cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal
ISSN : 08531629     EISSN : 08531629     DOI : -
Majalah Ilmiah Biologi Biosfera : A Scientific Journal merupakan peer reviewed jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Media ini mewadahi hasil-hasil penelitian di bidang biologi tropika yang terbit tiga kali setahun (Januari, Mei, September).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 33, No 2 (2016)" : 7 Documents clear
Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai(Glycine max) pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam Humat Wahyuningsih, Wahyuningsih; Proklamasiningsih, Elly; Dwiati, Murni
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 33, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2016.33.2.345

Abstract

Ultisol merupakan salah satu jenis tanah asam yang memiliki kelarutan Al, Fe, dan Mn tinggi, serta kandungan P dan Moyang rendah. KelarutanAl dan Fe yangtinggiakan menjerap fosfat, sehingga ketersediaan dan serapan P bagi tanaman menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi ketidaktersediaan P pada tanah Ultisol yaitu dengan penambahan asam humat. Asam humat merupakan makromolekul polielektrolit yang memiliki gugus fungsional seperti -COOH, -OH fenolat, maupun -OH alkoholat,sehingga asam humat memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks dengan ion logam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh asam humat terhadap serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai (2) menentukan konsentrasi asam humat yang paling baikdalam meningkatkan serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengelompokan didasarkan atas perbedaan intensitas cahaya yang ada di rumah kaca. Perlakuan berupa konsentrasi asam humat, dengan 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm dan 1600 ppm. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, luas daun, bobot basah, dan bobot kering, P tersedia serta P tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakananalisis ragam pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Apabila hasil perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam humat berpengaruh terhadap serapan P dan pertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol. Asam humat 1200 ppm merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P, sehingga mampu meningkatkanpertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol.
Analisis Fenetik Kultivar Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat.) Anugrahsari, Indah; Sukarsa, Sukarsa; Samiyarsih, Siti
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 33, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2016.33.1.325

Abstract

Chrysanth (Chrysanthemum morifolium Ramat.) atau dikenal sebagai Seruni merupakan tanaman herba hias. Chrysanth merupakan salah satu komoditas tanaman hias utama yang memiliki keragaman kultivar, seperti dapat dilihat dari bentuk dan variasi warna bunganya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keragaman dan hubungan kesamaan kultivar chrysanth. Metode penelitian yang digunakan purposive sampling. Data dari chrysanth kultivar morfologi dan anatomi daun karakter dianalisis berdasarkan hubungan kemiripan dengan UPGMA (Unweighted Pasangan Metode Group dengan Arithmetic mean) metode menggunakan 5.05 software MEGA. Berdasarkan penelitian, delapan kultivar chrysanth diperoleh, yaitu C. morifolium Cut Nyak Dien, C. morifolium Dewi Ratih, C. morifolium Dwina Kencana, C. morifolium Dwina Pelangi, C. morifolium Elora , C. morifolium Pasopati , C. morifolium Puspita Nusantara , dan C. morifolium Swarna Kencana . Kesamaan terdekat adalah antara C. morifolium Dwina Kencana dan C. morifolium Dwina Pelangi kultivar, dengan indeks ketidaksamaan terkecil 0,152, sedangkan kesamaan paling jauh adalah antara C. morifolium Elora dan C. morifolium Swarna Kencana kultivar, dengan indeks ketidaksamaan terbesar 2,256.
Deteksi Gen Laten Membrane Protein-1 Epstein-Barr Virus Pada Karsinoma Nasofaring Nurjanah, Uli; Hendrati, P Maria; Dharmawan, Anton Budi; A. Gumilas, Nur Signa
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 33, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2016.33.2.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gen LMP-1 EBV sebagai biomarka diagnosis KNF. Desain penelitian ini adalah studi cross-sectional dengan teknik consecutive sampling. Sampel adalah darah total pasien KNF WHO-3 yang dikumpulkan dari pasien yang belum menjalani terapi dari tahun 2014 pada Departemen Telinga Hidung Tenggorok - Kepala Leher, Rumah Sakit Prof. dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Total subyek penelitian adalah 22 orang untuk NPC WHO-3 pasien dengan informed consent. Sampel diisolasi dengan protokol kit Purelink® DNA / RNA (Invitrogen) untuk mendapatkan larutan DNA 100μL dan disimpan dalam waktu lama pada suhu -80 ° C. Teknik PCR konvensional dilakukan untuk mendeteksi gen LMP1 dengan mengamplifikaasi DNA gen EBV LMP1 yang menghasilkan amplikon DNA berukuran 142 bp. Analisis sensitivitas metode PCR dan hasil identifikasi gen LMP-1 menggunakan metode deskriptif dengan membandingkan hasil pendeteksian yang diperoleh pada penelitian dengan hasil penelitian terdahulu yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen LMP-1 EBV sebagai biomarka pada diagnosis KNF dapat dideteksi dengan menggunakan teknik PCR konvensional yang menghasilkan amplikon DNA berukuran 142 bp. Sensitivitas gen LMP1 adalah 77,27%, menunjukkan sensitivitas tinggi. Sensitivitas PCR konvensional dalam mendeteksi gen EBMP LMP-1 menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan penghapusan gen EBMP LMP-1 sebesar 30 bp dan LMP-2A EBV
Pertumbuhan Stek Krisan (Chrysanthemum morifolium (L.) Ramat) pada Berbagai Media Kultur In Vitro Kristianti, Adven; Kamsinah, Kamsinah; Dwiati, Murni
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 33, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2016.33.2.207

