cover
Contact Name
Zulfikar Bagus Pambuko
Contact Email
zulfikar.bp@ummgl.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cakrawala@ummgl.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Cakrawala: Jurnal Studi Islam
ISSN : 18298931     EISSN : 25500880     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
CAKRAWALA is a scientific journal of Islamic studies managed by the Faculty of Islamic Studies, Universitas Muhammadiyah Magelang. This journal is issued twice a year and it is a tool for researchers, academics, and practitioners who are interested in the field of Islamic Studies and wished to channel their thoughts and findings, mainly related to Islamic Law and Islamic Economics. The articles contained are the results of research, critical and comprehensive scientific study which are relevant and current issues covered by the journals.
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Pro-Kontra Naskh dan Mansūkh Dalam Al-Qur’ān (Sebuah Kajian Terhadap Prosedur Penyelesaian Ta’ārudl al-Adillah) Nurhadi, Rofiq; Hadi, Syamsul; Suhandono, Suhandono; Thoyib, Thoyib
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.785 KB)

Abstract

Naskh dan mansÅ«kh merupakan salah satu metode pemecahan masalah ta’ārudl aladillah. Dalam kasus al-Qur’ān ia diperdebatkan eksistensinya oleh para ulama. Bisakah suatu ayat dihapuskan oleh ayat yang lain. Mungkinkah Allah dengan kemahatahuanNya menghapuskan ketetapanNya sendiri. Dari dialektika pro-kontra ini lahir sikap memperketat persyaratan terjadinya naskh mansÅ«kh. Bila keluar dari persyaratan, maka nash-nash itu harus dikompromikan atau ditawaqufkan. Selain memperketat persyaratan juga mempersempit devinisi. Dimana takhshish dan taqyid dikeluarkan dari naskh untuk ditempatkan pada prosedur yang lebih awal dalam penyelesaian ta’ārudl al-adillah sebagai salah satu jalan dari berbagai jalan kompromi
Pendidikan Nasionalisme-Agamis dalam Pandangan K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asyari Nurhadi, Rofiq
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.892 KB)

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk menggali khazanah intelektual yang telah dihasilkan oleh para tokoh pendidikan Indonesia di masa lampau mengenai hubungan antara nasionalisme dan agama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Historis-Sosiologis. Adapun analisis dilakukan dengan menggunakan metode interpretasi, koherensi intern dan komparasi. Penelitian ini dimulai dari asumsi bahwa diantara penekanan dari berbagai khazanah pemikiran tokoh-tokoh pendidikan Indonesia masa lampau adalah penekanan pada semangat nasionalisme-agamis. Dari hasil kajian terhadap pemikiran K.H. Ahmad Dahlan, dan K.H. Hasyim Asy’ari diketahui bahwa meskipun setting sosial munculnya pemikiran pendidikan dua tokoh pendidikan ini sama yaitu konteks penjajahan, namun mereka memiliki paradigma yang berbeda tentang bagaimana pendidikan itu seharusnya diselenggarakan. K.H. Ahmad Dahlan melihat kebijakan politik Belanda dan sistem pendidikan yang ada waktu itu tidak menguntungkan bagi upaya kebangkitan Islam dan pembebasan dari belenggu penjajahan. Dari sini muncul ide modernisasi pendidikan Islam. K.H. Hasyim As’ary melihat modernisasi pendidikan ala Barat dapat memudarkan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya Bangsa yang dapat mengendorkan semangat juang melawan penjajahan. Dari sini muncul semangat tradisionalisme. Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan memiliki komitmen yang tinggi terhadap pembangunan nasionalisme melalui pengembangan pendidikan Islam yang berkemajuan dan menghilangkan dikotomi antara santri dan non santri. Sedang pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari memiliki komitmen yang tinggi terhadap pembangunan nasionalisme melalui pembangunan moral bangsa berdasar nilai-nilai agama Islam dan budaya bangsa.
Eksekusi Jaminan Pada Pembiayaan Bermasalah Di BMT Bima Kota Magelang (Telaah Fatwa DSN MUI NO.17/DSN/IX/2000) Hutami, Hatma Sri Woro; Triyanto, Andi
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.076 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur eksekusi jaminan di BMT BIMA serta mengetahui kesesuaiannya dengan Fatwa DSN MUI No.17/DSN/IX/2000 tentang sanksi atas nasabah mampu yang menunda-nunda pembayaran. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan studi kasus mengenai eksekusi jaminan pada pembiayaan bermasalah di BMT BIMA Kota Magelang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis yaitu pengambilan data-data riil tentang prosedur eksekusi jaminan untuk dianalisis menggunakan fatwa DSN MUI No.17/DSN/IX/2000. Hasil analisis data mengungkapkan bahwa eksekusi jaminan pada pembiayaan bermasalah di BMT BIMA Kota Magelang adalah dengan memberikan surat peringatan sampai 3 (tiga) kali, dan surat persetujuan penjualan jaminan, selanjutnya penjualan jaminan dilakukan dengan sistem perorangan agar memperoleh harga tertinggi. Dalam langkah-langkah yang diambil BMT BIMA tindakan eksekusi jaminan tersebut sudah sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional No.17/DSN/IX/2000 poin 4 (empat) didasarkan prinsip ta’zir, yaitu bertujuan agar nasabah lebih disiplin dalam melaksanakan kewajibannya.
Implementasi E-Learning Dalam Kegiatan Pembelajaran Pgmi Iain Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Al-Ihwanah, Al-Ihwanah
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230 KB)

