cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal
ISSN : 08531629     EISSN : 08531629     DOI : -
Majalah Ilmiah Biologi Biosfera : A Scientific Journal merupakan peer reviewed jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Media ini mewadahi hasil-hasil penelitian di bidang biologi tropika yang terbit tiga kali setahun (Januari, Mei, September).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 35, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Tubuh Buah Jamur Paha Ayam (Coprinus comatus) dengan Pelarut Berbeda Susanto, Agus; Nuniek, Nuniek Ina; Ekowati, Nuraeni
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.2.566

Abstract

Coprinus comatus or with local name is  drum stick chiken mushroom that includes edible and medicinal mushroom. This mushroom contains bioactive compounds that have several pharmacological effects, like as antibacterial, anticancer, immunomodulator, anti-inflammatory, prevent diabetes and antioxidant. bioactive compounds includes in fruit body C. comatus can be obtained by extraction used solvent. The objective of this study was to determine whether the C. comatus fungus was potential as an antioxidant producer and to know which solvent produced the best antioxidant activity from the extract of the fruit body of C. comatus. The method used in this research is experimental with two treatments ie n-hexane and ethanol 70% solvent. Fruit body of C. comatus is extracted by maceration method, then the viscous extract obtained by phytochemical test and antioxidant activity test using DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrihidazil). The results obtained are then analyzed using t-test for independent samples. The results showed that the average yield of ethanol extract 70% higher than n-heksan  were each 61.33% ± 9,21 and 14.8% ± 0,87. The test of total phenol extract ethanol was 70% higher than n-hexane , each with an average of 325,19 ppm ± 50,01 and 110,08 ppm ± 34,67. The result of antioxidant activity test using DPPH method of ethanol extract 70% and n-heksan has IC50 value 2,48 mg/ml and 3,86 mg/ml. Phytochemical test results for flavonoid test showed positive result for both samples extract, terpenoid test showed positive result in both samples , the tannin test showed negative results  in both samples.
Ikan Kepe – kepe (Chaetodontidae) sebagai Bioindikator Kerusakan Perairan Ekosistem Terumbu Karang Pulau Tikus Riansyah, Agus; Hartono, Dede; Kusuma, Aradea Bujana
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.2.480

Abstract

Coral reef is one of ecosystem in the ocean that have important ecologycal functions. Coral reef could be habitat for coral fishes.The demage of coral reef could be impacted on ecologycal proceses in the ocean. Therefore, The monitoring of coral reef health should be done to know the healthinees of coral reef. Butterfly fish is fish that can be used as bioindicator of coral demage. The aims of this study were analyzed condition of precent cover of coral reef, and also to measured mortality index of coral reef, abundance index of butterfly fish, and corelation between butterfly fish and coral reef. Survey method was used in this research. Line Intercept Transect  used to measuring percent cover of coral reef along 50 m. The resuts showed that station 7 has the higest of precent cover of coral reef (67%), and station 3 has the lowest of of precent cover of coral reef (20.84%). Coral demage could be caused by illegal fishing. Totally, There were 136 of buterfly fish that found which are categoryzed into 9 specieses. The statistical result found that there are positif corelation between coral reef and butterfly fish. It is indicted that the increasing of percent cover of coral reef could be increasing the abundace of butterfly fish too. Precent cover of live coral reef could be impacted on abundance of buterfly fish due to associated with food and shelter. 
Distribusi dan Jenis Sampah Laut serta Hubungannya terhadap Ekosistem Terumbu Karang Pulau Pramuka, Panggang, Air, dan Kotok Besar di Kepulauan Seribu Jakarta Assuyuti, Yayan Mardiansyah; Zikrillah, Reza Bayu; Tanzil, Muhammad Arif; Banata, Azkiya; Utami, Pangestuti
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.2.707

Abstract

Ekosistem terumbu karang di kepulauan Seribu mengalami dampak dari kegiatan manusia seperti sampah laut. Penelitian ini dilakukan di pulau Pramuka, Panggang dan Air pada bulan Maret 2015 dan Kotok Besar pada bulan Juli 2016, kepulauan Seribu, Jakarta. Pengambilan data penutupan terumbu karang dan jumlah sampah dilakukan di dua kedalaman yaitu 3-5 m dan 10-13 m dengan 4 stasiun, kecuali Kotok Besar dengan 2 stasiun dan 1 kedalaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui distribusi dan jenis sampah laut, persentasi penutupan substrat terumbu karang, faktor kimia fisik perairan dan hubungan sampah terhadap penutupan substrat terumbu karang. Hasil penelitian menunjukkan jenis sampah laut yang paling banyak ditemukan adalah plastik di kedalaman 3m yang berada di pulau Pramuka dan Panggang. Regresi linear jumlah sampah dengan terumbu karang terdapat di kedalaman 3m di tiga pulau dan 10m di satu pulau. Persentasi penutupan substrat terumbu karang di dua kedalaman dan masing-masing pulau tidak berbeda nyata. Hal ini karena faktor kimia fisik perairan mendukung terhadap pertumbuhan terumbu karang. 
Kondisi Hutan Mangrove di Kawasan Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, Kota Jayapura Hamuna, Baigo; Sari, Annisa Novita; Megawati, Ruth
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.2.611

