cover
Filter by Year
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia
ISSN : 08548390     EISSN : 25498029
LIMNOTEK Tropical Inland Waters in Indonesia (Limnotek) is a periodical publication from the Research Center for Limnology, Indonesian Institute of Sciences in collaboration with Indonesian Society of Limnology (MLI). Published semiannually, the journal has a goal to be a means of communication and dissemination of research results in tropical limnology. The articles in this journal examines the interaction between factors: physics, chemistry, biology, hydrology, and geology on inland waters ecosystems. Definition of inland waters here are all forms puddles on the surface of the earth to the landward of the line of the lowest tides either fresh or brackish water such as rivers, swamps, lakes, water, wetlands, reservoirs, puddles, ponds, and dams.
Articles
77
Articles
Dewan Redaksi Vol. 25 No. 2 Des 2018

Limnotek, Cover

LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.829 KB)

Abstract

Dewan Redaksi Vol. 25 No. 2 Des 2018

PERSEPSI KERENTANAN BAHAYA BANJIR DAN KEKERINGAN AKIBAT PERUBAHAN IKLIM DI DAS BATANGHARI

Handoko, Unggul ( Pusat Penelitian Limnologi LIPI ) , Boer, Rizaldi ( Program Studi Klimatologi Terapan, Departemen Geofisika dan Meteorologi, F-MIPA IPB ) , Apip, Apip ( Pusat Penelitian Limnologi LIPI ) , Aldrian, Edvin ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ) , Dwi Dasanto, Bambang ( Program Studi Klimatologi Terapan, Departemen Geofisika dan Meteorologi, F-MIPA IPB )

LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.116 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian persepsi tingkat perubahan iklim dan tingkat kerentanan daerah terhadap bahaya banjir dan kekeringan telah dilakukan di DAS Batanghari. Persepsi tersebut kemudian dianalisis konsistensinya dengan kejadian sesungguhnya. Metode penelitian yang digunakan untuk analisis persepsi menggunakan teknik wawancara accidental sampling, uji validitas, uji reliabilitias, penskoran,  dan pengkelasan. Sedangkan untuk analisis konsistensi antara persepsi dengan kejadian sesungguhnya menggunakan analisis kecenderungan anomali curah hujan dan suhu udara  (untuk tingkat perubahan iklim) dan membandingkan dengan peta rawan banjir dan kekeringan (untuk kerentanan daerah terhadap bahaya banjir dan kekeringan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di DAS Batanghari perubahan iklim  telah terjadi hal ini sesuai dengan persepsi sebagian besar masyarakat yang ada di DAS Batanghari serta didukung dengan adanya peningkatan kecenderungan nilai anomali suhu dan curah hujan dari tahun ke tahun. Wilayah yang paling rentan terhadap bahaya banjir dan kekeringan berdasarkan persepsi masyarakat adalah segmen hilir DAS Batanghari, hal ini sesuai dengan peta daerah rawan bencana banjir dan kekeringan. Kata kunci : perubahan iklim, kerentanan, banjir, kekeringan, DAS Batanghari 

ANALISIS SENSITIVITAS PARAMETER MODEL HBV: STUDI KASUS SUBDAS CITARUM HULU

Masitoh, Siti ( Institut Pertanian Bogor ) , Dasanto, Bambang Dwi ( Institut Pertanian Bogor )

LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.261 KB)

Abstract

Model HBV adalah model konseptual yang memiliki beberapa parameter dalam struktur model. Parameter tersebut sebagian besar adalah parameter yang tidak dapat diukur secara langsung, sehingga penentuan nilai parameter tertentu secara manual dapat menyebabkan ketidakpastian dan kesalahan pada hasil simulasi. Karya tulis ini bertujuan untuk mengidentifikasi sensitivitas parameter dari model HBV dan mengevaluasi hasil model itu. Hal ini dimaksudkan agar penggunaan model HBV selanjutnya akan lebih mudah dalam menganalisis sumber kesalahan pada hasil simulasi. Model HBV  yang disimulasikan pada DAS Citarum Hulu menghasilkan hidrograf aliran dengan kinerja yang cukup baik sebesar 0.63 skala NSE. Walaupun model ini belum baik dalam menggambarkan pendistribusian aliran permukaan. Hal ini terlihat dari ketidakmampuan model dalam menggambarkan debit puncak aliran. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter K0, K1, dan KPerc sangat sensitif terhadap simulasi debit puncak aliran. Selain itu, parameter FC mempengaruhi volume debit total, sedangkan parameter K2 dan Kperc mempengaruhi distribusi aliran permukaan dan aliran dasar. Kata kunci : HBV, debit, parameter, sensitivitas

