Articles
37
Articles
Status Gizi, Pola Makan Dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Di Kota Kupang

Juntra Utama, Lalu

CHMK HEALTH JOURNAL Vol 3 No 1 (2019): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang : Status gizi merupakan salah satu faktor yang memberikan kontribusi terhadap kualitas sumber daya manusia. Asupan gizi yang baik berperan penting dalam mencapai pertumbuhan badan yang optimal sehingga kualitas manusia menjadi lebih optimal. Sumber daya manusia pada anak sekolah dilihat menggunakan indikator prestasi belajar siswa dalam satu semester. Tujuan : mengetahui hubungan antara status gizi, konsumsi makanan dan prestasi akademik di Tiga Sekolah Dasar di Kota Kupang.  Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Lokasi dipilih dengan metode purposive sampling. Ada 164 responden yang terdiri dari 78 siswa laki-laki dan 86 siswa perempuan dari kelas IV dan V. Data primer meliputi sampel dan karakteristik keluarga, kebiasaan makanan dan status gizi. Data sekunder meliputi kondisi sekolah dan nilai raport. Status gizi diukur dengan berat badan dan tinggi subjek sedangkan prestasi akademik diambil dari rata-rata nilai raport sekolah.  Hasil : Sebagian besar sampel (64,7%) memiliki status gizi dalam kategori normal. Uji korelasi Spearman menunjukkan konsumsi makanan (r = 0,173, p = 0,034), status gizi sampel (r = 0,551, p = 0,049) memiliki korelasi yang signifikan dengan pencapaian akademik sampel. Simpulan : Pola makan dan status gizi siswa di Kota Kupang mempunyai hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar.   Kata kunci: konsumsi makanan, status gizi, prestasi akademik

Gambaran Persepsi Masyarakat Tentang Manfaat Posyandu Lansia Di Kelurahan Naioni Rw 04 Kecamatan Alak Kota Kupang

mbuilima, iwan kristofel

CHMK HEALTH JOURNAL Vol 3 No 1 (2019): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK   Mbuilima, Iwan (2017) Gambaran Persepsi Masyarakat Tentang Manfaat Posyandu Lansia Di Kelurahan Naioni Rw 04 Kecamatan Alak Kota Kupang. Serlibrina W. Turwewi S.Farm. Apt, Msi. Dan Rosiana Gerontini S.Kep, Ns.   Posyandu lansia merupakan perwujudan pelaksanaan program pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia, sebagai suatu forum komunikasi dalam bentuk peran serta masyarakat lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya yang dapat meningkatkan kesehatan secara optimal. Pada prinsipnya, posyandu dapat meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi gambaran persepsi masyarakat tentang manfaat posyandu lansia di Kelurahan Naioni RW 04 Kecamatan Alak Kota Kupang.Rancangan penenelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik sampiling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang dengan instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Hasil peneitian atau pemahaman persepsi masyarakat terhadap manfaat posyandu lansia yaitu Sebagian besar masyarakat yang memiliki lansia di kelurahan Naioni RW 04 memiliki komponen afektif sebanyak 49 orang (54%) dalam kategori baik, komponen kognitif sebanyak 61 orang (68%) dalam kategori cukup,komponen konatif sebanyak 49 orang (54%) dalam kategori cukup. Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Manfaat Posyandu lansia.

Perbedaan Tekanan Darah Orang Dewasa Hipertensi Sebelum Dan Sesudah Pemberian Rebusan Daun Murbei Di Wilayah Kerja Puskesmas Boking Kabupaten TTS

Isu, Nope Abiyati

CHMK HEALTH JOURNAL Vol 3 No 1 (2019): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tekanan Darah

HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN VAGINAL DOUCHING DENGAN KEJADIAN IMS

Kumalasari, Kumalasari

CHMK HEALTH JOURNAL Vol 3 No 1 (2019): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Peningkatan insidens IMS dan penyebarannya diseluruh dunia tidakdapat diperkirakan secara tepat. IMS yang tidak terlepas dari faktor dasar yaitu adanya penularan penyakit dengan berganti-ganti pasangan seksual, melakukan hubungan seks bebas yang tidak aman, adanya faktor sosial seperti mobilitas penduduk , prostitusi, dan ketidaktahuan tentang pentingnya kebersihan alat kelamin, serta faktor dinamis yang terjadi di masyarakat, sehingga mengakibatkan masalah kesehatan seksual dan reproduksi yang berdampak kepada kalangan perempuan terutama ibu rumah tangga, anak-anak dan orang-orang miskin. Puskesmas Bandarharjo memiliki angka kejadian IMS yang cukup tinggi 50 kasus di tahun 2014 dan 90% adalah ibu rumah tangga. Penelitian ini ingin membuktikan hubunganvaginal douchingdengan kejadian IMS dengan  desain studi kasus-kontrol, jumlah sampel sebanyak 80 dengan perbandingan 1:1  (40 responden masing-masing kelompok), di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Sebagai kasus adalah ibu rumah tangga yang positif IMS dan kontrol adalah ibu rumah tangga yang negatif IMS setelah diperiksa secara fisik dan laboratorium di Puskesmas Bandarharjo. Data di analisis secara univariat, bivariat (chi-square)waktu penelitian bulan Juli- Agustus tahun 2015.  Beberapa faktor yang terbukti berpengaruh terhadap IMS pada Ibu rumah tangga adalah vaginal douching (OR=11; 95% CI 3,8-31,7; p=0,000). Pendapatan keluarga rendah < UMR (OR= 4,0 95%CI :1,6-11 p= 0,004), ada hubungan kejadian IMS pada Ibu rumah tangga yang melakukan dengan vaginal douching, dan ada hubungan kejadian IMS pada Ibu rumah tangga yangpendapatan keluarga rendah < UMR.

