cover
Filter by Year
Jurnal Ilmiah Bidan
Published by Ikatan Bidan Indonesia
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) merupakan jurnal publikasi ilmiah bidan yang terbit setiap 4 bulan sekali (3 edisi dalam setahun) dengan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Makalah ditulis berdasarkan hasil penelitian atau pemikiran inovatif, yang akan diseleksi tim editor Jurnal Bidan. Naskah yang diterima naskah asli yang belum diterbitkan di media cetak, majalah/jurnal/media publikasi lain dengan bahasa akademis dan efektif. JIB menerima artikel/naskah asli yang relevan dengan bidang kebidanan, meta–analisis, hasil Penelitian, Studi Literatur, Clinical Practice, dan Case Report/laporan kasus.
Articles
59
Articles
PENGARUH PIJAT BAYI DAN BREASTFEEDING TERHADAP PENURUNAN KADAR BILIRUBIN PADA NEONATUS DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA

ANDARUNI, NURUL QAMARIAH RISTA

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bayi baru lahir memiliki risiko mengalami hiperbilirubinemia yang terjadi pada sekitar 80% bayi prematur dan 60 % pada bayi aterm selama minggu pertama setelah kelahiran, yang disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi dan breastfeeding terhadap penurunan kadar bilirubin pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Jenis penelitian desain Quasi Eksperimental dengan rancangan Non-Equivalent Control Group. Sampel dalam penelitian ini neonatus hiperbilirubinemia yang menerima fototerapi sebanyak 70 bayi dibagi menjadi 4 kelompok. Bayi yang mendapatkan pijat dan breastfeeding (Kelompok I), bayi yang mendapat pijat dan susu formula (Kelompok II), bayi yang hanya mendapat breastfeeding (Kelompok III) dan bayi yang hanya mendapat susu formula (Kelompok IV). Pemberian intervensi dilakukan selama 3 hari/sampel. Analisis data menggunakan uji Paired T Test dan uji Anova. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan kadar bilirubin antara keempat kelompok setelah intervensi dengan p value 0,000<0,05. Setelah intervensi diperoleh rata-rata penurunan kadar bilirubin pada kelompok pijat+breastfeeding sebesar 7.82 mg/dl, kelompok pijat+susu formula sebesar 9.22 mg/dl, kelompok breastfeeding sebesar 14.68 mg/dl  dan kelompok susu formula sebesar 13.69 mg/dl. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelompok yang diberikan pemijatan lebih efektif menurunkan kadar bilirubin dibandingkan hanya diberikan breastfeeding atau susu formula. Pijat bayi bisa membantu mengurangi kadar bilirubin dengan  meningkatkan frekuensi defekasi pada neonatus dengan hiperbilirubinemia yang menerima fototerapi.

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI IMPLEMENTASI PELAYANAN ANTENATAL TERPADU OLEH PRAKTIK MANDIRI BIDAN

