cover
Filter by Year
Jurnal Ergonomi dan K3
ISSN : 26157732     EISSN : 26157732
Jurnal Ergonomi dan K3 diterbikan 2 kali setahun, bulan Maret dan September. Topik makalah untuk jurnal Ergonomi dan K3 meliputi namun tidak terbatas pada: antropometri, biomekanika, fisiologi, lingkungan kerja, ergonomi kognitif, ergonomi budaya, keselamatan dan kesehatan kerja.
Articles
31
Articles
Pengaruh Implementasi Metode Safety Talk dan Check pada Petani Hortikultura di Desa Sumber Mufakat Kabupaten Karo

Mahyuni, Eka Lestari, Yustina, Ida, Sudaryati, Etty

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.994 KB)

Abstract

Petani hortikultura merupakan petani yang menggunakan pestisida dalam jumlah dan frekuensi yang tinggi sesuai dengan pola tanaman yang diproduksi. Dalam penggunaannya, petani hortikultura di desa Sumber Mufakat tidak menggunakan pelindung diri sehingga kontak langsung ataupun paparan lingkungan kerap terjadi selama menggunakan pestisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi metode safety talk dan check pada petani sebagai satu langkah preventif dalam menciptakan pola penggunaan pestisida yang aman dan sehat. Penelitian ini merupakan penelitian survey intervensi dengan menggunakan metode gabungan. Desain kualitatif menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan secara kuantitatif menggunakan quasi eksperimen. Partisipan diambil dari 9 kelompok tani sebanyak 35 orang dan mengimplementasikan pada 100 petani di desa Sumber Mufakat. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan wawancara subjektif pada petani menunjukkan bahwa pelaksanaan metode safety talk dapat dilaksanakan secara menyeluruh namun kendala yang dihadapi adalah rasa ketidakpedulian masyarakat dan faktor lupa yang sering menjadi alasan. Safety talk memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan awareness masyarakat (p-value=0,0001; OR=3,958). Penerapan metode check dapat dilakukan dengan baik, namun petani masih merasa belum memahami dengan jelas gejala yang dirasakan. Variabel yang berpengaruh penerapan check adalah tingkat pengetahuan (p-value = 0,032; OR=2,11). Berdasarkan hasil penelitian, metode safety talk dan check dapat berjalan sebagaimana mestinya dengan didukung adanya informasi-informasi yang terkait secara terus menerus dan dukungan dari instansi pemerintahan. Direkomendasikan metode safety talk dan check dapat dijadikan satu kebijakan kesehatan dan disosialisasikan secara komprehensif.

Evaluasi Usability pada Learning Management System Berbasis Smartphone

Adila, Raisa, Syaifullah, Danu Hadi, Hazmy, Asa Ibnu

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.676 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin besar dan pemakaian smartphone yang meningkat saat ini menjadi peluang bagi organisasi untuk dimanfaatkan dalam dunia pembelajaran. Learning Management System hadir untuk membantu guru dan murid dapat berinteraksi secara real-time dan kebanyakan LMS berbentuk website. Evaluasi usability LMS berbasis smartphone dibutuhkan agar pengguna dapat menggunakan dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan evaluasi usability LMS berbasis smartphone dengan kriteria efisiensi, efektivitas, satisfaction, dan eror sehingga diketahui faktor apa saja yang harus diperbaiki. Evaluasi dilakukan dengan memberikan skenario task sesuai dengan fitur yang ada di LMS Ruangguru, Quipper, dan Zenius. Metode yang digunakan meliputi performance measurement, Single Ease Question (SEQ), kuesioner System Usability Scale (SUS), dan Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ). Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, Zenius dan Ruangguru mempunyai nilai akhir SUS dan PSSUQ yang lebih tinggi dari Quipper. Pada kriteria efisiensi, responden lebih cepat menyelesaikan task dengan Zenius daripada Ruangguru dan Quipper. Tingkat kesuksesan Ruangguru dan Zenius lebih tinggi dari Quipper. Nilai lostness dan eror yang dihasilkan di Zenius lebih kecil daripada Ruangguru dan Quipper. Hasil penelitian ini adalah evaluasi dan komparasi usability yang dapat digunakan sebagai acuan perbaikan di masa yang akan datang

Pengembangan Kemasan Makanan untuk Menghasilkan User Experience yang Positif: Studi Kasus pada Salah Satu UMKM Makanan di Kota Bandung