FAKTOR RISIKO GIZI KURANG PADA BALITA DI NUSA TENGGARA TIMUR

Ariesthi, Kadek Dwi

CHMK HEALTH JOURNAL Vol 3 No 1 (2019): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), prevalensi gizi buruk dan kurang pada anak usia di bawah lima tahun (balita) menduduki peringkat kedua di Indonesia yaitu sebesar 29,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kurang pada anak balita di NTT. Penelitian kasus kontrol dilakukan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2014 di Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, yang terdiri dari 38 balita dengan gizi kurang sebagai kelompok kasus dan 76 balita sehat sebagai kontrol. Faktor risiko yang diteliti adalah faktor yang berkaitan dengan ibu dan anak. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara langsung di rumah masing-masing responden. Analisis data dilakukan secara bivariat  untuk menghitung crude OR dan analisis multivariat dengan metode regresi logistik untuk menghitung adjusted OR. Analisis bivariat menunjukkan bahwa  faktor risiko kejadian kurang adalah pendapatan keluarga (OR=15,2; 95%CI= 5,2-43,9) dan frekuensi sakit anak (OR=35,2; 95%CI=11,7-105,3), Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor risiko yang paling berperan adalah frekuensi sakit pada anak balita (OR=35,4; 95%CI 4,8-256,8). Frekuensi sakit balita merupakan faktor risiko gizi kurang di Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Kata kunci : gizi kurang pada balita, Nusa Tenggara Timur, case control

Hubungan Antaran Nyeri Reumatoid Arthritis Dengan Tingkat Kemandirian Dalam Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Pada Pra Lanjut Usia Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesao Kabupaten Kupang

Dida, Defebria Nasusda

CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 3 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.756 KB)

Abstract

Nyeri Reumatoid Arthritis, Tingkat Kemandirian, Pra Lansia

Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada pekerja seks di Lokalisasi KArang Dempel Kupang

bire logo, hendra andryanus

CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 3 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.505 KB)

Abstract

ABSTRAKBire Logo, Hendra Andryanus. 2017. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Pekerja Seks di Lokalisasi Karang Dempel. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Citra Husada Mandiri Kupang.Betan, Yasinta, S.Kep,Ns.,MNS dan Dion, Yohanes, S.Kep,NS.,M.KesAcquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala penyakit kerusakan sistem kekebalan tubuh, bukan penyakit bawaan tetapi didapat dari hasil penularan. Penyakit ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Upaya pencegahan pada populasi beresiko tinggi seperti PSK  yang karena pekerjaannya   beresiko terhadap penularan HIV/AIDS melalui pencegahan yang efektif seperti penggunaan kondom setiap kali melakukan transaksi seksual dengan banyak pasangan seksual. Health Belief Model (HBM) merupakan sebuah model psikologi yang dapat digunakan untuk memprediksi sebab munculnya perilaku sehat. HBM berfokus pada belief individu akan percieved seriousness/severity, percieved suspectibility, precieved benefits and barriers dan cues to action. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada pekerja seks di Lokalisasi Karang Dempel.Metode dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 118 responden. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 20 juli- 20 agustus 2017 di Lokalisasi Karang Dempel Kupang. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden.Hasil penelitian didapatkan lebih dari sebagaian besar responden memiliki persepsi kerentanan, keseriusan, manfaat dan hambatan, isyarat untuk bertindak dan perilaku pencegahan HIV/AIDS tergolong baik. Hasil uji chi square diperoleh p value untuk masing-masing faktor ? 0,05. Kesimpulan, ada hubungan antara persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat dan hambatan, serta isyarat untuk bertindak dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Kata kunci : Persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat dan hambatan, isyarat untuk bertindak, perilaku pencegahan HIV/AIDS.

