cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINTEK
ISSN : 19793855     EISSN : 25988891     DOI : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue " Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008" : 2 Documents clear
PENINGKATAN PRODUKSI PERALATAN PEMOTONGAN DIAMOND WIRE PADA PENAMBANGAN MARMER Djainal, Herry; Saing, Zubair
DINTEK Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tingkat produksi alat potong diamond wire pada proses pemotongan blok marmer baik secara horisontal maupun vertikal. Pengamatan terhadap alat potong tersebut dilakukan pada salah satu perusahaan penambangan marmer di daerah Jawa barat, yaitu pada PT mandala Marmer Indonesia. Target Produksi alat potong diamond wire sawin ”yang direncanakan adalah 20 m2/hari untuk satu alat potong, baik pemotongan secara horisontal maupun vertikal dengan rata-rata jam kerja 7 jam/hari. Berdasarkan pengamatan di lapangan produksi alat diamond wire sawing secara horisontal maupun vertikal belum sesuai dengan target produksi yang di rencanakan oleh pihak perusahaan. Oleh karena itu untuk mencapai target produksi  yang direncanakan, maka perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan guna pencapaian target produksi, yaitu; 1.Peningkatan Efisiensi kerja alat dengan cara; meningkatkan disiplin kerja karyawan, melakukan pemeliharaan berkala pada peralatan, menyediakan air yang cukup untuk pemotongan, menyediakan stok bahan baka; 2.Memberi motifasi kerja pada karyawan; 3.Memberi pemahaman yang cukup terhadap pekerjaan yang dihadapi. Setelah adanya upaya perbaikan maka kemampuan produksi alat diamond wire sawing dapat ditingkatkan, untuk pemotongan horisontal dapat ditingkatkan menjadi 21,33% sedangkan untuk pemotongan vertikal ditingkatkan menjadi  21.34%. Sehingga produksi diamond wire secara horizontal setelah upaya perbaikan menjadi 20,30 m2 / hari , sedangkan produksi diamond wire secara vertikal setelah upaya perbaikan menjadi 20,99 m2 / hari
KAJIAN TEKNIS PENINGKATAN TARGET PRODUKSI ALAT PEREMUK PADA PENAMBANGAN BATUGAMPING Djunaidi, Muhammad
DINTEK Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peremukan batugamping menggunakan alat peremuk Hammer crusher dengan setting alat 6 mm dan mempunyai kapasitas desain alat sebesar 8 ton/jam dan juga dilakukan penambahan Grizzly diatas hopper dengan spacing  sebesar 100 mm. Selain penambahan Grizzly diatas hopper dapat juga dilakukan dengan penambahan screen (efisiensi screen adalah 90 %) dibawah hopper dengan tujuan memisahkan ukuran umpan yang berukuran – 6 mm agar tidak perlu masuk ke dalam alat peremuk tetapi langsung menjadi produk, sehingga dapat mengurangi beban kerja dari alat peremuk. Kadar air yang terdapat pada daerah penimbunan hasil penambangan sebesar 5,95 % dapat diminimalkan dengan cara memperluas tempat penimbunan sebesar 210 m2, maka kadar air dapat diturunkan mencapai 5 %, sehingga waktu penurunan dapat diminimalkan dari 6 hari menjadi 4 hari . Dalam upaya memenuhi sasaran produksi sebesar 23,33 ton/jam dapat dilakukan beberapa alternatif lain, yaitu: 1. dengan menambah jumlah pengumpanan sebesar 4,224 ton/jam dapat meningkatkan efektifitas hammer crusher dari 39,60 % menjadi 57,31 % sehingga produksinya menjadi 24,56 ton/hari; 2. dengan meningkatkan waktu kerja efektif yang semula 305,28 menit menjadi 353,8 menit, dapat meningkatkan efisiensi kerja dari 72,68 % menjadi 84,238 %, sehingga produksinya menjadi sebesar 18,68 ton/hari dan 3. dapat meningkatkan produksi menjadi 24,90 ton/hari dan  dengan penambahan jam kerja sebesar 60 menit/hari sehingga waktu kerja menjadi 8 jam/hari dapat meningkatkan produksi sebesar 28,47 ton/hari. Dari beberapa alternatif peningkatan produksi disimpulkan bahwa, dengan peningkatan waktu kerja efektif belum dapat memenuhi sasaran produksi, sedang penambahan pengumpanan dan penambahan waktu kerja dapat memenuhi.

Page 1 of 1 | Total Record : 2