cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal
ISSN : 08531629     EISSN : 08531629     DOI : -
Majalah Ilmiah Biologi Biosfera : A Scientific Journal merupakan peer reviewed jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Media ini mewadahi hasil-hasil penelitian di bidang biologi tropika yang terbit tiga kali setahun (Januari, Mei, September).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 34, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
Kandungan Senyawa Penangkal Sinar Ultra Violet dari Ekstrak Rumput Laut Eucheuma cottonii dan Turbinaria conoides Yanuarti, Rini; Nurjanah, Nurjanah; Anwar, Effionora; Pratama, Ginanjar
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2017.34.2.467

Abstract

Rumput laut memiliki beberapa aplikasi ekonomi dalam berbagai jenis industri, salah satunya untuk industri kosmetik. Salah satu kosmetik yang banyak digunakan yaitu krim tabir surya. Efektivitas dari krim tabir surya biasanya dinyatakan dengan nilai SPF (sun protection factor). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dan nilai SPF pada ekstrak rumput laut Turbinaria conoides dan Eucheuma cottonii yang dapat digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan krim tabir surya. Hasil pengujian menunjukkan rumput laut Turbinaria conoides mengandung golongan senyawa fenol hidrokuinon, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan saponin. Rumput laut Eucheuma cottonii hanya ditemukan senyawa alkaloid. Nilai SPF tertinggi pada rumput laut Turbinaria conoides terdapat pada ekstrak metanol (SPF 16.7), sedangkan untuk rumput laut Eucheuma cottonii terdapat pada ekstrak etil asetat (SPF 8.8). Hasil tersebut memperlihatkan bahwa ekstrak dari rumput laut Turbinaria conoides  dan Eucheuma cottonii memiliki potensi yang baik jika digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan krim tabir surya. 
Ekspresi Relatif mRNA BRLF1 Epstein-Barr Virus dari Biopsi Jaringan Tumor dalam Blok Parafin sebagai Petanda Biologi Patogenesis Karsinoma Nasofaring Estania, Andreanne Poppy; Sulistyo, Hidayat; Wahyono, Daniel Joko
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2017.34.2.409

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas pada sel epitel nasofaring dan merupakan penyakit multifaktor yang bersifat endemik. Tipe KNF tidak berdiferensiasi (KNF WHO-3) telah terbukti konsisten dengan infeksi EBV. Gen litik BRLF1 berperan sebagai mediator transisi dari fase laten menjadi litik. Pengukuran aktivitas mRNA EBV di lokasi tumor primer perlu dilakukan karena lebih mencerminkan patogenesis KNF yang  sesungguhnya dari pada diagnosis serologi dan pengukuran DNA EBV di sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 Epstein-Barr Virus pada beberapa tingkat stadium tumor penderita KNF sebagai  petanda biologi potensial dalam patogenesis KNF. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang berbentuk studi seran lintang. Sampel penelitian ini adalah biopsi jaringan tumor dalam blok parafin penderita KNF sebanyak 24 sampel. Sampel tersebut telah didiagnosis pasti sebagai KNF WHO-3 dari hasil pemeriksaan Patologi Anatomi pada Poli Patologi Anatomi, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto serta memenuhi kriteria inklusi sampel. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan ekspresi relatif mRNA BRLF1 stadium yang berbeda. Nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV pada 24 sampel KNF berkisar 99,04415959-1097,496026. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV pada stadium awal (n = 5; 544,72420 + 142,614733) lebih tinggi 1,8 kali dibandingkan dengan stadium lanjut (n = 17; 395,68612 + 293,172201), namun peningkatan  ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV tidak bermakna secara statistik karena didapatkan nilai p=0,130 (p>0,05). Oleh karena itu, ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV dari biopsi jaringan tumor dalam blok parafin tidak berpotensi sebagai petanda biologi molekul patogenesis KNF, khususnya progresivitas tumor pada stadium lanjut KNF.
Profil RAPD Tanaman Kantung Semar Beberapa Koleksi Kebun Raya Baturraden Mayangsari, Retno; Susanto, Agus Hery; Yuniaty, Alice
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2017.34.2.484

