cover
Contact Name
Anita Setyowati Srie Gunarti
Contact Email
anitassgunarti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bentang@unismabekasi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
ISSN : 23025891     EISSN : 25793187     DOI : -
Core Subject : Engineering,
BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil adalah wadah publikasi ilmiah di bidang ke teknik sipilan. Bentang pertama kali terbit pada bulan Januari 2013. Bentang terbit dua kali dalam satu tahun. Saat ini bentang telah memiliki E-ISSN dan telah terindeks google scholar, IPI, SINTA.
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
SISTEM PENGENDALIAN KONSTRUKSI PADA PROYEK PERLUASAN KANTOR DAN HALAMAN PARKIR DI JABABEKA CIKARANG BEKASI Prajawati, Dyah Ayu; Soenyoto, Soedarmin
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 1 No 2 (2013): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.899 KB)

Abstract

Pengendalian sebuah proyek meliputi pengendalian biaya, mutu dan waktu atas kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan sampai proyek tersebut selesai dikerjakan. Pengendalian yang tidak tepat dapat merugikan perusahaan, seperti pemborosan dana, keterlambatan waktu penyelesaian proyek serta kualitas pekerjaan yang kurang baik. Hal tersebut dapat mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan dari pihak lain, khususnya pihak pemberi proyek terhadap perusahaan tersebut. Penelitian dimulai dengan melakukan mencari data untuk kemudian dianalisis. Data-data primer didapat dengan melakukan survey mencari data- data proyek. Data-data sekunder didapat dengan melakukan survey mencari buku-buku literature, referensi yang berkaitan dengan pengendalian pelaksanaan konstruksi. Hasil penerapan perusahaan dalam menggunakan metode Earned Value menunjukan bahwa proyek menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan perencanaan. Perhitungan didasarkan pada data biaya yang dianggarkan untuk pekerjaan yang direncanakan (Planned Value), biaya yang dianggarkan untuk pekerjaan yang telah dilaksanakan (Earned Value) dan biaya yang telah dikeluarkan (Actual Cost). Dari penerapan akhir proyek, kinerja biaya CPI sebesar 1.114>1 menunjukkan bahwa biaya yang telah dikeluarkan dibawah anggaran rencana sehingga dapat dikatakan kinerja proyek untung, hal ini ditunjukan dari indikator Cost Varian CV bernilai positif sebesar Rp. 64.693 juta antara selisih nilai hasil (EV) dengan biaya actual yang dikeluarkan (AC). Penerapan waktu, pelaksanaan proyek menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan rencana, ditunjukkan kinerja waktu SPI sebesar 1. Dan dalam pelaksanaan mutu pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan owner sehingga tidak ada masalah yang cukup berarti. Kata Kunci: Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu, Metode Earned Value
KONSERVASI DAN PELESTARIAN SUMBER DAYA AIR di INDONESIA Soenyoto, Soedarmin
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 1 No 1 (2013): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.304 KB)

