cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia
ISSN : 08548390     EISSN : 25498029     DOI : -
LIMNOTEK Tropical Inland Waters in Indonesia (Limnotek) is a periodical publication from the Research Center for Limnology, Indonesian Institute of Sciences in collaboration with Indonesian Society of Limnology (MLI). Published semiannually, the journal has a goal to be a means of communication and dissemination of research results in tropical limnology. The articles in this journal examines the interaction between factors: physics, chemistry, biology, hydrology, and geology on inland waters ecosystems. Definition of inland waters here are all forms puddles on the surface of the earth to the landward of the line of the lowest tides either fresh or brackish water such as rivers, swamps, lakes, water, wetlands, reservoirs, puddles, ponds, and dams.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 1 (2019)" : 9 Documents clear
PENGARUH WIND STRESS TERHADAP STRATIFIKASI SUHU HARIAN KOLOM AIR DANAU MANINJAU Jasalesmana, Taofik; Zulti, Fifia; Triwisesa, Endra; Santoso, Arianto Budi; Fakhrudin, Muhamad
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stratifikasi suhu merupakan salah fenomena fisika yang terjadi di kolom air dan memiliki peranan penting dalam pengaturan proses kimia dan biologi di kolom air. Keadaan ini selanjutnya akan mempengaruhi kondisi ekosistem danau. Kekuatan stratifikasi suhu sangat bergantung pada perubahan intensitas radiasi matahari dan kecepatan angin. Melihat pentingnya peran stratifikasi suhu, maka dilakukan penelitian untuk mengkaji perubahan stratifikasi harian terhadap perubahan kecepatan angin yang spesifik dinyatakan oleh gaya tekan angin (wind stress) di Danau Maninjau, Sumatera Barat. Pengambilan data dilakukan selama tujuh hari (13 – 19 Februari 2017). Profil suhu kolom air diukur oleh rangkaian termistor yang dipasang pada alat e-most (Environmental Monitoring and Warning Systems) sampai kedalaman 60 m. Data kecepatan angin dan radiasi matahari diambil dari stasiun pengamatan cuaca Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau (LATPD) Maninjau. Untuk melihat hubungan antara kekuatan stratifikasi dengan wind stress, dihitung indeks stratifikasi, wind stress dan energi kinetik turbulen (TKE). Indeks stratifikasi digunakan untuk mengkarakterisasi kekuatan stratifikasi suhu, sedangkan wind stress digunakan untuk memprediksi energi kinetik turbulen yang secara teori akan menurunkan stratifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat gadien suhu kolom air yang ditandai oleh munculnya lapisan-lapisan isotermal mulai siang hari sampai menjelang malam dengan periode harian. Gradien suhu kemudian mulai menurun ketika malam sampai pagi hari, sehingga suhu kolom air menjadi lebih homogen dari permukaan sampai ke bawah. Telah diketahui adanya penurunan indeks stratifikasi harian kolom air pada saat wind stress dan energi kinetik turbulen  bernilai tinggi, kemudian indeks stratifikasi meningkat saat wind stress dan energi kinetik turbulen mengalami penurunan. Sehingga terdapat hubungan terbalik antara wind stress dan indeks stratifikasi dengan koefisien korelasi sebesar -0,96.   Hal ini menunjukkan bahwa pada periode pengamatan tersebut wind stress berpengaruh besar terhadap proses pembentukan stratifikasi kolom air di Danau Maninjau. Thermal stratification is one of physical events in the column water which contributes so much to regulate chemical and biological processes in the water column. This event will further affect the condition of the lake's ecosystem. The strength of thermal stratification is very suitable with solar radiation and wind speed. Seeing the importance of the role of thermal stratification, a study was conducted to examine the changes in daily stratification to the wind speed changes which is specifically characterized by wind stress in Lake Maninjau, West Sumatra. Data collection was conducted for seven days (February 13-19, 2017). The temperature profiles of the water column were measured by a thermistor chain mounted on an e-most (Environmental Monitoring and Warning Systems) device to a depth of 60 m. Wind speed and solar radiation data were collected from the weather observation station of Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau (LATPD) Maninjau. The stratification index, wind stress and turbulent kinetic energy (TKE) were calculated to see the relationship between stratification strength and wind stress. Stratification index is used to characterize the strength of thermal stratification, while wind stress is used to predict turbulent kinetic energy which in theory will reduce stratification. There is a water column temperature gadient which is characterized by the appearance of isothermal layers from day to night with the daily period. The temperature gradient then begins to decrease at night until morning, so the temperature of the water column becomes more homogeneous from the surface to bottom. There has been a decrease in the daily stratification index of the water column during the maximum peaks of wind stress and  turbulent kinetic energy. The stratification index begins to increase when the wind stress and turbulent kinetic energy get the decrease. There is an inverse relationship between the wind stress and stratification index with a correlation coefficient of -0.96. This shows that during the period of observation the wind stress has a major effect on the process of forming water column stratification in Lake Maninjau. 
