cover
Filter by Year
Jurnal Ergonomi dan K3
Jurnal Ergonomi dan K3 diterbikan 2 kali setahun, bulan Maret dan September. Topik makalah untuk jurnal Ergonomi dan K3 meliputi namun tidak terbatas pada: antropometri, biomekanika, fisiologi, lingkungan kerja, ergonomi kognitif, ergonomi budaya, keselamatan dan kesehatan kerja.
Articles
26
Articles
Kajian Awal Sistem Keselamatan Kerja Pada Kasus Kecelakaan Di SBU ITS PT. X dengan Menggunakan Metodologi Human Factors Analysis and Classification System (HFACS)

Sutalaksana, Iftikar Z

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Diantara ttahun 1995 hingga 2012, terdapat 16.515 kecelakaan penerbangan yang berakibat fatal. Dari total kecelakaan tersebut, 3.284 kecelakaan disebabkan oleh kesalahan akibat masalah maintenance pesawat terbang. Data ini juga didukung bahwa 70-80% kecelakaan penerbangan diakibatkan oleh kesalahan manusia (human error). Di sisi lain, PT. X merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang utama perawatan turbin pesawat terbang. PT. X memiliki peranan penting pada kelancaran dunia penerbangan. Hingga saat ini. PT. X masih memiliki masalah keselamatan pada sistem kerjanya, sehingga berpotensi menghasilkan produk perbaikan turbin yang di kemudian hari justru dapat menimbulkan kecelakaan penerbangan. Fakta ini menunjukkan bahwa perlunya diadakan sebuah penelitian pada sistem kerja PT. X dengan pendekatan faktor manusia. Salah satu metode untuk menganalisa aspek keselamatan secara komprehensif dengan pendekatan kesalahan manusia adalah metode Human Factors Analysis and Classifications System (HFACS). Penelitian ini akan memakai metode HFACS untuk membuat sebuah kajian awal keselamatan kerja di PT. X. Hasil dari penggunaan metode HFACS pada kecelakaan di SBU ITS, dibangun dengan data-data yang didapatkan dari investigasi kecelakaan yang dilakukan dengan metode Event Casual Factors Charting (ECFC) dan (Systemic Cause Analytical Tool (SCAT), serta dari hasil wawancara yang dilakukan pada narasumber-narasumber kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai permasalahan pada sistem kerja PT. X di bidang keselamatan kerja yang secara lebih lanjut dapat berpotensi mengakibatkan kecelakaan penerbangan pada kemudian hari. Masalah-masalah ini masih berkaitan dengan faktor manusia secara umum. Kata kunci: kajian awal sistem keselamatan kerja, HFACS, sistem kerja, investigasi kecelakaan, ECFC, SCAT.

Perancangan Prototipe Aplikasi Seluler sebagai Media dalam Mencari Layanan Asisten Rumah Tangga

Iqbal, Billy Muhammad, Muslim, Erlinda, Shabrina, Ghassani, Maharani, Atika P

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Asisten rumah tangga adalah tenaga kerja sektor informal yang dipekerjakan dengan tujuan untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Namun dewasa ini banyak masyarakat yang mendapatkan kesuliatan pada saat mencari jasa asisten rumah tangga salah satunya dikarenakan banyaknya aktivitas mereka sehingga tidak memiliki waktu untuk mencari asisten rumah tangga. Penelitian ini membahas mengenai rancangan desain aplikasi mobile pencarian jasa asisten rumah tangga sesuai dengan kebutuhan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu memberikan rekomendasi desain alat berupa aplikasi mobile yang dapat membantu masyarakat dalam mencari jasa asisten rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quality function deployment dengan tools house of quality untuk mencari kebutuhan masyarakat, TRIZ dengan matriks kontradiksi dan 40 prinsip inventif untuk memecahkan masalah kontradiksi, dan activity relationship chart untuk mengatur tata letak fitur dalam aplikasi mobile. Output dari penelitian ini adalah sebuah rancangan aplikasi mobile beta prototype. Kata kunci: Aplikasi Mobile, Activity Relationship Chart (ARC), TRIZ , Quality Finction Deployment (QFD), Ergonomi Kognitif

Pengaruh Penggunaan Kursi Kerja Ergonomis Terhadap Penurunan Keluhan Nyeri dan Stress Kerja pada Pekerja Perusahaan Lampu X di Yogyakarta