Abstract

Kemajuan tekhnologi telah berpengaruh besar pada dunia pendidikan. Seiring kemajuan tersebut, PGMI IAIN Shulthan Thaha Saifuddin Jambi berusaha mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan implementasi e-learning. E-learning merupakan terobosan baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. E-learning yang diimplementasikan di PGMI IAIN STS Jambi berfungsi memfasilitasi dosen untuk berinteraksi dengan mahasiswa tanpa mengenal tempat dan tanpa mengenal waktu. Elearning ini bertujuan selain dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa juga dapat melatih mahasiswa untuk lebih mandiri dalam meningkatkan soft skillnya. Melalui e-learning, dosen dapat menjadi fasilitator bagi mahasiswa yang melakukan diskusi online. Adapun tema diskusi online dapat disepakati ketika tatap muka di kelas. Meskipun demikian, e-learning di sini sama sekali tidak bermaksud untuk menggantikan pembelajaran di kelas, melainkan untuk menambah waktu pembelajaran saja. Hal ini dilakukan karena bagaimanapun juga, interaksi pembelajaran secara langsung di kelas dan interaksi pembelajaran secara online via e-learning masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Sehingga keduanya tetap dilaksanakan guna saling melengkapi satu sama lain. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien
Dimensi-Dimensi Masyarakat Madani: Membangun Kultur Etika Sosial Mawardi, Imam
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 10 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.519 KB)