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang profil RAPD beberapa tanaman kantung semar (Nepenthes spp.) koleksi Kebun Raya Baturraden. Tujuh individu yang dipelajari merupakan spesies semiendemik Gunung Slamet dan endemik Jawa, yaitu N. adrianii dan N. gymnampora. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak. DNA genomik sampel diekstraksi untuk kemudian digunakan sebagai templat dalam amplifikasi marka RAPD menggunakan teknik PCR dengan 10 primer acak, yaitu ES10G23, ES10A26, ES10C24, ES10G33, OPA-2, OPA-9, OPA-13, OPB-3, OPB-5, dan OPB-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-10 primer tersebut menghasilkan 43 (67,2%) pita polimorfik dan 21 (32,8%) pita monomorfik dengan ukuran berkisar dari 130 hingga 1.500 bp. OPA-2 and OPB-3 menghasilkan polimorfisme tertinggi, sedangkan ES10G23 dan OPA-13 menghasilkan pita monomorfik terbanyak. Dendogram yang dikonstruksi menggunakan  UPGMA dalam MEGA 6.06 memperlihatkan bahwa dua klaster terbentuk pada jarak genetik 18%. Kedua klaster tersebut cenderung dipisahkan oleh lokasi geografi.
Indeks Gonadosomatik dan Struktur Histologis Gonad Ikan Uceng (Nemacheilus fasciatus, Valenciennes in Cuvier and Valenciennes, 1846) Nurhidayat, Luthfi; Arfiani, Febrina Nanda; Retnoaji, Bambang
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2017.34.2.456

Abstract

Uceng fish is wild native fish of Indonesia that live in fresh water river. It is very common that people consume the fish for it high protein contain. High demand of fish availability cause the fish exploitation increasing rapidly in nature. The high intensity of fish exploitation, soon will induce declining population of the fish and leading to extinction. Uceng fish cultivation is one alternative to solve the tread. The purpose of this research is to examine the Gonadosomatic Index (GSI) and gonad histological structure of male and female uceng fish (Nemacheilus fasciatus) on the period of immature and mature. Fish were dissected , weighed and the gonads were measured for gonadosomatic index. Moreover, gonad were fixed in NBF 5% for histological preparation by paraffin method and which than were stained by Hematoxylin-Eosin. The result were analyzed for both qualitatively and quantitatively. Qualitative analysis was conducted for gonad histological structure of male and female fish, while quantitative analysis was for Gonadosomatic Index (GSI) of fish respectively. The result showed that there were differences on the gonadosomatic index of males and females fish, the histological structure of ovarian follicle and the composition of the spermatogenic cells of immature gonads and mature gonads of the fish respectively. It was conclude that there are differences on Gonadosomatic Index and gonad histological structure on immature and mature of male and female of Uceng fish (N. fasciatus).
Aktivitas Immunodulator Ekstrak Etanol Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Respon Imun Non Spesifik pada Mencit Jantan Galur BALB/C dengan Metode Carbon Clearance Alfitasari, Diska Anggraeni; Kusuma, Anjar Mahardian; Hakim, Zainur Rahman
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2017.34.2.482