Maurits, Lientje Setyawati, Bungakaraeng, Bungakaraeng

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ergonomi perlu diterapkan diberbagai tempat termasuk di sekolah, ditempat kerja maupun ditempat lain agar dapat diperoleh kenyamanan dan peningkata produktivitas. Melakukan pekerjaan dengan menggunakan alat kerja dan stasiun kerja yang tidak ergonomis dapat menimbulkan gangguan musculoskeletal dengan adanya rasa nyeri dan pegal serta adanya ketegangan, mudah gelisah, bosan, dan lain-lain keluhan stress kerja yang berdampak terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan keluhan nyeri dan stress kerja yang dialami pekerja di perusahaan lampu X di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pre test, post test one group design, yang dilakukan pada 21 pekerja sebagai subyek penelitian yang berlangsung pada bulan Juli 2004 di perusahaan lampu X di Yogyakarta. Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas yaitu kursi kerja ergonomis sedang variabel terikat adalah keluhan nyeri dan angka stress kerja. Analisis data menggunakan uji-t amatan ulangan dengan program computer SPS 2000. Hasil uji statistic menunjukkan penurunan keluhan nyeri yang sangat significan antara kelompok pre test (mean = 43.14) dan post test (mean = 28.14) dengan t = 11.771 (p = 0.000). Hasil uji-t amatan ulangan selanjutnya menunjukkan penurunan stress kerja yang sangat significant antara kelompok pre test (mean = 52.238) dan post test (mean = 43.762) dengan nilai t = 7.385 (p = 0.000).

Pengaruh penempatan PCM berbahan minyak sawit pada cooling vest terhadap penurunan heat strain ketika beraktifitas fisik di lingkungan panas

Wijayanto, Titis, Afyudin, Ogie Alif, Zain, Agasi Rizal Kurniawan

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Paparan di lingkungan yang panas dan lembab ketika melakukan aktivitas fisik berpengaruh terhadap peningkatan risiko heat strain dan penurunan performansi kerja. Penggunaan cooling vest dengan Phase Change Material (PCM) yang dikenakan di bawah pakaian kerja banyak digunakan untuk mencegah risiko terjadinya heat strain dan untuk meningkatkan kinerja kerja, dan kenyamanan termal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan penempatan yang efektif dari PCM berbahan sawit pada cooling vest dengan meneliti efek fisiologis dan subyektif ketika: (1) PCM hanya dipakai di bagian depan/dada (frontal cooling) dan (2) PCM hanya dipakai di bagian belakang/punggung (back cooling). Sepuluh pria sehat (usia 21,7 ± 0,9 tahun) memakai rompi pendinginan dengan PCM saat melakukan aktivitas fisik di atas treadmil selama 30 menit dengan beban kerja sebesar 70% beban kerja maksimum di ruang dengan suhu udara 33ºC dan kelembaban relatif 80%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penempatan PCM di bagian belakang punggung sebagai cooling device lebih efektif dalam menurunkan risiko heat strain ketika melakukan aktivitas fisik di lingkungan panas dibandingkan dengan penempatan PCM di bagian dada.

Prevalensi Bahaya Potensial Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Pengrajin Emping dan Keripik di Kota Cilegon Banten

Sutanti, Yosephin Sri, Handoko, Yusuf

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 2, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sektor informal di Indonesia belum banyak diteliti, padahal sebagian besar pekerja di Indonesia (kurang lebih 70%) adalah pekerja di sektor informal yang banyak terpajan bahaya potensial selama bekerja. Penelitian pada sektor informal ini mengambil populasi pengrajin emping dan keripik di Kota Cilegon, karena kota ini merupakan kota percontohan bidang Kesehatan Kerja di Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data prevalensi pajanan bahaya potensial pada pengrajin emping dan keripik di Kota Cilegon. Subyek penelitian adalah pengrajin emping dan keripik di Kota Cilegon. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan kuesioner serta pengukuran terhadap lingkungan kerja. Pengumpulan data pajanan fisik menggunakan soundlevel meter, luxmeter dan alat pengukur suhu serta pajanan ergonomik menggunakan Nordic bodymap discomfort, sedangkan pajanan psikologis menggunakan kuesiner stress kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pengrajin mengalami masalah musculoskeletal berupa nyeri mulai dari skala agak nyeri sampai nyeri sekali. Pengukuran pajanan fisik sudah di luar dalam batas normal tetapi relatif menimbulkan gangguan hanya pada sebagian pengrajin, sehingga membutuhkan penelitian lanjutan (suhu berkisar 26-31 derajat Celcius, penerangan 100-200 lux, kebisingan rata-rata 61 dB). Adanya stress yang berhubungan dengan pekerjaan didapatkan pada sebagian kecil pengrajin saja.