Theopilus, Yansen, Damayanti, Kristiana Asih, Yogasara, Thedy, Ariningsih, Paulina Kus

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.222 KB)

Abstract

Salah satu produk kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah makanan. Banyaknya bisnis makanan di indonesia membuat para pelaku usaha perlu meningkatkan kualitas produknya agar dapat bersaing. Selain rasa dan tampilan makanan, kemasan makanan juga merupakan salah satu faktor yang sangat penting ketika seseorang memilih makanan yang akan dikonsumsi. Kemasan yang menghasilkan pengalaman yang positif bagi konsumen menjadi daya tarik bagi produk untuk terus dikonsumsi oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan metode dan pertimbangan yang perlu dilakukan untuk menghasilkan kemasan makanan untuk menghasilkan pengalaman positif bagi konsumen. Penelitian ini juga mengaplikasikan pengembangan kemasan kepada salah satu UMKM binaan KADIN di Kota Bandung yang bergerak di bidang catering makanan dan restoran. Aplikasi pengembangan kemasan tersebut menghasilkan kemasan makanan yang sederhana namun menghasilkan pengalaman yang menyenangkan (fun) bagi konsumen. Hasil evaluasi rancangan kemasan dengan metode observasi dan wawancara membuktikan bahwa rancangan kemasan menghasilkan pengalaman positif bagi konsumen.

Redesain Fasilitas Tangga Sebagai Evaluasi Ergonomi dengan Kerangka Ideas dan Analisis Posture Evaluation Index pada Objek Wisata Muria Kudus

Prastawa, Heru, Mahachandra, Manik, Purwaningsih, Ratna, Satriyo, Eko

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.157 KB)

Abstract

Tangga, sebagai bagian bangunan yang menghubungkan antar ruangan, sebenarnya sudah dilengkapi dengan standar SNI dalam panduan perancangannya. Namun dalam aplikasinya, masih ada rancangan tangga yang kurang ergonomis dan menimbulkan potensi bahaya, seperti pada lokasi objek wisata Muria Kudus. Jalur pendakian ini memiliki kurang lebih 400 anak tangga, dengan jarak sekitar satu kilometer. Studi ini dilakukan sebagai upaya evaluasi ergonomi pada kondisi tersebut. Berdasarkan hasil kuesioner pendahuluan yang disebarkan pada 30 orang wisatawan dan analisis Posture Evaluation Index (PEI), diketahui bahwa rancangan tangga menyebabkan wisatawan mengalami tekanan berlebih pada otot skeletal yang meliputi punggung, pinggang, dan otot-otot bagian bawah. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan simulasi dan Task Analysis Toolkit (TAT) pada Virtual Environment postur aktual dengan perangkat lunak Jack 8.2. Lalu diaplikasikan empat macam konfigurasi desain tangga usulan dengan kombinasi ketinggian pegangan tangan dan ketinggian anak tangga, sesuai SNI 03-1746-2000. Berdasarkan perhitungan ulang nilai PEI dan analisis TAT pada kondisi perbaikan disimpulkan bahwa konfigurasi 10-96 merupakan yang terbaik. Dengan mengaplikasikan solusi praktis ini, maka potensi cedera otot-rangka pada wisatawan yang berkunjung di objek wisata Muria Kudus dapat diminalisir.

Analisis Potensi Human Error Karyawan pada Industri Otomotif Berdasarkan Klasifikasi Human Error Identification

Efranto, Remba Yanuar, Saputri, Anita Galih

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.735 KB)

Abstract

Peluang terjadinya human error dapat meningkat apabila perusahaan tidak memberikan respon yang tegas pada karyawan dalam bekerja. Keadaan ini dapat memberikan dampak negatif bagi perusahaan karena human error dapat memberikan potensi kecelakaan kerja. Dalam perusahaan penghasil alloy, potensi unsafe action dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hal ini perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Dalam penelitan ini potensi human error pada proses produksi dianalisis berdasarkan Taxonomy of Credible Errors. Hasil menunjukkan bahwa mode error masih banyak dijumpai pada setiap aktivitas kerja karyawan. Kategori mode error tersebut yaitu Operation Incomplete, Check omitted, Check Incomplete.