Abstract

Fenomena masyarakat madani merupakan refleksi kritis dari situasi terpuruknya citra masyarakat yang mengharapkan suatu tatanan masyarakat ideal, dan dinamika yang dibangun merupakan kesadaran masyarakat untuk menempatkan etika sosial sebagai sebuah piranti di segala aspek kehidupan bermasyarakat. Oleh kerena itu, tulisan ini memfokuskan pada bahasan historisitas dalam mewujudkan visi yang ideal dari suatu masyarakat dengan bangunan etika sosial berdasarakan dimensi yang menyertai bangunan masyarakat madani, yaitu antara lain dimensi agama, dimensi budaya, dimensi ekonomi, dimensi politik dan dimensi pendidikan, sehingga setidaknya mampu memberi gambaran paradigmatik dalam mengembangkan masyarakat yang diharapkan.
Analisis Pengaruh Penerapan Kinerja Maqasid terhadap Manajemen Risiko pada Perbankan Syariah Farida, Farida; Dewi, Veni Soraya
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.878 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja maqasid perbankan syariah dan menganalisis sejauh mana penerapan kinerja Maqasid mampu memberikan pengaruh terhadap manajemen risiko yang ada di perbankan syariah, khususnya risiko kredit yang akan ditanggung oleh setiap bank syariah. Target khusus yang ingin dicapai melalui penelitian ini: 1) Terdeskripsikannya faktor-faktor yang memengaruhi kinerja maqasid perbankan syariah. 2) terealisasikanya peran kinerja maqasid dalam memberikan pengaruh terhadap manajemen risiko kredit bank syariah. 3) Dikeluarkannya regulasi/aturan tentang kepatuhan praktik transaksi perbankan syariah yang sesuai konsep maqasid syariah oleh pemerintah. 4) Diterapkannya maqasid syariah dalam segala aktivitas bank syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan bank syariah yang ada di Indonesia tahun 2012-2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pengetahuan, menciptakan kesadaran masyarakat akan keberadaan bank syariah, peningkatkan keterampilan baru, kontrak yang adil, produk dan jasa yang terjangkau, penghapusan ketidakadilan, serrta distribusi pendapatan dan kekayaan tidak pengaruh terhadap risiko kredit. Sedangkan  profitabilitas berpengaruh negative terhadap risiko kredit, dan investasi pada sektor riil berpengaruh positif terhadap risiko kredit.
Pengaruh Dimensi Pengembangan Pengetahuan, Peningkatan Ketrampilan Baru, dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Kinerja Maqasid Farida, Farida; Zuliani, Nur Laila
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.726 KB)

Abstract

Konsep maqasid syariah bertujuan untuk mendidik individu, menciptakan keadilan dan kemaslahatan. Untuk mencapai tujuan mendidik individu, dilakukan suatu pengukuran melalui elemen pendidikan, penelitian, pelatihan dan publikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi pengembangan pengetahuan, peningkatkan keterampilan baru,dan kesadaran masyarakat terhadap kinerja maqasid syariah ditinjau dari tujuan mendidik individu. Dan untuk mengetahui perbedaan kinerja maqasid perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia. Sampel pada penelitian ini adalah lima Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia dan lima perbankan syariah di Malaysia. Teknik penyampelan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Untuk menguji pengaruh elemen-elemen terhadap kinerja maqasid syariah, dilakukan dengan pengujian analisis regresi berganda, dan uji beda independent sample t test digunakan untuk menguji perbedaan kinerja maqasid perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa terdapat pengaruh positif pengembangan pengetahuan, peningkatkan keterampilan baru, menciptakan kesadaran masyarakat akan keberadaan entitas syariah terhadap maqasid syariah. Kemudian, terdapat perbedaan kinerja maqasid perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia.
Implementasi Pentasharufan Zakat pada LAZ DKD Magelang Perspektif Konsep Basic Needs Approach Mafruroh, Faridhotul; Mujahidun, Mujahidun
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.385 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan proses pentasharufan zakat dan pendukung serta penghambat dalam proses pentasharufan zakat yang dilaksanakan dengan pendekatan konsep basic needs approach. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ini terdiri dari direktur LAZ DKD Magelang, tim program LAZ DKD Magelang dan sebagian mustahik yang termasuk dalam program dengan konsep basic needs approach. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Konsep Basic Needs Approach lebih menekankan pada proses identifikasi atau survey calon penerima manfaat, bukan pada bentuk penerimaannya. Bentuk penerimaan akan sangat bergantung pada hasil identifikasi yang kemudian disesuaikan dengan program atau pemberian yang ada. Tahapan pentasharufan zakat terdiri dari dua tahapan yaitu tahapan pembuatan program pendayagunaan dan tahapan pendayagunaan (pentasharufan). Implementasi pentasharufan zakat pada LAZ DKD Magelang meliputi zakat konsumtif dan zakat produktif atau pendayagunaan. Faktor-faktor yang menjadi pendukung implementasi konsep Basic Needs Aproach dalam pola pentasharufan zakat di LAZ DKD Magelang terbagi menjadi dua yaitu faktor internal meliputi sesuai visi DKD, sumber daya manusia memadai,sarana dan prasarana, dan ketersediaan finansial; faktor eksternal meliputi jumlah umat Islam dan jumlah kompetitor. Sedangkan faktor-faktor penghambat implementasi konsep Basic Needs Aproach dalam pola pentasharufan zakat di LAZ DKD Magelang terbagi menjadi faktor internal yaitu belum banyak pilot project yang dapat dijadikan rujukan, minimnya jumlah pengelola serta keluar masuknya pengelola LAZ DKD Magelang; faktor eksternal diantaranya mentalitas mustahik, budaya serba instan, serta budaya konsumtif.
Subjek-Subjek Wakaf: Kajian Fiqh Mengenai Wakif Dan Nazhir Usman, Nurodin
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.801 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang dua subjek wakaf yang penting dalam fiqh wakaf, yaitu wakif dan nazhir. Makalah ini juga membahas kedudukan wakif yang berperan sebagai nazhir terhadap harta wakafnya sendiri. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan fiqh sehingga dipastikan memunculkan beberapa pendapat dalam satu masalah yang dikaji. Hasil kajan menunjukkan bahwa wakaf termasuk akad tabarru’ dan wakif harus benar-benar pemilik harta yang telah diwakafkan. Sedangkan nazhir adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap harta wakaf. Untuk menjadi nazhir, harus terpenuhi syarat-syarat yang dapat disimpulkan pada istilah amanah dan kifayah. Atas segala usaha dan jerih payahnya dalam mengelola harta wakaf, nazhir berhak mendapatkan upah atau imbalan seperti yang ditetapkan wakif, atau apabila tidak maka besarnya dikembalikan kepada upah standar.
Celah Riba Pada Perbankan Syariah Serta Konsekwensinya Terhadap Individu, Masyarakat Dan Ekonomi Afif, Mufti; Mulyawisdawati, Richa Angkita
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.395 KB)