Abstract

Penggunaan air dan sumber air yang kurang bijaksana mengakibatkan rusaknya keseimbangan ekosistem sumber daya air dan peningkatan pencemaran, sehingga ketersediaan dalam kuantitas maupun kualitas semakin rentan. Hal ini memberikan dampak negatif yang mengancam kelangsungan penyediaan pelayanan air. Untuk menjaga keberlanjutan dalam penyediaan pelayanan air yang semakin meningkat dari waktu kewaktu, maka perlu disusun kebijakan utnuk mengerahkan usaha-usaha konservasi dan pelestarian sumberdaya air. Dari studi lapangan diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi meliputi alih fungsi lahan pada daerah tangkapan air. Pengrusakan sempadan sungai, pencemaran oleh limbah industri, rumah tangga dan pertanian, penurunan muka air tanah dan intrusi air laut, kerusakan badan air oleh penambangan galian C, erosi dan sedimentasi, serta berkembang biaknya gulma di badan-badan air. Sementara itu peraturan perundangan yang ada ternyata tidak berjalan secara efektif. Hal ini disebab kan banyaknya peraturan yang bersifat sektoral dan departemental, tidak dipatuhinya peraturan oleh masyrakat dan aparat pemerintah, serta kurangnya sosialisasi dari peraturan perundangan yang ada. Dalam hal kelembagaan, ditemukan beberapa kenyataan antara lain kurangnya koordinasi antar lembaga yang terkait, kurang berfungsinya lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya air, kurang disadarinya pentingnya kegiatan operasi dan pemeliharaan, masih dilakukannya perencanaan secara terpadu dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya air, serta kurangnya usaha untuk mendorong partipasi masyarakat dalam menjaga pelestarian sumber daya air. Kesulitan lain yang dihadapi adalah kurangnya dana dan terbatasnya sumber-sumber pendapatan untuk menunjang konsercasi dan pelestarian sumber daya air. Sejalan dengan proses disentralisasi dan otonomi daerah, disarankan agar status kelembagaan dalam pengelolan daerah pengaliran sungai dipertegas; masing-masing daerah pengaliran sungai menyusun sebuah rencana induk pengmebangan secara terpadu dan menyeluruh; untuk mewujudkan rencana itu perlu disusun strategi pembiayaan yang sesuai dengan potensi dan nilai air pada masing-masing tempat; dan sebagai pegangan dalam pengelolaan sumber daya air, ketiga hal diatas perlu dikukuhkan dalam bentuk peraturan daerah. Kata kunci : ekosistem sumber daya air, keberlanjutan, peraturan perundangan, status kelembagaan, rencana induk terpadu dan menyeluruh, strategi pembiayaan, peraturan daerah.
KAJIAN BENTUK GEOMETRIK INTERCHANGE KRUKUT PADA RUAS JALAN TOL DEPOK – ANTASARI (DEPANTAS) DAN CINERE – JAGORAWI (CIJAGO) BERDASARKAN SISTEM PEMBAYARAN TERBUKA Amin, Chairul; Budhiaty, Happy; Sylviana, Rika
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 5 No 1 (2017): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1971.591 KB)

Abstract

Persimpangan antar dua ruas jalan tol Depok – Antasari dan Cinere – Jagorawi harusdifasilitasi dengan sebuah interchange agar lalu lintas yang akan berpindah jalur antar dua ruasjalan tol tersebut terpenuhi. Titik pertemuan kedua ruas jalan tol terletak di Kelurahan Krukut,Kota Depok.Metode pemilihan interchange didasarkan pada beberapa hal antara lain volume lalulintas harian dan metode pembayaran yang berlaku. Seiring perkembangan lalu lintas dandidukung dengan keputusan pemerintah maka sistem pembayaran jalan tol diubah dari sistemtertutup menjadi sistem terbuka, maka hal ini berpengaruh pada perubahan bentuk interchangeyang digunakan. Pada awal perencanaan, bentuk interchange Krukut ini menggunakan bentukdouble terumpet dengan gerbang tol pada aksesnya, bentuk ini tidak dapat digunakan padasistem terbuka. Ada dua tipe yang cocok untuk melayani kondisi seperti ini yaitu dirrectinterchange dan cloverleaf interchange, namun kondisi topografi Krukut tidaklah ideal untukkedua tipe interchange tersebut disebabkan adanya utilitas yang tidak bisa diganggu karenamelayani listrik dan gas di provinsi DKI dan Jawa Barat yaitu 3 jalur SUTET 500 Kva, 1 jalurSUTT 150 Kva, dan jalur pipa gas. Untuk itu diperlukan modifikasi bentuk ideal interchangemenjadi suatu bentuk yang lain tanpa menghilangkan bentuk dasar interchange tersebut namunmampu melayani lalu lintas antar kedua ruas jalan tol yang tentunya tidak lagi menggunakangerbang tol.Berdasarkan hasil penelitian maka didapat sebuah bentuk interchange yang dimodifikasidari bentuk asalnya cloverleaf dengan 8 ramp penghubung dengan menggunakan kombinasibentuk direct ramp, semi direct ramp dan loop ramp. Bentuk baru interchange ini dinamakanmodification cloverleaf interchange.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR UNISMA BEKASI DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA Suryana, Nana; Darma, Eko; Prihesnanto, Fajar
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 5 No 1 (2017): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.863 KB)

