Al-'Adl
ISSN : 19794916     EISSN : 26155540
Jurnal Al-'Adl merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Syariah IAIN Kendari. Al-'Adl secara spesifik mempublikasikan tulisan ilmiah baik naskah ilmiah maupun hasil penelitian yang berorientasi pada masalah hukum Islam dan pranata sosial serta kajian keislaman lainnya.
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl" : 10 Documents clear
WAKAF DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM Kamaruddin, Kamaruddin
Al-Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.362 KB)

Abstract

AbstrakWakaf merupakan perbuatan hukum yang telah lama hidup dan dilaksanakan dimasyarakat. Wakaf yang telah berjalan selama ini dikelola oleh masyarakat melalui nazhirperorangan atau yayasan berbadan hukum yang sekaligus bertindak sebagai nazhir. Secarasosiologi, wakaf merupakan bagian dari sumber kekayaan yang dapat dijadikan saranauntuk melakukan kebajikan-kebajikan umum, baik kebajikan ibadah mahdhah maupunkebajikan ibadah sosial. Oleh karena itu, wakaf dalam perspektif sosiologi hukum adalahperbuatan hukum masyarakat dilaksanakan dengan menyerahkan harta benda kepadaseseorang atau kelompok tanpa melihat golongan sebagai bentuk kepedulian sosial gunauntuk kepentingan masyarakat secara umum.Kata kunci : wakaf, sosiologi hokum
KONSTRUKSI MAKNA DISIPLIN KERJA DALAM MASYARAKAT AKADEMISI STAIN KENDARI Rohmah, Umi
Al-Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.04 KB)

Abstract

AbstrakMakna sebuah realitas dapat dibentuk melalui pengetahuan yang telah ada sebelumnyaatau pengalaman masyarakat sehingga makna dapat dikonstruksi oleh budaya danmasyarakat, sedangkan disiplin sering diidentikkan dengan kerja dan produktivitas.Berdasarkan isu ini pembentukan makna disiplin kerja di kalangan masyarakat akademisitentu memiliki keunikan tersendiri jika ditelisik dari pengetahuan atau budaya yang telahmelekat pada mereka karena masing-masing individu berbeda dalam melihat statusnyasehingga berbeda pula dalam memaknai disiplin kerja seperti dalam praktik pelaksanaanfungsi dan tugas sebagai akademisi.Kata kunci: konstruksi disiplin, kerja, akademisi.
KEBIJAKAN EKONOMI UMAR IBN KHATTAB Ridlo, Ali
Al-Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.299 KB)

Abstract

AbstrakAktivitas manusia tidak terlepas dari kegiatan ekonomi. Di negara Islam terdapat aktivitasekonomi, khususnya permasalahan ekonomi pada masa Khalifah Umar ibn Khattab.Persoalan tersebut ada pada blue print mengenai dua hal: pertama, bagaimana Umar ibnKhattab membentuk kebijakan ekonomi selama masa pemerintahannya? Kedua, bagaimanakedaualatan ekonomi Umar selama masa kekhalifahannya? Tulisan ini juga ditujukanuntuk menjelaskan keistimewaan pemikiran Umar, yang dibuktikan dengan beberapa ayatAlquran yang menjustifikasi sebagian pemikiran Umar. Selanjutnya, tulisan ini akanmembahas kondisi ekonomi negara Islam pada masa tersebut, yang mencakup isu-isu,seperti Zakat, Fai, Ghanimah, jizya, kharaj, dan Ushur, isu yang memperbesar peran BaitulMaal seperti pembayaran negara, gaji pegawai negeri sipil dan tentara, serta membahaskeuntungan politik ekonomi Umar saat ini.Kata kunci: economy, economic policy, Umar Ibn Khattab.
ANALISIS PENGGUNAAN DALIL SEPUTAR LARANGAN NIKAH BEDA KEYAKINAN Alifuddin, Muhammad
Al-Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.862 KB)

Abstract

AbstrakDalam perspektif Qurani nikah adalah keniscayaan individual dan sosial gunamelangsungkan keberlanjutan hidup manusia. Secara umum disebutkan bahwaperkawinan bertujuan untuk menjaling kehidupan yang mawaddah wa al-rahmat.Berdasarkan tujuan di atas maka para pemerhati kehidupan keluarga khususnya yangberlatar religius, mensyaratkan perkawinan dilakukan oleh pasangan yang memiliki agamadan keyakinan yang sama. Dengan demikian pelarangan kawin beda agama lebih padaadanya latar faktor-faktor sosial budaya yang kurang mendukung terhadap terciptanyatujuan perkawinan yang mawaddah wa al-rahmat, sebagaimana pembolehannya pada masanabi juga karena ditunjang oleh faktor sosial dan kondisi kemapanan kaum muslimin padawaktu itu. Pandangan ini sesuai dengan fakta histories, bahwa Quran membolehkanperkawinan dengan wanita kitabiyah sebagaimana yang disebutkan dalam surat al-Maidahayat 5 adalah terjadi pada akhir tahun ke 9 H dan awal tahun ke 10 H. Pada waktu itu umatIslam dan Negara madinah telah kuat, baik secara politik maupun militer. Oleh karena itu,meletakkan ayat 221 surat al-Baqarah, sebagai justifikasi pelarangan kawin beda agama/terlebih khusus kepada wanita ahl al-kitab, kurang elegan untuk tidak menyatakan tidakadil.Kata kunci: dalil, larangan nikah, nikah beda keyakinan
KEDUDUKAN MASLAHAH PERSPEKTIF PROF. K.H. ALI YAFIE (Sebuah Analisa Tentang Epistimologi Hukum Islam) Sadat, Anwar
Al-Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.615 KB)

