cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Tarbiyatuna
ISSN : 20860889     EISSN : 25794981     DOI : -
Journal Tarbiyatuna contains scientific articles and research results in the field of Islamic education include; Islamic Education Thought, Islamic Education Management, Islamic Education Policy, Issues of Islamic Education, Islamic Education Philosophy, Basic Islamic Education, Islamic Religious Education, and Islamic Education Curriculum. This journal is published twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Peranan Tasawuf Falsafi Dalam Metodologi Pendidikan Islam Iman, Muis Sad
Tarbiyatuna Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.689 KB)

Abstract

Konsep etikal tentang Tuhan berkembang di kalangan zuhhad atau asketik sebagai embrio sufisme. Pandangan mereka tentang Tuhan tidak terbatas seperti pendapat mutakallimin, tetapi lebih dari itu. Menurut mereka zat Tuhan adalah sumber dari segala keindahan dan kesempurnaan, juga diyakini bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan, daya-iradat yang mutlak. Tuhan adalah pencipta tertinggi, pengatur segala kejadian dan asal segala yang ada. Berkembangnya tasawuf sebagai jalan dan latihan untuk merealisir kesucian batin dalam perjalanan menuju kedekatan dengan Allah Swt, juga menarik perhatian para pemikir muslim yang berlatar belakang teologi dan filsafat. Dari kelompok inilah tampil sejumlah sufi yang filosofis atau filosof yang Sufis. Konsep-konsep tasawaf mereka disebut tasawuf falsafi yakni tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat. Pemikiran-pemikiran filsafat tersebut menjadi inspirasi dalam pengembangan metodologi pendidikan Islam. Metodologi yang diharapkan adalah metode-metode yang membantu memudahkan pemahaman dan mengarahkan pada kesempurnaan Tuhan. Baik melalui konsep manusia, manusia dalam perkembangannya, konsep ilmu pengetahuan dan fungsinya, cara manusia memperoleh ilmu pengetahuan, serta dalam proses pembelajaran dan fungsi lembaga.
Revitalisasi Madrasah Sebagai Lembaga Pendidikan Integratif- Alternatif Witanti, Fitria Nita
Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.359 KB)

Abstract

Pendidikan Islam adalah suatu pendidikan yang melatih perasaan murid-muriddengan cara begitu rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan, dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan, mereka dipengaruhi sekali oleh nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai etis Islam. Perkembangan pendidikan Islam identik dengan perkembangan pondok pesantren. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran Islam dilaksanakan di pondok pesantren Madrasah oleh sebagian masyarakat masih dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai lembaga pendidikan “kelas dua”. Akibatnya meski secara yuridis keberadaan madrasah sejajar dengan sekolah formal lain, madrasah hanya umumnya diminati siswa dengan kemampuan inteligensi dan ekonomi yang pas-pasan. Disisi lain madrasah kurang didukung oleh sumberdaya yang memadai ditambah dengan kebfijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah cenderung terasa menyulitkan upaya-upaya pengembangan madrasah seperti banyaknya bidang studi yang harus diajarkan, distribusi kepegawaian guru dan penyediaan sarana prasarana. Kondisi madrasah sebagian besar menghadapi siklus negatif atau lingkaran setan tak terpecahkan (unsolved problems): kulitas raw input (siswa, guru, fasilitas) rendah, proses pendidikan tidak efektif, kualitas lulusan rendah dan kepercayaan stake holder terutama orang tua dan pengguna lulusan rendah. Madrasah semestinya tidak terpengaruh untuk mengikuti pola pengembangan sekolah umum yang dianggap lebih baik, sebaliknya madrasah harus mempertahankan karakteristrik dan mengembangkannya. Dalam hal ini, yang dibutuhkan madrasah adalah penguatan dan pengembangan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM, dan mengembalikan ruh madrasah sebagai sekolah berbasis masyarakat dan karakteristik keagamaan yang kuat.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Kelas Terhadap Hasil Belajar IPA di MI Muhammadiyah Kalibanger Kabupaten Temanggung Purnamawanti, Cahyaning; Suliswiyadi, Suliswiyadi; Nugroho, Irham
Tarbiyatuna Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.057 KB) | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v9i1.2088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik guru kelas terhadap hasil belajar IPA di MI Muhammadiyah Kalibanger Kabupaten Temanggung. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MI Muhammadiyah Kalibanger Kabupaten Temanggung yang berjumlah 218 siswa. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI MI Muhammadiyah Kalibanger Kabupaten Temanggung yang berjumlah 34 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan dokumentasi yang digunakan untuk mengetahui variabel kompetensi pedagogik guru kelas dan hasil belajar IPA. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS for windows versi 20.0. Hasil analisis diskriptif dari penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru kelas dalam kategori baik, mencapai 52,95%. hasil belajar IPA dalam kategori baik, mencapai 55,88%. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji korelasi product moment diperoleh nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,619, berdasarkan rumus df=N-nr=34-2=32 diketahui r tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu 0,349 dan r tabel pada taraf signifikan 1% yaitu 0,449, maka rxy sebesar 0,619 tersebut lebih besar apabila dibangdingkan dengan r tabel pada taraf signifikansi 5% maupun pada taraf signifikansi 1%. Dengan demikian Ha yang diajukan diterima, sedangkan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif antara kompetensi pedagogik guru kelas dengan hasil belajar IPA siswa kelas VI MI Muhammadiyah Kalibanger.
Manajenem Kurikulum Pengembangan Pribadi Muslim (KPPM) (Studi di SD Islam Al-Azhar 31 Yogyakarta) Baihaqi, Akhmad
Tarbiyatuna Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.658 KB)