Mengkaji Kelengkapan Human Factors Analysis And Classification System (HFACS) dari Sisi Budaya berdasarkan Dimensi Budaya dari Trompenaars

Sutalaksana, Iftikar Z, Sadika, Edwina Dwi

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 2, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) merupakan alat untuk mengidentifikasi faktor manusia. HFACS diduga memerlukan aspek budaya sesuai dengan budaya yang berlaku di negara HFACS tersebut akan diterapkan. Penambahan aspek budaya tersebut akan membuat HFACS mampu mengidentifikasi aspek budaya yang mempengaruhi kecelakaan. Faktor penyebab kecelakaan penerbangan diklasifikasikan dengan HFACS dan aspek budaya yang memengaruhinya diidentifikasi dengan dimensi budaya dari Trompenaars. Dengan dukungan hasil wawancara dan pengolahan data, dapat diidentifikasi hubungan lapisan HFACS dengan aspek budaya. Analisis mengenai kebutuhan aspek budaya pada setiap lapisan HFACS pun dilakukan untuk mengevaluasi kandungan aspek budaya dalam HFACS dan menentukan apakah HFACS perlu ditambahkan aspek budaya. Persentase lapisan HFACS yang terlibat dalam kecelakaan penerbangan yang diteliti adalah Precondition for Unsafe Acts (34%), Unsafe Acts (32 %), Organizational Influences (19%), dan Unsafe Supervision (15%). Sedangkan sub lapisan HFACS yang paling dominan menjadi penyebab kecelakaan adalah Skill Based Errors (15,57%). Dimensi Universalism vs Particularism adalah dimensi budaya yang paling sering ditemukan sebagai budaya yang mempengaruhi penyebab kecelakaan. Pada HFACS awal, beberapa aspek budaya telah termasuk pada lapisan tertentu seperti Precondition for Unsafe Acts. Sementara lapisan yang perlu dipertimbangkan untuk dilengkapi dengan aspek budaya adalah Unsafe Acts– Decision Error, Unsafe Supervision, dan Organizational Influences – Organizational Process.

Hubungan Penanganan Beban Manual dengan Nyeri Punggung Bawah

Abdillah, Erna Ariyani

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 2, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penangan Beban Manual (PBM) merupakan salah satu faktor risiko terjadinya keluhan Nyeri Punggung Bawah (NPB). NPB adalah salah satu Gangguan Otot Tulang Rangka (GOTRAK) pada daerah punggung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja ergonomis (postur janggal dan pengerahan kekuatan otot dalam PBM) serta kapasitas kerja (kebiasaan merokok, masa kerja dan usia) dengan keluhan NPB pada karyawan PT.Perdagangan dan Perindustrian Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan menggunakan desain studi penampang analitik (analitic crosssectional study). Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2016 hingga September 2016, jumlah sampel sebanyak 150 orang. Pengambilan data melalui observasi langsung, wawancara dan pengukuran dengan menggunakan metode analisis sikap kerja REBA. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian diperoleh proporsi keluhan NPB pada karyawan PT.Perdagangan dan Perindustrian Bangkinang adalah 61,3% dari sampel. Estimasi proporsi pada populasi dengan derajat kepercayaan 95% (61,222-61,378%). Variabel yang berhubungan dengan keluhan NPB adalah postur janggal dalam PBM (OR: 6,254; 95% CI: 2,155-18,150) dan usia (OR: 4,766; 95% CI: 4,151 – 21, 153). Disarankan kepada manajemen perusahaan untuk mengurangi kegiatan PBM dengan mengganti penanganan secara mekanis, melakukan pelatihan tentang teknik PBM yang aman dan benar bagi karyawan, melakukan rotasi penempatan unit kerja secara berkala.

Analisis Pengaruh Polusi Udara, Kebisingan, dan Getaran di Pintu Tol Lingkar Luar Jakarta terhadap Kenyamanan serta Performa Kognitif Operator

Muslim, Erlinda, Syaifullah, Danu Hadi, Toyyibah, Viky Muruatut

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 2, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kondisi lingkungan di pintu tol yang buruk membuat operator berpotensi merasa tidak nyaman sehingga mempengaruhi performa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh polusi udara, kebisingan, dan getaran yang dianggap sebagai faktor lingkungan paling mengganggu, dengan menggunakan peralatan Haz dust IV, Noise Dosimeter, HVM 100, time study, dan kuisioner. Dengan menggunakan metode statistik regresi linear berganda, diperoleh ketiga faktor lingkungan berbanding lurus dengan waktu transaksi operator (time study), dimana polusi udara merupakan faktor yang paling signifikan secara statistik diikuti oleh getaran dan kebisingan.

