Oseanologi dan Limnologi di Indonesia
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia is a scientific journal that publishes original research articles and reviews about all aspects of oceanography and limnology. Manuscripts that can be submitted to Oseanologi dan Limnologi di Indonesia is the result of research in marine and inland waters in Indonesia. Submissions are judged on their originality and intellectual contribution to the fields of oceanography and limnology
Articles
70
Articles
Effects of Nutrients Concentration on Phytoplankton Abundance in The Halmahera-Molucca Sea

Meirinawati, Hanny, Fitriya, Nurul

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The availability of nutrients in the ocean is essential for the growth and accumulation of phytoplankton biomass. The input nutrients can then changes its ratio which may affect the species composition of phytoplankton communities and higher trophic level biotas. The effects of nutrients on phytoplankton abundance are very important to be studied due to its role as limiting factors for phytoplankton growth. Besides that, these two variables are most important factors in measuring aquatic productivity. This study aims to analyzed composition and abundance of phytoplankton and its relationship with dissolved inorganic nutrients in the Halmahera-Molucca Sea. This research was conducted in November 2015 covering 8 sampling station within the Halmahera-Molucca Sea. Water quality parameters, such as pH was measured using potentiometic method, dissolved oxygen (DO was measured using titrimetric method), and nitrate, nitrite, ammonium, phosphate and silicate, were measured using the colorimetric method. The water samples were taken using Rosette sampler and then filtered using hand net plankton with size 20 μm to obtain the phytoplankton. Plankton composition and abundance were then determined by microscopic analysis. The result showed that ammonium positively correlated with phytoplankton abundance (r=0.9133 at p<0.01). The correlation between nutrients and phytoplankton show that each genus has a preference for different nutrients. The presence of ammonium significantly increase the phytoplankton abundance from genus Chaetoceros, Nitzchia, Climacodium, Ceratium, Eucampia, Lauderia, Protoperidinium, and Rhizosolenia. On the other hand, phosphates increase the phytoplankton abundance from genus Coscinodiscus although not significantly. Besides, silicates increase the phytoplankton abundance from genus Thalassiothrix, Bacteriastrum, Skletonema, and Hemiaulus while nitrates increase the phytoplankton abundance from genus Alexandrium

Abrasi dan Sedimentasi Pantai di Kawasan Pesisir Kota Bengkulu

Hasanudin, Muhammad, Kusmanto, Edi

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Energi gelombang yang bekerja di perairan pesisir Kota Bengkulu sangat kuat, kondisi ini menimbulkan abrasi dan sedimentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses-proses yang terkait dengan abrasi dan sedimentasi di kawasan pesisir Kota Bengkulu. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah dengan melakukan pengukuran batimetri, arus, kekeruhan, pasang surut dan gelombang. Hasil penelitian menunjukkan proses abrasi pantai di Pesisir Kota Bengkulu terjadi akibat dua faktor utama, yaitu hempasan gelombang yang intensif pada kaki tebing pantai dan curah hujan tinggi. Kondisi tersebut memperlemah ikatan material pembentuk pantai pada kaki tebing. Sedangkan sedimentasi terjadi akibat adanya suplai sedimen yang berasal dari material hasil runtuhan tebing pantai yang terbawa oleh arus di Perairan Pesisir Kota Bengkulu dan juga dari sungai Jenggalu dan Sungai Air Bengkulu.

