cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia
ISSN : 08548390     EISSN : 25498029     DOI : -
LIMNOTEK Tropical Inland Waters in Indonesia (Limnotek) is a periodical publication from the Research Center for Limnology, Indonesian Institute of Sciences in collaboration with Indonesian Society of Limnology (MLI). Published semiannually, the journal has a goal to be a means of communication and dissemination of research results in tropical limnology. The articles in this journal examines the interaction between factors: physics, chemistry, biology, hydrology, and geology on inland waters ecosystems. Definition of inland waters here are all forms puddles on the surface of the earth to the landward of the line of the lowest tides either fresh or brackish water such as rivers, swamps, lakes, water, wetlands, reservoirs, puddles, ponds, and dams.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 23, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
KETERKAITAN ANTARA KUALITAS AIR DENGAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI MUARA SUNGAI TELUK BANTEN, PROVINSI BANTEN Sugiarti, Ade; Hariyadi, Sigid; Nasution, Syahroma Husni
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 23, No 1 (2016)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perairan muara sungai di Teluk Banten yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, aktivitas kegiatan industri dan aktivitas manusia lainnya kemungkinan akan berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan di muara sungai tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji keterkaitan antara kualitas air dan hasil tangkapan ikan di muara - muara sungai di Teluk Banten. Pengambilan contoh air dan ikan dilakukan pada bulan Mei, Juli dan Oktober 2013 di empat stasiun, yaitu di Muara Sungai Wadas, Cibanten, Cengkok, dan Pamong. Beberapa parameter fisika dan kimia dianalisis. Pengambilan contoh ikan mengikuti operasi penangkapan ikan nelayan setempat, selanjutnya ikan dihitung jumlahnya dan diidentifikasi jenisnya. Kualitas air dianalisis dengan metode Indeks Pencemaran. Tingkat kesuburan perairan ditetapkan dengan metode TRIX. Hasil tangkapan ikan dianalisis indeks keanekaragaman, indeks dominansi dan kelimpahan relatifnya. Keterkaitan antara kualitas air dengan hasil tangkapan ikan di perairan muara sungai Teluk Banten dilakukan menggunakan analisis CCA (Canoconical Correspondence Analysis) lalu dibuat matriksnya untuk setiap waktu pengamatan. Kualitas air di empat muara sungai tergolong tercemar ringan. Tingkat kesuburan perairan di keempat muara tersebut berkisar dari eutrofik sampai hipertrofik. Berdasarkan analisis CCA, parameter arus, suhu air, salinitas, dan amonia berkorelasi dengan keberadaan ikan-ikan di Muara Sungai Wadas, Cibanten dan Cengkok, sedangkan keberadaan ikan belanak (Mugil cephalus) di Muara Sungai Pamong lebih berkorelasi dengan kondisi parameter daya hantar listrik, TSS, dan pH. Berdasarkan matriks hubungan antara kualitas air, tingkat kesuburan perairan, dan hasil tangkapan ikan, dapat disimpulkan bahwa kualitas air yang tercemar ringan dengan tingkat kesuburan yang tinggi, membuat hasil tangkapan di muara - muara sungai Wadas, Cibanten, Cengkok dan Pamong di Teluk Banten tergolong masih cukup tinggi.
KOMUNITAS DAN BIOMASSA FITOPLANKTON DI SUNGAI KUMBE, KABUPATEN MERAUKE PAPUA Rahman, Arip; Satria, Hendra
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 23, No 1 (2016)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kumbe dengan kondisi yang masih alami menjadi tempat mata pencaharian bagi penduduk yang hidup disekitarnya. Penelitian untuk mengetahui kondisi perairan Sungai Kumbe berdasarkan komunitas dan biomassa fitoplankton dilakukan di bulan Februari, Agustus dan Oktober 2012. Metodologi yang dipakai adalah survey lapangan dengan menetapkan 6 lokasi penelitian berdasarkan posisi aliran sungai. Sampel air untuk analisis fitoplankton, klorofil-a dan kualitas air diambil pada lapisan permukaan air. Ditemukan 50 genera fitoplankton yang termasuk kedalam lima kelas, yaitu: Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chlorophyceae, Dinophyceae dan Euglenophyceae. Bacillariophyceae dan Chlorophyceae menunjukan kelimpahan yang tinggi setiap pengambilan sampel. Biomassa fitoplankton berdasarkan perhitungan langsung dari klorofil-a hasil analisa laboratorium berkisar antara 118,121- 429,537 mg/m3, sedangkan biomassa fitoplankton berdasarkan klorofil-a yang dihitung secara empiris berkisar antara 119432 mg/m3. Berdasarkan analisis regresi berganda antara biomassa fitoplankton dan unsur hara diperoleh persamaan regresi Y = 24,9 + 164,4 NO3 + 842,5 PO4+ 115,9 NH4 (r= 0.49), hal tersebut menyatakan bahwa hubungan antara kandungan unsur hara dengan biomassa fitoplankton di Sungai Kumbe relatif kecil.
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI WADUK DJUANDA, JAWA BARAT Purnamaningtyas, Sri Endah; Hendro Tjahjo, Didik Wahju
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 23, No 1 (2016)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas fitoplankton merupakan dasar dari terbentuknya suatu rantai makanan, mampu menyerap CO2 dan melepaskan O2 yang sangat berguna bagi organisme lain dan lingkungan perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan fitoplankton di Waduk  Djuanda, Jawa Barat. Penelitian dilakukan  pada bulan Maret, Mei, dan Juli 2011 di 5 (lima) stasiun dengan  menggunakan plankton net no. 25, yang ditarik secara vertikal mulai dari kedalaman 0,5, 2, 4,  dan 8 m. Selama penelitian teridentifikasi sebanyak 43 genera dari 6 kelas dengan kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1.198–78.892.575 sel/L. Genus fitoplankton yang dominan di Waduk Djuanda  adalah Oscillatoria dari kelas Cyanophyceae. Hasil analisis keanekaragaman genera fitoplankton di Waduk Djuanda menunjukkan  nilai (H’) = 0,722–0,895 dan indeks dominansi = 0,18-0,28. Hasil ini menunjukkan, keanekaragaman genera fitoplankton di Waduk Djuanda tergolong  rendah (tidak stabil) dengan kecenderungan didominansi oleh salah satu genera.
PENGARUH KUALITAS PERAIRAN TERHADAP KOMPOSISI PERIFITON DI DANAU MANINJAU Suryono, Tri; Lukman, Lukman
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 23, No 1 (2016)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 pada 5 lokasi stasiun yang mewakili kondisi lingkungan perairan Danau Maninjau, yaitu Muko-muko, Bayur, Sigiran, DM4 dan DM7. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui komposisi perifiton yang terdapat di perairan Danau Maninjau. Perifiton diambil dengan mengerik permukaan batu atau kayu yang terendam dengan luas permukaan 12 cm2 diulang 3 (tiga) kali dikomposit. Hasil identifikasi diperoleh 71 jenis perifiton yang terdiri dari divisi Bacilariophyta 54 % (38 jenis), kelas Chlorophyta 24 % (17 jenis), Cyanophyta 18 % (13 Jenis), Dynophyta 1 % (1 jenis) dan Xanthophyta 3 % (2 jenis).Hasil perhitungan menunjukkan rata-rata  indeks keanekaragaman 3,116 (sedang), sedangkan rata-rata  indeks keseragaman 0,865 (tinggi) dan rata-rata indeks dominansinya 0,061 (kecil).
Cover Limnotek Vol. 23, No. 1, Juni 2016 Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 23, No 1 (2016)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Limnotek 2016 1

Page 1 of 1 | Total Record : 5