Abstract

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan itu. Isi kurikulum pendidikan dasar, harus memuat lima kelompok bahan kajian (Pasal 6 PP Nomor.19 tahun 2005), diantaranya adalah pendidikan agama. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan agama harus ada pada semua jenis, alur, dan jenjang pendidikan. Hal ini merupakan usaha untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut oleh peserta didik, memperhatikan tuntunan untuk menghormati (pemeluk) agama lain dan menjaga kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional
Penguatan Kelembagaan Amal Usaha Muhammadiyah (Studi Kasus Di MIM PK Wirogunan) Mangifera, Liana; Isa, Muzakar
Tarbiyatuna Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.236 KB)

Abstract

MI Muhammadiyah Program Khusus (MIM PK) Desa Wirogunan Kecamatan Kartasura Sukoharjo merupakan salah satu amal usaha di bidang pendidikan yang dimiliki Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Wirogunan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. MIM PK Wirogunan ini merupakan lembaga pendidikan baru yang didirikan pada tahun 2014. Dalam menghadapi persaingan pendidikan dasar yang semakin ketat, maka MIM PK Wirogunan ini harus memiliki kelembagaan yang baik. Permasalahan yang dihadapi MIM PK Wirogunan adalah belum memiliki kelembagaan yang baik seperti perencanaan strategis sekolah masih seadanya dan aturan main stakeholders terkait belum disusun dengan baik. Tujuan kegiatan ini adalah pendampingan bagi MIM PK Wirogunan dalam menyusun kelembagaan organisasi. Kegiatan ini dilakukan melalui pendampingan bagi pimpinan sekolah dan guru untuk menyusun kelembagaan sekolah. Berdasarkan hasil pendampingan, MIM PK Wirogunan sudah memiliki kelembagaan yang lebih baik, seperti (1) terumuskannya hubungan antara PRM, BPH, Kepala Madrasah, Dewan Guru dan Komite Sekolah, (2) tersusunya struktur organsiasi dan job desk yang lebih jelas, dan (3) memiliki rencana strategis madrasah yang di susun dengan melibatkan stakeholders terkait.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Dengan Menggunakan Strategithink-Pair Share Di MI Ma’arif Sambeng Borobudur Chusniati, Chusniati; Iman, Muis Sad; Sari, Kanthi Pamungkas
Tarbiyatuna Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.537 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui penggunaan strategi Think-Pair Share siswa kelas IV di MI Ma’arif Sambeng Borobudur. Populasi penelitian ini adalah 85 siswa MI Ma’arif Sambeng Borobudur. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan penelitian tindakan kelas, sehingga subyek penelitian yang diambil adalah seluruh siswa kelas IV MI Ma’arif Sambeng Borobudur tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 15 siswa Analisis deskriptif mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata kelas siswa dari 56,7 menjadi 76 pada siklus I. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kelas siswa 52,7 menjadi 86. Setelah dilaksanakan penelitian hanya tedapat 1 siswa yang memperoleh nilai masih di bawah KKM, sedangkan sebelum dilaksanakan penelitian ada 9 siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM. Hasil analisis korelasi t tes one group pretest-posttest desain menunjukkan penggunaan strategi Think-Pair Share memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa sebesar 6,99. Bila dikonsultasikan dengan t tabel dengan df = 14 hasilnya adalah t_(5%)= 2,14 < t_(o=)6,99 > t_(1%)= 2,98 yang artinya penerapan strategi Think-Pair Share pada pembelajaran matematika di MI Ma’arif Sambeng Borobudur dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Menumbuhkan Dan Mengembangkan Mutu Sekolah Unggul Di Kabupaten Magelang Suliswiyadi, Suliswiyadi
Tarbiyatuna Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.033 KB)

