cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINTEK
ISSN : 19793855     EISSN : 25988891     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 10 No 2 (2017): DINTEK" : 10 Documents clear
PEMODELAN KADAR NIKEL LATERIT DAERAH PULAU OBI DENGAN PENDEKATAN METODA ESTIMASI ORDINARI KRIGING Conoras, Wawan A.K.
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemodelan endapan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam bidang eksplorasi terutama  dalam  penaksiran  cadangan. Penelitian ini dilakukan untuk memodelkan geometri endapan bijih nikel laterit dengan metoda estimasi geostatistik Ordinary kriging (OK). Hasil estimasi OK kadar pada Blok  memiliki nilai kadar rata-rata Ni 0.91%  dan Fe 33.00% dengan Standar Deviasi masing-masing  Ni 0.25% dan Fe 11.74%. Hasil estimasi OK memperlihatkan Ni dengan kadar Ni > 1.6% hanya menempati wilayah utara Blok sedangkan sedangkan Ni kadar rendah berada di tengah blok menyebar ke selatan blok dan di ikuti dengan kenaikan Fe > 30%  yang juga menempati tengah sampai selatan blok.  
SISTEM MONITORING AKADEMIK DI SMA MUHAMMADIYAH TERNATE BERBASIS WEB SERVICE SURATIN, MUHAMMAD D
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem monitoring siswa penting untuk membantu orang tua/wali murid dalam mengawasi aktifitas anaknya di sekolah. Pada penelitian ini, dibangun sebuah sistem berbasis Web Service menggunakan bahasa pemograman PHP dengan library NuSOAP di SMA Muhammadiyah Ternate yang menyediakan informasi perihal nilai, absensi, jadwal pelajaran, ekstrakulikuler, dan pembayaran. Sistem ini dapat diakses oleh aplikasi mobile client berbasis Java 2 Mobile Edition (J2ME). Dari hasil uji coba simulasi menggunakan jaringan localhost dengan 125 data siswa, semua method bisa diakses oleh client dan  respon dari data request bisa disajikan lintas platform (Web, HP).
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT AKURASI METODE AVERAGE BASED FTS MARKOV CHAIN DENGAN AUTOMATIC CLAUSTERING FTS MARKOV CHAIN DALAM PERAMALAN DATA TIMESERIES Noh, Junaidi
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.679 KB)

Abstract

Paper ini mendiskusikan tentang perbandingan tingkat akurasi peramalan data time series antara metode Average base fuzzy time series markov chain dengan metode Aoutomatic Clausterisng fuzzy time series Markov Chain. Pengujian dua metode ini dilakukan dengan menggunakan data history jumlah kecelakaan lalulintas. Tingkat akurasi peramalan yang digunakan adalah dengan mengukur prosentase kesalahan peramalan mean absolute percentage error (MAPE) dari dua metode tersebut. Dari hasil pengujian, diperoleh MAPE sebesar 16.3 %  untuk metode Average base fuzzy time series markov chain  dan MAPE untuk metode Aoutomatic claustering fuzzy time series markov chain sebesar 14,40 %.
PENGARUH AKTIVITAS PENAMBANGAN EMAS TERHADAP KONDISI AIRTANAH DANGKAL DI DUSUN BERINGIN KECAMATAN MALIFUT PROVINSI MALUKU UTARA Djunaidi, Muhammad; Djainal, Herry
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.561 KB)

Abstract

Air merupakan salahsatu sumber kehidupan umat manusia. Apabila air telah tercemar maka akan mengakibatkan kerugian yang besar bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Di karenakan hampir semua makhluk hidup di muka bumi ini memerlukan air. Dan di perkirakan ≥ 71% dari luas permukaan bumi ini terdiri atas air dan jumlah air di muka bumi ini akan bertambah seiring dengan adanya global warning pada masa sekarang ini.   Analisis Status mutu air sungai mengunakan metode indek pencemaran Untuk mengetahui status mutu air, maka di gunakan metode storet  untuk menghitung berapa besar tingkat pencemaran pada airtanah. Dari perhitungan menggunakan metode storet didapatkan bahwa status mutu air berada pada cemar sedang (-20). Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara non teknis dan cara Teknis. Sedangkan solusi yang baik dalam menangani masalah tersebut, yaitu dengan pembuatan sumur resapan air (SRA) dan perlu kesadaran dari masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan agar tidak terjadi pencemaran.
An Aplication Forcasting of Water Consumption at PDAM Tirtamarta Using Exponential Smoothing based Thematic Map Santosa, M
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.48 KB)