Abstract

Ketersediaan petak parkir di Universitas Islam 45 Bekasi pada saat ini tidaksebanding dengan bertambahnya jumlah mahasiswa yang membawa motor karenaketerbatasan luas lahan parkir yang tersedia, salah satu alternatif pemecahannya adalahdengan membangun gedung parkir.Perencanaan gedung parkir ini dianalisis dengan metode analisa statik ekuivalen.Hasil dari analisis berupa aksial, momen, geser. Analisis beban dorong statik pada strukturgedung, dengan menggunakan cara analisis statik 2 dimensi, linier dan non linier, dimanapengaruh gempa rencana terhadap struktur gedung dianggap sebagai beban-beban statikyang menangkap pada pusat massa masing-masing lantai, yang nilainya ditingkatkan secaraberangsur angsur sampai melampaui pembebanan yang menyebabkan terjadinya pelelehan(sendi plastis) pertama di dalam struktur gedung, kemudian dengan peningkatan bebanlebih lanjut mengalami perubahan bentuk elastis plastis yang besar sampai mencapaikondisi di ambang keruntuhan. Kemudian menentukan pemilihan dimensi balok portalutama pada portal dan balok anak terhadap momen pada balok portal akibat gaya-gayayang bekerja pada struktur gedung parkir tersebut.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan: (1) Lantai 1, 2 dan 3dibutuhkan balok anak sebanyak 60 x 3 batang menggunakan profil WF 250 x 125 x 6 x 9,elemen portal balok WF 300 x 300 x 10 x 15 sebanyak 56 x 3 batang, WF 500 x 200 x 10 x 16sebanyak 30 x 3 batang dan WF 200 x 200 x 8 x 12 sebanyak 8 x 3 batang, dan kolom WF400 x 400 x 13 x 21 sebanyak 55 x 3 batang. (2) Lantai 4 (empat) dibutuhkan kolom WF 350x 350 x 12 x19 sebanyak 22 batang. Profil aman terhadap momen, geser, dan defleksi.
PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP KECEPATAN KENDARAAN DAN NILAI WAKTU PERJALANAN DI WILAYAH KOTA BEKASI Nuryati, Sri
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 5 No 1 (2017): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.202 KB)

Abstract

Pertambahan penduduk di wilayah perkotaan berpengaruh besar terhadapperkembangan diberbagai sektor terutama di sektor transportasi khususnya wilayah KotaBekasi. Tingkat pelayanan jalan pada persimpangan ruas jalan Ahmad Yani – jln. M.Hasibuan – jln. KH Noer Ali dan persimpangan jalan Chairil Anwar – jalan H. JoyoMartono di kota Bekasi pada jam-jam sibuk mengalami penurunan yang cukup tinggi.Tingkat pendapatan per kapita seseorang berpengaruh terhadap nilai waktu perjalanan(value of travel time, VOT), dimana semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang makasemakin tinggi pula nilai waktu perjalanannya. VOT juga dipengaruhi oleh jenis kendaraan,usia dan tujuan perjalanan.Analisis konsumsi bahan bakar minyak (BBM) terhadap tingkat kecepatankendaraan dalam km/jam pada penelitian ini menggunakan perbandingan metode BinaMarga dan metode PCI , sedangkan nilai waktu perjalanan (VOT) di hitung berdasarkantingkat pendapatan rata-rata per orang per bulan dan tingkat kesejahteraan (welfaremaximation) yang menggunakan kendaraan pribadi di wilayah Kota Bekasi tahun 2016.Hasil perhitungan biaya konsumsi bahan bakar (BBM) berdasarkan variasikecepatan kendaraan metode PCI menunjukan bahwa pada kecepatan rata-rata 40 km/jamdengan jenis kendaraan mobil penumpang sebesar Rp. 435,431, /1000 km, bus besar sebesarRp. 1.031.458,/1000 km dan truk besar sebesar Rp. 890.288,/1000 km. Sedangkan denganmetode Bina Marga, mobil penumpang sebesar Rp. 1.750,- / km, bus sebesar Rp. 4.381,-/kmdan truk sebesar Rp. 6.986,- /km. Hal ini disebabkan karena metode Bina Margamemasukkan beberapa parameter dalam perhitungan. Hasil analisis nilai waktu (VOT) diwilayah Kota bekasi dengan tingkat pendapatan per kapita per bulan pada kecepatan 10km/jam sebesar Rp. 3.906,-/km/orang/bulan lebih tinggi jika dibandingkan pada kecepatan70 km/jam yaitu sebesar Rp. Rp. 558,-/km/orang/bulan.
KAJIAN SINYAL DAN GEOMETRIK JALAN PERSIMPANGAN JALAN MT. JOYOMARTONO DENGAN JALAN TARUM BARAT – JALAN CHAIRIL ANWAR DI KOTA BEKASI Hartono, Rudik; Sylviana, Rika; Nuryati, Sri
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 5 No 1 (2017): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.786 KB)