Abstract

AbstrakMakalah ini berjudul Kedudukan Maslahah Perpektif Prof. K.H. Ali Yafie: SebuahAnalisa tentang Epistemologi Hukum Islam) yang di dalamnya mencoba memaparkankonsep Maslahah sekaligus menempatkan Maslahah ke posisi yang lebihproporsional.Dalam kajian ini pula Penulis mencoba memberikan uraian yang lebih padatdengan berangkat pada bahasan biografi intelektual Ali Yafie. Adapun metode yangdigunakan dalam kajian ini murni pendekatan pustaka yaitu dengan membaca berbagaikarya ilmiah para tokoh dalam hal ini K.H. Ali Yafie dan berbagai referensi terkait lainnya.Hasil penelitian menunjukkan konsep Maslahah menurut Ali Yafie merupakantujuan syariat, yang dianggap sebagai pola umum atau prinsip dasar yangmenjiwai seluruh wilayah fiqih.Konsep mashlahah yang ditawarkan Ali Yafie adalahberkisar pada dua hal pokok, yaitu jalb al manfaah (mewujudkan manfaat atau kegunaan)dan daf ‘al-madharrah (menghindarkan kemudharratan) yang secara umum mengacu padatiga konsep kebutuhan yaitu: al-dharuriyat, al-hajiyat,al-tahsiniyat.Kata kunci: Ali Yafie, maslahah, fiqih, syariat.
POLITIK ISLAM: TELAAH HISTORIS MONARCHISME MU’AWIYAH DAN KONFLIK YANG MENGITARINYA Ikhsan AR., Muhammad
Al-Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.47 KB)

Abstract

AbstrakMuawiyah bin Abu Sufyan adalah satu di antara ribuan sahabat Nabi Muhammad SAWyang paling kontroversial. Muawiyah lahir dari kedua orangtua yang sebelumnya sangatmemusuhi Islam, yaitu Abu Sufyan bin Harb dan Hindun binti Utbah. Sikapnya terhadapKhalifah Ali bin Abi Thalib, dianggap makar dan tergolong bughat (pemberontak).Tindakan Muawiyah mengangkat putranya Yazid sebagai khalifah, dituding telahmenciptakan sistem monarchy (turun-temurun), sistem baru yang tak pernah adasebelumnya.Di sisi lain, jasa Muawiyah tak bisa dipungkiri. Pencatat wahyu ini tak hanya mampumengakhiri konflik antar kaum Muslimin di masanya, tapi juga berhasil menancapkanpondasi sebuah dinasti yang telah memberikan begitu besar jasanya bagi dunia Islam:Dinasti Umayyah.Maka, sosok Muawiyah pun mendapat banyak sorotan—pro dan kontra—dari berbagaikalangan. Di satu sisi, ada yang membencinya habis-habisan. Berbagai julukan ditabalkan.Ia disebut licik, culas, musang berbulu domba dan pengkhianat. Namun di lain sisi, iadipuji dan disanjung oleh umat Islam karena Muawiyah memiliki kontribusi besar dalamperubahan struktur sosial dan politik umat pada waktu itu. Muawiyah memisahkan Qadhidan Ulama, sehingga posisi qadhi atau hakim menjadi sebuah jabatan profesi. Beliau jugamemodernisasi militer sehingga lebih profesional dalam menjalankan tugas, kendati seringdigunakan untuk menghadapi lawan-lawan politiknya.Kata Kunci: politik Islam, monarchy, Mu’awiyah.
PENEGAKKAN HUKUM TERHADAP KEJAHATAN NARKOTIKA DITINJAU DARI ASPEK KRIMINOLOGI Zainal, Muhammad Asrianto
Al-Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.939 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penegakan hukum terhadap kejahatannarkotika ditinjau dari aspek kriminologi dengan menggunakan metode kualitatif datadiperoleh melalui studi pustaka hasil analisis Undang-undang narkotika danpsikotropika.Undang-Undang Narkotika Nomor 22 tahun1997dan UU Psikotropika No5/1997 perlu diamandemen.Kedua undang –undang itu tidak menempatkan pemakainapza(narkotika, psikotropika,dan zat adiktif lainnya) sebagai korban,sehingga segalaupaya untuk mengurangi dampak buruk dari pemakan napza agak sulit dilakukan. Selamaini pemakai napza juga ikut ditangkap aparat keamanan. Padahal, seharusnya yangditangkap itu adalah pengedar. Pemakai itu hanya korban . Oleh karena itu, perludilakukanamandemen terhadap kedua UU tersebut, agar upaya pengurangan dampak buruk bisadilakukan segera.Kata kunci: penegakan hukum, kejahatan narkotika, kriminologi.
TANTANGAN SISTEM KEUANGAN ISLAM SEBAGAI ALTERNATIF SISTEM KEUANGAN GLOBAL Chamid, Nur
Al-Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.35 KB)