Yuliani, Istri

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menempati urutan pertama di Asia Tenggara dengan angka kematian ibu (AKI) sebesar 359/100.000 kelahiran hidup, angka kematian bayi (AKB)  sebesar 32/1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita (AKABAL) 44/1000 kelahiran hidup. Untuk mendukung upaya penurunan AKI dan AKB,  salah satunya adalah  pelayanan antenatal yang telah dikembangkan menjadi pelayanan antenatal terpadu dengan  melibatkan peran bidan. Berdasarkan hasil survei rumah tangga tahun 2016, tempat pemberi pelayanan antenatal care (ANC) yang  tertinggi yaitu  pada Praktik Mandiri Bidan (40,5%),  pemberi layanan ANC terbanyak dilakukan oleh bidan (82,4%), namun kualitas pelayanan antenatal pada Praktik Mandiri Bidan belum sesuai yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi  implementasi  pelayanan antenatal  terpadu oleh Praktik Mandiri Bidan  di Kabupaten Sleman. Metode: merupakan  penelitan deskriptif analitik dengan metode kuantitatif,  menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 Juli  sampai dengan 30 Agustus  2017, berlokasi pada Praktik Mandiri Bidan  di wilayah IBI Ranting Sleman Tengah, Kabupaten Sleman. Unit analisis adalah Praktik Mandiri Bidan dengan jumlah populasi 76, dan jumlah sampel 64. Teknik sampling adalah pencuplikan sistematis. Variabel dependen yaitu implementasi antenatal terpadu, variabel independen yaitu faktor-faktor yang memengaruhi kebijakan publik meliputi komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis  menggunakan regresi linier berganda. Hasil: hasil analisis deskriptif faktor - faktor yang memengaruhi implementasi pelayanan antenatal terpadu dalam kategori cukup baik (komunikasi = 81,3%, sumberdaya = 78,1%, disposisi = 53,1%, struktur birokrasi = 59,4%). Implementasi antenatal terpadu kategori baik (76,6%). Hasil analisis bivariat faktor-faktor yang memengaruhi antenatal terpadu : komunikasi (b = 0,244, t = 2,718,  p = 0,009), sumberdaya (b = 0,267,  t =  2,192,  p = 0,032), disposisi (b  = 0,179, t =  2,546 p- = 0,014), struktur birokrasi (b = 0,130, t =  2,066,  p = 0,043).  Hasil analisis regresi berganda (R =  0,731; R² =  0,534; FRegresi 16,935; p = 0,000). Besar pengaruh terhadap implementasi antenatal terpadu: komunikasi (SE = 15,45%), sumberdaya (SE = 13,30%), disposisi (SE = 14,35%) dan struktur birokrasi (SE = 10,34%). Kesimpulan: ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial maupun simultan antara faktor komunikasi,  sumber daya,  disposisi,  struktur birokrasi  terhadap implementasi  pelayanan antenatal terpadu oleh  Praktik Mandiri Bidan di Kabupaten Sleman dengan besar pengaruh 53,4% sedangkan sisanya 46,6% dipengaruhi oleh faktor lain.

PENGARUH DUKUNGAN SUAMI DAN BOUNDING ATTACHMENT DENGAN KONDISI PSIKOLOGI IBU POSTPARTUM

Winarni, Lastri Mei

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Masa nifas atau postpartum merupakan masa yang penuh stres kedua dibandingkan masa kehamilan bagi seorang ibu. Secara psikologi ibu nifas sering mengalami emosi yang labil, sedih dan mudah tersinggung, hal ini merupakan dasar terjadinya kelainan psikologik selanjutnya. Prevalensi depresi postpartum di Indonesia belum dikemukakan secara nasional, tetapi prevalensi depresi postpartum di Denpasar sekitar 20,5% dan di Kabupaten Jember sebesar 25%. Bounding attachment merupakan gambaran ikatan antara ibu dan bayi. Ikatan tersebut dibangun melalui interaksi antara ibu dan bayi. Ikatan antara ibu dan bayi ini membantu pengeluaran hormon oksitosin pada ibu yang dapat merangsang hormon anti stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan suami dan bounding attachment dengan kondisi psikologi ibu postpartum di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2017. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan pada bulan Mei 2017 di RSUD Kabupaten Tangerang sejumlah 163 orang. Sampel yang diambil adalah sejumlah 116 ibu postpartum. Teknik pengambilan sampel menggunakan insidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan suami dan bounding attachment, serta Edinburgh Postpartum Depression Scale (EPDS). Analisis bivariat penelitian ini menggunakan  uji Chi Square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik. Analisis menggunakan Chi Square dengan software SPSS diketahui bahwa terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kondisi psikologi ibu postpartum karena nilai p hasil uji < nilai p tabel (0,021<0,05) dan tidak terdapat hubungan antara perilaku bounding attachment dengan kondisi psikologi ibu postpartum karena nilai p hasil uji > nilai p tabel (0,372>0,05). Kekuatan hubungan berdasarkan analisis Regresi Logistik pada variabel dukungan suami adalah sebesar 0,305 (OR) dan bounding attachment 0,586 (OR). Berdasarkan hasil penelitian maka tenaga kesehatan dapat memberdayakan suami untuk memberikan dukungan kepada ibu postpartum untuk membantu mekanisme koping dalam mengatasi tingkat depresinya.

