cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia
ISSN : 08548390     EISSN : 25498029     DOI : -
LIMNOTEK Tropical Inland Waters in Indonesia (Limnotek) is a periodical publication from the Research Center for Limnology, Indonesian Institute of Sciences in collaboration with Indonesian Society of Limnology (MLI). Published semiannually, the journal has a goal to be a means of communication and dissemination of research results in tropical limnology. The articles in this journal examines the interaction between factors: physics, chemistry, biology, hydrology, and geology on inland waters ecosystems. Definition of inland waters here are all forms puddles on the surface of the earth to the landward of the line of the lowest tides either fresh or brackish water such as rivers, swamps, lakes, water, wetlands, reservoirs, puddles, ponds, and dams.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 22, No 2 (2015)" : 10 Documents clear
KARAKTERISTIK LIMNOLOGIS LAHAN BASAH DI DISTRIK KIMAAM PULAU DOLAK, MERAUKE, PAPUA PADA MUSIM PERALIHAN, MEI 2014 Sentosa, Agus Arifin; Satria, Hendra
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Dolak merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang termasuk dalam ekoregion dataran rendah Trans-Fly. Lahan basah di Distrik Kimaam, Papua merupakan salah satu habitat perairan tawar di Pulau Dolak yang memiliki peran penting bagi konservasi sumber daya alam di pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data karakteristik limnologis perairan lahan basah di Distrik Kimaam, Pulau Dolak, Merauke, Papua. Penelitian dilakukan saat musim peralihanhujan ke kemarau pada bulan Mei 2014 di tujuh stasiun pengamatan dengan parameter yang diamati adalah kualitas air dan kelimpahan plankton. Hasil menunjukkan bahwa lahan basah di Kimaam memiliki karakteristik rawa dengan kisaran pH yang asam (4,57 – 5,64) dengan alkalinitas yang rendah. Warna air cenderung jernih dan terkadang berwarna kekuningan karena pengaruh gambut dan partikel humus terlarut. Kesuburan perairan di Pulau Dolak relatif rendah (oligotrofik) berdasarkan kadar N dan P serta klorofil-a sehingga berdampak padarendahnya kelimpahan fitoplankton (rerata 4826 sel/L) dan zooplankton (rerata 257 ind/L). Indeks ekologi plankton menunjukkan kriteria kestabilan komunitas antara sedang hingga rendah.
ANALISIS KAPASITAS TAMPUNGAN DANAU SENTANI UNTUK MENGETAHUI FUNGSI DETENSI DAN RETENSI TAMPUNGAN Sartimbul, Aida; Mujiadi, Mujiadi; Hartanto, Hartanto; Prabowo, Seto Sugianto; Suryono, Antonius
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Sentani yang terletak di Kabupaten Jayapura, merupakan danau terbesar dan terindah di Provinsi Papua. Dibalik keindahan dan potensi yang tersimpan terdapat pula ancaman yang cukup serius yaitu pendangkalan yang disebabkan erosi lahan, serta  aktivitas timbunan daerah sempadan danau.Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi gambaran profil dasar dan kapasitas tampungan danau sehingga dapat menganalisis potensi dari Danau Sentani, khususnya pada fungsi detensi dan retensi. Beberapa metode digunakan pada penelitian ini, antara lain pengukuran kedalaman danau, analisis kapasitas tampungan danau dimana hasil tersebut dipergunakan dalam mengidentifikasikan fungsi detensi dan retensi Danau Sentani dan analisis debit andalan dan analisis debit banjir. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kapasitas tampungan Danau Sentani pada hasil pengukuran adalah sebesar 4.821,5 juta m3 . Fungsi detensi Danau Sentani khususnya dalam mereduksi puncak banjir rata-rata sebesar 88,82%. Fungsi retensi Danau Sentani khususnya dalam kemampuan menampung sementara volume air akibat hujan andalan 90% sebesar 2.376.000 m3 selama 24 jam, yang mempunyai potensi pemanfaatan untuk PLTA dengan desain tinggi terjun air 50 m dan debit desain 27,5 m3 /det sebesar 13,5 MW. Dengan curah hujan yang tinggi, bahaya erosi sangat berpengaruh terhadap fungsi tampungan dan perlu adanya studi lebih lanjut. Pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap erosi dan debit banjir perlu diperhatikan dan dikendalikan.  