Abstract

AbstrakDalam sejarah ekonomi dunia, ternyata krisis sering terjadi di mana-mana danmelanda hampir semua negara yang menerapkan sistem kapitalisme. Kapitalisme modernsaat ini dibangun dengan monetary based economy (ekonomi berbasis sektor moneter ataukeuangan atau non-real), bukan real based economy (ekonomi berbasis sektor riil). Artinya,Kapitalisme dominan bermain di level atas dari ekonomi real. Rente (keuntungan) ekonomidiperoleh bukan melalui kegiatan investasi produktif (produksi barang dan jasa), melainkandalam investasi spekulatif melalui sektor non-real (keuangan); misalnya melalui kreditperbankan serta jual-beli surat berharga seperti saham dan obligasi. Dalam ekonomi berbasissektor moneter atau keuangan inilah, Kapitalisme tidak dapat dilepaskan dengan bunga(riba).Bunga (riba) merupakan fenomena ekonomi yang selalu menjadi perdebatansepanjang sejarah oleh para filusuf, ekonom, maupun oleh ajaran semua agama. Islam samasekali tidak mengenal kompromi terhadap riba atau suku bunga. Islam mengharamkansecara pasti (qathi), ini justru akan menjadikan perkara haramnya riba itu sebagai malumunminad diin biddlarurah (perkara agama yang sudah diketahui halal atau haramnya dalamagama secara otomatis). Menurut Islam semestinya otoritas ekonomi global mulaimenyadari bahwa dalam rangka mewujudkan keinginan menjadi ekonomi keuanganberbasis riil adalah meluruskan kesalahan pandangan terhadap kedudukan uang yangtidak hanya berfungsi sebagai alat tukar tapi juga sebagai komoditi, serta pembuatan matauang tidak menggunakan basis emas atau perak sehingga nilai nominal tidak menyatudengan nilai intrinsiknya, inilah yang menjadi biang dari segala keruwetan ekonomikapitalis. Mengatasi krisis keuangan yang hingga kini masih terus berlangsung, di sampingharus menata sektor riil, yang paling penting adalah meluruskan pandangan keliru tersebut.Dengan cara itu, sistem ekonomi yang bertumpu pada sektor riil akan berjalan mantap, tidakmudah goyang atau digoyang seperti saat ini. Disinilah keunggulan sistem ekonomi Islam.Kata Kunci : Bunga, Kapitalisme, Keuangan Islam.
HIJAB DAN JILBAB MENURUT HUKUM FIKIH Jasmani, Jasmani
Al-Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.655 KB)

Abstract

AbstrakHijab dan jilbab adalah hal yang membentuk prillaku muslimah saat ini. Dahulu, hijabtidak begitu menarik perhatian umat Islam, walau ia adalah salah satu perintah syara bagimuslim perempuan.Hijab dan jilbab sebagai hal yang fenomenal mengundang pertanyaan, apakah iamerupakan kesadaran beragama bagi kaum muslim perempuan, atau adalah trend baruberbusana, ataukah kedua-duanya.Berkaitan dengan hal di atas, dibutuhkan sebuah pencerahan secara akademik denganmenelusuri hukum hijab dan jilbab menurut hukum fikih. Dengan cara ini kontroversitentang hijab dan jilbab di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan di dunia Islam lainnyadapat dpahami dan dan selanjutnya disikapi secara arif.Kata kunci: Hijab, jilbab, fikih
HUKUM NIKAH MUT’AH : MEMOTRET HADIS NABI SAW. TENTANG KEBOLEHAN DAN KETIDAKBOLEHANNYA Abunawas, Sitti Syakira
Al-Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.969 KB)

Abstract

AbstrakPraktik nikah mut’ah pernah ada pada zaman Nabi saw., sebagaimana tercantum dalamberbagai riwayat. Disebutkan bahwa Nabi pernah membolehkan nikah jenis tersebut. Akantetapi terjadi perbedaan pendapat mengenai apakah Nabi sampai akhir hayatnya tetapmembolehkan nikah mut’ah atau justru melarangnya. Sebagian kalangan berpendapatbahwa hadis yang membolehkan nikah mut’ah telah dinaskh oleh hadis yang melarang.Sebagian lagi mengatakan bahwa sampai akhir hayatnya Nabi tidak pernah melarang nikahmut’ah dengan larangan yang sifatnya permanen.Kata Kunci: Nikah Mut’ah dan hadis

Page 1 of 1 | Total Record : 10