Abstract

Kemacetan yang terjadi pada persimpangan Jalan MT. Joyomartono dengan JalanTarum Barat – Jalan Chairil Anwardiakibatkan oleh bertambahnya jumlah kendaraanyang terus meningkat setiap tahunnya yang tidak diimbangi dengan peningkatanpembangunan jalan raya, pengoperasian fasilitas lalu lintas belum optimal dan perilakukurang disiplin pengguna jalan. Berdasarkan tinjauan operasional (kondisi awal) kelakuanpengemudi kendaraan bermotor sering menyebabkan waktu tundaan (delay), waktu hilang(lost time), panjang antrian (queue lenght), dan kendaraan terhenti (stop rate) yang relatiftinggi, sehingga hal ini patut ditinjau kembali mengenai kapasitas persimpangan yang adasaat ini.Perolehan data pada penelitian ini adalah mengunakan metode survai yaitu meliputisurvai volume lalu lintas, survai kecepatan lalu lintas, survai geometrik simpang dan survaiwaktu sinyal lalu lintas selama 3 (tiga) hari; hari kerja dan hari libur, yaitu tanggal 9,11,15Agustus 2004. Analisa data yang dilakukan mencakup analisa operasional dan analisaperencanaan dengan program KAJI (Kapasitas Jalan Indonesia) ver 1.10x.Hasil analisis operasional 3 fase pada kondisi awal menunjukkan bahwa tingkatpelayanan simpang pada hari kerja dan hari libur adalah macet total atau dengan tingkatpelayanan pada level F analisis. Dari analisa beberapa alternatif 3 (tiga) yang menghasilkanpelayanan simpang pada hari kerja pada “B“. Tingkat pelayanan simpang pada hari liburpada level B. Sehingga dari hasil analisa perencanaan ini dapat diartikan kondisi kapasitassimpang pada analisa ini termasuk katagori kapasitas yang ideal dan optimal.
PENGGUNAAN BATANG ECENG GONDOK TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON Priyatno, Gunawan; Srie GunartI, Anita Setyowati; Paryati, Ninik
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 5 No 1 (2017): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.748 KB)

Abstract

Tanaman Eceng Gondok yang tumbuh sangat cepat berdampak negatif bagi fungsisungai, rawa dan danau dimana akar tanaman yang menggantung ini menyerap oksigenyang berada disekitarnya. Aliran air sungai jadi terhambat karena penuh oleh tanamanEceng Gondok, oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan Eceng Gondok yang positifseperti sebagai bahan tambah campuran beton.Pengujian laboratorium dilaksanakan dengan menambahkan serat batang EcengGondok pada beton. Penambahan serat sebesar 0,25 %, 0,50 % dan 0,75 % subtitusiterhadap agregat halus. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tekan dan uji kuat tarikbeton dengan mutu K-225.Hasil penelitian menunjukan penurunan kuat tekan beton sebesar 7,54 % terhadapbeton normal pada komposisi serat Eceng Gondok 0,25 %. Begitu juga dengan nilai kuattarik beton terjadi penurunan sebesar 7,57 % terhadap beton normal pada komposisi seratEceng Gondok 0,25 %. Seiring dengan pertambahan kadar serat Eceng Gondok, nilai kuattarik dan tekan semakin menurun.
ANALISIS KEHILANGAN TINGGI TEKAN DAN KEBUTUHAN AIR JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI PERUMNAS TALANG KELAPA PALEMBANG Andayani, Reni; Djohan, Bahder; Nurmansyah, Nurmansyah
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 5 No 2 (2017): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.121 KB)

Abstract

Perumnas Talang Kelapa blok III memiliki 860 rumah, dengan PT. Adhya Tirta Sriwijaya penyedia layanan air bersih. Permasalahan yang terjadi saat ini berupa kekurangan tekanan air, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan air bersih selama 24 jam. Selain itu diproyeksikan akan terjadi perubahan jumlah penduduk yang akan menambah beban kapasitas air bersih di lokasi penelitian. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui kehilangan tinggi tekan eksisting, proyeksi jumlah penduduk, dan jumlah kebutuhan air bersih. Perhitungan ini menggunakan metode hardycross untuk menghitung kehilangan tinggi tekan serta metode geometri untuk menghitung proyeksi jumlah penduduk. Pada wilayah perumahaan ini terjadi kehilangan tinggi tekan terbesar pada loop II yaitu 0,52 m serta proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2016 berjumlah 4347 jiwa, tahun 2017 berjumlah 4395 jiwa, tahun 2018 berjumlah 4443 jiwa, pada tahun 2019 berjumlah 4492 jiwa, dan pada tahun 2020 berjumlah 4541 jiwa. maka kebutuhan air bersih untuk kategori domestik dan nondomestik per 5 tahun kedepan rata-rata sebesar 3,12 lt/det.
PENGGUNAAN BAHAN ADDITIVE WETFIX–BE SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA LAPIS PERMUKAAN AC–WC Kholiq, Abdul; Hidayatullah, Taufik
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 5 No 2 (2017): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.625 KB)