Kajian Awal Sistem Keselamatan Kerja Pada Kasus Kecelakaan Di SBU ITS PT. X dengan Menggunakan Metodologi Human Factors Analysis and Classification System (HFACS)

Sutalaksana, Iftikar Z

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.55 KB)

Abstract

Diantara ttahun 1995 hingga 2012, terdapat 16.515 kecelakaan penerbangan yang berakibat fatal. Dari total kecelakaan tersebut, 3.284 kecelakaan disebabkan oleh kesalahan akibat masalah maintenance pesawat terbang. Data ini juga didukung bahwa 70-80% kecelakaan penerbangan diakibatkan oleh kesalahan manusia (human error). Di sisi lain, PT. X merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang utama perawatan turbin pesawat terbang. PT. X memiliki peranan penting pada kelancaran dunia penerbangan. Hingga saat ini. PT. X masih memiliki masalah keselamatan pada sistem kerjanya, sehingga berpotensi menghasilkan produk perbaikan turbin yang di kemudian hari justru dapat menimbulkan kecelakaan penerbangan. Fakta ini menunjukkan bahwa perlunya diadakan sebuah penelitian pada sistem kerja PT. X dengan pendekatan faktor manusia. Salah satu metode untuk menganalisa aspek keselamatan secara komprehensif dengan pendekatan kesalahan manusia adalah metode Human Factors Analysis and Classifications System (HFACS). Penelitian ini akan memakai metode HFACS untuk membuat sebuah kajian awal keselamatan kerja di PT. X. Hasil dari penggunaan metode HFACS pada kecelakaan di SBU ITS, dibangun dengan data-data yang didapatkan dari investigasi kecelakaan yang dilakukan dengan metode Event Casual Factors Charting (ECFC) dan (Systemic Cause Analytical Tool (SCAT), serta dari hasil wawancara yang dilakukan pada narasumber-narasumber kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai permasalahan pada sistem kerja PT. X di bidang keselamatan kerja yang secara lebih lanjut dapat berpotensi mengakibatkan kecelakaan penerbangan pada kemudian hari. Masalah-masalah ini masih berkaitan dengan faktor manusia secara umum. Kata kunci: kajian awal sistem keselamatan kerja, HFACS, sistem kerja, investigasi kecelakaan, ECFC, SCAT.

Perancangan Prototipe Aplikasi Seluler sebagai Media dalam Mencari Layanan Asisten Rumah Tangga

Iqbal, Billy Muhammad, Muslim, Erlinda, Shabrina, Ghassani, Maharani, Atika P

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.605 KB)

Abstract

Asisten rumah tangga adalah tenaga kerja sektor informal yang dipekerjakan dengan tujuan untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Namun dewasa ini banyak masyarakat yang mendapatkan kesuliatan pada saat mencari jasa asisten rumah tangga salah satunya dikarenakan banyaknya aktivitas mereka sehingga tidak memiliki waktu untuk mencari asisten rumah tangga. Penelitian ini membahas mengenai rancangan desain aplikasi mobile pencarian jasa asisten rumah tangga sesuai dengan kebutuhan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu memberikan rekomendasi desain alat berupa aplikasi mobile yang dapat membantu masyarakat dalam mencari jasa asisten rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quality function deployment dengan tools house of quality untuk mencari kebutuhan masyarakat, TRIZ dengan matriks kontradiksi dan 40 prinsip inventif untuk memecahkan masalah kontradiksi, dan activity relationship chart untuk mengatur tata letak fitur dalam aplikasi mobile. Output dari penelitian ini adalah sebuah rancangan aplikasi mobile beta prototype. Kata kunci: Aplikasi Mobile, Activity Relationship Chart (ARC), TRIZ , Quality Finction Deployment (QFD), Ergonomi Kognitif

Pengaruh Penggunaan Kursi Kerja Ergonomis Terhadap Penurunan Keluhan Nyeri dan Stress Kerja pada Pekerja Perusahaan Lampu X di Yogyakarta

Maurits, Lientje Setyawati, Bungakaraeng, Bungakaraeng

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.333 KB)

