cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Bidan
Published by Ikatan Bidan Indonesia
ISSN : 25023144     EISSN : 26204991     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) merupakan jurnal publikasi ilmiah bidan yang terbit setiap 4 bulan sekali (3 edisi dalam setahun) dengan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Makalah ditulis berdasarkan hasil penelitian atau pemikiran inovatif, yang akan diseleksi tim editor Jurnal Bidan. Naskah yang diterima naskah asli yang belum diterbitkan di media cetak, majalah/jurnal/media publikasi lain dengan bahasa akademis dan efektif. JIB menerima artikel/naskah asli yang relevan dengan bidang kebidanan, meta–analisis, hasil Penelitian, Studi Literatur, Clinical Practice, dan Case Report/laporan kasus.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
The PENGARUH EKSTRAK TEH HIJAU TERHADAP EKSPRESI RESEPTOR ESTROGEN-α DAN KETEBALAN ENDOMETRIUM PADA TIKUS YANG DIPAPAR MONOSODIUM GLUTAMAT Pasaribu, Irma Hamdayani; Sutrisno, Sutrisno; Endharti, Agustina Tri
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.894 KB) | DOI: 10.0809/jib.v3i3.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak teh hijau terhadap ekspresi reseptor estrogen-α dan ketebalan endometrium pada tikus yang dipapar MSG. Desain penelitian eksperimental dengan sampel tikus putih betina sebanyak 25 ekor yang terbagi menjadi 5 kelompok. yaitu kontrol negatif (tanpa perlakuan), kontrol positif (tikus dipapar MSG 140mg/200grBB), 3 kelompok perlakuan masing-masing diberikan paparan MSG140mg/200grBB dan diberikan ekstrak teh hijau dengan 3 dosis berbeda yaitu 0,7mg/tikus/hr, 1,4mg/tikus/hr, 1,8mg/tikus/hr. Paparan MSG dan ekstrak teh hijau berbagai dosis diberikan selama 30 hari. Pemeriksaan ekpresi RE-α menggunakan metode Immunohistokima dan ketebalan endometrium dengan pewarnaan Hematosiklin Eosin. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova. Berdasarkan hasil uji perbandingan berganda dengan uji LSD menunjukkan bahwa rerata ekpresi RE-α tertinggi tampak pada kelompok perlakuan pemberian MSG dan ekstrak teh hijau dosis 1,4 mg/tikus/hari (45,37±6,46) namun menurun pada kelompok perlakuan pemberian MSG dan ekstrak teh hijau dosis 1,8 mg/tikus/hari (43,05±4,54). Nilai rerata ketebalan endometrium tertinggi tampak pada kelompok perlakuan pemberian MSG dan ekstrak teh hijau dosis 1,4 mg/tikus/hari (500,17±15,3) namun menurun pada kelompok perlakuan pemberian MSG dan ekstrak teh hijau dosis 1,8 mg/tikus/hari (461,77±39,99). Penelitian ini menunjukkan hasil pemberian ekstrak teh hijau berbagai dosis dapat meningkatkan ekspresi reseptor estrogen-α dan ketebalan endometrium pada tikus yang dipapar monosodium glutamat.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP NYERI IBU BERSALIN DAN KEMAJUAN PERSALINAN DI PUSKESMAS GARUDA TAHUN 2015 Wijaya, Merry; Tala Bewi, Dessy Winny; Rahmiati, Lina
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.641 KB) | DOI: 10.0809/jib.v3i3.85

Abstract

Nyeri persalinan merupakan hal yang sangat ditakuti oleh sebagian besar ibu hamil yang akan bersalin, terdapat banyak metode untuk mengurangi bahkan menghilangkan nyeri persalinan, salah satunya dengan menggunakan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap nyeri ibu bersalin dan kemajuan persalinan. Metode dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Hasil penelitin diketahui bahwa nyeri ibu bersalin mengalami perubahan, hal ini terbukti berkurangnya rasa nyeri yang dialami responden pada saat pre tes 57,1 % masuk kategori nyeri sedang berubah menjadi 36,7 % saat post tes, dan responden berkategori nyeri berat dari 14,3 % saat pre tes menjadi 0 % saat pos tes. Pijat oksitosin berpengaruh terhadap penurunan nyeri ibu bersalin dengan P sebesar 0,05. Kelompok pijat oksitosin maupun kelompok yang tidak dilakukan pijat oksitosin sama-sama tidak mengalami kemajuan persalinan, karena yang tidak dilakukan pemijatan oxitosin juga tidak mengalami perpanjangan kala 1 fase aktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat oksitotin berpengaruh menurunkan nyeri ibu bersalin, tetapi tidak berpengaruh untuk kemajuan persalinan.
STUDI DESKRIPTIF PENCATATAN DAN PEMANFAATAN KARTU IBU OLEH BIDAN Fitriyani, F; Zuhana, Nina; Prafitri, Lia Dwi
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.29 KB) | DOI: 10.0809/jib.v3i3.92