Abstract

Kerusakan jalan yang sering terjadi pada lapis permukaan yaitu permukaan tampak kasar yang diakibatkan oleh air dan gesekan roda kendaraan. Untuk menanganinya perlu penambahan bahan additive anti striping wetfix-Be agar memperkuat ikatan antara agregat dengan aspal. Penambahan bahan additive dengan dosis pemakaian hanya 0,2 – 0,5% dari berat aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan additive tambahan wetfix-Be menggunakan metode marshall pada lapis permukaan Asphalt Concrete Wearing Coarse (AC–WC) dan mendesain Job Mix Formula (JMF) dalam membuat campuran aspal lapis aus permukaan AC-WC yang merupakan spesifikasi baru yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Pengujian Marshall dilakukan untuk menentukan kadar aspal optimum yang sesuai dengan spesifikasi campuran dari bina marga. Pembuatan benda uji marshall dibuat variasi kadar aspal yaitu 5,0%, 5,5%, 6,0%, 6,5%, 7,0% masing-masing sebanyak 3 buah. Berat benda uji marshall campuran kira-kira 1200 gram. Proses pemadatan benda uji marshall dilakukan pemadatan 75 kali bolak balik. Hasil Penelitian didapatkan kadar aspal optimum sebesar 6,2% pada lapis permukaan AC – WC menggunakan aspal Penetrasi 60/70. Pemakaian bahan additive anti striping Wetfix-Be dosis pemakaiannya 0,25% dari berat aspal. Meskipun dosis pemakaiannya hanya sedikit tapi hasil dari pengujian marshall dapat meningkatkan nilai stabilitas, kepadatan VFB dan MQ.
PENGGUNAAN VARIASI PH AIR (ASAM) PADA KUAT TEKAN BETON NORMAL F’C 25 MPA Meidiani, Srikirana; Septa Hartawan, Muhammad Farsyah
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 5 No 2 (2017): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.377 KB)

Abstract

Air merupakan salah satu faktor penting dalam pembuatan beton, karena air bereaksi dengan semen akan menjadi pasta pengikat agregat. Pada pekerjaan pembuatan beton, air yang digunakan haruslah air dengan pH netral dengan nilai 7. Pada daerah pedalaman sangat susah mendapatkan air yang bersih, para kontraktor biasanya membuat sumur atau menggunakan sungai yang ada pada daerah tersebut. Air yang didapat pada sumur dan sungai bisa jadi ber pH Asam ataupun Basa, sehingga air yang digunakan tidak memenuhi persyaratan. Hal ini dapat berpengaruh terhadap mutu atau kualitas beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan variasi pH Air terhadap mutu atau kualitas beton akankah terjadi penurunan atau malah sebaliknya, dan variasi pH air yang digunakan yaitu pH 4, 5, dan 6 yang termasuk pH asam. Sebagai pembanding adalah beton normal dengan pH air 7. Penelitian dilakukan di Laboratorium Beton dan Teknologi Bahan Fakultas Teknik Universitas IBA Palembang. Benda uji yang digunakan adalah kubus dengan panjang 15 cm dan lebar 15 cm, dengan jumlah sampel/ spesimen 3 buah untuk masing – masing variasi. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari setelah dilakukan perawatan (curing). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan variasi pH air menghasilkan penurunan terhadap nilai kuat tekan. Kuat tekan beton normal pH air 7 yaitu 25.96 Mpa sedangkan kuat tekan yang dihasilkan pada penggunaan variasi pH air 4 yaitu 20.32 MPa turun 21.71%. Kuat tekan yang dihasilkan pada penggunaan variasi pH air 5 yaitu 20.87 MPa turun 19.58%, dan kuat tekan yang dihasilkan pada penggunaan variasi pH air 6 yaitu 22.01 MPa turun 15.21%.