Pemberdayaan Wanita Melalui Deteksi Dini Kanker Serviks

Setyani, Rizka Ayu

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus) merupakan penyebab utama kematian wanita akibat kanker di negara berkembang, khususnya Indonesia. Kanker serviks dapat dicegah dengan deteksi dini. Namun, kenyataannya hal ini kurang disadari karena pemahaman dan motivasi yang kurang. Pembentukan kader peduli kanker serviks merupakan metode efektif yang dapat meningkatkan pemberdayaan wanita melalui upaya deteksi dini. Tujuan: Sebagai upaya pemberdayaan wanita agar menyadari kesehatannya dan mau melakukan deteksi dini kanker serviks secara sukarela. Rancangan/Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Dusun Karang Lo Argomulyo Cangkringan Sleman DIY ini bekerjasama dengan Puskesmas Cangkringan. Kegiatan ini diawali dengan pembentukan kader peduli kanker serviks sebanyak 10 orang yang kemudian diberikan pelatihan tentang materi deteksi dini kanker serviks. Selanjutnya kader memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu pasangan usia subur sebanyak 47 orang serta dilanjutkan dengan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) gratis oleh petugas Puskesmas Cangkringan. Hasil: Terbentuknya 10 kader peduli kanker serviks serta telah dilakukan pemeriksaan IVA pada 47 orang ibu-ibu pasangan usia subur. Kesimpulan: Kader peduli kanker serviks memberikan pengaruh persuasif terhadap pemberdayaan wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks.

HUBUNGAN PENGGUNAAN KONDOM DAN STATUS PERKAWINAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA USIA PRODUKTIF

Ismiati, Ismiati

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Infeksi Menuluar Seksual (IMS) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan global, karena penyakitnya hampir terjadi di semua negara.  Salah satu penyebabnya adalah transaksi seks pada wanita pekerja seksual (WPS). Menurut data yang diperoleh pada Profil Kesehatan Provinsi Bengkulu Tahun 2014  menunjukkan bahwa kasus IMS terdapat 1056 kasus (HIV: 390, AIDS: 137, dan SIFILIS:529). Dimana pengidap HIV yang paling tinggi terdapat pada umur antara 20-24 tahun, sama seperti HIV pengidap AIDS paling tinggi terdapat pada umur 20-24 tahun. Sedangkan untuk pengidap penyakit syphilis diperoleh data yang  paling tinggi pada usia 25-49 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kejadian infeksi menular seksual pada wanita usia produktif di Puskesmas Betungan tahun 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan jumlah sampel 80 orang (40 case dan 40 control). Pengambilan data menggunakan lembar pengumpulan data. Analisis statistic menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel berhubungan dengan p < 0,05 yaitu penggunaan kondom (p=0,07 dan OR=0,196) sedangkan  variabel tidak berhubungan yaitu status perkawinan (p=0,528 dan OR=0,833)

PERCEIVED STRESS DAN SINDROM DEPRESI PADA IBU PRIMIGRAVIDA

Wahyuni, Sri

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Emosi yang tidak stabil sering terjadi pada ibu yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan kehamilan, kesulitan dan kegagalan untuk beradaptasi selama periode kehamilan merupakan transisi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara perceived stress yang dirasakan dengan sindrom depresi pada kehamilan trimester ketiga. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, sejumlah 72 peserta memenuhi kriteria inklusi hingga dianalisis. Pengukuran perceived stress menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale dan sindrom depresi diukur menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Syndrome. Analisis statistik dilakukan untuk melihat korelasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi perceived stress tinggi sebanyak 75%, dan sindrom depresi sebanyak 37,5% pada ibu primigravida trimester ketiga. Terdapat ada perbedaan perceived stress antara kelompok depresi dan non-depresi; F = 5,787 (p = 0,019), dan terdapat perbedaan yang signifikan pada sindrom depresi F = 122,176 (p <0,001. Ada hubungan yang signifikan antara perceived stress dengan sindrom depresi pada ibu primigravida trimester ketiga kehamilan r = 0,386 (p <0,001). Kesimpulan: Semakin tinggi perceived stress secara signifikan berkorelasi dengan sindrom depresi pada ibu primigarvida trimester ketiga, dengan demikian penting untuk menurunkan perceived stress selama kehamilan sehingga sindrom depresi dapat dicegah.