Abstract

Upaya pemerintah dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah dengan melengkapi fasilitas kesehatan yang dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu, mencakup upaya promotif, preventif, kuratif sekaligus rehabilitatif (Kemenkes RI, 2013). ). Untuk mendukung upaya promotif dan preventif, maka Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan berbagai instrumen Kesehatan Ibu dan Anak, meliputi Kohort Ibu, Kohort Anak, Kohort Balita, Kartu Ibu, Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Manajemen Terpadu Balita Muda (MTBM) dan program Antenatal Care (ANC) terpadu. Sampai saat ini belum ada evaluasi tentang pencatatan dan pemanfaatan kartu ibu di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencatatan dan pelaporan kartu ibu di Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif non eksperimen dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah bidan desa puskesmas di seluruh Wilayah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2017. Sampel penelitian ini menggunakan Cluster random sampling berjumlah 67 bidan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang akan digunakan adalah dengan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari sebagian (61,2%) responden melakukan pencatatan kartu ibu dengan lengkap, 38,8% responden masih kurang lengkap dalam pencatatan kartu ibu; sebagian besar (82,1%) responden mempunyai persepsi baik tentang pemanfaatan kartu ibu, sebagian kecil (17,9%) mempunyai persepsi yang kurang. Dinas kesehatan perlu melakukan superfisi dan evaluasi secara rutin tentang pencatatan kartu ibu dan kepala puskesmas perlu memberikan kebijakan tentang penghargaan dan sanksi kepada bidan desa dalam menjalankan tugasnya termasuk dalam pendokumentasian kartu ibu.
SARANA EDUKASI POP UP SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENYIMPANGAN LGBT PADA ANAK PRAPUBERTAS Nisa, Khairun; Matin, Nur Sophia; Amalia, Rize Budi
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.413 KB)

Abstract

LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) merupakan sebuah fenomena yang tengah marak di Indonesia. Fenomena tersebut dianggap bertentangan dengan nilai-nilai pancasila dan kepribadian serta jati diri bangsa Indonesia. Data Kemenkes pada tahun 2012, terdapat 1.095.970 pelaku LGBT baik yang tampak maupun tidak, lebih dari lima persennya mengidap HIV. Pergerakan LGBT tersebut dilakukan secara sistematis dan menyasar hampir semua kalangan umur. Penyebaran ide LGBT mulanya menyasar kaum intelektual, kemudian masuk ke wilayah kampus, lalu turun ke siswa-siswi SMA, dan kemudian merambah ke siswa-siswi SD. Anak-anak khususnya yang berada pada rentang prapubertas menjadi lebih rentan karena masih berada dalam masa kritis pembentukan konsep diri. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan adanya upaya preventif yang ditujukan pada anak prapubertas untuk membentuk pemahaman yang benar sehingga dapat mencegah bertambahnya korban penyimpangan LGBT di Indonesia. Sarana edukasi melalui pop up dengan konten pengenalan organ reproduksi, ciri-ciri pubertas, pencegahan kekerasan termasuk seksual, dan informasi seputar kesehatan reproduksi yang diintegrasikan dengan pendekatan agama menjadi salah satu upaya preventif untuk mencegah penyimpangan LGBT pada anak prapubertas. Selain itu, keberadaan bidan sebagai pendamping selama siklus kehidupan perempuan juga memiliki peranan penting dalam memperkuat seorang perempuan sebagai ibu untuk senantiasa menanamkan pemahaman yang benar berkaitan dengan kesehatan reproduksi salah satunya dengan memanfaatkan sarana edukasi pop up pada anak prapubertas.
EFEKTIFITAS PENYELENGGARAAN KELAS IBU BALITA TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU TENTANG MP-ASI USIA 6-12 BULAN Kostania, Gita; Rahayu, RD
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.036 KB) | DOI: 10.0809/jib.v3i3.71

