cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINTEK
ISSN : 19793855     EISSN : 25988891     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016" : 8 Documents clear
SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT THT Kunup, Rosita; **, Santosa
DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun sebuah sistem pakar yang digunakan untuk diagnosis penyakit Telinga, Hidung dan Tenggorokan, dimana pengguna bisa mendiagnosis sendiri berdasar gejala yang dirasakannya.  Aplikasi Sistem Pakar ini menggunakam bahasa pemograman visual basic, dengan  menggunakan metode representasi kaidah produksi untuk merepresentasikan pengetahuan tentang jenis-jenis penyakit beserta gejala, Metode penelusuran yang digunakan dalam mesin inferensi menggunakan metode penelusuran(forward chaining). Hasil uji konsultasi dengan sistem ini menunjukkan bahwa sistem mampu menentukan jenis penyakit yang diderita pasien. Dan aplikasi ini menghasilkan keluaran berupa informasi penyakit yang diderita berdasarkan gejala yang dirasakan oleh pasien.
MANAJEMEN STOCKPILE UNTUK MENCEGAH TERJADINYA SWABAKAR BATUBARA DI PT.PLN (PERSERO) TIDORE Jolo, Aliyusra
DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.387 KB)

Abstract

Terdapat beberapa penyebab terjadinya swabakar batubara(Spontaneus Combustion) karena batubara merupakan bahan bakar organi dan apabila bersinggungan langsung dengan udara dandalam keadaan temperatur tinggi akan terbakar sendiri,keadaan ini akan di percepat oleh: reaksi eksotermal,bacterial,aksikatalis dari benda-benda organic selain itu karbonisasi yang rendah serta kadar belerang yang tinggi. Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan PT.PLN (PERSERO) Tidore kepulauan manejemen stockpile batubara belume fektif dan efesien hal ini dapat di lihat dari kurangnya penenganan batubara masuk yang di simpan di stockpile masi terdapat batubara kotoran akibat sampah anorgani dari parapekerja di lokasi kemudian batubara atau material yang di siram dengan masih mengunakan air. Untuk itu menejemen yang efektif untuk mencegah terjadinya swabakar batubara di PLTU Tidore adalah pemberhatikan kebersihan di lokasi stockpile,proses penyiraman batubara harusmengunakan bahan campuran cimikal karna dengan mengunakan air akan menurunkan kualitas daribatubara itu sendiri.
STUDI POTENSI SEBARAN SUMBERDAYA PASIR BESI DI DESA TUADA KECAMATAN JAILOLO KABUPATEN HALMAHERA BARAT, DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENAKSIRAN NEAREST NEIGHBOUR POINT Rasai, Julhija
DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.006 KB)

Abstract

Endapan pasir besi merupakan produk dari proses kimia dan fisika dari batuan berkomposisi menengah hingga basa atau dari batuan bersifat andesitik hingga basaltic, Jenis cebakan terbentuk dalam semua waktu geologi tetapi kebanyakan pada umur Tersier dan masa kini, yang sebagian besar merupakan cadangan berukuran kecil dan sering terkumpul dalam waktu singkat karena tererosi. Salah satu metode perhitungan cadangan dengan menggunakan metode penaksiran Nearest Neighabour Poiant untuk mengestimasikan data sampel pasir besi. Nearest Neighbour Point memperhitungan nilai di suatu Block didasari oleh nilai titik paling dekat dengan Block, sedangkan titik Block yang lebih jauh memberikan nilai pembobotan nol. Penelitian ini dilakukan untuk mencaritahu kemungkinan telah terindikasi sebaran sumberdaya pasir besi dengan cadangannya di Desa Tuada dengan batasan kordinat penyebaran titik bor Selatan dan Utara. Penyebaran pasir besi mendominasi kearah Selatan dengan presentasi 9 titik bor dengan kadar MD >0.10-0.40 dan pasir mendominasi kearah Utara dengan 27 titik bor dengan kadar MD >0.20.-1.20, dari 36 titik bor dan terdiri dari 14 patok utama. Berdasarkan penaksiran dengan menggunakan metode Nearest Neighbour Point, maka dapat diketahui bahwa V volume = (luas × tebal) sebesar 1412.40, MD pasir besi 0.06 dan SG rata-rata 10.21, sehingga di jumlahkan untuk presentase tonase measured mineral resource sebanyak825.89 ton.
STUDY PENERAPAN K3 PADA OPERATOR ALAT BERAT ADT BELL 40D PADA TAMBANG BAWAH TANAH SITE KENCANA DI PT. NUSAHALMAHERA MINERALS KABUPATEN HALMAHERA UTARA Djafar, Sahdia; Djunaidi, Muhammad; Salahu, Husen
DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.244 KB)