Abstract

The content of flavonoids on onion useful to maintain endurance. This research aims to know the activity of exstract immunodulator of onion bulb ethanol (Allium cepa L) on phagocytic activity in male mice balb/c with varian dose and campored immunodulator activity with positive control. This study is an experimental reseach with Completely Randomized Design (CRD). Preparation of extract ethanol onion roots done by maceration using 96% ethanol for 9 hours. The test performed on samples which consist of 25 mice with carbon clearance method, devided into 5 groups, which are : K – (without treatment), k+ (with imboos 13,3 ml/Kg Bw), P1 (dose 12%), P2 (dose 24%), and P3 (dose 48%). The test performed for 5 days, and on the 7th day injected carbon (pelicans) as much 0,1 ml/ 10 gr Weight intravenousty, their blood taken before carbon injection (minute 0) and minute 4, 8, 12, and 16. After their transmittance measure using spectrophotometer at 600,5 nm wavelength. This research shows that extract ethanol of onion balb has immunodulator activity effect on non-specific immune response on male mice balb/c with carbon clearance method. The dose of 12% (v/v), 24% (v/v) and 48% (v/v) dose have lower immunostimulatory capacity than positive control.
Biodiversitas Belalang (Acrididae : Ordo Orthoptera) pada Agroekosistem (Zea mays L.) dan Ekosistem Hutan Tanaman Prakoso, Bagas
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2017.34.2.490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman belalang (Acrididae: Ordo Orthoptera) pada agroekosistem (Zea mays L.) dan ekosistem hutan tanaman serta menentukan peran belalang pada kedua ekosistem. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai lapangan. Parameter yang diamati pada setiap lokasi meliputi keanekaragaman vegetasi tumbuhan, pengumpulan belalang Acrididae ordo Orthoptera dan pengamatan langsung terhadap belalang Acrididae ordo Orthoptera. Keanekaragaman belalang yang ditemukan pada ekosistem dianalisis dengan indeks keanekaragaman meliputi: indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E) dan indeks kesamaan sorensen (C) serta analisis korelasi dan regresi. Sampel diambil dari agroekosistem (Zea mays L.) dan ekosistem hutan tanaman yang selanjutnya diulang sebanyak empat kali. Penelitian dilakukan pada bulan April s/d Juli 2014. Hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 3.097 individu Orthoptera yang termasuk dalam Famili Tetrigidae, Acrididae dan Pyrgomorphidae yang terdiri dari 7 genus yaitu Atractomorpha, Criotettix, Gesunola, Hesperotettix, Miramella, Oxya, dan Valanga dengan 7 spesies. Pada agroekosistem ditemukan 3 spesies dengan 1.030 individu sedangkan pada hutan tanaman ditemukan 5 spesies dengan  2.067 individu. Hasil nilai indeks keanekaragaman Shannon-Weinner pada ekosistem hutan tanaman nilai keanekaragamannya lebih tinggi (0,6307) jika dibandingkan dengan agroekosistem (0,5325). Berdasarkan hal tersebut maka ekosistem hutan tanaman memiliki biodiversitas belalang yang lebih tinggi daripada agroekosistem (Zea mays L.).
Pengaruh Pemberian Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) Campuran terhadap Kemunculan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Farhati, Najmah; Purnomowati, Purnomowati; Dwiputranto, Uki
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2017.34.2.489

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) has economic potential to be cultivated because the fruit contains protein, fat, carbohydrate, calcium, phosphor, fiber, iron, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, and niacin. Fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum will decrease melon crop production. One of controlling method to Fusarium wilt diseases on melon plants which safe for environtmental by using biological control. One of microorganisms which can be biological control agent is Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM). This research use experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). The experimental treatment consists of two types of treatment which combine 5 doses of VAM mixture ( 0 g/plant, 10 g/plant, 12,5 g/plant, 15 g/plant, 17,5 g/plant) and two inoculation method VAM is inoculated when seeds are planted and inoculation when the seedlings are replanted. Each treatment was repeated 3 times and each unit consist of three plant, so there are 30 units of experiments or 90 plants. The main variabels are observed consist of the incubation periode of the disease and the intensity of fusarium wilt and the supporting variabels consist of pH, temperature, humidity, and the scale of infection. The mixed MVA 15 g/plant dosage inoculated when seeds are planted and 15 g/plant dosage inoculated when the seedlings are replanted is the most effective to suppress incubation period of Fusarium wilt disease.

Page 1 of 1 | Total Record : 7