Abstract

Chrysanthemum (Chrysanthemum morifolium (L.) Ramat is one of ornamental plant commodities with high aesthetic value. As a consequence of increasing demand, the availability of seeds in adequate number is needed with method in vitro. This study aims to find out the effect of various in vitro culture media on the growth of chrysanthemum explants and to determine alternative media other than MS for in vitro growth of chrysanthemum explants. Experimental method arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD) with four treatments and four blocks is applied. The treatments are Murashige and Skoog  (MS), Vacint and Went  (V&W), Knudson  and   modified media, while node position serves as block. Time of shoot emergence, shoot length, number of leaves on each shoot, and number of roots are measured. Data are analyzed using Analysis of Variance (F test) with confidence intervals of 95% and 99%. Least Significant Difference (LSD) test is applied when significant difference among variables is observed. Culture media shows significant effect on chrysanthemum explant in vitro growth. Knudson media is found as an alternative media besides MS sufficiently suitable to increase chrysanthemum explants in vitro growth.
Karakterisasi Molekuler Ikan Gurami Soang (Osphronemus gouramy Lac.) yang Mati pada Rentang Waktu Berbeda Menggunakan PCR-RFLP Gen Major Histocompatibility Complex Kelas II B Spetiawan, Jaka Tri; Nuryanto, Agus; Pramono, Hendro; Kusbiyanto, Kusbiyanto; Soedibja, Petrus H. Tjahja
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 33, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2016.33.2.373

Abstract

Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) is a popular fish species among Indonesian people. Several Gurami strains have been cultivated by fish farmer, one of which is Gurami Soang. This strain is belived to have a faster growth rate compared to other strains. However, like other strains, the fingerling of Soang strain have also a low survival and suceptible to disease, especially that caused by Aeromonas hydrophila infection. It has been proved that seeds from a single spawning event show varibale disease resistance. The difference in resistance among individuals is suggested related to the difference in their genetic component. One of the genes responsible for resistance is Major Histocompatibility Complex (MHC) class II B gene. Variability in resistance can be analyzed by using PCR - RFLP technique. PCR-RFLP is a technique that can produce a specific DNA fragments by PCR, followed by cutting the PCR product using restriction enzymes to describe the presence or absence of restriction sites in DNA fragments. This research aims to determine genetic marker to differiantiate between resitant and irresistant individual of Gurami Soang infected by A. hydrophila which die at a different time priod based on PCR-RFLP MHC class IIB gene. The study used survey method with purposive random sampling. The Data of PCR-RFLP band patterns were analyzed descriptively. The result indicated that cutting of the MHC class II B gene using HinfI produce two RFLP bands with 300 bp and 100 bp length in all samples. Meanwhile, the MHC IIB gene was not cuted by PstI, HindIII, BamHI and EcoRI enzymes forall samples. These mean that MHC II gene in all individuals were monomorphic. Therefore,it can be concluded that there is no specific genetic marker to differentiate gurami soang individulas which was dying in different time periods.
Biosorpsi Krom Total dalam Limbah Cair Batik dengan Biosorben yang Dikemas dalam Kantung Teh Celup Lestari, Sri; Sudarmadji, Sudarmadji; Tandjung, Shilahuddin Djalal; Santosa, Sri Juari
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 33, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2016.33.2.428