Analisis Risiko Kesehatan Pencemaran Timbal (Pb) Pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Cilincing Pesisir DKI Jakarta

Simbolon, Anna Rejeki

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perairan Cilincing merupakan salah satu muara sungai di pesisir DKI Jakarta dengan aktivitas industri dan masyarakat yang terus meningkat. Aktivitas tersebut tentunya menghasilkan limbah yang mengandung logam berat timbal dan masuk kedalam perairan. Pencemaran air akan mempengaruhi kesehatan manusia yang berinteraksi langsung maupun tidak langsung di perairan tersebut. Kerang hijau (Perna viridis) merupakan salah satu biota bentos yang dominan di Perairan Cilincing dan menjadi salah satu bahan makanan bagi masyarakat DKI Jakarta. Kerang hijau yang terpapar logam timbal pada konsentrasi tertentu akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Sehingga diperlukan analisis pencemaran perairan hingga risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan pencemaran khususnya logam timbal yang terdapat pada kerang hijau terhadap manusia. Penelitian dilakukan di Perairan Cilincing, Pesisir DKI Jakarta, pada September hingga Desember 2017 dengan menggunakan metode survey untuk mengetahui kondisi lingkungan terkini. Parameter yang dianalisa antara lain, Total Suspended Solid (TSS), Logam Pb pada air, sedimen dan kerang hijau. Analisa risiko kesehatan pencemaran logam timbal dilakukan dengan menggunakan model analisis risiko SEDISOIL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam Pb di sedimen dan kerang hijau  jauh diatas baku mutu sehingga kerang hijau dari perairan tersebut tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari nilai risiko kesehatan (RQ) yang telah melebihi satu pada masing-masing lokasi pengambilan sampel

Table of contents and Editorial board

OLDI, Jurnal

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Growth Pattern and Condition Factor of Spinner Shark Carcharhinus brevipinna in Southern Nusa Tenggara Waters

Sentosa, Agus Arifin, Fahmi, Fahmi, Chodrijah, Umi

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The spinner sharks are one of shark commodities that are utilized optimally from the southern of Nusa Tenggara waters, however, the scientific information is still limited. This study aimed to assess the growth pattern and condition factors of the spinner shark, Carcharhinus brevipinna in southern Nusa Tenggara waters. The research was conducted from January to December 2016 using direct recording of the catch data. Information on length, weight and sex determinations were collected by the enumerator. The data was analysed descriptively with the shark condition was determined based on the relative condition factor obtaining from the length-weight relationship. The results showed that growth patterns of the spinner shark, both males and females, were allometrically negative. The relative condition factors of the catch of male sharks were ranged from 0.206 – 2.225  and females from 0.237 – 3.361. The condition factors of spinner sharks were not different between sexes and time of fishing, but they were different in length classes

Struktur Komunitas Moluska di Padang Lamun Perairan Kepulauan Padaido dan Aimando Kabupaten Biak Numfor, Papua

Aji, Ludi Parwadani, Widyastuti, Andriani, Capriati, Agustin

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Moluska merupakan salah satu biota laut yang paling banyak ditemukan di daerah padang lamun dan dimanfaatkan oleh masyarakat di Biak. Akan tetapi informasi mengenai keanekaragaman spesies dan kelimpahan moluska di perairan Kepulauan Padaido dan Aimando, Biak Papua hingga saat ini masih kurang. Penelitian biota moluska di daerah padang lamun Kepulauan Padaido Aimando, Biak telah dilakukan pada bulan April - Oktober 2014. Metode sampling menggunakan transek kuadrat mulai dari tepi pantai menuju ke arah laut pada 15 stasiun. Sampel moluska diawetkan dalam larutan alkohol 40% dan selanjutnya dibersihkan serta diidentifikasi di laboratorium. Diperoleh 239 spesies moluska yang terdiri dari 177 spesies dari kelas Gastropoda dan 62 spesies dari kelas Bivalvia. Moluska dengan penyebaran yang luas ditemukan pada spesies Monetaria annulus, Conomurex luhuanus dan Canarium urceus dari kelas Gastropoda, sedangkan dari kelas Bivalvia adalah Anadara antiquata. Nilai indeks keanekaragaman spesies (H) tertinggi terdapat di Stasiun 7 (3,951) dan terendah pada Stasiun 14 (3,077). Nilai indeks kekayaan spesies (d) berkisar antara 9,041 – 10,883 dan nilai indeks kemerataan spesies (J) berkisar antara 0,768 – 0,99. Adapun indeks dominan berkisar antara 0,020 – 0,092. Dilihat dari indeks similaritasnya, Stasiun 3 memiliki kesamaan yang tinggi dengan Stasiun 4. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi keanekaragaman spesies dan kelimpahan moluska yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan untuk manajemen sumberdaya moluska di Biak.