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK PEPPERRMINT PADA IBU HAMIL DENGAN PRURITUS (GATAL) DAN TRIMESTER III

maternity, dainty

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Berdasarkan penelitian, sekitar 18% wanita hamil di Prancis mengalami Pruritus. Di India dari 200 wanita hamil, sekitar 61,5% yang mengalami pruritus. Pruritus adalah sensasi kulit yang iritatif dan menimbulkan rangsangan untuk menggaruk. Reseptor rasa gatal tidak bermielin, mempunyai ujung saraf mirip sikat (penicillate) yang hanya ditemukan pada kulit, membran mukosa dan kornea. Tujuan penelitian diketahui pengaruh pemberian minyak peppermint pada ibu hamil dengan Pruritus (gatal) trimester III di BPS Nurhasannah Str.Keb Teluk Betung Selatan Bandar Lampung Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan pre eksperimental design dengan metode one sample pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami pruritus (gatal) di BPS Nurhasannah, S.Tr.Keb Teluk Betung Selatan Bandar Lampung tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari ?? Agustus 2017. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Didapatkan sampel sebanyak 30 orang dengan kriteria ibu hamil dengan pruritus gravidarum, bersedia menjadi responden dan minyak peppermint hanya dioleskan pada bagian yang mengalami gatal. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa univariat data yang digunakan adalah uji T-dependent. Hasil penelitian diketahui nilai rata-rata sebelum diberikan minyak peppermint sebesar  4,67 dengan standar deviasi sebesar 1,234 sedangkan nilai rata-rata setelah diberikan minyak peppermint sebesar  2,93 dengan standar deviasi sebesar 1,223. Ada pengaruh pemberian minyak peppermint untuk mengatasi pruritus (gatal) pada ibu hamil trimester III (p value < 0,05 yaitu 0,000). Diharapkan pada ibu hamil untuk memperhatikan kesehatan selama kehamilannya terutama adanya gejala pruritus (gatal) pada ibu hamil dan cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan minyak peppermint.

EFEKTIVITAS VCT DAN TERAPI WARNA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN TES HIV DAN PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN BERISIKO TINGGI HIV

Sari, Gita Nirmala

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Jumlah kasus terinfeksi HIV/AIDS di Indonesia Indonesia tahun 2014 terdapat 501.400 kasus HIV/AIDS (KPAN, 2014). Sebagian besar dari penderita mengetahui kondisi dirinya secara tiba-tiba tanpa ada tes sukarela yang diikuti. Kelompok berisiko takut untuk melakukan tes sukarela dikarenakan khawatir dengan konsekuensi yang akan dihadapi setelah diketahui mereka positif HIV. Kecemasan ini berhubungan dengan rasa ketidaktahuan mengenai HIV.  Diperlukan adanya suatu pengelolaan kecemasan yang baik dengan terapi warna hijau. Warna hijau dapat menimbulkan rasa nyaman, rileks, mengurangi stres, menyeimbangkan, dan menenangkan emosi (Kusuma, 2010). Penelitian bertujuan mengidentifikasi perbedaan tingkat kecemasan dan pengambilan keputusan untuk tes HIV pada  pasien beresiko tinggi terinfeksi HIV sebelum dan sesudah  diberikan VCT dan terapi warna, menganalisis efektifitas VCT dan terapi warna di Klinik VCT Puskesmas Cakung  Jakarta Timur. Metode penelitian ini  kuantitatif quasi eksperimental dengan pre dan post test menggunakan group kontrol. Pengambilan sampel dengan purposive sampling  Analisis uji beda dengan uji Wilcoxon Signed Rank test dan  uji regresi linier. Hasil penelitian terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan VCT dan terapi warna pada kelompok intervensi (p value: 0,014), terdapat perbedaan  pengambilan keputusan/ kesediaan pemeriksaan HIV sebelum dan sesudah diberi VCT dan terapi warna pada kelompok intervensi (p value: 0,001). VCT dan terapi warna berpengaruh dalam kesediaan pengambilan keputusan melakukan tes HIV  (p value: 0,003) dan penurunan tingkat kecemasan (p value: 0,006) pada pasien berisiko tinggi terinfeksi HIV. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan tingkat kecemasan dan  pengambilan keputusan untuk tes HIV pada  pasien beresiko tinggi terinfeksi HIV sebelum dan sesudah  diberikan VCT dan terapi warna dan VCT. Terapi warna efektif  dalam pengambilan keputusan tes HIV dan penurunan tingkat kecemasan pasien beresiko tinggi terinfeksi HIV di Klinik VCT Puskesmas Cakung Jakarta Timur.   Kata kunci: VCT, terapi warna, kecemasan, pengambilan keputusan tes HIV

