cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia
ISSN : 08548390     EISSN : 25498029     DOI : -
LIMNOTEK Tropical Inland Waters in Indonesia (Limnotek) is a periodical publication from the Research Center for Limnology, Indonesian Institute of Sciences in collaboration with Indonesian Society of Limnology (MLI). Published semiannually, the journal has a goal to be a means of communication and dissemination of research results in tropical limnology. The articles in this journal examines the interaction between factors: physics, chemistry, biology, hydrology, and geology on inland waters ecosystems. Definition of inland waters here are all forms puddles on the surface of the earth to the landward of the line of the lowest tides either fresh or brackish water such as rivers, swamps, lakes, water, wetlands, reservoirs, puddles, ponds, and dams.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 24, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
ASPEK BIOLOGI KEPITING ENDEMIK DI DANAU MATANO Sentosa, Agus Arifin; Hedianto, Dimas Angga; Satria, Hendra
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi kepiting air tawar endemik di Danau Matano. Survei lapangan dilakukan pada bulan Mei, Oktober dan November 2015 di Danau Matano, Sulawesi Selatan. Contoh kepiting diperoleh dengan jaring insang, jala dan seser. Hasil menunjukkan bahwa Danau Matano memiliki tiga jenis kepiting air tawar endemik yaitu Parathelphusa pantherina, Syntripsa matannensis dan Nautilothelphusa zimmeri (famili Gecarcinucidae) yang didominasi oleh P. pantherina (68,45%) dengan nisbah kelamin seimbang. Sebaran kepiting endemik lebih banyak ditemukan di bagian selatan Danau Matano. Rerata ukuran lebar karapas kepiting endemik sekitar 4 cm dengan ukuran tubuh kepiting jantan relatif lebih besar dibandingkan jenis betinanya. Pola pertumbuhan bersifat hipoalometrik dengan faktor kondisi yang menunjukkan kondisi baik.
KAJIAN PARAMETER KIMIA DAN MIKROBIOLOGI DANAU ANEUK LAOT SEBAGAI SUMBER AIR BAKU MASYARAKAT KOTA SABANG PROVINSI NANGGRO ACEH DARUSSALAM Widiyanto, Tri
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Aneuk Laot secara administrasi berada di Pulau Weh Kabupaten Sabang, Provinsi Nanggro Aceh Darussalam. Sumber air danau Aneuk Laot saat ini digunakan untuk kegiatan perikanan, bahan baku air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), pariwisata, pertanian, area konservasi, dan juga sarana mandi dan cuci penduduk sekitar. Kajian ini bertujuan untuk melihat potensi pemanfaatan Danau Aneuk Laot sebagai sumber air baku, pertanian dan perikanan, di lihat dari parameter kimia dan mikrobiologis. Pengambilan sampel  air  dilakukan pada tanggal 2-10 Maret 2017, pada  5 titik pengambilan contoh air. Parameter kualitas air yang diamati meliputi: populasi bakteri E. coli, Coliform, bakteri heterotrofik dan parameter kimia air. Analisis bakteri E Coli dan Coliform menggunakan media Chromocult (Coliform Agar). Analisis bakteri heterotrofik  digunakan media Agar Tryptone Glucose Yeast, inkubasi pada suhu ruang selama 24 – 48 jam, dan kelimpahan bakteri dihitung menggunakan metoda total plate count (TPC), spread plate. Jumlah coloni E. Coli sebesar 0 sampai dengan 1.000 Coloni forming unit (CFU)/100 mL, Coliform sebanyak 1.800 – 29.600 CFU/100 mL. Populasi kelompok bakteri heterotrofik sekitar (6 – 169) x 106 CFU/mL. Kondisi parameter pH sekitar 8,41 – 9,19, kandungan oksigen terlarut sekitar 9,04 - 9,53 mg/L., material terlarut  sebesar 1 – 9 mg/L, kandungan total phospat sebesar 0,03 – 0,05 mg/L, kandungan total bahan organik sekitar 8,13 – 12,97 mg/L, kandungan senyawa nitrat sekitar 0,35 – 0,68 mg/L. Secara keseluruhan kondisi kualitas air danau Aneuk Laot bersifat mesotrofik dan masih berpotensial digunakan sebagai sumber air untuk perikanan, pariwisata dan pertanian. Sedangkan berdasarkan kandungan E coli dan Coliform layak digunakan sebagai sumber air baku golongan II, dengan pengolahan terlebih dahulu.