Toksisitas Herbisida Berbahan Aktif Isopropilamina Glifosat terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Lele (Clarias gariepinus Burchell, 1822)

Hafiz, Fahrian, Prasetiyono, Eva, Syaputra, Denny

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Herbisida berbasis isopropilamina glifosat merupakan racun purnatumbuh untuk mengontrol populasi gulma. Racun jenis ini bersifat sistemik dan nonselektif sehingga penggunaannya terhadap lahan pertanian cenderung besar. Semakin tinggi tingkat produksi komoditi pertanian maka berpotensi meningkatnya pemanfaatan lahan dan penggunaan herbisida. Penggunaan herbisida secara intensif berpotensi terakumulasi kepada kawasan perikanan  budidaya. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat adanya pengenceran oleh air hujan, air mengalir dan perilaku masyarakat yang buruk pasca penggunaan herbisida. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek letal dan subletal herbisida berbahan aktif isopropilamina glifosat pada Clarias gariepinus. Herbisida diuji melalui pemaparan benih lele selama 40 hari. Respon yang diamati selama pemaparan yaitu tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang terdiri dari pertambahan ukuran panjang dan bobot ikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental. Nilai LC50-96 jam diuji melalui analisis regresi linier sederhana sedangkan tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan pada perlakuan subletal dianalisis dengan ANOVA. Perlakuan subletal diuji dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% dari nilai LC50-96 jam. Selanjutnya dilakukan uji lanjut untuk melihat perbedaan antarperlakuan. Hasil uji diketahui bahwa konsentrasi LC50-96 jam yaitu 9,67 x 10-2 mL L-1. Konsentrasi yang diuji pada perlakuan subletal yaitu 0 ; 9,67 x 10-3 ; 1,94 x 10-2 ; dan 2,90 x 10-2 mL L-1. Penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertambahan panjang dan pertambahan bobot ikan. Hasil uji lanjut Duncan terhadap perlakuan konsentrasi subletal menunjukkan bahwa konsentrasi herbisida 9,67 x 10-3 mL L-1 merupakan konsentrasi paling rendah yang memengaruhi tingkat kelangsungan hidup dan pertambahan bobot ikan. Konsentrasi herbisida 2,90 x 10-2 mL L-1 merupakan konsentrasi paling rendah yang memengaruhi pertambahan panjang ikan

Diversity of Culturable Actinomycetes from Deepsea Floor of Makassar Strait, Indonesia

Hatmanti, Ariani, Lisdiyanti, Puspita, Widada, Jaka, Wahyuono, Subagus

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

With regard to collaboration research called Widya Nusantara Exploration (EWIN) in May-June 2013 and November 2014, a study on isolation of actinomycetes from sediments of Makassar Strait have been conducted. Actinomycetes is one of microbe which has an excellent track record in producing antimikrob and other active substances. But due to terrestrial actinomycetes has been widely explored, then recently researchers began focusing on wide variety of extreme environments, such as marine environment, to screening aktinomisetes in producing new secondary metabolites. A total of 36 strains of actinomycetes were isolated from 10 samples obtained from deepsea floor in Makassar Strait, Indonesia, Direct Dillution Method were best used to isolate the actinomycetes compare to Sodium Dodecyl Sulfida ?? Yeast Extract Method (SDS-YE Method) and Rehidration Centrifugation Method (RC Method). NBRC-802 media and Actinomycetes Isolation Agar(AIA)(Himedia)media were used as the isolation media. All the isolates were identified by morphological characteristic and by analysis of 16S rRNA gene sequence. Actinomycetes isolated from deepsea floor of Makassar Strait have been dominated by Micromonospora (58%), Verrucosispora (14%)Streptomyces (8%) and Luteipulveratus (5%), however genus Nocardiopsis, Micrococcus, Gordonia, Kytococcus, and Arthrobacter were not dominant (3%). Station 25 in 1.547 m depth was the most abundant of actinomycetes, 18 strains and dominated by the genus Micromonospora which is isolated using Direct Dillution Method and both NBRC 802 or AIA media.