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BEKERJA TENTANG ASI PERAH DENGAN SIKAP TERHADAP ASI PERAH

Hidayah, Luluk, Setyaningrum, Utari

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Upaya pemenuhan gizi anak didukung dengan adanya program ASI Eksklusif oleh pemerintah. Data cakupan ASI di Desa Menganti mencapai 98%. Belum optimalnya cakupan ASI Eksklusif salah satu penyebabnya yaitu ibu yang bekerja. Padahal ASI Eksklusif masih bisa diberikan oleh ibu pekerja dengan ASI Perah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap ibu pekerja tentang ASI Perah di Desa Menganti Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak dibawah 1 tahun yaitu 97 responden, dan sampelnya adalah ibu pekerja yang memiliki anak dibawah 1 tahun yang bekerja diluar lingkungan rumah yaitu 32 responden. Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan cukup tentang ASI Perah yaitu sebanyak 19 responden (59,4%), sebagian besar responden bersikap negatif tentang ASI Perah yaitu sebanyak 17 responden (53,1%). Hasil uji menggunakan Chi-Square menunjukkan pvalue= 0,041 (p<a), yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap ibu pekerja tentang ASI Perah di Desa Menganti Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Diharapkan dengan penelitian ini ibu pekerja dapat meningkatkan pengetahuannya tentang ASI Perah sehingga akan didapatkan hasil cakupan ASI Eksklusif yang optimal.

PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN DAN NYERI SELAMA KALA I FASE AKTIF PERSALINAN

Marlina, Endah Dian

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Proses persalinan identik dengan rasa nyeri yang akan dijalani secara fisiologis. Nyeri terjadi ketika otot-otot rahim berkontraksi sebagai upaya membuka serviks dan mendorong kepala bayi kearah panggul. Nyeri persalinan kala I merupakan proses fisiologis yang disebabkan oleh proses dilatasi serviks, hipoksia otot uterus saat  kontraksi, iskemi korpus uteri dan peregangan segmen bawah rahim dan kompresi saraf serviks. Data dari WHO pada tahun 2010 untuk kasus sectio caesaria tanpa indikasi di Amerika berjumlah 30,3% dan di Indonesia 6,8%. Hal ini menunjukan bahwa kejadian permintaan untuk melahirkan secara sectio caesaria cukup tinggi. Hasil studi pendahuluan di sebuah rumah bersalin di Kota Bekasi didapatkan 9 dari 10 ibu yang bersalin mengeluh cemas berlebih dan mengalami nyeri hebat selama proses persalinan kala I. Beberapa teknik untuk mengurangi kecemasan dan nyeri selama persalinan telah banyak dilakukan, diantaranya dengan pemberian stimulan (rangsangan) hangat pada titik-titik tertentu di tubuh ibu bersalin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan kecemasan dan nyeri selama persalinan. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pretest-posttest one group. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 20 orang ibu bersalin. Pengambilan sampel responden menggunakan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan adalah skala kecemasan Hamilton (HAM-A), sedangkan untuk  mengukur nyeri adalah skala nyeri visual analogue scale (VAS). Pengujian statistik menggunakan analisis parametrik dan non parametrik, dengan kemaknaan hasil uji ditentukan berdasarkan nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kecemasan secara signifikan pada ibu bersalin setelah diberikan kompres hangat dengan nilai p = 0,0001. Hasil penelitian juga menunjukkan terjadi penurunan nyeri secara signifikan pada ibu bersalin setelah diberikan kompres hangat dengan nilai p = 0,001. Pemberian kompres hangat juga mampu berpengaruh dalam menunrukan kecemasan dan nyeri persalinan secara bersamaan sebesar 47,05%. Simpulan penelitian ini adalah pemberian kompres hangat pada ibu bersalin kala I dapat mengurangi dan berpengaruh secara simultan terhadap penurunan kecemasan dan nyeri selama persalinan.