UJI PERFORMA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878) HASIL SELEKSI DI KJA WADUK DARMA KUNINGAN, JAWA BARAT

Darmawan, Jadmiko ( Balai Riset Pemuliaan Ikan ) , Tahapari, Evi ( Balai Riset Pemuliaan Ikan ) , Suharyanto, Suharyanto ( Balai Riset Pemuliaan Ikan )

LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.786 KB)

Abstract

Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat dan menjadi salah satu komoditas unggulan ikan air tawar. Dalam rangka peningkatan produktivitas patin nasional, Balai Riset Pemuliaan Ikan mengemban tugas untuk meningkatkan performa pertumbuhan ikan patin siam dengan meningkatkan kualitas genetik melalui program seleksi. Hasil yang telah dicapai sampai dengan tahun 2016 yaitu menghasilkan populasi induk terseleksi ikan patin siam F2 yang memiliki akumulasi respon seleksi sebesar 38,86 %. Pengujian performa ikan patin siam hasil seleksi (populasi Sukamandi) dengan ikan patin siam non-seleksi (populasi Unit Pembenihan Rakyat/UPR Bogor) pada perairan dataran tinggi skala komersial dilakukan di KJA Waduk Darma, Kuningan. Secara geografis Waduk Darma terletak  pada ketinggian ± 717 mdpl dan posisi ini termasuk dalam kategori wilayah dataran tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan performa budidaya ikan patin siam hasil seleksi dan non-seleksi yang dibesarkan di perairan dataran tinggi pada skala komersial. Benih sebar ikan patin siam hasil seleksi dengan ukuran panjang standar 12,42±0,44 cm, panjang total 14,24±0,08 cm dan bobot 26,22±0,43 g dan ikan kontrol dengan ukuran panjang standar 12,47±0,65 cm, panjang total 15,12±0,33 cm dan bobot 26,07±0,87 g dipelihara di KJA berukuran 3x3x2,5 m3 dengan kepadatan 10 ekor/m3, selama 6 bulan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ikan patin siam hasil seleksi memiliki performa pertumbuhan yang lebih tinggi sebesar 20,60 % pada karakter bobot,  6,86 % pada karakter panjang standar dan 6,16 % pada karakter panjang total dibandingkan dengan ikan kontrol yang berasal dari salah satu UPR di Bogor.

BEBERAPA ASPEK BIOLOGIS UDANG ALAM DANAU SENTANI, PAPUA

Said, Djamhuriyah S. ( Pusat Penelitian Limnologi-LIPI ) , Sadi, Nina Hermayani ( Pusat Penelitian Limnologi LIPI )

LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.028 KB)

Abstract

Abstrak ( Bahasa Indonesia )     Udang berfungsi sebagai penyeimbang ekologis dalam suatu bentuk ekosistem perairan.Hilangnya komponen (udang) dapat mengganggu kestabilan ekologis suatu ekosistem seperti halnya  ekosistem sebuah danau. Danau Sentani yang terletak di Provinsi Papua Indonesia, merupakan salah satu danau yang unik dan menarik untuk ditelaah.   Penelitian yang dilakukan di tahun 2014 menelaah kondisi produktivitas  danau tersebut, khususnya dilihat dari kondisi udang yang terdapat di dalamnya. Pengambilan conto udang dilakukan dalam dua periode yaitu Bulan April dan September-Oktober 2014. Ditemukan 2 jenis udang alami asli Indonesia yaitu Macrobrachium minutum yang bersifat murni air tawar dan endemis D. Sentani. Kondisinya terancam punah dan populasi yang sangat sedikit. Selain itu ditemukan udang Caridina gracilipes yang relatif kosmopolitan dan mendominasi. Kedua jenis udang diduga mampu bereproduksi sepanjang tahun dengan  puncak pemijahan pada musim hujan. Untuk mempertahankan jenis-jenis endemis maupun jenis asli, maka Danau Sentani perlu dikelola dengan baik.Kata kunci : aspek biologis, Danau Sentani, udang alam asli  Abstract ( Bahasa Inggris)SOME BIOLOGICAL ASPECT OF NATURAL SHRIMP OF LAKE SENTANI, PAPUA. Shrimp is an ecological balancing component of an aquatic ecosystems. Loss of the component could disrupt the ecosystem such as a lake ecosystem. Lake Sentani located in Papua Province Indonesia, is one of the unique lake and interesting to be studied. Research was conducted in 2014 to study the condition of the productivity of the lake, especially the shrimps condition.  Shrimp sampling was done in two periods, on April and September-October 2014. There were  found 2 types of natural shrimp native of Indonesia is Macrobrachium minutum that is pure fresh water and endemic D. Sentani. The shrimp is endangered and the population is very small. In addition found shrimp Caridina gracilipes are relatively cosmopolitan and dominate. Both types of shrimp are thought to be able to reproduce throughout the year with peak spawning in the rainy season. To maintain the endemic   and native specieses, Lake Sentani needs to be well managed.Keywords: biological aspects, Lake Sentani, native shrimps

