cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JURNAL SERAMBI ILMU
ISSN : 16934849     EISSN : 25492306     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Serambi Ilmu is published since 2003, consistence to publishing the orginil manuscript of educational sourced from research results, conceptual ideas, studies and application of theory or literature review that has never been sent or published in other journals anywhere
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PADA SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Aini Zakiyah, Aini Zakiyah
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 14, No 1 (2013): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.495 KB) | DOI: 10.32672/si.v16i1.549

Abstract

Abstrak Artikel ilmiah ini adalah tulisan hasil penelitian yang merupakan bagian dari Tugas Akhir Mahasiswa S2 (tesis), dalam artikel ilmiah ini menjelaskan tentang kemampuan kepala sekolah yang merupakan salah satu pendukung dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru, strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh kepala sekolah dalan melaksanakan program peningkatan kompetensi guru. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah,wakil kepala sekolah, guru senior/ketua MGMP, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepala SMA Negeri 7 Banda Aceh telah melakukan program peningkatan kompetensi guru dalam program kerjanya, program peningkatan kompetensi guru tersebut adalah program pembinaan disiplin tenaga kependidikan, pemberian motivasi, penghargaan (reward), dan persepsi. 2) Strategi lainya yang ditempuh oleh kepala SMA Negeri 7 Banda Aceh untuk peningkatan kompetensi guru adalah dengan mengirim guru-guru ke lembaga pelatihan atau penataran, mengadakan program Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), seminar dan workshop, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk strategi peningkatan kompetensi guru, dalam pelaksanannya sudah terlihat ke arah perbaikan khususnya dalam mengajar, sudah ada peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. 3) Kendala-kendala yang dihadapi adalah sarana dan prasarana masih kurang, selain itu juga yang menjadi kendala adalah waktu yang terbatas. Kata kunci: Kemampuan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi guru
ANALISIS PENALARAN DALAM SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMP/MTs TAHUN AJARAN 2012 / 2013 Sukmawarti, Sukmawarti; Dewi Liliani Batubara, Dewi Liliani Batubara
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.516 KB) | DOI: 10.32672/si.v18i1.565

Abstract

Abstrak Ujian Nasional (UN) adalah kegiatan pengukuran dan penilaian pencapaian kompetensi lulusan secara nasional. Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam UN Matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah jenis penalaran apa saja yang terdapat dalam soal Ujian Nasional Matematika SMP/MTs Tahun Ajaran 2012/2013? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis penalaran yang terdapat dalam soal ujian Nasional matematika SMP/MTs. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif. Sedangkan metode dalam penelitian ini menggunakan kerangka kerja Lithner. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis soal UN berdasarkan konteks teori, kejadian contoh dan latihan soal dalam buku teks rujukan, memberikan argumen dan kesimpulan serta mengomentarinya sesuai dengan hasil analisis penalaran yang terdapat dalam soal UN. Hasil analisis penalaran dari 40 butir soal UN Matematika SMP/MTs tahun ajaran 2012/2013, karakter soal UN sebagian besar menggunakan penalaran Imitative Reasoning. 95% soal menggunakan Memorized Reasoning dan Algoritmic Reasoning, dan 5% soal dengan penalaran Creative Reasoning tipe Local Creative Reasoning. Materi soal UN sesuai dengan standar isi dan sudah dipelajari, serta sering dijumpai siswa dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian siswa tidak perlu cemas menghadapi Ujian Nasional dan harus percaya diri dalam mengikutinya.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Rahmani, Rahmani
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 17, No 2 (2016): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.769 KB) | DOI: 10.32672/si.v27i2.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada tema 1 Benda-benda di Lingkungan Sekitar setelah menerapkan pendekatan saintifik. Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 1 Benda-benda di Lingkungan Sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi-exsperimental research). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest posttest design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 37 Banda Aceh tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 30 siswa. Sampel  dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel. Siswa kelas V dijadikan sebagai kelompok eksperimen yang dikenai pendekatan saintifik. Pada awal pembelajaran diberi pretest dan akhir pembelajaran diberi posttes dengan menggunakan instrumen yang sama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan tes, teknik pengolahan data menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas data diperoleh bahwa data keduanya normal dan homogen. Dari hasil perhitungan untuk hasil belajar siswa diperolehthitung = 7,427 sedangkan nilai ttabel= 1,6827. Oleh karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan terima Ha. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 1 Benda-benda di Lingkungan Sekitar.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI PROGRAM LINIER SISWA Husna, Husna
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 18, No 2 (2017): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.286 KB) | DOI: 10.32672/si.v29i2.459

