Jurnal Distilasi
ISSN : 25287397     EISSN : 26144042
Jurnal Distilasi merupakan berkala ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang yang mempublikasikan makalah-makalah ilmiah berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, teori dan kajian kritis di bidang ilmu Teknik Kimia. Jurnal Distilasi diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Distilasi" : 6 Documents clear
Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol

Kalsum, Ummi

Jurnal Distilasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.858 KB)

Abstract

Jagung adalah salah satu produk pertanian yang banyak dihasilkan di negara Indonesia.Kandungan hemiselulosa dan selulosa pada tongkol jagung berpotensi untuk diolah menjadi glukosa yang kemudian difermentasi sehingga menghasilkan bioetanol. Variabel penelitian berupa molaritas asam dan  massa ragi. Proses pembuatan bioetanol terdiri dari pretreatment, hidrolisa, fermentasi dan pemurnian. Pretreatment dilakukan dengan  menambahkan NaOH 0,1 M pada bubuk tongkol jagung, lalu dihidrolisa dengan H2SO4  pada variasi konsentrasi 0,3  M; 0,5  M; 0,7  M  dan  difermentasi selama 3hari. Fermentasi dilakukan  dengan menambahkan Saccaromyces Cerevisiae sebanyak  2  gram, 4 gram dan 6 gram dan  urea sebagai nutrien. Produk setelah difermentasi dimurnikan dengan cara didestilasi pada temperatur 800C. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang berbanding lurus antara molaritas asam dengan kadar etanol yang dihasilkan. Semakin tinggi konsentrasi asam, maka akan semakin tinggi pula kadar etanol yang didapat. Begitu pula hubungan antara  massa ragi  dengan kadar etanol. Kadar etanol tertinggi yang dihasilkan pada kondisi H2SO4 0,7 M dengan massa ragi 6 gram yaitu 1,023 %.

PENURUNAN BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK GORENG BEKAS MENGGUNAKAN ADSORBEN Ca BENTONIT

Atikah, Atikah

Jurnal Distilasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.146 KB)

Abstract

Minyak goreng bekas ditinjau dari parameter fisik maupun kimia telah mengalami perubahan dan tidak layak untuk digunakan lagi, oleh karena itu perlu adanya usaha  pengolahan minyak goring bekas agar dapat  digunakan  kembali untuk kebutuhan lainnya.  Penelitian ini  bertujuan  untuk mempelajari sejauh mana  mutu  minyak goreng bekas  untuk parameter bilangan peroksida  dapat diperbaiki  dengan menggunakan  Ca  bentonit.  Proses utama dalam penelitian ini adalah adsorps dengan  Ca  bentonit sehingga  bilangan peroksida  yang merupakan salah satu indikator  mutu minyak goreng menurun. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi aktivasi adsorben Ca  bentonit, analisa  awal  minyak goreng  bekas,  pengolahan secara adsorpsi dengan memvariasikan kondisi operasi yang meliputi temperatur operasi 60?C, 80?C, 100?C dan berat Ca bentonit 40,  50, 60,  70, 80 gram serta  analisa bilangan peroksida pada minyak goreng yang telah diadsorpsi.  Hasil  terbaik  penelitian  ini yaitu  bilangan  peroksida  16.20 mek O2/kg di mana terjadi penurunan 46.11% yang didapat pada kondisi temperatur 100o C dan berat Ca bentonit 80 gram.

PENGARUH OPERASI TEMPERATUR PEMANASAN,WAKTU PEMANASAN TERHADAP PERSEN YIELD PADA PROSES PENGURASAN MINYAK BIJI KEMIRI MENGUNAKAN PERALATAN EXPELLER PRESSING

Rifdah, Rifdah

Jurnal Distilasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.341 KB)

Abstract

Kemiri ( Aleurites sp ) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di areal termasuk di lahan kritis dan juga merupakan salah satu komoditas perkebunan yang potensial untuk dikembangkan. Tanaman ini termasuk termasuk dalam familia Euphorbiaceae ( jarak-jarakan ).  Tanaman kemiri tersebar luas di daerah tropis dan sub tropis dari sebelah Timur Asia hingga Fiji di kepulawan Pasifik. Di Indonesia sendiri tanaman ini  tersebar luas  hampir di seluruh wilayah Nusantara. Inti biji kemiri mengandung 60%  -  66% minyak kemiri.  Biji kemiri bermanfaat sebagai obat tradisional yaitu sebagai obat sakit gigi,demam dan bengkat sendi. Selain  itu juga digunakan sebagai bahan campuran  dalam pembuatan gula aren karena biji kemiri memudahkan pembekuan nira aren serta memberikan aroma dan rasa lebih nikmat pada gula aren tersebut.    Percobaan dilakukan terhadap pengurasan minyak kemiri dengan temperatur pemanasan, waktu pemanasan dan umur  biji kemiri yang berbeda. Temperatur pemanasan dilakukan  pada  40ºC; 500C; 600C; 700C; 800C, waktu pemanasan adalah 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit, 50 menit, dan umur biji kemiri adalah 1 minggu, 2 minggu, dan 4 minggu. Setelah pemanasan, inti biji  kemiri dipress hingga menghasilkan minyak dan minyak tersebut dianalisa. Uji atau analisa yang dilakukan meliputi dencity, indeks bias dan bilangan penyabunan.

