Jurnal Distilasi
ISSN : 25287397     EISSN : 26144042
Jurnal Distilasi merupakan berkala ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang yang mempublikasikan makalah-makalah ilmiah berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, teori dan kajian kritis di bidang ilmu Teknik Kimia. Jurnal Distilasi diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September.
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi" : 9 Documents clear
Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP) Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Karim, M. Arif, Sari, Weny Marita

Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.471 KB)

Abstract

Air limbah yang berasal dari rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial. Hal ini disebabkan karena air limbah rumah sakit mengandung senyawa organik yang cukup tinggi juga kemungkinan mengandung senyawa-senyawa kimia lain serta mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap masyarakat disekitarnya. Proses pengolahan air limbah rumah sakit dengan sistem biofilter anaero-aerob mampu menurunkan kadar BOD, COD, TSS, dan dapat menstabilkan pH.  Kadar BOD, COD, dan TSS juga dapat dipengaruhi oleh kepekatan air limbah. Semakin tinggi tingkat pengenceran air limbah maka penurunan kadar BOD, COD, dan TSS juga akan semakin tinggi. Dari hasil pengamatan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil terbaik yang didapat dalam penelitian ini adalah pada laju alir 500 ml/menit dengan kepekatan 50% pengenceran dengan analisa BOD sebesar 22,40 mg/l, COD sebesar 56,24 mg/l, dan TSS sebesar 12,71 mg/l. Nilai-nilai tersebut telah sesuai dengan baku mutu limbah cair yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumsel No 18 Tahun 2005. 

PENGEMBANGAN PROSES OKSIDASI TINGKAT LANJUT MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2 DENGAN PENAMBAHAN H2O2 UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PERTAMBANGAN BATUBARA

Marhaini, Marhaini, Wibowo, Hendra Satria

Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.981 KB)

Abstract

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh methylen blue dapat menggangu kesehatan lingkungan. Proses pengolahan limbah methylen blue diteliti dengan menggunakan proses elektrokoagulasi. Proses elektrokoagulasi menggunakan reaktor batch dengan volume 1 liter dengan voltase 12 volt dan 5 A dan jarak antar plat adalah 2 cm. Elektroda yang digunakan adalah besi dan alumunium dengan konfigurasi Fe-Fe (katoda) Al-Al (anoda), Fe (katoda) Al-Al-Al (anoda), Fe-Fe-Fe (katoda) Al (anoda), Al-Al (katoda) Al-Al (anoda), dan Fe-Fe (katoda) Fe-Fe (anoda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi Fe Al-Al-Al menhasilkan laju penurunan konsentrasi methylen blue lebih tinggi dibandingkan dengan susunan konfigurasi elektroda yang lain. Kinetika elektrokoagulasi menunjukkan bahwa laju penurunan konsentrasi methylen blue berlangsung pada orde 2

PEMANFAATAN UBI KAYU (Manihot Esculenta Crantz) MENJADI BIOETANOL DENGAN MENKAJI PENGARUH TEMPERATUR, BERAT RAGI DAN LAMA FERMENTASI

Juniar, Heni

Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.139 KB)

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan biomassa yang mengandung komponen pati atau selulosa) dan diproses secara biologi yaitu dengan enzimatik dan fermentasi. Kadar bioetanol yang dihasilkan akan semakin tinggi sampai waktu fermentasi maksimum (3 hari) karena pada  hari ketiga khamir berada fase pertumbuhan logaritma, dimana khamir mengalami kecepatan pembelahan tertinggi, dan setelah waktu maksimum kadar bioetanol yang dihasilkan menurun. Kadar bioetanol maksimum yang dihasilkan pada hari ke tiga yaitu sebesar 12,15 %. Semakin tinggi suhu fermentasi, maka kadar bioetanol yang dihasilkan akan semakin menurun. Kadar bioetanol tertinggi dihasilkan pada suhu 20 0C sebesar 12, 15 % dan terendah pada suhu 30 0C sebesar 0,40 %. Semakin besar berat ragi yang digunakan, maka akan semakin tinggi kadar bioetanol yang dihasilkan. Kadar bioetanol terbesar dihasilkan pada berat ragi 10 gram sebesar 12,15 %. Pada penelitian ini didapatkan kadar bioetanol tertinggi pada variabel suhu fermentasi 20 0C, waktu fermentasi 3 hari dan konsentrasi ragi sebanyak 10 gram