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk Meningkatkan hasil belajar Matematika dengan penerapan model problem based learning pada materi program linear siswa kelas X Marketing 1 SMK Negeri 1 Meulaboh Tahun Pelajaran 2015/2016. Prinsip utama dalam pembelajaran matematika saat ini umumnya untuk memperbaiki dan menyikapi aktifitas-aktifitas belajar yang bermanfaat bagi siswa. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran harus ditunjang dengan disediakan aktifitas-aktifitas belajar yang khusus sehingga siswa dapat melakukan “doing math”. Pembelajaran berbasis masalah (Problem-based learning), merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) mengetahui aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran dengan penerapan model problem based learning pada materi program linier. (b) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi program linier dengan penerapan model problem based learning, dan (c) Mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran Matematika dengan penerapan model problem based learning pada materi program linier di Kelas X Marketing 1 SMK Negeri 1 Meulaboh. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas X Marketing 1 SMK Negeri 1 Meulaboh. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar, dan angket. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Problem based learning dapat meningkatkan aktivitas siswa pada siklus pertama sebesar 65,91 % menjadi sebesar 77,27 % pada siklus keduadengan katagori baik, Model Problem based learning juga memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus pertama ketuntasan klasikal sebesar 63,64 % menjadi sebesar 81,82 % pada siklus kedua. Kata kunci: Model Problem Based Learning, Program Linier
KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL SISWA KELAS VII SMP M. Isa, M. Isa
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 15, No 2 (2014): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.988 KB) | DOI: 10.32672/si.v19i2.484

Abstract

Abstrak Pertidaksamaan linear satu variabel merupakan salah satu materi yang diajarkan di tingkat-tingkat SMP atau MTsN. Materi ini diharapkan dapat dipahami dan dikuasai dengan baik, namun pada kenyataannya masih banyak siswa yang belum memahami materi tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman siswa terhadap penerapan sifat-sifat pertidaksamaan. Adapun permasalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan menyelesaikan soal pertidaksamaan linear satu variabel siswa kelas VII SMP N 3 Ingin Jaya, sedangkan tujuannya adalah untuk menelaah kemampuan siswa dalammenyelesaikan soal pertidaksamaan linear satu variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 3 Ingin Jaya yang terdiri dari 7 kelas yang berjumlah 196 siswa, sedangkan sampel yang diambil adalah kelas VII1 yang berjumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes yang berupa soal berbentuk uraian sebanyak 15 butir soal, setelah seluruh data terkumpul data diolah dengan menggunakan statistik-t dengan kriteria ujipihak kiri pada taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 27. Hasil pengolahan data dan analisis data dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal pertidaksamaan linear satu variabel siswa SMP N 3 Ingin Jaya Aceh Besar belum mencapai standar ketuntasan. Kata Kunci : Kemampuan Menyelesaikan Soal, Pertidaksamaan Linear Satu Variabel
REDUPLIKASI BAHASA PAK-PAK BOANG yulsafli, Yulsafli
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.554 KB) | DOI: 10.32672/si.v26i1.516

Abstract

Penelitian yang berjudul “Reduplikasi Bahasa Pak-Pak Boang” ini mengangkat masalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah jenis reduplikasi bahasa Pak-Pak Boang, (2) bentuk apa sajakah yang ditimbulkan oleh reduplikasi Bahasa Pak-Pak Boang, penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis dan bentuk reduplikasi Bahasa Pak-Pak Boang. Sumber data penelitian ini adalah data lisan dan data tulisan, data lisan bersumber dari penutur asli Bahasa Pak-Pak Baong yang bermukim di desa Rundeng, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. data tulisan bersumber dari buku-buku Pak- Pak Boang yang telah terbit. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam, Studi dokumenter, dan introspeksi. Langkah analisis data dilakukan dengan seleksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reduplikasi Bahasa Pak- Pak Boang adalah sebagai berikut: (1) Reduplikasi Bahasa Pak-Pak Boang terdiri dari empat jenis yaitu (a) reduplikasi fonologis (b) reduplikasi sintaksis (c) reduplikasi semantis (d) reduplikasi morfologis. (2) bentuk reduplikasi terdiri dari 5 bentuk (a) dwilinga atau pengulangan utuh.(b) dwipurwa atau pengulagan sebagian.(c) dwilinga salin suara (d) dwiwasana.(e) trilinga. Proses dari pembentuk reduplikasi terdiri dari tujuh pembentuk (a) pembentuk verba, (b) pembentuk ajektifa, (c) pembentuk nomina, (d) pembentuk pronomina, (e) pembentuk adverbia, (f) pembentuk interogativa, dan (g) Pembentuk numeralia. Bahasa Pak-Pak Boang adalah bahasa daerah kota Subulussalam yang banyak mengalami proses reduplikasi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TYPE TEBAK KATA DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN BIOLOGI PADA SMA Husna, Husna
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.551 KB) | DOI: 10.32672/si.v18i1.560