Functional Evaluation Of Shoulder by Constant Score On Bandung Baseball Team

Lubis, Leonardo

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 2, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Throwing is a repeatedly movement in Baseball. This activity will make Baseball athlete susceptible to suffer shoulder joint injury. Injuries to the shoulder joint will decrease the function of the shoulder joint. Therefore, it is necessary to do early detection to prevent further injury. Constant score is one method that used to assess the shoulder joint’s function. An analytic study performed on eighteen professional Bandung baseball athletes. Constant score form, which was consisted of subjective and objective questionnaires, filled out by the athletes. Scores were obtained from each question and grouped into five, as follow: Poor=

PENGGUNAAN EKSPERIMEN MITAL DAN WU DALAM PENENTUAN MAXIMUM ACCEPTABLE WEIGHT OF LIFT BAGI PEKERJA INDONESIA Studi kasus di PT. Pri Adhi Husada, Muntilan, Jawa Tengah

Santoso, Santoso, Sutalaksana, Iftikar Z

Jurnal Ergonomi dan K3 JURNAL ERGONOMIKA
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sebagian besar pekerjaan dan aktivitas dalam dunia industri tidak lepas dari penanganan material secara manual (Manual Material Handling). Dari jenisnya, pemindahan material secara manual dapat dibedakan menjadi lima, yaitu: mengangkat (lifting), membawa (carrying), meletakkan (lowering), mendorong (pushing), dan menarik (pulling). Lembaga-lembaga kesehatan dunia menyebutkan bahwa aktivitas penanganan material secara manual adalah penyebab utama yang paling sering menyebabkan cedera pada tubuh manusia. Penelitian ini menggunakan metode psikofisik untuk menentukan beban pengangkatan maksimum yang aman untuk pekerja manual handling laki-laki Indonesia. Penelitian ini hanya mengamati aktivitas mengangkat (lifting) saja. Penelitian ini juga mengevaluasi hubungan MAWL tersebut dengan dimensi lebar box, frekuensi pengangkatan, denyut jantung, dan Rating Received Exertion (RPE). Bagian tubuh yang diskalakan ke dalam RPE atau persepsi subyektif pekerja terhadap tugas pengangkatan yang dilakukannya adalah tulang belakang. Penelitian ini akan melakukan 2 eksperimen yaitu Eksperimen Acuan (EA) dan Eksperimen Usulan (EU). Kedua eksperimen menggunakan peralatan yang sama (variasi ukuran box yang sama) dan prosedur yang sama (untuk beberapa frekuensi pengangkatan, yaitu angkatan maksimum, 1 kali/menit, 4 kali/menit, dan 6 kali/menit), perbedaannya hanyalah kondisi pada saat eksperimen dilakukan. Eksperimen Acuan (EA) dilakukan pada suhu 21-23 derajat Celcius dan kelembaban 45-55%. Ini sesuai dengan kondisi penelitian sebelumnya yaitu Swei Pi-Wu dengan sample orang Cina dan Mital & Fard dengan sample orang Occidental (barat) agar bisa dilakukan perbandingan.Eksperimen Usulan (EU) dilakukan pada suhu dan kelembaban di Bandung agar sesuai untuk melakukan usulan ke perusahan yang banyak melakukan aktivitas angkat mengangkat secara manual. Dari penelitian ini bisa diambil beberapa kesimpulan yaitu: (1) Beban angkat maksimum (MAWL) untuk pekerja manual handling laki-laki Indonesia. (2) Penurunan nilai rata-rata MAWL dari kenaikan nilai rata-rata denyut jantung dan kenaikan nilai rata-rata RPE sangat signifikan terhadap perubahan dimensi lebar box dan frekuensi pengangkatan baik pada Eksperimen Acuan (EA) dan Eksperimen Usulan (EU). (3) Nilai MAWL, denyut jantung, dan RPE pada berbagai variasi ukuran lebar box dan frekuensi pengangkatan untuk Eksperimen Acuan (EA) lebih rendah dari Eksperimen Usulan (EU).