KAJIAN PENGARUH WAKTU DAN UKURAN LEMPENGAN TERHADAP LIMBAH CAIR INDUSTRI KAIN TENUN SONGKET DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI

Melani, Ani, Lesmana, Andre Indra, Rifdah, Rifdah

Jurnal Distilasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.53 KB)

Abstract

Salah satu metode alternatif pengolahan limbah yang berkembang saat ini adalah metode elektreokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan suatu proses koagulasi dengan menggunakan arus listrik searah melalui peristiwa elektrokoagulasi yaitu gejala dekomposisi elektrolit digunakan untuk mengolah air limbah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat efisiensi penurunan kadar COD, pH dan TSS yang  terkandung dalam limbah cair industri  kain  tenun songket  setelah melalui proses elektrokoagulasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan elektrokoagulasi menggunakan lempengan alumunium sebagai anoda dan katoda. Penelitian ini mengolah limbah  cair  kain  tenun  songket di dalam beaker gelas dan dialiri listrik supaya ion–ion yang ada pada limbah cair  teradsobsi oleh ion–ion pengikat yang dilepaskan oleh elektroda pada alat elektrokoagulasi sehingga akan terjadi ikatan antara ion senyawa organik yang yang ada pada limbah cair dengan ion yang disebabkan oleh proses elektrokoagulasi. Sampel diambil kemudian dianalisa. Hasil analisa ini menunjukkan penurunan pH tertinggi  dan relatif baik yang dicapai pada tegangan ukuran lempeng 5 x 8 yaitu sebesar 20,73 % dalam waktu 60 menit.  Penurunan nilai COD tertinggi  diperoleh, pada  ukuran lempeng 5 x 8, yaitu sebesar 33,01 % dalam waktu 60 menit.  Penurunan nilai TSS tertinggi  diperoleh, pada  ukuran lempeng 5 x 8, yaitu sebesar 54,45 % dalam waktu 60 menit.

ISOLASI KALSIUM OKSIDA (CAO) PADA CANGKANG SOTONG (CUTTLEFISH) DENGAN PROSES KALSINASI MENGGUNAKAN ASAM NITRAT DALAM PEMBUATAN PRECIPITATED CALSIUM CARBONAT (PCC)

Meilianti, Meilianti

Jurnal Distilasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.054 KB)

Abstract

Cuttlefish also called  cuttlefish bone is internal skin utilized a cuttlefish. Cuttlefish shells in the form of solid wastes that are not mature and have not been optimally. Solid waste in the form of shells only used as a bird feed and tortoise because they contain calcium car bonate, sodium chloride, calcium phosphate, and magnecium salt with calcium contents  calcium carbonate around 85% calcium powder to obtain levels of field, such as health, food, and for high carbonate (CaO) recovery processes and determining the best temp erature of the calcined  shell to produce precipitated calcium carbonate (PCC). In the process of dry sciling (powder) process at a temperature of 800oC, 850oC, 900oC, 950oC, and 1000oC specified 30 minuted and 90 minutes after obtaining CaO content by  titration method, the addition of nitric acid (HNO3) with concentration variation  1,5  M, 1,75  M, 2,00  M, 2,25  M, and 2,5  M. After determining the levels of CaCO3  by titration method, after passing through several stages of the process, the analysis of CaCO3  content and calculation with the formula obtained that the level of calcium carbonate in the form of PCC with 99.7% purity with the concentration of HNO3, 2.5 M and calcination 1000oC.

PENGARUH WAKTU KONTAK OPTIMUM DAN MASSA ADSORBEN TERHADAP KEMAMPUAN LIMBAH KARBIT MENGADSORPSI Pb DAN Cr DALAM LIMBAH KAIN JUMPUTAN DENGAN METODE FIXED BED COLOUM FLOW UP

Karim, Arif, Legiso, Legiso, Trisno, Alex

Jurnal Distilasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.038 KB)

Abstract

Air limbah yang berasal dari rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial. Hal ini disebabkan karena air limbah rumah sakit mengandung senyawa organik yang cukup tinggi juga kemungkinan mengandung senyawa-senyawa kimia lain serta mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap masyarakat disekitarnya. Proses pengolahan air limbah rumah sakit dengan sistem biofilter anaero-aerob mampu menurunkan kadar BOD, COD, TSS, dan dapat menstabilkan pH.  Kadar BOD, COD, dan TSS juga dapat dipengaruhi oleh kepekatan air limbah. Semakin tinggi tingkat pengenceran air limbah maka penurunan kadar BOD, COD, dan TSS juga akan semakin tinggi. Dari hasil pengamatan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil terbaik yang didapat dalam penelitian ini adalah pada laju alir 500 ml/menit dengan kepekatan 50% pengenceran dengan analisa BOD sebesar 22,40 mg/l, COD sebesar 56,24 mg/l, dan TSS sebesar 12,71 mg/l. Nilai-nilai tersebut telah sesuai dengan baku mutu limbah cair yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumsel No 18 Tahun 2005.

Page 1 of 1 | Total Record : 6