REKONSTRUKSI DANAU PURBA BOROBUDUR DENGAN PENDEKATAN SPASIOTEMPORAL Murwanto, Helmy; Purwoarminta, Ananta
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Borobudur merupakan warisan dunia yang banyak menarik perhatian baik wisatawan maupun peneliti. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pada masa lampau Bukit Borobudur dikelilingi oleh danau. Saat ini danau tersebut telah mengering dan sudah tidak terlihat keberadaannya. Pendangkalan dan pengeringan danau di sekitar Candi Borobudur menjadi dataran lakustrin kemungkinan tidak berlangsung dalam satu waktu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perkembangan danau melalui pendekatan spasiotemporal. Kondisi keruangan dapat diketahui dari survei lapangan dan analisis pollen, sedangkan umur endapan danau dapat diketahui dari analisis radiokarbon 14C. Perkembangan danau dapat dibagi menjadi tiga waktu yaitu pada kala Akhir Pleistosen dengan luas 73.712 km2, Awal Holosen dengan luas 21.273 km2 , dan Akhir Holosen (Resen) dengan luas 8.357 km2. 
COVER LIMNOTEK Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limnotek Vol.22, No. 2, 2015
MOLUSKA DANAU MANINJAU: KANDUNGAN NUTRISI DAN POTENSI EKONOMISNYA Tanjung, Livia Rossila
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Maninjau terkenal dengan kerangnya yang disebut pensi (Corbicula moltkiana dan Corbicula javanica) yang diolah secara tradisional sebagai makanan selingan yang khas. Pensi sudah menjadi sumber daya perairan bernilai ekonomis yang diperjualbelikan di pasar-pasar sekitar Danau Maninjau. Selain pensi, langkitang (Brotiasumatrensis dan Melanoides tuberculata) juga menjadi makanan favorit bagi penduduk di daerah tersebut. Sebaliknya, keong tutut (Filopaludina javanica) dan kijing taiwan (Anodonta woodiana) yang banyak ditemukan di sekitar danau ini tidak dijadikan sebagai salah satu sumber makanan bagi masyarakat setempat. Tulisan ini ditujukan untuk mengetahui kandungan nutrisi dan nilai ekonomis keempat komoditas tersebut. Untuk itu, dilakukan pengambilan sampel keempat komoditas tersebut dari Danau Maninjau pada bulan Oktober 2013 dan April 2014 dan dilakukan analisis proksimat, mineral dan asam amino. Hasilnya menunjukkan bahwa keempat komoditas tersebut memiliki kandungan protein yang tinggi, berkisar dari 5,2% (kijing) sampai 9,5% (langkitang) dari berat basahnya. Kandungan lemaknya cukup rendah (1,3-2,7% berat basah). Keempat komoditas mengandung semua mineral yang diuji (Ca, Fe dan P). Kijing mengandung besi dan fosfor tertinggi (0,148% dan 0,612%), sedangkan kandungan kalsium tertinggi ada pada tutut (2,023%). Dengan kandungan protein yang tinggi dan kaya mineral kijing dan tutut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pilihan makanan bergizi dan sumber peningkatan ekonomi bagi penduduk di daerah Maninjau. Pensi yang sangat populer di daerah Maninjau ternyata memiliki kandungan nutrisi yang lebih rendah  daripada kijing dan tutut.
KOMPOSISI ZOOPLANKTON PADA PERIODE AIR SURUT DI DANAU PAPARAN BANJIR: STUDI KASUS DANAU TEMPE, INDONESIA Toruan, Relaiana Lumban
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau paparan banjir merupakan ekosistem yang sangat produktif dengan potensi keanekaragaman hayati yang tinggi. Kajian terhadap komposisi zooplankton di Danau Tempe dilakukan pada Oktober 2012 yang merupakan musim kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi keragaman zooplankton di Danau Tempe, salah satu danau paparan banjir di Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan di tujuh stasiun, yaitu TMP1, TMP2, TMP3, TMP4, TMP5, TMP6 dan TMP7. Sampel untuk analisis kualitatif zooplankton diambil secara vertikal pada zona pelagis dan litoral menggunakan plankton net. Sebanyak 30 L air yang diambil dari dasar ke permukaan dan disaring secara komposit dengan plankton net 40 μm. Selanjutnya, sampel diawetkan dengan 4% formalin. Hasil pengamatan menunjukkan 66 spesies zooplankton dapat teridentifikasi yang mewakili kelompok fungsional Copepoda (9 spesies), Cladocera (11 spesies) dan Rotifera (46 spesies). Keragaman spesies yang paling tinggi ditemukan di TMP7, yaitu 49 spesies dengan nilai indeks Shannon 3,263, sedangkan keragaman spesies yang paling rendah ditemukan di TMP3 yaitu 20 spesies dengan nilai indeks 2,228. Species dari filum Rotifera merupakan spesies yang dominan pada hampir semua stasiun pengamatan. Pada saat kondisi air surut, umumnya Rotifera, terutama dari genus Brachionus memperlihatkan adaptasi yang baik, yang diindikasikan oleh dominanya jenisjenis tersebut. Sebaliknya, bagi kelompok mikrokrustasea (Copepoda dan Cladocera), habitat akuatik yang terfragmentasi pada saat air surut kurang menguntungkan, sehingga mikrokrustasea tersebut tidak menunjukkan dominansinya.