STUDY KASUS OPTIMALISASI TAMBAK UDANG DARI PENCEMARAN AMONIAK (NH3) DENGAN METODE BIOREMEDASI

Elfidiah, Elfidiah

Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.259 KB)

Abstract

Bakteri nitrifikasi yang dimasukkan ke dalam tambak udang windu mampu beradaptasi dan menjaga kestabilan konsentrasi amonia dan nitrit, sehingga konsentrasinya masih berada pada batas aman untuk budidaya udang. Pemberian bakteri nitrifhi sebagai agen bioremediasi ke dalam perairan tambak udang dengan dosis 50L/ha (udang umur 30-60 hari) dan 100 L/ha (60-120 hari) dengan kepadatan populasi 10’ upk/ml setiap 10 hari berpengaruh positif terhadap perbaikan kualitas air tambak udang. Budidaya udang, adalah kegiatan atau usaha memlihara kultivan (udang) di tambak selama periode tertentu, serta memanennya dengan tujuan memperoleh keuntungan. Dengan batasan tersebut maka keberhasilan kegiatan budidaya udang di tambak sangat dipengaruhi oleh ketepatan teknologi budidaya yang digunakan serta kelayakan lingkungan dimana tambak itu berada

PEMANFAATAN KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN ETHANOL GEL DENGAN MENGKAJI PENGARUH KONSENTRASI DAN JUMLAH CMC

Rifdah, Rifdah

Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.633 KB)

Abstract

Dalam sejarahnya Ethanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar. Ethanol adalah salah satu bahan bakar alternatif (yang dapat diperbaharui) yang ramah lingkungan. Ethanol cair banyak memiliki kekurangan terutama dalam segi transportasi dan safety yaitu sulit untuk dibawa kemana – mana karena bahan bakar cair mudah sekali tumpah. Dari segi safety, bahan bakar cair mempunyai resiko yang besar untuk disimpan karena sifat volatilenya dan mudah sekali tersambar api. Karenanya perlu dilakukan pembuatan Ethanol gel. Ethanol gel dibuat dengan cara mencampurkan etanol cair dengan bahan pengental (CMC) dan diaduk dengan kecepatan hingga 1000 rpm. Pada laporan ini dilakukan variasi konsentrasi etanol cair dari 50%, 60%, 70%, 80%, dan 96% serta variasi jumlah CMC dari 1 gr, 2 gr, 3 gr, 4 gr, dan 5 gr. Setelah ditambahkan CMC, viskositas etanol meningkat dan membentuk gel. Diperoleh etanol gel terbaik pada konsentrasi 70% dengan temperatur nyala 476 oC dengan lama waktu nyala 1.84 menit. 

PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI DAN KONSENTRASI HCl PADA PROSES EKSTRAKSI SELULOSA DALAM AMPAS TEH

Fernianti, Dewi, Jayanti, Yeyen

Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.829 KB)

Abstract

Selulosa merupakan bahan dasar penyusun tumbuhan yang merupakan metabolit primer. Sedangkan selulosa dapat dengan mudah diperoleh melalui ekstraksi dari bahan dasar tumbuhan. Dalam ampas teh mengandung selulosa yang cukup tinggi yakni 43,87 % . Melihat masih tingginya kadar selulose dalam ampas teh tersebut maka pada penelitian ini akan dilakukan ekstraksi selulosa dari ampas  teh menggunakan HCL. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara mengekstrak ampas teh menggunakan HCl. Variabel yang dipelajari adalah variasi kosentrasi 3%, 5%, 7%, 9% dan 11% dengan variasi waktu mulai dari 3 jam, 6 jam, 9 jam dan 12 jam. Dari hasil penelitian diperoleh hasil selulose yang baik yaitu pada waktu ekstraksi 12 jam dan konsentrasi HCl 1 %  dengan kadar air 0,2 % dan Kadar abu 0,02 %, sedangkan kadar selulosa yang dihasilkan  yang tinggi, yaitu untuk konsentrasi HCL 7% dari hasil SEM diperoleh konsentrasi  Oksigen (O) 72,8 % dan Karbon (C) 20,5 %, untuk konsentrasi HCL 5% diperoleh konsentrasi Oksigen (O) 71,2% dan Karbon (C) 21,0% dan untuk konsentrasi HCL 9% diperoleh konsentrasi Oksigen (O) 74,5 % dan Karbon (C) 20,0 %.