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar biologi dengan Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe tebak kata dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IA2 materi sel pada SMa Negeri 6 Banda aceh, sedangkan manfaatnya untuk mendapatkan teori-teori baru untuk menjadi refleksi penelitian selanjutnya. Kajian ini menggunakan metode PTK yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Sebagai subjek dalam PTK ini adalah siswa kelas XI IA2 semester ganjil (1) sumber data yang diperoleh dalam PTK ini hasil dari siswa kelas XI IA 2 sebanyak 25 orang hasil observasi oleh teman sejawat dan dokumentasi siswa-siswi. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini menunjukan bahwa di siklus I sebanyak 13 siswa tuntas (52%) dan pertemuan II sebanyak 23 siswa (92 %). Kata kunci : model cooperative learning dan hasil belajar Biologi
AN OVERVIEW OF ACCULTURATION STRATEGIES APPLIED BY THE INDONESIAN STUDENTS LIVING IN TAIWAN Risaharti, Risaharti; Chilin Wang, Chilin Wang
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 30, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.129 KB)

Abstract

Abstract This article provides an overview of acculturation strategies applied by the Indonesian students living in Taiwan. The sample was drawn from twenty-six Indonesian students living from northern part to southern part of Taiwan. Data were collected with multiple methods: open question survey, follow-up interviews, emails, and their Facebook (FB) communication. Among the four acculturation strategies proposed by Berry (2005): assimilation, integration, marginalization, and separation, the results from participants’ responses indicated that integration is applied better than other strategies. Separation is the second favored mode used by most Indonesian students to acculturate, while assimilation and marginalization are the least preferred by the Indonesian students. After acculturation efforts they made, it bolds them clearer perception of their cultural identity. Keywords: Acculturation, assimilation, marginalization, and cultural identity
PENERAPAN METODE DEMONTRASI DALAM SUB KONSEP TATA CARA BERWUDHU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Rukaiyah, Rukaiyah
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 18, No 2 (2017): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.654 KB) | DOI: 10.32672/si.v29i2.447

Abstract

Abstrak Keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas sangat ditentukan oleh strategi pembelajaran, bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa diimplementasikan melalui pemilihan dan penerapan metode yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu setiap akan mengajar guru diharuskan untuk menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan di ajarkan. Telah dilakukan penelitian tentang peningkatan hasil belajar siswa pada materi puasa melalui penerapan metode demonstrasi di kelas IV SD Negeri 57 Banda Aceh tahun Ajaran 2016/2017. Keberhasilan proses belajar mengajar salah satunya sangat ditentukan oleh metode yang digunakan dalam pembelajaran, bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa diimplementasikan melalui metode pembelajaran yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: Apakah penerapan Metode demonstrasi dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada sub konsep tata cara berwudhu’ di kelas IV SD Negeri 57 Banda Aceh tahun ajaran 2016/2017?, Tujuan penelitian ini adalah: untuk meningkatkan hasil belajar siswa setelah diterapkannya metode demonstrasi. Pengumpulan data dilakukan dengan melaksanakan tes pada akhir pembelajaran setiap siklus. Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan hasil belajar siswa pada setiap kegiatan pembelajaran . Pada saat pre test persentase ketuntasan hanya 37%, siklus I sudah terjadi peningkatan menjadi 58% dan pada siklus II meningkat hingga mencapai 82%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi pada materi tata cara berwudhu dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS Nurhayati, Nurhayati
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 15, No 2 (2014): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.604 KB) | DOI: 10.32672/si.v19i2.479

Abstract

Abstrak Pembelajaran dengan menggunakan Model Kooperatif tipe STAD dianggap cocok diterapkan dalam pendidikan di Indonesia karena sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kerjasama, sehingga upaya guru dalam meningkatkan partisipasi aktif dari siswa dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah: a) untuk meningkatan keterampilan guru dalam pengelolaan pembelajaran IPS materi kenampakan alam melalui Model Kooperatif tipe STAD; b) untuk meningkatan aktivitas siswa kelas melalui Model Kooperatif tipe STAD; c) untuk meningkatan hasil belajar siswa melalui Model Kooperatif tipe STAD. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, refleksi dan penilaian. Data yang diperoleh dari penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tuntas dalam belajar, hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar yaitu pada siklus I sebanyak 58.39% siswa tuntas belajar pada kegiatan pertama meningkat menjadi 62.72% siswa tuntas belajar pada kegiatan kedua. Selanjutnya pada siklus kedua II kegiatan pertama sebanyak 67.17% siswa tuntas dalam belajar dan pada kegiatan kedua meningkat menjadi 71.11% siswa tuntas dalam belajar. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada materi Keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia siswa kelas IV SD Negeri 57. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperati tipe STAD dan hasil belajar

Page 1 of 17 | Total Record : 161