KONSENTRASI UNSUR HARA DAN KLOROFIL-a DI DANAU TOWUTI, SULAWESI SELATAN Sulastri, Sulastri; Nasution, Syahroma Husni; Sugiarti, Sugiarti
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Towuti merupakan salah satu danau oligotrofik di kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Danau ini memiliki keanekaragaman sumberdaya ikan endemik yang tinggi dan bernilai ekonomis guna mendukung masyarakat disekitarnya. Pengelolaan sumberdaya ikan endemik secara berkelanjutan melalui penetapan wawasan  konservasi belum dikembangkan di danau ini. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui konsentrasi unsur hara dan klorofil-a untuk digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam memilih calon kawasan konservasi sumberdaya ikan endemik di Danau Towuti. Penelitian dilakukan diwilayah litoral danau yang mencakup 7 stasiun pada tahun 2009 serta 10 dan 11 stasiun pada tahun 2010 dan tahun 2011. Lokasi mencakup stasiun di kawasan Tominanga dan Kawatang. Sampel air untuk pengamatan amoniak, nitrat, total nitrogen, total fosfor, fosfat dan klorofil-a diambil secara stratifikasi menurut kedalaman danau dan dianalisis mengikuti prosedure metode standar (APHA, 1992). Rata-rata konsentrasi nitrat, amonia, total nitrogen, fosfat, total fosfor dan klorofil pengamatan tahun 2009 menunjukkan kondisi perairan alami atau oligotrofik.Pengamatan 2010 dan 2011 di stasiun di kawasan Kawatang, konsentrasi TP menunjukkan nilai yang tinggi dengan kisaran masing-masing 0,180 – 0,265 mg/L dan < 0,001 – 0,950 mg/L. Demikian juga TN, amonia dan klorofil-a pada tahun 2011 beberapa stasiun dikawasan ini menunjukkan konsentrasi yang tinggi dengan kisaran masing-masing 0,903 -2,810 mg/L; 0,001 – 0,146 mg/L dan 0,0 – 23,665 μg/L. Di stasiun kawasan Tominanga selama kurun waktu pengamatan konsentrasi TN, TP, nitrat, fosfat, klorofil-a umumnya menunjukkan kondisi perairan alami, sedangkan amonia konsentrasinya bervariasi. Berdasarkan konsentrasi unsur hara dan klorofil-a, disimpulkan kawasan Tominanga lebih sesuai dipilih sebagai kawasan konservasi sumberdaya ikan endemik di Danau Towuti.  
SISTEM RESIRKULASI AQUAPONIK UNTUK PENGENDALIAN KELEBIHAN NUTRIEN DI PERAIRAN: Laju Serap dan Penyisihan Nutrien oleh Beberapa Jenis Sayuran Nofdianto, Nofdianto; Fauzi, Hasan
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji coba tentang ”potensi aquaponik untuk pengendalian kelebihan nutrien di perairan permukaan: Laju uptake dan presentase penurunan konsentrasi nutrien beberapa jenis sayuran pada sistem aquaponik” telah dilakukan di Pusat Penelitian Limnologi LIPI. Percobaan dilakukan menggunakan sebuah bak fiberglass dengan volume sekitar 1 m3 sebagai wadah pemeliharaan ikan Nila Merah (±30 ekor, berat rata-rata 50 gram), dan delapan buah pipa PVC 4 inchi dengan panjang 2 meter. Pipa disusun secara horizontal pada bagian sisi atas bak ikan yang digunakan sebagai wadah penanaman empat jenis sayuran (Bayam Putih, PokChoy, Sawi Bakso dan Kangkung). Laju uptake dan persentase penurunan konsentrasi nutrien jenis Bayam Putih rata-rata lebih tinggi, yaitu sekitar 0.303mg.L-1.hari-1  dan 68.51% untuk TN; 0.086mg.L-1.hari-1 dan 53.92% untuk TP dan 0.065mg.L-1.hari-1  dan 46.45% untuk PO4. Sementara, laju uptake dan persentase penurunan nutrien terendah ditemukan pada jenis Sawi Bakso yaitu sekitar 0.047 mg.L-1.hari-1 dan 35.98% untuk P-PO4.
