 2008; Gonzarrez,2010; Sandra Domenek, 2004). Pada penelitian ini bahan baku yang digunakan adalah  umbi talas yang mengandung pati,  70% yield dalam basis kerimg (Cui, 2005), sebanyak 10 gr dengan variasi jenis plasticiezer (Gliserol, Sorbitol), jenis Filler (Kitosan, ZnO, Clay) dan konsentrasi Filler (3%, 6%, 9%, 12%). Waktu pengadukan konstan 40 menit dan pengovenan pada temperatur 45 C selama 5 jam melalui proses Melt Intercalation. Kondisi operasi ini dipelajari untuk mendapatkan hasil Bioplastik yang terbaik, dengan menguji karakteristik Bioplastik yang dihasilkan. Hasil penelitian yang terbaik diperoleh pada Bioplastik dari Pati Umbi Talas melalui Proses Melt Inercalation pada Konsentrasi Filler Clay 4%, Plasticiezer Sorbitol 25% dengan pengadukan selama 40 menit dan Pengovenan pada temperatur 45 C selama 5 jam. Hasil Uji Karakteristik dari Bioplastik, Uji Tarik 89,327801 MPa, Uji Degradasi 52% berat residual, Uji Logam Timbal (Pb) 0,0057 mg/L dan Kadmium (Cd) 0,127 mg/L. Bioplastik ini memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI).

PEMBUATAN BIOGASOLINE DARI LIMBAH AMPAS TEBU DAN ECENG GONDOK DENGAN PROSES THERMAL CATALYTIC

Herawaty, Netty, Rifdah, Rifdah, Pratama, M. Aditya

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.714 KB)

Abstract

Pemanfaatan biomassa yang dikonversikan menjadi bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil. Hal  ini dilakukan agar produksi bahan bakar fosil dapat beralih ke bahan bakar alternatif. Biomassa ini menjadi permasalahan yang cukup serius bagi pemerintah dikarenakan akan limbah yang menumpuk akan tetapi pemanfaatannya yang sedikit. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengolah biomassa limbah ampas tebu dan e ceng gondok menjadi biogasoline.  Dalam pemanfaatan biomassa ini menggunakan metode thermochemical salah satunya adalah metode thermal catalytic. Metode thermal catalytic adalah pendekomposisian bahan dengan menggunakan panas dan dibantu dengan adanya katalis untuk mempercepat reaksi tersebut. Dalam penelitian ini mengkaji pengaruh waktu (30,60,90,120,150,180,210,240 menit), temperatur (200,250,300?C), dan katalis (zeolite alam dan serbuk besi). Dari   data hasil penelitian ini diketahui %yield tertinggi pada kondisi optimal temperatur 300?C, waktu 150 menit, dan menggunakan katalis zeolite alam dengan %yield sebesar 64,40 %.

ADSORPSI ION LOGAM Fe DALAM LIMBAH TEKSTIL SINTESIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE BATCH

Karim, Muhammad Arief, Juniar, Heni, Ambarsari, M. Fitria Putri

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.345 KB)

Abstract

Adsorption is a process occurs in a fluid, either it is liquid or gas, bonded in a solid or liquid (absorbent agent, adsorbent) and eventually creates a thin layer or film (adsorbed agent, adsorbent) on its surface. In this study, the writer did the process of the adsorption of Fe metal ion to the adsorbent of carbide waste that has been processed into tablet with 3x5 mm size, adsorption was done with Batch process by stirring 15gr or adsorbent into 100ml of synthetic waste with 50rpm stirring speed. There are two factors that influence the decrease of Fe metal concentration in synthesis waste which is the influence of pH and time. This study used variables of adsorption time (1; 2; 3; 4; 5; 6) hours with pH (2.5; 4.1) for each hour with an initial concentration of Fe 800g metal ions. This study was conducted to obtain the optimum value of pH and concentration of final Fe metal ions with the comparison of initial pH ratio and predetermined time. Seen from the matrix results of the study, it can be concluded that the longer the stirring time the more metal ions are absorbed by the adsorbent of carbide waste and pH value also rises.

Page 1 of 1 | Total Record : 9