Abstract

Permintaan konsumsi air pada Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Tirtamarta yang setiap saat bisa berubah-ubah tingkat volumenya,  maka diperlukan suatu alat bantu bagi PDAM dalam melakukan perencanaan produksi pada masa yang akan datang. forecasting diperlukan untuk membantu menentukan berapa besar permintaan yang akan terjadi, sehingga dapat diambil tindakan yang tepat untuk memenuhinya. Pada peramalan jarang ditemukan metode superior tunggal, untuk itu perlu diujicobakan beberapa metode forecasting yang sesuai yang diterapkan, sehingga dalam penelitian ini dipakai metode single exponential smoothing, double exponential smoothing dan triple exponential smoothing. Sistem informasi geografis merupakan tool yang dapat mengumpulkan, menyimpan, mengintegrasikan, mengolah, dan menganalisis objek-objek fenomena dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting sangat membantu dalam distribusi air. Pada kasus peramalan konsumsi air di PDAM Tirtamarta ini tidak ada metode yang signifikan paling baik, beberapa kecamatan mempunyai pola yang berbeda. Ada 3 metode yang menunjukkan paling tepat dalam peramalan konsumsi air yaitu single moving averages, double moving averages dan  single exponential smoothing. Sistem ini dapat memberikan informasi lokasi sumber air, reservoir, serta dapat digunakan untuk menghitung peramalan konsumsi air pada bulan yang akan datang berdasarkan wilayah  kecamatan yang terintegrasi dengan peta serta memberikan informasi visual dalam bentuk peta tematik  sehingga jumlah konsumsi air pelanggan suatu kecamatan bisa disajikan dalam bentuk visualisasi peta tematik. hal ini bisa mempermudah pihak manajemen dalam memahami informasi yang disampaikan. Output informasi dan hasil peramalan tersebut dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam perencanaan produksi oleh manajemen PDAM Tirtamarta.
DEBIT AIR LIMPASAN SEBAGAI RISIKO BENCANA PERUBAHAN LUAS SUNGAI TUGURARA DI KOTA TERNATE, PROVINSI MALUKU UTARA Rasai, Julhija
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.513 KB)

Abstract

Sungai Tugurara adalah salah satu Daerah Aliran Sungai (DAS) pada Gunungapi Gamalama yang memiliki risiko bencana terhadap masyarakat seperti luapan banjir lahar.Sungai Tugurara berada disebelah utara Kota Ternate, tepatnya di Kecamatan Ternate Utara, yang dihuni oleh masyarakat di tiga Kelurahan yaitu, Kelurahan Tubo, Kelurahan Akehuda dan Kelurahan Dufa-Dufa.Kawasan Sungai Tugurara secara geologi merupakan daerah aliran lahar muda yang terjadi pada tahun 1840, 1897 dan 1907 dengan material tidak kompak.Kondisi tersebut apabila terjadi limpasan (runoff) dapat menyebabkan perubahan luas Sungai Tugurara.Penelitian ini menggunakan metode pengujian statistik korelasi product moment dan uji signifikan korelasi product moment. Hasil penelitian diketahui bahwa debit air limpasan berhubungan dengan perubahan luas Sungai Tugurara. Perubahan luas Sungai Tugurara menjadi lebih besar karena besarnya debit air limpasan mampuh menggerus batuan pada dinding sungai dan menyebabkan longsoran dinding sungai serta membawah material disepanjang sungai sebagai bencana luapan banjir lahar pada kawasan permukiman ditiga kelurahan pada tahun 2011. Dengan demikian perubahan luas Sungai Tugurara, terjadi sangat signifikan. Hasil uji korelasi product moment diketahui bahwa nilai koefisien korelasi sangat kuat sebesar 0.994 dan signifikan adanya nilai r hitung (rh>rt) r tabel sebesar 0.950, maka Ha diterima dan nilai koefisien dapat diberlakukan pada populasi sampel diambil.
ESTIMASI POTENSI KADAR NIKEL LATERIT DAERAH WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH DENGAN PENDEKATAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGH (IDW) Djainal, Herry; Konoras, Wawan AK
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.85 KB)

Abstract

Estimasi sumberdaya merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kegiatan penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sumberdaya nikel laterit dengan menggunakan metode estimasi Inverse Distance Weigh (IDW) untuk mengetahui pola sebaran kadar Ni dan Fe2o3 dan jumlah tonase kadar dalam bentuk tabulasi kadar berdasarkan Cut of Grade. Hasil estimasi dengan 221 jumlah lubang bor yang menggunakan metode Inverse Distance Weigh diperoleh jumlah tonase pada Upper 43.255.749 ton dan kadar rata-rata Ni 0.64%, untuk Limonit Ore 41.515.514 ton dengan kadar Ni rata-rata 1.20 %, dan jumlah tonase Saprolit Ore 116.395.320 ton dengan kadar Ni rata-rata 1.53 %.
STUDI ANALISIS PELAT BETON BERTULANG MENGGUNAKAN PROGRAM SAFE DAN ETABS Priambod, Yudit Agus; Umasangaji, Ihwanudin
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.607 KB)