HUBUNGAN ANTARA AIR TANAH DAN AIR SUNGAI BERDASARKAN 222RADON DAN KANDUNGAN NUTRIEN DI SUNGAI CIMANUK, INDRAMAYU Purwoarminta, Ananta; Bakti, Hendra
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan air tanah dengan air sungai mempunyai peran terhadap ekosistem dan lingkungan. Sekitar Sungai Cimanuk telah berkembang menjadi perkotaan dan sebagian besar masyarakatnya menggunakan airtanah untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu air sungai mempunyai peran penting terhadap pertanian, pangan, dan perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara airtanah dengan air sungai Cimanuk dimana keduanya mempunyai peran penting. Analisis kandungan nutrient juga dilakukan untuk mengetahui sebarapa besar nutrient yang ada baik pada airtanah maupun air sungai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengukuran 222radon, analisis kondisi fisik air, dan analisa nutrien. Pengukuran radon bertujuan untuk mengetahui apakah air sungai dipengaruhi oleh aliran airtanah. Pengukuran ini dilakukan di sungai dengan membagi alur sungai cimanuk menjadi 4 segmen. Pembagian tersebut didasarkan pada keberadaan bendung karena dengan adanya bendung tersebut berpengaruh terhadap aliran sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada segmen 1 (Jatibarang-Bendung Bangkir) terdapat aliran airtanah mengisi sungai yang diindikasikan berdasarkan nilai radon. Sedangkan pada segmen lain cenderung air sungai mengisi airtanah. Kandungan nutrient pada 12 sampel air sungai dan 1 sampel air hujan cukup rendah.
Daftar Isi Vol. 26 No. 1 Juni 2019 Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

isi
SEBARAN LOUHAN YANG MENJADI INVASIF DI DANAU MATANO, SULAWESI SELATAN Sentosa, Agus Arifin; Hedianto, Dimas Angga
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan louhan adalah ikan Cichlid yang awalnya merupakan ikan hias, namun karena popularitasnya mulai menurun, maka ikan tersebut dilaporkan banyak dilepaskan di Danau Matano. Ikan louhan diduga telah menjadi invasif di danau tersebut. Keberadaan ikan tersebut di Danau Matano perlu dikaji dan dikendalikan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati jenis ikan asli dan endemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran ikan louhan di Danau Matano, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan pada 13 stasiun pengamatan di Danau Matano, Sulawesi Selatan pada tahun 2015 dan 2016. Ikan louhan ditangkap menggunakan jaring insang percobaan dan catatan data enumerator. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan 4156 ekor ikan louhan yang tertangkap memiliki kisaran panjang total antara 4,0-22,4 cm dengan berat tubuh berkisar antara 1,26-239,76 gram. Ikan louhan telah menyebar di seluruh perairan Danau Matano, terutama di daerah litoral. Kelimpahan louhan tertinggi terdapat pada stasiun Soroako dan Petea.
Dewan Redaksi Vol. 26 No. 1 Juni 2019 Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewan Redaksi Vol. 26 No. 1 Juni 2019
Cover Limnotek Vol. 26 No. 1 Juni 2019 Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Limnotek Vol. 26 No. 1 Juni 2019
LAJU KONSUMSI TUMBUHAN AIR MATA LELE (Lemna perpusilla) OLEH IKAN NILA (Oreochromis sp.) DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA Chrismadha, Tjandra; Mulyana, Endang
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu segmen rantai makanan pada suatu ekosistem perairan adalah hubungan pemangsaan tumbuhan air oleh ikan herbivora. Pada penelitian ini dikaji laju pemangsaan tumbuhan air mata lele (Lemna perpussila)  oleh jenis ikan herbivora  nila (Oreochromis sp.). Penelitian dilakukan di laboratorium. Ikan nila dipelihara pada 6 buah bak fiberglass ukuran 2 x 1 x 1,2 m3 dengan kedalaman air 1 m, yang diletakkan sejajar. Air dialirkan secara sistem aliran tertutup menggunakan 2 pompa, yang mengalirkan air dari kedua sisi bak ke bagian tengah dan kembali ke bak di pinggir melalui sistem pipa U. Jatuhan air diatur untuk menjaga kandungan oksigen terlarut >3 mg/L.  Anakan ikan nila 16,9 ± 0,5 g dipelihara dengan kepadatan bervariasi, 5 ekor, 10 ekor, dan 20 ekor per bak. Biomassa tumbuhan mata lele segar diberikan secara ad libitum sebagai pakan tunggal, yaitu dengan memberikan stok pakan di permukaan air kultur dan menambahkannya secara terukur setiap kali habis. Pengamatan dilakukan selama 114 hari,  terhadap pertumbuhan ikan dan jumlah pakan yang diberikan. Data yg diperoleh selanjutnya diolah untuk mendapatkan laju tumbuh  dan jumlah pakan harian dan kemudian dihitung laju konsumsi ikan terhadap biomassa tumbuhan airnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa laju konsumsi tertinggi terjadi pada ukuran ikan kecil dan kepadatan rendah, yaitu 63,46 % dari berat tubuh per hari, yaitu pada kapadatan kultur 5 ekor/bak pada hari ke-6, pada saat ikan berukuran sekitar 20 g/ekor. Laju konsumsi ini menurun sejalan dengan pertambahan berat badan dan kepadatan kultur, dimana laju konsumsi terendah teramati adalah 24,17% dari berat tubuh ikan per hari, pada saat ukuran ikan mencapai rata-rata 125,7 g/ekor pada kultur dengan kepadatan 5 ekor/bak. Hasil pengamatan juga memperlihatkan kepadatan ikan mengurangi laju konsumsi ikan nila terhadap biomassa mata lele.
