cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 2 (2018)" : 6 Documents clear
Hakikat Transfer Of Learning dan Aspek-Aspek yang Mempengaruhinya Mansyur, Zulkifli
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i2.899

Abstract

AbstrakBelajar dan transfer belajar adalah pusat pemahaman untuk mengerti bagaimana orang mengembangkan kemapuan. Belajar penting karena tidak seorangpun yang lahir dengan kemampuan secara kompeten sebagai seorang yang dewasa dalam masyarakat. Belajar itu penting terutama untuk memahami berbagai jenis pengalaman belajar yang mendorong ke arah transfer, didefinisikan sebagai kemampuan untuk memperluas belajar dari satu konteks ke konteks yang baru. Kegagalan dalam proses transfer belajar merupakan faktor terpenting terjadinya kegagalan dalam efektifnya suatu pembelajaran didalam ruangan kelas. Hanya dengan kembali kepada prinsip-prinsip dasar maka akan dapat meminimalisir kegagalan yang seringkali dilakukan oleh setiap pendidik baik yang disadari maupun tidak.Kata kunci:      Transfer of Learning AbstractLearning and learning transfer are central to understanding how people develop abilities. Learning is important because no one is born with competent abilities as an adult in society. Learning is important especially to understand the various types of learning experiences that lead to transfer, defined as the ability to expand learning from one context to a new context. Failure in the learning transfer process is the most important factor in the failure of effective learning in the classroom. Only by returning to basic principles will it be able to minimize failures that are often carried out by every educator, whether consciously or notKeywords:      Transfer of Learning
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Saintifik Paputungan, Lastri
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i2.900

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan menghasilkan produk perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik. Penelitian dilakukan di MTs Negeri 1 Bolaang Mongtondow Timur. Pada penelitian ini model yang dikembangkan adalah pengembangan Four-D yang mencakup 4 (empat) tahap, yaitu: (1) pendefinisian, (2) perancangan, (3) pengembangan, dan (4) penyebaran. Uji pengembangan produk hanya dilakukan pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu vaiabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang telah dilakukan uji pengembangannya telah memenuhi kriteria antara lain, valid, praktis, dan efektif. Hasil uji pengembangan yang memenuhi kriteria valid berdasarkan persentase penilaian ahli yang mencapai 100%. Dalam penelitian ini output yang memenuhi kriteria praktis berdasarkan penilaian guru dan siswa adalah kategori sangat baik, serta berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran. Produk memenuhi kriteria efektif berdasarkan hasil belajar siswa pada kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Persentase siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan melebihi 78%.Kata kunci:      pembelajaran matematika, pendekatan saintifik AbstractThis study was a research and development which aimed to producing mathematics learning sets with a scientific approach. This study was conducted at Public MTs 1 of East Bolaang Mongtondow. The developed model in this study was the development of Four-D which includes 4 (four) stages, namely: (1) defining, (2) designing, (3) development, and (4) dissemination. Product development tests are only carried out on equation and inequation of linear material of single variable. The results of this study show that the products that have been tested for development have met the criteria, among others, are valid, practical, and effective. Development test results that meet valid criteria are based on the percentage of expert evaluations that reach 100%. In this study, the output that meets the practical criteria based on teacher and student assessment was a very good category, and based on the results of observations of the learning’s implementation. The products which are meet the effective criteria based on the student learning outcomes in competency attitudes, knowledge, and skills. The percentage of students who achieved the minimum completeness criteria (KKM) for competency attitudes, knowledge, and skills exceeded to 78%.Keywords:        mathematical learning sets, scientific approach
PROSPEK PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN KECAMATAN MALANGKE KABUPATEN LUWU Yunus, Yunus
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i2.894