DERAJAT PENETASAN DAN SINTASAN LARVA IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DALAM DUA SISTEM PENETASAN BERBEDA

Prakoso, Vitas Atmadi ( Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan ) , Subagja, Jojo ( Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan ) , Radona, Deni ( Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan ) , Kristanto, Anang Hari ( Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan ) , Gustiano, Rudhy ( Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan )

LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.007 KB)

Abstract

Salah satu komoditas ikan air tawar di Indonesia yang memiliki prospek untuk budidaya adalah ikan baung (Hemibagrus nemurus). Namun, teknologi budidaya ikan baung masih perlu disempurnakan, khususnya perbenihannya untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan baung. Salah satu teknologi yang dapat dikembangkan adalah melalui teknik penetasan telur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan derajat penetasan dan sintasan larva ikan baung melalui dua sistem penetasan yang berbeda. Penelitian dilakukan di Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar, Cijeruk, Bogor pada bulan Agustus 2017. Telur diperoleh dari induk ikan baung generasi kedua hasil domestikasi (Bobot induk betina: 443,3 ± 70,9 g; Bobot induk jantan: 486,7 ± 83,3 g). Metode penetasan yang diuji yaitu sistem baki (tray) dan corong (funnel) dengan masing-masing sistem penetasan terdiri dari empat ulangan. Parameter yang diamati adalah waktu penetasan, derajat penetasan dan sintasan larva selama dua hari. Pengukuran kualitas air yang diamati meliputi suhu, oksigen terlarut, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kisaran suhu yang sama, larva menetas pertama kali saat 34 jam setelah pembuahan pada sistem corong. Sementara itu pada sistem baki, larva pertama kali menetas saat 36 jam setelah pembuahan. Derajat penetasan pada sistem corong (65,79 ± 5,49 %) lebih tinggi dibandingkan pada sistem baki (30,60 ± 1,91 %) (P<0,05). Sintasan larva ikan baung selama dua hari tidak berbeda nyata antar sistem penetasan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa sistem penetasan pada corong menghasilkan waktu penetasan telur dua jam lebih cepat dan derajat penetasan yang lebih tinggi dibandingkan sistem baki.

Daftar Isi Vol. 25 No. 2 Des 2018

Limnotek, Cover

LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.578 KB)

Abstract

Daftar Isi Vol. 25 No. 2 Des 2018

POTENSI PRODUKSI DAN KEBUTUHAN BENIH UNTUK PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP DI EMBUNG NUSA TENGGARA TIMUR

Warsa, Andri ( Kementerian kelautan dan perikanan ) , Krismono, Krismono ( Kementerian kelautan dan perikanan )

LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.251 KB)

Abstract

Embung or retention basin is one of the surface water sources in the form of artificial lake obtained from harvesting the rain and surface water. East Nusa Tenggara (NTT) Province has built 963 retention basins and three dams which are used mainly for irrigation, plantation, and livestock, while for fisheries it has not been developed optimally. The development of capture fisheries through the stocking of fish seeds is one of the efforts to optimize the utilization and management of water bodies. The failure of fish stockings in several water bodies in NTT is thought to be caused by lack of scientific studies before the stockings. Therefore, the purpose of this research was to determine the potential of fisheries production and the optimal number of seeds for the development of capture fisheries in the retention basins of NTT. The research was conducted in September 2016. Water samples were taken at a depth of 0.5 m from the surface using the Kemmerer water sampler. Secondary data which included fish growth parameters were obtained from literature, while seed production and morphological characteristics of water bodies were obtained from relevant institutions. The results showed that Embung Tulamalae and Oelpuah were eutrophic, while Embung Haekrit and Haliwen were oligotrophic. The average potential of fisheries production based on MEIcond ranged 41.3−68.7 kg/ha/year with an average of 52.8 kg/ha/year, while based on chlorophyll a content ranged 29.8‒55.8 kg/ha/year with an average of 43.6 kg/ha/year. Estimation of seed requirements for restocking in the context of developing capture fisheries ranged from 1,000 to 48,600 individuals/year. Based on the water quality and economic values obtained, embung at the research locations are feasible for fish stocking in the capture fisheries development.