Abstract

Pada tahun 2010–2012, Food and Agriculture Organisation (FAO) memaparkan bahwa satu dari delapan orang penduduk dunia menderita gizi buruk. Sebagian besar (sebanyak 852 juta) diantaranya tinggal di negara-negara berkembang. Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2013, terdapat 19,6 (%) kasus balita kekurangan gizi, sebanyak 5,7 (%) balita mengalami gizi buruk. Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kekurangan gizi pada balita adalah faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal diantaranya adalah pengetahuan dan pola pemberian nutrisi (Proverawati, 2007). Kelas ibu balita merupakan sarana untuk meningkatkan pengetahuan ibu guna perubahan perilaku tentang gizi bayi-balita yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyelenggaraan kelas ibu balita terhadap pengetahuan dan perilaku ibu tentang MP-ASI usia 6-12 bulan di wilayah Puskesmas Wedi Kabupaten Klaten. Jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group. Populasi aktual adalah seluruh ibu balita dengan anak usia 6-12 bulan di wilayah Puskesmas Wedi kabupaten Klaten sebesar 411 orang ibu. Teknik sampling secara cluster berdasarkan besaran sampel Harry King 0,5%, yang terbagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, masing-masing 50 orang, total sebanyak 100 responden. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney Test, dengan nilai p pada variabel pengetahuan dan perilaku masing-masing (p=0,001). Dengan demikian kelas ibu balita efektif terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku ibu balita tentang MP-ASI Usia 6-12 bulan.
Replikasi Kegiatan Pemanfaatan Buku KIA melalui Pendampingan Ibu Hamil, Ibu Balita Oleh Mahasiswa dan Kader kesehatan Purnamasari, Wiwin Mintarsih
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.061 KB)

Abstract

Berbagai upaya pelayanan kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan status kesehatan ibu dan anak continum of care cycle. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu dengan melaksanakan kegiatan pemanfaatan buku KIA melalui pendampingan ibu hamil dan ibu balita oleh mahasiswa dan kader kesehatan. Tujuan kegiatan ini agar ibu hamil dan ibu balita mengetahui isi buku KIA sehingga dapat mempraktikkan perilaku kesehatan sesuai isi buku KIA. Rancangan: Pemanfaatan buku KIA melalui pendampingan diikuti oleh 20 orang mahasiswa dan 20 orang kader kesehatan dengan sasaran 12 ibu hamil trimester pertama dan 8 ibu Balita di Kabupaten Tasikmalaya. Sebelum pelaksanaan pendampingan mahasiswa dan kader kesehatan dibekali teknis pendampingan selama 2 hari. Pendampingan dilaksanakan sekali tiap minggu selama 5 minggu. Setiap pertemuan mahasiswa dan kader memberikan informasi, edukasi secara bertahap dan berkesinambungan kepada ibu hamil dan ibu balita tentang isi buku KIA, sehingga ibu hamil dan ibu balita terpapar seluruh informasi yang ada dalam buku KIA. Hasil dan Pembahasan: Pengetahuan ibu tentang isi buku KIA meningkat dari 17,9%, Perilaku ibu hamil dan ibu balita dalam membaca buku KIA meningkat dari 78,4% menjadi 90,9% dan kelengkapan pengisian buku KIA meningkat dari 75% menjadi 90,9%. Namun pendampingan oleh mahasiswa dan kader terhadap perilaku ibu hamil dan ibu balita dalam melaksanakan pemeriksaan belum menunjukkan pengaruh yang signifikan (p value 0,164). Kesimpulan: Pendampingan mahasiswa dan kader kesehatan dapat meningkatkan perilaku membaca  buku KIA, meningkatkan pengetahuan tentang isi buku KIA serta meningkatkan kelengkapan pengisian buku KIA.
HUBUNGAN PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP FAKTOR RISIKO PERILAKU SEKSUAL REMAJA Debbiyantina, Debbiyantina
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.209 KB)

Abstract

Masa remaja adalah masa terjadinya perkembangan fisik berupa munculnya ciri-ciri seks primer, sekunder serta psikologis berupa prilaku seksual. Masalah seksual pada remaja karena faktor-faktor perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksualnya. Dari beberpa penelitian  mengenai kasus perilaku seksual pada remaja dari waktu ke waktu semakin mengkhawatirkan karena perilaku seksual remaja sekarang ini sudah melebihi batas dan cukup mengkhawatirkan terutama pada masa remaja akhir. Perilaku-perilaku seks yang terjadi tidak diiringi dengan pemaparan tentang promosi kesehatan reproduksi yang memadai pada diri remaja Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan promosi kesehatan reproduksi terhadap faktor risiko perilaku seksual remaja di SMA wilayah Jakarta Selatan. Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswa SMA berjumlah 96 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Proportional Stratified Random Sampling.Data yang digunakan adalah data primer dengan memberikan angket kepada responden. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian SST ditemukan ada hubungan antarapengetahuan, pengalaman pacaran, persepsi seks, sumber informasi serta komunikasi teman sebaya dengan  risiko prilaku seks remaja (p-value<0.05).
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN SENAM HAMIL DENGAN KECEMASAN PRIMIGRAVIDA DALAM MENGHADAPI PERSALINAN Hartaty, Diana
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.823 KB)