Abstract

Krom dalam limbah cair batik dapat dikurangi dengan metode biosorpsi menggunakan biosorben yang murah, melimpah dan mudah didapat yaitu S. cinereum dan limbah baglog P. ostreotus. Kelemahan ukuran partikel yang kecil adalah sulit dipisahkan dari limbah ketika diaplikasikan, sehingga diperlukan sebuah bentuk atau kemasan biosorben yang memudahkan proses aplikasinya yaitu mengemas dalam kantung teh celup. Tujuan penelitian adalah mendapatkan perbandingan komposisi dan ukuran partikel yang optimum menyerap krom total pada limbah cair batik. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan petak terpisah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan persentase adsorpsi tertinggi terdapat pada perbandingan 3:1 μm sebesar 62.69%. Biosorben yang dikemas dalam kantung teh celup efektif menurunkan krom pada limbah cair batik.
Potensi Reproduksi Ikan Air Tawar Sebagai Baby Fish Setyaningrum, Nuning; Wibowo, Eko Setio
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 33, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2016.33.2.475

Abstract

Informasi dasar mengenai potensi reproduksi ikan dapat diperoleh dari tinjauan fenomena perkembangan gonad, untuk memprediksi proses reproduksi sampai ikan memijah dan menghasilkan benih sebagai baby fish. Tujuan penelitian adalah mengetahui fekunditas, diameter telur, gonado somato index (GSI) dan kelangsungan hidup larva. Metode yang digunakan survey, pengambilan sampel puposive random. Materi penelitian adalah induk Cyprinus carpio, Barbonymus gonionatus, Osteochillus vittatus, Oreochromis niloticus dan Clarias gariepinus, sebanyak 3 pasang/species. Variabel  adalah fekunditas, diameter telur, gonado somato index (GSI) dan kelangsungan hidup larva. Parameter yang diukur berat ikan, berat gonad, jumlah telur sebagian, ukuran telur dan jumlah larva hidup. Metode penelitian survey, pengambilan data adalah puposive  random dan data dianalisis dengan Anova. Hasil penelitian  diperoleh bahwa  fekunditas dan GSI  pada 5 species ikan menunjukkan perbedaan (P<0,05), B. gonionotus  memiliki fekunditas tertinggi rata-rata 182.320 butir dan O. vittatus memiliki nilai GSI tertinggi  35,13%. Diameter telur  berbeda-beda pada semua  spesies,  B. Gonionotus memiliki diameter terkecil yaitu kisaran 0,486 – 0,729 mm, sedangkan diameter terbesar pada ikan C. carpio rata-rata  1,170 mm. Larva  O. Niloticus menghasilkan prosentase kelangsungan hidup terbaik sebesar 97%, O. vittatus 93%, C. carpio 77,2%, C. gariepinus 51,6%, B. gonionotus 31%  dan uji Least Significant Difference  larva O. niloticus dan O. vittatus  memiliki kelangsungan hidup sama baik,  berpotensi dikembangkan sebagai baby fish. O. vittatus memiliki peluang besar dikembangkan menjadi baby fish sampai ukuran 5 g/ekor dengan fekunditas rata-rata 16.250 butir.

Page 1 of 1 | Total Record : 7