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati baik dari manfaat ekologi maupun sosial. Kondisi mangrove di kawasan Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, baik secara kualitatif maupun kuantitatif terus menurun dari tahun ke tahun. Penurunan kualitas mangrove menjadi perhatian serius seiring dengan penyusutan luasnya. Perubahan kerapatan tajuk merupakan salah satu indikasi untuk memantau kualitasnya. Seiring dengan berkembangnya citra satelit seri Landsat, maka pada penelitian ini dilakukan pengolahan citra Landsat 8 akuisisi tanggal 21 Januari 2017 untuk menganalisis sebaran dan kerapatan mangrove menggunakan analisis indeks vegetasi di Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, Jayapura. Tahapan identifikasi mangrove dilakukan dengan menggunakan komposit band RGB 564, kemudian dilakukan pemisahan obyek mangrove, non-mangrove dan badan air dengan menggunakan metode klasifikasi supervised. Tahap selanjutnya adalah melakukan analisis kerapatan mangrove dengan menggunakan formula Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa luasan mangrove di Taman Wisata Alam Teluk Youtefa sebesar 233,12 Ha dengan tingkat akurasi sebesar 85,45%. Hasil analisis indeks vegetasi pada area mangrove menunjukkan bahwa kondisi kerapatan mangrove didominasi dengan kerapatan sedang dengan luas 152,73 Ha, sedangkan mangrove kerapatan padat 38,63 Ha dan kerapatan jarang 41,76 Ha
Konservasi Eksitu Jenis Begonia Alam Pegunungan Sumatra di Kebun Raya Cibodas Efendi, Muhammad
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.2.628

Abstract

Kegiatan konservasi secara eksitu Begonia alam dari pegunungan telah dilakukan di Kebun Raya Cibodas sejak tahun 1930. Keanekaragaman jenis dan persebaran Begonia Sumatra didata berdasarkan koleksi Kebun Raya Cibodas, ditambah dengan spesimen herbarium (Universitas Andalas (ANDA) dan Cianjur Hortus Tjibodasensis). Informasi perbanyakan, hama dan penyakit tanaman didata selama kurun waktu dua tahun (2015-2017). Lima belas Begonia alam Sumatra telah dikonservasi di Kebun Raya Cibodas. Secara umum, Begonia dapat diperbanyak secara vegetatif maupun generatif. Perbanyakan secara in vitro dilakukan pada B. leuserensis, B. atricha dan B. scottii, jenis begonia endemik dan langka di Sumatra, telah dilakukan untuk meningkatkan jumlah begonia tersebut dalam botol kultur. Permasalahan konservasi Begonia di Kebun Raya Cibodas didiskusikan secara singkat.
Pemantauan Keanekaragaman Hama dan Musuh Alami pada Ekosistem Tepi dan Tengah Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Apriliyanto, Eko; Sarno, Sarno
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.2.603

Abstract

Keberadaan hama dan musuh alami pada tanaman budidaya dapat sebagai acuan dalam kegiatan pengendalian hama tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hama dan musuh alami ekosistem tepi dan tengah permukaan tanah pada pertanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang dipantau dengan memasang perangkap pitfall trap. Penelitian dilakukan di lahan Politeknik Banjarnegara yang berlokasi di kelurahan Kenteng, kecamatan Madukara, kabupaten Banjarnegara, 323 m dpl. Penelitian dengan dua perlakuan berupa lokasi penempatan pitfall trap pada bagian tepi dan tengah lahan tanaman kacang tanah. Lahan tanaman kacang tanah dengan ukuran 40 m x 50 m dan tanaman berumur 28 hari setelah tanam. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman Shannon-Weaver (H’). T-test digunakan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara populasi hama dan musuh alami yang berada pada tepi dan tengah lahan kacang tanah. Populasi hama dan musuh alami permukaan tanah pada tanaman kacang tanah mempunyai  tingkat keanekaragaman yang rendah dengan nilai H’<1,0. Nilai indeks keanekaragaman tersebut rendah baik pada populasi hama dan musuh alami tepi lahan maupun tengah lahan kacang tanah. Indeks keanekaragaman hama, musuh alami dan kelompok lainnya pada tepi lahan dengan nilai 0 hingga 0,32; sedangkan pada tengah lahan dengan nilai 0 hingga 0,30.
Keragaman Bakteri pada Perairan Sabang, Provinsi Aceh Sutiknowati, Lis Indah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.2.523

Abstract

Sabang seawater have high diversity and its geographical condition allow hot springs to form, therefore, current research on this seawaters become important. The purpose of this study was to discover the quality and diversity of the seawaters based on microbiological aspects specifically the finding of coliform, heterotrophic, halotolerant and sulfur bacteria from several samples from the water and sediment sampling. Analysis and isolation process of the bacteria were using coliform and aerobic count plate petrifilm and specific media. The results indicated that there were coliform bacteria, heterotrophic and halotolerant bacteria and several of hot spring sources under the sea surface with extremely high density of sulfur bacteria as geothermal microbe.

Page 1 of 1 | Total Record : 7