Abstract

PT. Nusa Halmahera Minerals merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di sektor pertambangan khususnya penambangan Emas. Dalam aktifitas penambanganya PT. Nusa Halmahera Minerals menggunakan peralatan mekanis sebagai alat penunjang dalam melakukan kegiatan produksi. Alat berat unakan untuk pengangkutan menggunakan alat tipe DT BELL 40D. Keselamatan dan  kesehatan para tenaga kerja yang diharapkan mampu mencapai produktivitas yang tinggi maka perlu diupayakan perlindungan dengan antisipasi bahaya sedini mungkin.  Secara geografis PT. Nusa Halmahera Minerals terletak antara  1° 4' 59"-1° 15' 6" BT  dan 127° 38' 2" -  127° 49' 0" LU yaitu di Desa Tabobo Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara. Dalam proses kegiatan penambangan pada tambang bawah tanah (Underground Kencana) memiliki potensi kecelakaan yang berbahaya.  Khususnya dalam mengoperasikan dumptruck tentu memiliki potensi kecelakaan. Potensi kecelakaan yang timbulkan antara lain Dari hasil penelitian pada tambang bawah tanah yaitu : Dump Truck terbentur ke dinding tambang, ban Dump Truck kempis akibat tertusuk Mesh, dump truck terbakar pada bawa bak, bak Dump Truck tersangkut di depan portal Underground
IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS KEDOKTERAN \ UNHAIR TERNATE Maulidyah, Chairah
DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.266 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi K3 dan faktor-faktor apa yang berpengaruh dominan terhadap penerapan K3 pada proyek Di dalam penelitian ini, perencanaan K3 dibuat berdasarkan pedoman/standar OHSAS 18001 juga sesuai dengan peraturan dan standar teknik terkait konstruksi di Indonesia bahkan juga menurut undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Occupational Health and Safety Assesment Series-18001 (OHSAS 18001:2007) adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang bertujuan untuk mengelola aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada setiap proses kerja di tempat kerja yang digunakan dalam proyek pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Unhair Ternate.
STUDY PENERAPAN K3PADA OPERATOR ALAT BERAT ADT BELL 40D PADA TAMBANG BAWAH TANAH SITE KENCANA DI PT. NUSAHALMAHERA MINERALS KABUPATEN HALMAHERA UTARA Ahmad*, Sumardi; Umar **, Ruslan; Djainal **, Herry
DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.084 KB)

Abstract

-
ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA TAMBANG BATUBARA SEAM 13 UTARA DI PT. KITADIN TANDUNG MAYANG KALIMANTAN TIMUR Pranata *, Wiro Indra; Djunaidi **, Muhammad
DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.511 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisa  kestabilan  lereng  bertujuan  untuk  mengetahui  nilai  faktor  keamanan lereng,  dengan  geometri  lereng  yang  telah  terbentuk  pada  saat  ini  dan  pengaruh tinggi  muka  air  tanah. Analisis kestabilan lereng dilakukan untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng pada daerah penelitian saat ini dan untuk pembanding bagi penerapan bentuk lereng berikutnya. Geometri lereng yang ada di lokasi ini, untuk lereng tunggal mempunyai ketinggian antara 6 – 21 meter dengan sudut kemiringan antara 24 20’ hingga 53 97’ dan untuk lereng total mempunyai ketinggian antara 15 – 65 meter dengan sudut kemiringan lereng  antara 16 7’ sampai 37 54’. Dari hasil analisis diketahui bahwa kondisi lereng tunggal daerah penelitian pada tingkat kejenuhan air jenuh total, hampir seluruhnya tidak dalam keadaan mantap dengan angka faktor keamanan di bawah 1,0 kecuali lereng f1. Untuk kondisi lereng total yang relatif mantap adalah lereng FF’ pada kondisi jenuh total dengan faktor keamanan di atas 1,0. Perhitungan untuk kondisi kering lereng tunggal umumnya dalam keadaan mantap  kecuali lereng tunggal A1, A4, C1 dan D1 dengan nilai faktor keamanan di bawah 1,0 dan untuk lereng total semuanya dalam kondisi mantap. Sifat dari kekerasan lapisan overburden yang beragam dan keterbatasan dari peralatan mekanik yang dipergunakan mengakibatkan bentuk geometri lereng tambang tidak teratur.
KARAKTERISTIK MATA AIR PANAS DAERAH PANAS BUMI DESA AKESAHU GAMSUNGI KECAMATAN JAILOLO TIMUR KABUPATEN HALMAHERA BARAT PROPINSI MALUKU UTARA Djainal, Herry
DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.839 KB)

Abstract

Tujuan penelitin penelitian mengetahui Karakteristik Mata Air Panas Daerah Panas Bumi Desa Akesahu Gamsungi Kecamatan Jailolo Timur Kabupaten Halmahera Barat Propinsi Maluku Utara Karakteristik mata air panas daerah Akesahu relatif bersifat netral (pH = 6.10 – 7.50 ) yang sebagian besar bertipe air klorida dengan temperatur antara 37.0 – 45.1° C) dan debit antara 0.20 – 1.50 liter/ detik dan berada di daerah “ immature waters”. , dapat diperkirakan bahwa sistem air panas yang muncul di daerah panas bumi Akesahu terletak pada zona “upflow” dengan suhu bawah permukaan sebesar 145-198 º C dan merupakan sistem reservoar dominasi air panas (“water heated reservoir”).

Page 1 of 1 | Total Record : 8