Abstract

Kemajuan sains dan teknologi telah terdapat program pemodelan struktur yang dengan kelebihan serta keunggulannya dapat membantu bagi para insinyursipil  diantaranya adalah program SAFE dan ETABS.Kedua program ini masing – masing mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam mendesain model struktur pelat beton bertulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisis momen pelat beton serta tulangan pelat beton bertulang dengan menggunakan program SAFE dan ETABS. Ada tiga pemodelan struktur yang digunakan yaitu semua dua bentang pelat untuk tipe I dengan perbandingan ly/lx = 1, tipe II dengan ly/lx =1.5 dengan sisi lx sejajar, dan tipe III dengan ly/lx =1.5 dengan sisi ly sejajar.  Dari hasil analisis momen pelat beton untuk tipe I dengan ly/lx=1, program ETABS masih dapat dipakai karena hasilnya cukup konservatif namun tidak untuk tipe II dan III khusunya momen lapangannya. Hasil analisis tulangan pelat beton untuk tipe I dengan ly/lx=1, program ETABS masih dapat dipakai karena hasilnya cukup konservatif dibansing SAFE namun tidak untuk tipe II dan III khusunya momen lapangannya dimana ly/lx=1.5.
RENCANA PENGEMBANGAN WILAYAH BERDASARKAN KUALITAS AIR TANAH STUDI KASUS ; KECAMATAN KOTA MABA Umar, Ruslan M
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.382 KB)

Abstract

Kegiatan pertambangan merupakan salah satu kegiatan yang merusak lingkungan. Untuk dapat meminimalisasi beban kontaminasi pencemaran ke lingkungan perairan airtanah dan sungai. Pencemaran air sering terjadi salah satunya akibat dari kegiatan pertambangan di sekitar Kecamatan Kota Maba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis baku mutu airtanah sesuai dengan peruntukan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001. Hasil penelitian terhadap parameter kimia yaitu parameter amonia dan parameter flourida yang telah melewati baku mutu airtanah sebagaimana yang telah di atur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001. Sehingga perlu di jaga kawasan-kawasan daerah tangkapan air hujan sesuai dengan strategi pengembangan wilayah di Kecamatan Kota Maba.
STUDI PIPA PESAT PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) Kamis*, Marlina; Amir **, Ruslan
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.706 KB)

Abstract

Kekasaran penstock dan turbulensi aliran air menyebabkan munculnya rugirugi (headloss). Semakin tajam sudut belokan maka semakin besar headlossnya walaupun memiliki panjang datar/L yang kecil artinya panjang miring penstock kecil. Tetapi jika sudut belokan kecil maka headloss juga mengecil namun panjang datar/L memanjang artinya panjang miring penstock memanjang sehingga headloss utama membesar akibat bertambahnya panjang penstock. Tujuan  penelitian ini dikaji tentang hubungan sudut belokan pipa pesat/penstock dengan daya listrik terbangkitkan. Analisis data menggunakan persamaan hidrolika dan coba dengan berbagai kasus Hgross yaitu 4,8, dan 12 m. Hasil analisis ditampilkan dalam bentuk tabel untuk tiap kasusnya. Selanjutnya dibahas bagaimana hubungan antara daya listrik terbangkitkan dengan sudut belokan pipa pesat/penstock dengan mempertimbangkan headloss yang ada. Berdasarkan hasil analisis maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi Hgross maka semakin besar pula sudut belokan pipa pesat yang efektif (memberikan daya listrik terbesar) artinya panjang pipa pesat semakin pendek seperti pada kasus 1a dengan Hgross = 4 m maka sudut belokan efektifnya 35º sedangkan untuk Hgross =12 m maka sudut belokan efektifnya 50º. Semakin besar debit maka semakin kecil pula sudut belokan pipa pesat yang efektif (memberikan daya listrik terbesar) seperti pada kasus 1 dengan Q = 2 m maka sudut belokan efektifnya untuk Hgross =12 m adalah 50º sedangkan untuk kasus 3 dengan Q = 1.4 m maka sudut belokan efektifnya untuk Hgross =12 m adalah 35º. Akan tetapi pipa pesat juga semakin panjang akibat besarnya debit sehingga perlu dipertimbangkan juga terhadap biaya konstruksi akibat hal tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10