KARAKTERISTIK BEBERAPA PARAMETER TROFIK PERAIRAN KOMPLEKS DANAU MALILI, SULAWESI SELATAN

Suryono, Tri ( UPT Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau-LIPI ) , Lukman, Lukman ( Puslit Limnologi-LIPI )

LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.596 KB)

Abstract

Aktivitas antrofogenik di sekitar Danau-danau Malili akan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi perairan dan berpengaruh terhadap kesuburan perairan tersebut. Penelitian telah dilakukan di tiga Danau-danau Malili, yaitu Matano, Mahalona dan Towuti, dengan tujuan mengetahui kondisi beberapa parameter trofik perairannya sebagai cerminan dampak aktivitas antrofogenik di sekitarnya.  Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2016 dan bulan Mei 2017 masing-masing pada lima lokasi untuk setiap danau. Parameter yang diambil meliputi tingkat kecerahan perairan, klorofil (dari lima strata kedalaman), parameter total fosfor (Total Phosphorus; TP) yang mewakili unsur hara, kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand; COD) yang mewakili kondisi organik perairan,  dan beberapa parameter penunjang yaitu pH, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen; DO), konduktivitas, dan suhu. Kecerahan perairan pada umumnya > 10 m, kecuali Danau Mahalona, yang menyediakan wilayah trofogenik yang lebar. Tingkat kecerahan yang tinggi antara lain terkait dengan kondisi morfometeri danau yang dalam yang meminimumkan proses suspensi material dari dasar danau. Kelimpahan klorofil-a  yang terukur berkisar antara 0,043 – 0,716 mg/m3 (2016) dan terjadi kenaikan pada pengambilan bulan Mei 2017 berkisar antara 0,111 – 0,457 mg/m3, namun masih mencerminkan kondisi perairan yang oligotrofik dan rendahnya tingkat produktivitas biologis danau. Berdasarkan komponen hara (TP) menunjukkan kondisi danau-danau pada tingkat oligotrofik, kecuali Danau Towuti dengan kondisi mesotrofik. Meskipun COD di danau-danau yang diamati masih relatif rendah, namun ada kecenderungan peningkatan berdasarkan waktu pengamatan.

Perbandingan Metodologi Koreksi Bias Data Curah Hujan CHIRPS

Misnawati, Misnawati ( Departemen Geofisika dan Meteorologi, FMIPA, Institut Pertanian Bogor (IPB) ) , Boer, Rizaldi ( Departemen Geofisika dan Meteorologi, FMIPA, Institut Pertanian Bogor (IPB) ) , June, Tania ( Departemen Geofisika dan Meteorologi, FMIPA, Institut Pertanian Bogor (IPB) ) , Faqih, Akhmad ( Departemen Geofisika dan Meteorologi, FMIPA, Institut Pertanian Bogor (IPB) )

LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1449.148 KB)

Abstract

Penggunaan data global makin meningkat dalam mengatasi permasalahan ketersedian data curah hujan observasi. Salah satu data global yang sering digunakan yaitu data Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station (CHIRPS). Namun demikian, data CHIRPS tidak bebas dari permasalahan bias, sehingga perlu divalidasi dan dikoreksi dengan menggunakan data observasi hasil pengamatan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode koreksi bias yang memberikan performa paling baik dalam memperbaiki inkonsistensi data curah hujan CHIRPS terhadap curah hujan observasi. Metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode interpolasi error, metode Piani, metode Lenderink dan metode regresi power. Evaluasi performa masing-masing metode tersebut dilakukan berdasarkan nilai R2 dan MSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode koreksi bias intepolasi error memberikan hasil yang terbaik dengan nilai R2 dan MSE paling kecil. Pola curah hujan harian dan bulanan CHIRPS terkoreksi metode interpolasi error juga menunjukkan konsistensi yang paling baik terhadap curah hujan observasi.