Abstract

Ergonomi perlu diterapkan diberbagai tempat termasuk di sekolah, ditempat kerja maupun ditempat lain agar dapat diperoleh kenyamanan dan peningkata produktivitas. Melakukan pekerjaan dengan menggunakan alat kerja dan stasiun kerja yang tidak ergonomis dapat menimbulkan gangguan musculoskeletal dengan adanya rasa nyeri dan pegal serta adanya ketegangan, mudah gelisah, bosan, dan lain-lain keluhan stress kerja yang berdampak terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan keluhan nyeri dan stress kerja yang dialami pekerja di perusahaan lampu X di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pre test, post test one group design, yang dilakukan pada 21 pekerja sebagai subyek penelitian yang berlangsung pada bulan Juli 2004 di perusahaan lampu X di Yogyakarta. Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas yaitu kursi kerja ergonomis sedang variabel terikat adalah keluhan nyeri dan angka stress kerja. Analisis data menggunakan uji-t amatan ulangan dengan program computer SPS 2000. Hasil uji statistic menunjukkan penurunan keluhan nyeri yang sangat significan antara kelompok pre test (mean = 43.14) dan post test (mean = 28.14) dengan t = 11.771 (p = 0.000). Hasil uji-t amatan ulangan selanjutnya menunjukkan penurunan stress kerja yang sangat significant antara kelompok pre test (mean = 52.238) dan post test (mean = 43.762) dengan nilai t = 7.385 (p = 0.000).

Pengaruh penempatan PCM berbahan minyak sawit pada cooling vest terhadap penurunan heat strain ketika beraktifitas fisik di lingkungan panas

Wijayanto, Titis, Afyudin, Ogie Alif, Zain, Agasi Rizal Kurniawan

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.273 KB)

Abstract

Paparan di lingkungan yang panas dan lembab ketika melakukan aktivitas fisik berpengaruh terhadap peningkatan risiko heat strain dan penurunan performansi kerja. Penggunaan cooling vest dengan Phase Change Material (PCM) yang dikenakan di bawah pakaian kerja banyak digunakan untuk mencegah risiko terjadinya heat strain dan untuk meningkatkan kinerja kerja, dan kenyamanan termal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan penempatan yang efektif dari PCM berbahan sawit pada cooling vest dengan meneliti efek fisiologis dan subyektif ketika: (1) PCM hanya dipakai di bagian depan/dada (frontal cooling) dan (2) PCM hanya dipakai di bagian belakang/punggung (back cooling). Sepuluh pria sehat (usia 21,7 ± 0,9 tahun) memakai rompi pendinginan dengan PCM saat melakukan aktivitas fisik di atas treadmil selama 30 menit dengan beban kerja sebesar 70% beban kerja maksimum di ruang dengan suhu udara 33ºC dan kelembaban relatif 80%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penempatan PCM di bagian belakang punggung sebagai cooling device lebih efektif dalam menurunkan risiko heat strain ketika melakukan aktivitas fisik di lingkungan panas dibandingkan dengan penempatan PCM di bagian dada.

Prevalensi Bahaya Potensial Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Pengrajin Emping dan Keripik di Kota Cilegon Banten

Sutanti, Yosephin Sri, Handoko, Yusuf

Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 2, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.89 KB)

Abstract

Sektor informal di Indonesia belum banyak diteliti, padahal sebagian besar pekerja di Indonesia (kurang lebih 70%) adalah pekerja di sektor informal yang banyak terpajan bahaya potensial selama bekerja. Penelitian pada sektor informal ini mengambil populasi pengrajin emping dan keripik di Kota Cilegon, karena kota ini merupakan kota percontohan bidang Kesehatan Kerja di Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data prevalensi pajanan bahaya potensial pada pengrajin emping dan keripik di Kota Cilegon. Subyek penelitian adalah pengrajin emping dan keripik di Kota Cilegon. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan kuesioner serta pengukuran terhadap lingkungan kerja. Pengumpulan data pajanan fisik menggunakan soundlevel meter, luxmeter dan alat pengukur suhu serta pajanan ergonomik menggunakan Nordic bodymap discomfort, sedangkan pajanan psikologis menggunakan kuesiner stress kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pengrajin mengalami masalah musculoskeletal berupa nyeri mulai dari skala agak nyeri sampai nyeri sekali. Pengukuran pajanan fisik sudah di luar dalam batas normal tetapi relatif menimbulkan gangguan hanya pada sebagian pengrajin, sehingga membutuhkan penelitian lanjutan (suhu berkisar 26-31 derajat Celcius, penerangan 100-200 lux, kebisingan rata-rata 61 dB). Adanya stress yang berhubungan dengan pekerjaan didapatkan pada sebagian kecil pengrajin saja.