Limnotek Vol. 24, No. 2, Desember 2017 Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limnotek
KEANEKARAGAMAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN ESTUARI SEI TERUSAN, KOTA TANJUNGPINANG Syafriani, Ria; Apriadi, Tri
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian keanekaragaman fitoplankton dan beberapa parameter fisika dan kimia perairan perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi suatu perairan. Penelitian keanekaragaman fitoplankton di perairan estuari Sei Terusan dilakukan pada bulan Desember 2016. Fitoplankton yang ditemukan di perairan Sei Terusan terdiri dari 3 kelas yaitu kelas Dinophyceae, Coscinodiscophyceae, dan Bacillariophyceae. Kelas Dinophyceae terdiri dari Ceratium sp., Protoperidinium sp.,dan Prorocentrum gracile. Kelas Coscinodiscophyceae terdiri dari Coscinodiscus sp., Skeletonema sp., dan Rhizosolenia sp. Kelas Bacillariophyceae terdiri dari Chaetoceros sp., Pleurosigma sp., Cylindrotheca closterium, dan Pseudo-nitzschia sp. Kelimpahan terbesar dari 4 stasiun pengamatan ditemukan pada kelas Dinophyceae yang mendominansi di semua stasiun pengamatan. Indeks keanekaragaman dari 4 stasiun pengamatan adalah 0,052 – 1,872, indeks keanekaragaman ini < 2,306 sehingga termasuk kategori keanekaragaman rendah dan kestabilan komunitas rendah. Indeks keseragaman fitoplankton di 3 stasiun dari 4 stasiun pengamatan cukup rendah berkisar 0,032 – 0,050 dengan indeks dominansi 0,975 – 0,986. Dengan rendahnya indeks keseragaman menyebabkan adanya dominansi spesies tertentu dan menunjukkan adanya tekanan ekologis perairan. Ceratium sp. dari kelas Dinophyceae mendominansi di semua stasiun pengamatan.Phytoplankton diversity research and some physical and chemical parameters of waters needs to be done to determine the condition of a body of water. Phytoplankton diversity research in waters of the Sei Terusan estuarine was conducted in December 2016. Phytoplankton were found in the waters of the Sei Terusan consists of three classes, namely Dinophyceae, Coscinodiscophyceae, and Bacillariophyceae. Dinophyceae class were consisted of Ceratium sp., Protoperidinium sp., and Prorocentrum gracile. Coscinodiscophyceae class consists of Coscinodiscus sp., Skeletonema sp., and Rhizosolenia sp. Bacillariophyceae class consists of Chaetoceros sp., Pleurosigma sp., Cylindrotheca Closterium, and Pseudo-Nitzschia sp. The higest phytoplankton abundance were found in Dinophyceae that dominated at all observation stations. Shannon Diversity indice of four observation stations was 0.052-1.872, this diversity indice < 2.306 thus categorized low diversity and community stability was low. Eveness indice of phytoplankton in three stations of four observation stations was low enough ranged from 0.032-0.050 with dominance index from 0.975- 0.986. The low Eveness indice due to dominance of certain species and indicate their ecological pressure waters. Ceratium sp. (Dinophyceae) was dominate at all observation stations. 
LAND USE CHANGE ASSESMENT AND ITS PROJECTION IN BATANGHARI RIVER BASIN, SUMATERA, INDONESIA Utami, Nurya; Sapei, Asep; ., Apip
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study followed about changes in land use in the region of  Batanghari river basin. Land cover maps derived from supervised classification of  satellite imagery  LANDSAT MS / ETM / OLI. The images in the study area were categorized into six classess, namely water body, settlement, agriculture, bush, openland and forest. The validation for classification result was using  Kappa Statitistic with average yield of 85% -95%. Based on the classification results, the biggest extent of land cover change is forest areas into agricultural areas. Changes in the area of certain types of land cover can be seen in the change detection matrix. Data extents of land use was used to calculate the land use demands from recent past to near future. Two scenarios were used to produce land use projection from 2016 to 2045. First projection, generating a dominant land use type of agriculture. Addition of the areas about 22%  from 2015, which is around  3.148.100 ha. While forest area decrease almost 50%. Second scenario is fast growth scenario, producing a forest areas about 450.275 ha. Whereas agriculture area reaches a maximum changes of 3.300.742 ha.
DUGAAN EUTROFIKASI DI DANAU MATANO DITINJAU DARI KOMUNITAS FITOPLANKTON DAN KUALITAS PERAIRAN Sentosa, Agus Arifin; Hedianto, Dimas Angga; Satria, Hendra
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Matano merupakan danau purba yang rentan terhadap pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk menduga potensi terjadinya eutrofikasi di Danau Matano ditinjau dari komunitas fitoplankton dan kualitas perairan. Pengambilan contoh kualitas air dan plankton dilakukan dilakukan pada Oktober 2015, Februari dan Juli 2016 pada 10 stasiun di Danau Matano, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Analisis data dilakukan menggunakan indeks ekologis, saprobik dan STORET berdasarkan baku mutu PP 82/2001. Danau Matano memiliki 27 jenis fitoplankton dengan kelimpahan fitoplankton sekitar 1,9×104 sel L-1. Indeks ekologis menunjukkan komunitas fitoplankton di Danau Matano relatif tidak stabil dan mulai ada dominansi dengan tingkat pencemaran pada fase mesosaprobik. Mutu air menurut STORET masih relatif baik atau tercemar ringan dan belum berpotensi terjadinya eutrofikasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6