E-Structural
ISSN : 26218844     EISSN : 26219395
E-Structural is a scientific journal that is managed and published by the English Department of Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Indonesia. It is committed to publishing studies in the areas of English linguistics, literature, translation, and culture. E-Structural is published twice a year, in June and December. The articles published in E-Structural undergo a peer-review process by local and international reviewers
Articles
12
Articles
Subtitling Strategies of Po’s Utterances in Kung Fu Panda Movie

Adinusa, Hiroka Putra, Asmarani, Rahmanti

E-Structural Vol 1, No 01 (2018): June 2018
Publisher : E-Structural

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.152 KB)

Abstract

Abstract. This research is entitled “Subtitling Strategies of Po’s Utterances in Kung Fu Panda Movie”. The aim of this research is to find out the subtitling strategies of Po’s Utterances in Kung Fu Panda Movie. This research used descriptive qualitative method to describe then analyze the subtitling strategies of Po’s utterances in Kung Fu Panda movie. The steps of analyzing data are: collecting the data, identifying the data, classifying the data, analyzing the data, and the last step is drawing the conclusion. Transfer strategy has the most frequency in Po’s utterances in Kung Fu Panda movie, the percentage reaching 53,91% over half of Po’s utterances. Transfer strategy is translated more easily because this strategy translating the source language completely and accurately into the target language. So it is easy to make the audience understand from the source language to the target language with the original meaning from this movie. Meanwhile, transcription has the least frequency in Po’s utterances, the percentage is 2,90%. Transcription strategy is found rarely because this strategy is used to translate a language when there exist unusual term in the source language (SL), like nonsense language and third language. So it is difficult to find out transcription strategy in Kung Fu Panda movie.Keywords: Subtitling Strategies, Transcription, Transfer, UtterancesAbstrak.  Penelitian ini berjudul “Strategi Penerjemahan pada Ujaran Po sebagai tokoh utama di Film “Kung Fu Panda” dengan tujuan untuk mengetahui strategi penerjemahan ujaran Po di film Kung Fu Panda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan dan menganalisis strategi penerjemahan ujaran Po di film “Kung Fu Panda”. Tahapan-tahapan analisis adalah : mengumpulkan data,  mengidentifikasi data,  mengelompokkan data, menganalisis data, dan tahap terakhir adalah mengambil kesimpulan. Strategi transfer memiliki frekuensi paling tinggi dalam ujaran Po di film Kung Fu Panda, dengan persentase mencapai 53,91% lebih dari setengah ujaran Po. Strategi transfer merupakan strategi yang lebih mudah digunakan karena strategi ini menerjemahkan bahasa sumber secara lengkap dan akurat ke dalam bahasa sasaran. Jadi lebih mudah untuk membuat penonton mengerti bahasa sumber ke bahasa target melalui makna asli dari film tersebut. Sementara, transkripsi memiliki frekuensi terendah dalam ujaran Po, persentasenya 2,90%. Strategi transkripsi jarang ditemukan karena strategi ini digunakan untuk menerjemahkan bahasa ketika ada istilah yang tidak biasa dalam bahasa sumber (BS), seperti kata-kata yang tidak bermakna atau bahasa lain. Dengan demikian strategi transkripsi tidak banyak ditemukan dalam film “Kung Fu Panda” ini.Kata kunci: strategi penerjemahan, transkripsi, transfer, ujaran

Analyses of Short Stories Using Lacan’s Psychoanalysis

Budiman, Muhammad Arief, Listyarini, Ikha

E-Structural Vol 1, No 01 (2018): June 2018
Publisher : E-Structural

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.884 KB)

Abstract

Abstract. Short stories tell story about imaginative people called characters, including the ones in the monthly magazines and online sources. The purpose of this research is to know the characteristics of the characters portrayed in the short stories published in monthly magazine “Nurul Hayat” and online sources. This research is qualitative descriptive. The subject of research is 15 short stories; 12 short stories from monthly magazine “Nurul Hayat” and three short stories from websites. Data collection tools use documentation. Data analysis techniques are using Miles and Huberman techniques. The results indicate that the short stories published in “Nurul Hayat” magazines and in the website deliver positive and constructing ideas. Those stories tell that as a person we should not easily give up when facing difficult obstacles. They also say that all obstacles can be overcome as Lord does not create them exceeding the human capability. It means that when we try our best, there will be solutions to the problems we face. For that, the researchers agree if these kinds of stories will be used as teaching media to the children.Keywords: lacanian psychoanalyses, short stories Abstrak. Cerita pendek (cerpen) mengisahkan tentang orang khayalan yang disebut karakter, termasuk cerpen-cerpen dalam majalah bulanan dan online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tokoh-tokoh yang digambarkan di dalam cerita pendek yang terbit dalam majalah bulanan “Nurul Hayat” dan sumber online lainnya. Penelitian ini  merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 15 cerita pendek; 12 cerita pendek dari majalah bulanan “Nurul Hayat”  dan tiga cerita pendek dari sumber online. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik  Miles and Huberman. Hasil dari peneltiian ini mengindikasikan bahwa cerpen-cerpen yang terbit dalam majalah bulanan “Nurul Hayat” dan sumber online memberikan ajaran positif dan membangun. cerpen-cerpen itu mengajarkan bahwa kita tidak boleh menyerah dengan mudah ketika kita menghadapi berbagai macam masalah. cerpen-cerpen tersebut juga mengisahkan bahwa semua masalah dapat diatasi seperti pepatah yang mengatakan bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan melebihi kemampuan manusia. ini berarti bahwa ketika kita mencoba yang terbaik, maka akan ada solusi untuk masalah yang kita hadapi. untuk itu peneliti setuju jika cerpen digunakan sebagai media bahan ajar.Kata kunci: psikoanalisis Lacan, cerita pendek