Abstract

Harta adalah perhiasan dunia yang diciptakan Allah untuk umat manusia. Harta merupakan sesuatu yang sering diperebutkan manusia dan bahkan cara memperolehnya pun bisa dilakukan dengan cara yang salah; seperti riba, mencuri, merampok dan ghasab. Riba adalah jenis transaksi yang diharamkan Islam karena merugikan salah satu pihak dari dua pihak yang bertransaksi. Meskipun demikian, seiring dengan perkembangan jaman transaksi ribawi di dunia perbankan dewasa ini semakin sulit dihindari, tidak terkecuali pada lembaga keuangan yang berlabelkan syariah. Berawal dari motivasi untuk menggerakkan perekonomian melalui lembaga keuangan yang Islami, masyarakat muslim justru terlena dengan transaksi-transaksi ribawi yang direkayasa supaya tidak mencolok keharamannya. Secara umum masih terdapat transaksi ribawi dalam Lembaga Keuangan Syariah yang perlu dibenahi dan dikaji lebih lanjut sehingga betul-betul terlepas dari dosa besar riba. Karena mengikuti ketetapan Allah dan RasulNya adalah bagian dari ibadah yang mutlak dan tidak dapat ditawar dengan alasan kemodernan dan permintaan pasar atau persaingan. Melagalkan riba akan memberikan dampak negatif bagi individu pelaku, kelompok masyarakat dan ekonomi suatu negara, bahkan sangat terkait dengan terkabulnya doa seorang mukmin di sisi Allah Swt. Maka melalui karya tulis ini, penulis berharap kedepannya ada tahapan lanjutan untuk perbaikan transaksi di perbankan syariah sehingga tercapai tujuan penghapusan riba yang sesungguhnya, sehingga sistem ekonomi Islam betul-betul menciptakan keharmonisan ekonomi yang berkeadilan.