Abstract

Kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses yang alami dan menimbulkan rasa sakit. Namun banyak wanita yang merasakan sakit tersebut lebih parah dari seharusnya karena banyak dipengaruhi oleh rasa panik dan stres. Senam hamil adalah salah satu cara yang dapat membantu wanita hamil untuk mengatasi kecemasannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keikutsertaan senam hamil dalam mengurangi kecemasan primigravida dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Kecamatan wilayah barat Tahun 2015. Jenis Penelitian ini adalah quasy eksperimental  dengan jenis rancangan non equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil  Primigravida trimester ketiga yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Kecamatan wilayah barat tahun 2015 terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Teknik analisis data dengan uji T test untuk melihat perbedaan dari keikutsertaan senam hamil pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil uji statistic independent T test diketahui bahwa nilai p=0,00 dengan α=0,05 dinyatakan bahwa senam hamil efektif dalam mengurangi kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan.
EFEKTIVITAS AKUPRESUR SELAMA PERSALINAN Rahmawati, Diyah Tepi; Iswari, Indra
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.62 KB)

Abstract

Banyak wanita mengalami nyeri selama persalinan dan melahirkan. Pemilihan metode tradisional seperti akupresur mampu mengurangi nyeri persalinan yang dilakukan di beberapa titik akupuntur. Tujuan artikel ini adalah mengkaji efektivitas akupresur yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri selama persalinan. Metode: Artikel ini menggunakan metode studi tinjauan pustaka dari jurnal ilmiah dengan tema akupresur pada persalinan. Jurnal yang ditelaah dalam artikel ini berasal dari The Cochrane Library 2011, Proquest dan Science Direct. Hasil: Nyeri yang terjadi selama persalinan diakibatkan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selama persalinan. Hal ini mengakibatkan naiknya tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, keringat, diameter pupil, dan ketegangan pada otot. Akupresur dapat memudahkan proses persalinan karena meningkatkan efektivitas kontraksi pada uterus. Akupresur juga membantu memproduksi hormon endorpine yang berfungsi mengurangi rasa sakit. Metode ini tidak memiliki efek samping atau kerugian pada pasien dan dapat dilakukan oleh bidan, perawat maupun suami selama persalinan. Kesimpulan: Banyak ibu memilih akupresur sebagai metode penghilang rasa nyeri selama persalinan, metode ini disebabkan karena murah, mudah dipelajari, dan cukup efektif untuk mengurangi nyeri selama persalinan namun studi lanjutan mengenai efektifitas akupresur masih perlu dilakukan untuk hasil yang lebih valid.
DETERMINAN PENGGUNAAN FASILITAS KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI INDONESIA Rahyani, Ni Komang Yuni
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.197 KB)

Abstract

Angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi yang tinggi di Indonesia berkaitan  dengan  status kesehatan  perempuan  sejak  masa  remaja.  Sampai  saat  ini, belum diketahui secara pasti efektivitas pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual bagi remaja di fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia, karena program ini dianggap masih kontroversi. Hampir seperempat populasi penduduk di dunia termasuk di Indonesia adalah penduduk berusia remaja, yang rentan berperilaku berisiko, terutama penyalahgunaan narkotika dan perilaku seks pranikah. Perlu dianalisis prediktor pemanfaatan  fasilitas  pelayanan  kesehatan reproduksi  dan  seksual  oleh  remaja  di fasilitas kesehatan di Indonesia. Untuk menganalisis prediktor pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual oleh remaja di Indonesia, di daerah Jawa dan Bali dengan daerah di  luar  Jawa  dan  Bali  menggunakan  data  Survei  Kesehatan  Reproduksi  Remaja Indonesia tahun 2007. Analisis data sekunder yaitu data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) 2007 menggunakan analisis Logistik Regresi dengan program STATA, untuk mencari prediktor utama pemanfaatan fasilitas kesehatan reproduksi dan seksual remaja di fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Sebanyak 6.289 remaja berusia antara 15-24 tahun yang berada di Jawa - Bali serta 13.438 remaja dari wilayah selain Jawa-Bali dimasukkan dalam studi. Remaja di wilayah  Jawa-Bali  lebih  banyak dengan  tingkat  sosial  ekonomi  yang  lebih  tinggi (28,5% vs 20,4%), lebih sedikit memperoleh informasi tentang PMS dari petugas kesehatan (50,0% vs 63,9%). Kontrasepsi hormonal yang diterima di fasilitas pelayanan kesehatan antara 1,8% - 5,2% di wilayah Jawa-Bali serta di luar Jawa-Bali. Remaja menghindari fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi (OR=0,03; 95%CI=0,01 – 0,14) dan p value <0,001. Kesadaran remaja dan petugas kesehatan memiliki kontribusi besar bagi kesehatan reproduksi dan seksual remaja di masa mendatang.