PENGARUH KONFIGURASI ELEKTRODA DAN KINETIKA PROSES ELEKTROKOAGULASI METHYLEN BLUE

Ariyanto, Eko

Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.363 KB)

Abstract

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh methylen blue dapat menggangu kesehatan lingkungan. Proses pengolahan limbah methylen blue diteliti dengan menggunakan proses elektrokoagulasi. Proses elektrokoagulasi menggunakan reaktor batch dengan volume 1 liter dengan voltase 12 volt dan 5 A dan jarak antar plat adalah 2 cm. Elektroda yang digunakan adalah besi dan alumunium dengan konfigurasi Fe-Fe (katoda) Al-Al (anoda), Fe (katoda) Al-Al-Al (anoda), Fe-Fe-Fe (katoda) Al (anoda), Al-Al (katoda) Al-Al (anoda), dan Fe-Fe (katoda) Fe-Fe (anoda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi Fe Al-Al-Al menhasilkan laju penurunan konsentrasi methylen blue lebih tinggi dibandingkan dengan susunan konfigurasi elektroda yang lain. Kinetika elektrokoagulasi menunjukkan bahwa laju penurunan konsentrasi methylen blue berlangsung pada orde 2

PEMBUATAN BIOETANOL DARI TANAH GAMBUT DENGAN FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI

Roni, Kiagus Ahmad, Herawati, Netty, Rahman, Arman Aulia

Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.133 KB)

Abstract

Pengembangan energi baru dan terbaharukan di Indonesia menjadi salah satu program strategis pemerintah Indonesia untuk mereduksi emisi CO2 dan mengurangi ketergantungan akan bahan bakar minyak. Salah satu sumber energi alternatif yang prospektif untuk dikembangkan adalah bioethanol yang merupakan satu-satunya pengganti bensin yang dikenal saat ini.Tanah gambut merupakan salah satusumber bioethanol yang sangatpotensialkerenapersediaannya yang melimpah di Indonesia. Penelitian ini meninjau daur hidup (lifecycle) dari bioethanol berbasis Tanah gambut dengan output berupa reduksi emisi CO2 dan net energi. Dari penelitian ini didapatkan bahwapemanfaatanproduksampingdari proses produksi bioethanol akan meningkatkann performa lingkungan dan energy bioetanol hingga 30-70%. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengembangan bioetanol dari bahan baku ini di Indonesia menghasilkan hasil yang baik jika di bandingankan dengan hasil yang serupa di Negara lain.

PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI CAMPURAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG, KULIT DURIAN DAN SERBUK GERGAJI MENGGUNAKAN PEREKAT TAPIOKA

Kalsum, Ummi

Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.559 KB)

Abstract

Serbuk gergaji kayu, tongkol jagung, dan kulit durian merupakan sampah biomassa. Namun sampah-sampah tersebut dapat pula dijadikan salah satu sumber bahan bakar alternatif, yaitu dengan cara dibuat menjadi briket dengan campuran perekat tapioka. Penelitian ini dilakukan untuk membuat briket campuran serbuk gergaji kayu, tongkol jagung, dan kulit durian yang memliki nilai kalor yang dapat memenuhi standar SNI briket. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah nilai kalor briket yang dihasilkan dapat memenuhi standar SNI briket. Hasil penelitian menunjukan bahwa campuran briket dari 50% serbuk gergaji kayu, 10% tongkol jagung, 40% kulit durian mendapatkan nilai kalor yang tertinggi sebesar 5745,60 cal/gr pada suhu karbonisasi 500 oC

Page 1 of 1 | Total Record : 9