PERTUMBUHAN BENIH IKAN DEPIK (Rasbora tawarensis) YANG DIBERI BERBAGAI PAKAN ALAMI Komariyah, Siti; Afrizal, Finta Yani
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai pakan alami terhadap kinerja pertumbuhan larva ikan depik (Rasbora tawarensis). Empat jenis pakan alami yang digunakan adalah chlorella, rotifera, tubifek dan infusoria. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Ikan yang digunakan adalah larva ikan depik dengan bobot rata-rata 0.0034±0.0015 g yang dipelihara dalam akuarium berukuran 30x20x25 cm3 dengan kepadatan 25 ekor/akuarium. Larva ikan depik dipelihara selama 14 hari dengan frekuensi pemberian pakan empat kali sehari secara at libitum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva yang diberi rotifera memperlihatkan kinerja pertumbuhan terbaik.   
HUBUNGAN KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN PERIFITON DENGAN KUALITAS AIR DI SUNGAI DAN DANAU OXBOW DI PALANGKA RAYA PADA KONDISI AIR DANGKAL Suryono, Tri; Sudarso, Jojok
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDanau oxbow di Kalimantan Tengah merupakan salah satu danau paparan banjir yang ada di Indonesia, kondisi ekologis dari danau ini sangat dipengaruhi oleh tinggi muka airnya. Secara umum perairan danau ini dipengaruhi oleh kondisi lahan yang mayoritas berupa lahan gambut yang memiliki kecenderungan bersifat asam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas perairan danau oxbow terhadap distribusi dan kelimpahan perifitonnya. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus 2015 pada danau-danau oxbow DAS Sebangau, Kahayan dan Katingan. Perifiton diambil dengan mengerik permukaan batu atau kayu yang terendam dengan luas permukaan 16 cm2 diulang 3 (tiga) kali dikomposit. Hasil identifikasi dari stasiun sampling di DAS Sebangau diperoleh  57 jenis terdiri dari 51% kelas Bacilariophyta (29 jenis), kelas Chlorophyta 30% (17 jenis), Cyanophyta 12 % (7 Jenis), Dynophyta 2% (1 jenis), Rhodophyta 2% (1 Jenis) dan Xanthophyta 4 % (2 jenis). Hasil perhitungan diperoleh indeks keanekaragaman sebesar 2,653 (sedang); indek keseragaman 0,681 (sedang) dan indeks dominansi 0,106 (kecil). Sedangkan dari DAS Kahayan diperoleh hasil identifikasi perifiton 64 jenis terdiri dari kelas Bacilariophyta 55% (35 jenis), kelas Chlorophyta 28% (18 jenis), Chrysophyta 2% (1 jenis), Cyanophyta 11 % (7 Jenis), Dynophyta 2% (1 jenis), Rhodophyta 2% (1 Jenis) dan Xanthophyta 2 % (1 jenis). Hasil perhitungan diperoleh indeks keanekaragaman sebesar 2,852 (sedang); indek keseragaman 0,626 (sedang) dan indeks dominansi 0,085 (kecil). Sementara hasil identifikasi dari DAS Katingan diperoleh 71 jenis terdiri dari kelas Bacilariophyta 49% (35 jenis), kelas Chlorophyta 32% (23 jenis), Cyanophyta 13 % (9 Jenis), Dynophyta 1% (1 jenis), Rhodophyta 1% (1 Jenis) dan Xanthophyta 3 % (2 jenis) dengan indeks keanekaragaman sebesar 2,596 (sedang); indek keseragaman 0,582 (sedang) dan indeks dominansi 0,128 (kecil).Kata kunci: Kualitas air, komposisi,  kelimpahan, perifiton, dan Danau Oxbow.

Page 1 of 1 | Total Record : 9