Abstract

Sekolah unggulan sesungguhnya merupakan sebuah upaya strategis untuk mengejar ketertinggalan bangsa ini dari negara-negara lainnya. Sekolah unggulan dianggap mampu menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berujung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dimana indeks pembangunan manusia Indonesia menurut Human Development Index, masih dalam posisi memprihatinkan. Sekolah unggulan dibangun secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah, bukan hanya oleh pemegang otoritas pendidikan. Keunggulan sekolah terletak pada bagaimana cara sekolah melakukan rancang-bangun sekolah sebagai organisasi. Bagaimana struktur organisasi pada sekolah itu disusun, bagaimana warga sekolah berpartisipasi, bagaimana setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab yang sesuai dan bagaimana terjadinya pelimpahan dan pendelegasian wewenang yang disertai tangung jawab. Semua itu bermuara kepada kunci utama sekolah unggul adalah keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Pemetaan kapasitas kriteria sekolah efektif di Kabupaten Magelang, secara seksama ditemukan potret gradasi sekolah sebagaimana dikategorikan berikut: (a) Sekolah efektif, berada di wilayah strategis, espektasi tinggi, kepemimpinan profesional, prestasi akademik baik, namun tidak memiliki ketercukupan sarpras, (b) Sekolah efektif, berada di wilayah kurang strategis, espektasi tinggi, kepemimpinan profesional, prestasi akademik cukup baik, memiliki ketercukupan sarpras, (c) Sekolah kurang efektif, berada di wilayah kurang strategis, espektasi tinggi, kepemimpinan kurang profesional, prestasi akademik cukup baik, memiliki ketercukupan sarpras, dan (d) Sekolah kurang efektif, berada di wilayah strategis, espektasi tinggi, kepemimpinan kurang profesional, prestasi akademik cukup baik, namun tidak memiliki ketercukupan sarpras.
Al-Munaasabah (Cabang Ulumul Qur’an) Iman, Muis Sad
Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.04 KB)

Abstract

Al-Qur’anul Karim adalah mukjizat Islam yang kekal dan selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ia diturunkan oleh Allah Swt kepada Rasulullah Saw sebagai petunjuk hidup manusia agar bahagia dan selamat di dunia dan akhirat. Untuk memahaminya dibutuhkan uluumul Qur’an. Dalam perkembangan ulumul Qur’an selanjutya lahirlah ilmu Al-Munasabah. Orang pertama yang menulis ilmu munasabah ialah Abu Bakar An Naisaburi (324 H) kemudian disusul oleh Abu Ja’far Ibnu Zubeir kemudian diteruskan oleh Burhanudin al-Buqa’i kemudian As-Suyuti serta M.Shodiq Al-Ghimari. Pembicaraan Al-Munaasabah berkisar pada hubungan antar kalimat, antar ayat, dan surat dengan surat dalam Al-Qur’an Al-Karim. Mencari persesuaian tersebut tidak ada nashnya, karena itu derajat¬nya ijtihady bukan tauqifi. Sebagai produk ijtihad maka adanya berlainan pendapat di kalangan mufassir adalah hal yang wajar. Oleh sebab itu tidak tepat suatu hasil ijtihad mengikatkan orang lain untuk mengikuti atau menolaknya. Jadi peranan munaasabah adalah sebagai "alat penolong" dalam menafsirkan ayat dan sifatnya tidak merngikat.
Resepsi Estetik Pada Lukisan Kaligrafi Sakban Yadi Akbar Pahala, Agam
Tarbiyatuna Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.988 KB) | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v9i1.2067