Screen Based Activity dan Status Gizi pada Anak Sekolah Dasar di Kota Kupang

Zogara, Eroz

CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 3 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.495 KB)

Abstract

Latar belakang. Screen based activity pada anak adalah segala aktivitas yang dilakukan anak berkaitan dengan penggunaan media berbasis layar (televisi, komputer, video game, dan gadget). Anak yang mempunyai aktivitas berbasis layar lebih panjang dilaporkan mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami obesitas dibandingkan anak dengan aktivitas berbasis layar lebih rendah. Screen based activity lebih dari 2 jam/hari akan meningkatkan risiko kegemukan. Aktivitas berbasis layar akan mengurangi aktivitas fisik anak. Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko kegemukan dan obesitas.Tujuan. Untuk menganalisis hubungan screen based activity dengan status gizi anak sekolah dasar di Kota Kupang.Metode. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional. Responden penelitian adalah siswa kelas I dan II. Sampel penelitian sebanyak 170 siswa.Hasil. Responden lebih lama melakukan aktivitas menonton televisi dan bermain handphone dalam seminggu dibandingkan aktivitas berkaitan dengan layar lainnya. Responden yang menghabiskan waktu >28 jam seminggu untuk melakukan screen based activity sebanyak 30,59% . Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, maka lebih banyak perempuan yang melakukan screen based activity ?28 jam seminggu dibandingkan laki-laki. Lebih banyak responden yang memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik membuktikan tidak ada hubungan antara status gizi dengan screen based activity (p-value 0.86).Kesimpulan. Siswa yang melakukan screen based activity >28 jam cukup banyak. Oleh karena itu, perlu perhatian orang tua dan guru untuk mengurangi screen based activity siswa sehingga nantinya tidak banyak siswa yang mengalami kelebihan gizi.

ANALISIS PENGARUH SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECUKUPAN MINERAL KALSIUM, ZAT BESI, DAN ZINK PADA REMAJA LAKI-LAKI USIA 13??18 TAHUN DI INDONESIA

SEMBIRING, ANITA CHRISTINA

CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 3 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.539 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko tingkat kecukupan kalsium, zat besi dan zink pada remaja laki-laki.Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional study dengan menggunakan data sekunder hasil Riskesdas 2010, dengan subjek penelitian adalah remaja laki-laki umur 13??18 tahun. Data konsumsi pangan dikumpulkan dengan metode recall 24 jam yang selanjutnya diolah menjadi asupan kalsium, besi, dan zink menggunakan daftar kandungan gizi. Tingkat kecukupan masing-masing zat gizi tersebut dihitung menggunakan kecukupan gizi hasil WNPG 2012. Berdasarkan hasil analisis data,prevalensi defisiensi kalsium dan zink pada remaja laki-laki usia 13??18 tahun di Indonesia masih sangat tinggi yaitu masing-masing 72.8% dan 68.6%. Prevalensi defisiensi zat besi juga masih tinggi  yaitu sebesar 51.9%. Faktor-faktor yang terbukti mempengaruhi tingkat kecukupan kalsium, zat besi dan zink pada remaja laki-laki adalah usia, pendidikan ayah, status ekonomi serta daerah tempat tinggal (p<0.05). Sedangkan tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ayah dan pekerjaan ibu tidak berpengaruh terhadap tingkat kecukupan kalsium, zat besi, dan zink pada remaja laki-laki usia 13??18 tahun.

HOING TOMODOK SEBUAH RITUAL KEHAMILAN WANITA HAMIL LAMAHOLOT

kewa2, Merry kewa

CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 3 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : LP3M Stikes CHMK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.128 KB)

Abstract

Latar belakang: Kematian ibu merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan suatu negara. Semakin tinggi Angka Kematian Ibu (AKI) semakin buruk derajat kesehatan negara tersebut. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi 289/100.000 Kelahiran Hidup (KH). Di Nusa Tenggara Timur, (AKI) mencapai 133/100.000 KH, 3 diantaranya meninggal di Rumah Sakit Dr.Hendrikus fernandez Larantuka. Kematian ini disebabkan oleh terlambat masuk rumah sakit. Tujuan penelitian: Mengungkap pengalaman wanita hamil Lamaholot melakukan ritual kehamilan ho??ing temodok sebelum masuk rumah sakit. Metode: Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah wanita hamil Lamaholot yang mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan yang terlambat masuk rumah sakit berjumlah 6 (enam) orang, pemilihan informan ditentukan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) menggunakan panduan wawancara semi terstruktur. Analisa data menggunakan Interpretive Phenomenological Analysis (IPA). Hasil: Ibu hamil Lamaholot melakukan ritual kehamilan ho??ing temodok setelah mendapat tanda-tanda persalinan, sebelum melakukan ritual kehamilan ho??ing temodok terlebih dahulu menyiapkan segala keperluan untuk ritual, persiapan dan pelaksananan ritual ho??ing temodok membutuhkan waktu yang lama. Ritual kehamilan ho??ing temodok merupakan tradisi peninggalan leluhur yang sudah mengakar dan wajib dilakukan demi keselamatan ibu dan bayi. Kesimpulan: Faktor budaya memiliki peran penting menguatkan keyakinan wanita hamil Lamaholot. Pemahaman wanita hamil Lamaholot melakukan ritual ho??ing temodok setelah mendapatkan tanda-tanda persalinan dipengaruhi oleh tradisi dan budaya yang sudah mengakar. Meskipun persiapan dan pelaksanan ritual kehamilan ho??ing temodok membutuhkan waktu lama namun wanita hamil Lamaholot bersedia melakukan semua persiapan dan pelaksanaan ritual tersebut. Kata kunci: Ibu Hamil, ritual, hoing temodok, Lamaholot