Adaptasi Mangrove Terhadap Perubahan Lingkungan: Suatu Studi pada Gempa Nias, Sumatera Utara, Maret 2005.

Suyarso, Suyarso, Prayudha, Bayu, Iswari, Maridah Yulia

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gempa berkekuatan 9,3 Mw (moment magnitude scale) di Kepulauan Andaman pada 26 Desember 2004 yang disertai dengan kejadian tsunami di wilayah Aceh menyebabkan kerugian yang luar biasa. Beberapa bulan kemudian, yakni pada tanggal 28 Maret 2005, gempa berkekuatan 8,7 Mw telah terjadi di Nias, ratusan hektar ekosistem terumbu karang terangkat menjadi daratan, banyak karang mati karena kekeringan dan runtuh karena getaran gempa. Demikian pula mangrove berpindah menjauhi garis pantai karena proses pengangkatan daratan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan ekosistem pesisir khususnya adaptasi mangrove sebagai akibat perubahan lingkungan fisik dan ekologinya. Metode yang dipergunakan dalam penelitian adalah menganalisis data citra landsat menggunakan teknik penginderaan jauh dan melakukan pengukuran profil pantai. Penelitian lapangan telah dilakukan pada Augustus 2005, Desember 2014 and Desember 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan mangrove yang telah berpindah menjauhi garis pantai, sebagian besar perlahan mati kekeringan sedangkan sebagian dapat bertahan dan berkembang menuju ke arah garis pantai.

Pertumbuhan Lobster Pasir Panulirus homarus dengan Pemberian Pakan Moist

Ridwanudin, Asep, Fahmi, Varian, Pratama, Idham Sumarto

Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengembangan pakan buatan untuk mengganti ikan rucah dalam pakan lobster merupakan salah satu tantangan dalam kegiatan budidaya lobster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan lobster pasir Panulirus homarus dengan cara mengurangi penggunaan ikan rucah dalam kegiatan budidaya dengan pemberian pakan moist melalui dua tahap penelitian. Pada penelitian tahap I, lobster pasir diberi perlakuan berupa pakan ikan rucah serta pakan moist dengan lima ulangan selama 9 minggu masa pemeliharaan (Januari s.d. Maret 2016). Adapun pada penelitian tahap II, lobster pasir diberi pakan moist dengan sumber protein berbeda yaitu tepung ikan (FM) serta tepung daging dan tulang (MBM) dengan tiga ulangan selama 16 minggu masa pemeliharaan (Mei s.d. Agustus 2016). Seluruh tahapan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Budidaya, Balai Bio Industri Laut, LIPI. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju pertumbuhan spesifik (SGR) lobster pasir dengan pemberian pakan moist lebih tinggi 0.07 % per hari jika dibandingkan dengan pemberian pakan ikan rucah. Selain itu, laju pertumbuhan spesifik (SGR) lobster pasir dengan pemberian pakan moist tepung daging dan tulang (MBM) juga lebih baik 0.10 % per hari jika dibandingkan dengan pakan moist tepung ikan (FM). Penggunaan pakan moist juga memberikan hasil yang lebih baik (P<0.05) dibandingkan dengan penggunaan ikan rucah jika ditinjau dari tingkat kelangsungan hidup lobster pasir selama masa pemeliharaan. Hal ini menunjukkan bahwa pakan moist memiliki potensi untuk digunakan sebagai pakan dalam kegiatan budidaya lobster pasir P. homarus