Abstract

Al-Qur’an hadir untuk merespon setiap kondisi dan situasi berbagai masalah, salah satunya adalah respon terhadap aspek keindahan, reaksi ini muncul baik dari aspek tulisan, aspek bacaan, maupun aspek bunyi. Berbagai macam ragam respon yang muncul berdasarkan pemahaman dan keahlian yang dimiliki setiap manusia baik dengan cara melihat atau mendengar. Bagi Sakban Yadi makna merupakan bagian yang terpenting dari suatu proses pembacaan guna melahirkan suatu interaksi dan tafsiran diantara manusia dan Al-Qur’an itu sendiri. Tanpa adanya pembaca dan penafsir dari Al-Qur’an itu sendiri teks tidak akan mampu berbicara mengenai dirinya sendiri. Penelitian ini dimaksudkan guna menjelaskan bagaimana proses interaksi antara Sakban Yadi dengan Al-Qur’an itu sendiri di dalam membangun makna dan kemudian memvisualisasikan kedalam bentuk karya seni lukis kaligrafi. Peneliti berasumsi bahwa karya kaligrafi Sakban Yadi memiliki relevansi antara prespektif Sakban Yadi sebagai seorang muslim yang sekaligus sebagai seorang seniman yang melibatkan pada proses pemahamannya terhadap isi kandungan Al-Qur’an. Peneliti disini ingin mendiskripsikan bagaimana pola dan proses berfikir Sakban Yadi dalam membaca teks Al-Qur’an dan kemudian mengaktualisasikannya kedalam bentuk karya seni lukis kaligrafi Al-Qur’an.
Implementasi Metode Pendidikan Seks Untuk Anak Dalam Keluarga (Perspektif Pendidikan Islam) Martini, Martini; Mawardi, Imam
Tarbiyatuna Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.442 KB)

Abstract

Pendidikan seks menjadi salah satu isu yang hangat diperbincangkan oleh semua lapisan masyarakat. Topik berkaitan metode pendidikan seks merupakan aspek penting untuk diperbicangkan karena perlu difahami secara jelas dan mendalam sebelum program tersebut dilaksanakan. Ketiadaan metode pendidikan yang efektif akan menghambat atau membuang waktu dan tenaga secara percuma dalam upaya pendidikan. Untuk itu dalam melaksanakan tanggungjawab pendidikan seks harus kembali pada konsep Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan seks dalam Islam. Selain itu, untuk mengetahui metode penyampaian pendidikan seks pada anak serta implementasinya dalam lingkup keluarga. Penelitian ini merupakan suatu penelitian literatur yang biasa dikenal dengan Library Research. Dalam tingkatan penjelasannya, penelitian ini bersifat deskriptif karena penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sedangkan dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode Content Analysis. Hasil penelitian implementasi metode pendidikan seks untuk anak  dalam  keluarga (perspektif pendidikan Islam ) menunjukan bahwa: (1) Pendidikan seks dalam Islam merupakan bagian integral dari pendidikan akidah, akhlak, dan ibadah. Pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, dan penerangan mengenai arti, fungsi dan tujuan seks, sehingga anak dapat menyalurkan dengan benar. Pendidikan seks dalam Islam untuk anak adalah sebagai tindakan preventif. Keluarga merupakan tempat yang terbaik untuk menyampaikan informasi tentang seks. Orang yang pertama bertanggungjawab atas pendidikan seks adalah orangtua. (2) Metode pendidikan seks menurut Islam meliputi: keteladanan, pembiasaan, tanya jawab, nasehat, cerita, perumpamaan, dan hukuman. (3) Implementasi metode pendidikan seks untuk anak dalam keluarga disesuaikan dengan katakteristik setiap fase pertumbuhan kejiwaan anak, serta dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.