PERTUMBUHAN, LAJU EKSPLOITASI, DAN REPRODUKSI IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DI WADUK CIRATA, JAWA BARAT Wahyuni, Sri; Sulistiono, Sulistiono; Affandi, Ridwan
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa aspek pertumbuhan dan reproduksi ikan nila (Oreochromis niloticus) di Waduk Cirata. Pengambilan ikan contoh dilakukan pada bulan Februari sampai Juli 2012, dari hasil tangkapan nelayan dengan mengunakan jaring apung ukuran mata jaring 1, 1.5, 2, 2.5, 3, dan 3.5 inchi. Analisis yang digunakan yaitu hubungan panjang bobot, faktor kondisi, pertumbuhan, mortalitas, laju eksploitasi, nisbah kelamin, ukuran pertama kali matang gonad, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas, dan diameter telur. Ikan nila yang diperoleh selama penelitian berjumlah 168 ekor yang terdiri atas 80 ekor ikan jantan dan 88 ekor ikan betina. Pertumbuhan ikan nila adalah isometrik. Faktor kondisi tertinggi ikan betina di Stasiun I dan ikan jantan di Stasiun VI di bulan Februari. Persamaan pertumbuhan von Bertalanffy gabungan jantan dan betina Lt  = 301,88 (1-e (-0,73(t+0,12)). Laju mortalitas total (Z) ikan sebesar 2,8873 tahun-1 dengan laju eksploitasi sebesar 0,79. Nisbah kelamin yang diperoleh selama penelitian adalah 1:1. Ikan nila pertama kali matang gonad pada selang panjang 179 mm (jantan) dan 209 mm (betina). Fekunditas ikan nila berkisar 1636,603 sampai 5068,739 butir telur. Berdasarkan distribusi telur, ikan nila termasuk tipe memijah bertahap.  
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN IKAN NILA BEST F6, NILA BEST F5 DAN NILA NIRWANA PADA PENDEDERAN I-III DI JARING APUNG DANAU LIDO Kusmini, Irin Iriana; Gustiano, Rudhy; Huwoyon, Gleni Hasan; Putri, Fera Permata
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan pertumbuhanantara ikan Nila BEST generasi ke enam (F6), ikan Nila BEST generasi ke lima (F5), ikan Nila F6 kontrol dan ikan Nila Nirwana pada pendederan I-III. Kegiatan dilaksanakan di Danau Lido, Jawa Barat, terdiri dari tiga ulangan dengan menggunakan jaring berukuran 2x2x1 m3sebanyak 12 unit, padat tebar 100 ekor/m2. Pemberian pakan tiga kali sehari sebesar 5% dari biomassa, kadar protein 25%. Pengambilan sampel secara acak dilakukan sekali dalam satu bulan. Dari  masing-masing populasi diambil sebanyak 30 ekor untuk diukur panjang dan bobotnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot BEST F6 unggul 22,28% dibandingkan ikan Nila Nirwana, 5,64 % dibandingkan BEST F5 dan 18,51% dibandingkan ikan Nila F6 kontrol. Pertumbuhan panjang BEST F6 unggul 1,92% dibandingkan BEST F5, 7,9% dibandingkan Nila Nirwana dan 5,52% dibandingkanF6 kontrol dan rasio konsumsi pakan (FCR) terkecil terdapat pada BEST F6. Nilai ini menunjukkan bahwa seleksi dapat meningkatkan pertumbuhan karena diduga ada perbaikan gen yang mengontrol pertumbuhan ikan, namun BEST F6 memiliki SR yang rendah dibandingkan dengan ikan Nila uji lainnya. Hal ini merupakan petunjuk bahwa program seleksi tidak menjamin kesempurnaan individu baru yang dihasilkan seperti halnya ketahanan terhadap kondisi oksigen terlarut yang rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10