Abstract

AbstrakPola Strategi pengembangan Pondok Pesantren di Malangke, strategi pengembangan pesantren adalah cara atau srategi yang digunakan oleh wadah atau tempat guna proses suatu perubahan berencana yang memerlukan dukungan semua pihak, anatara lain Kepala, staff, guru, dan siswa dengan perubahan-perubahan itu diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan lembaga pendidikan, yang memerlukan usaha jangka pendek, menengah, dan panjang guna menghadapi perubahan yang akan terjadi pada masa mendatang. Peluang dan tangan pengembangan Pesantren di Luwu Utara,  terdapat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang beberapa pasalnya menekankan penyelenggaraan pendidikan keagamaan, seperti, pasal 30 ayat (1) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan pada pasal 1 ayat (2) tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan yang didalamnya secara tegas dikemukakan bahwa pondok pesantren menyelenggarakan pendidikan diniyah pada tingkat dasar dan menengah, tergolong dalam sub sistem pendidikan Nasional di Indonesia yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa, menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menajdi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan tantangan ada beberapa hambatan 1)Sistem kurikulum yang lebih modern, sehingga pesantren ketinggalan jauh dari sekolah umum, 2) Kurangnya anggaran dan sumber pendanaan disebabkan oleh kurang siswa. 3) adanya sebagian orang tua tidak tertarik menyekolahkan anak di sekolah Pesantren.Kata kunci:      Pengembangan, Pondok Pesantren As’addiyah.  AbstractThe pattern of the development of Islamic boarding schools in Malangke, the strategy of developing pesantren is the method or strategy used by the place or place for the process of planning changes that require the support of all parties, among others, the Head, staff, teachers and students are expected to develop and improving educational institutions, which require short, medium and long-term efforts to deal with changes that will occur in the future. Opportunities and hands for the development of Islamic boarding schools in North Luwu, there is Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, some of which emphasize the implementation of religious education, such as article 30 paragraph (1) and Government Regulation (PP) Number 55 of 2007 concerning Education Religion and Religious Education in Article 1 paragraph (2) concerning Religious Education and Religious Education in which it is expressly stated that Islamic boarding schools conduct early childhood education at the elementary and secondary levels, belonging to the national education sub-system in Indonesia which aims to educate the nation, make humans who have faith and devotion to the Almighty God, are noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and become a democratic and responsible citizen. While the challenges are several obstacles 1) A more modern curriculum system, so that pesantren lag far behind public schools, 2) The lack of budgets and funding sources is caused by lack of students. 3) there are some parents who are not interested in sending their children to school in Islamic boarding schools.Keywords:        Development, As'addiyah Islamic Boarding School.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Menganyam Kertas Dan Melipat Kertas Utiarahman, Trimurti
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i2.901

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode pemberian tugas menganyam kertas dan melipat kertas (origami) yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ialah anak taman kanak-kanak kelompok B Raudatul Athfal Al-Mujahidin Tomohon, Sulawesi Utara yang berjumlah 16 orang. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam siklus berulang yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan atau verifikasi data. Sedangkan, data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel frekuensi dan persentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemberian tugas menganyam kertas dan melipat kertas (origami) dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Melalui pemberian tugas menganyam kertas dan melipat kertas (origami) ini motivasi belajar anak meningkat sehingga sangat mudah dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Oleh karena itu, metode penugasan menganyam dan melipat kertas (origami) dapat dijadikan bahan dalam menyusun desain pembelajaran khususnya pada anak taman kanak-kanak kelompok B.  Kata Kunci: kemampuan motorik halus, anak, menganyam kertas, melipat kertas AbstractThe aim of this research was to describe the application of the method of giving task with floating and folding paper (origami) which could increase the children’s fine motor skills. This study was conducted by used a class action research design. This research subjects were the children of the kindergarten group B Raudatul Athfal Al-Mujahidin Tomohon, North Sulawesi, which amounts to 16 people. The implementation of the actions was carried out in a repetitive cycle which consisting of 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The type of data which used in this study were qualitative and quantitative. Qualitative data were analyzed by using the qualitative techniques through three stages, namely data reduction, data exposure, and inference or data verification. Whereas, quantitative data were analyzed descriptively by using the frequency tables and percentages. The results showed that the method of giving task with floating and folding paper (origami) could increase the children's fine motor skills. Through giving the task of floating and folding paper (origami), the children’s learning motivation increased so it’s very easy to increasing the children's fine motor skills. Therefore, the method of giving task with floating and folding paper (origami) can be used as material in preparing the design of learning, especially in kindergarten children in group B.Keywords: fine motor skills, children, floating paper, folding paper
PERAN GURU DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN Buchari, Agustini
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i2.897

Abstract

AbstrakDalam pengelolaan pembelajaran, guru memegang peran yang sangat penting. Guru merupakan pelaksana proses belajar-mengajar sehingga keberhasilan pengajarannya sangat menentukan keberhasilan pendidikan pada umumnya. Hasil kajian teoretik menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran (learning management) dalam tugas-tugas fungsional guru akan terlaksana secara efektif dan efisien apabila guru mampu melakukan perannya sebagai manajer of instruction dalam menciptakan situasi belajar melalui pemanfaatan fasilitas belajar-mengajar.Kata kunci:  Peran guru, pengelolaan, pembelajaran AbstractIn learning management, teachers play a very important role. The teacher plays an important role as an agent Gin learning process, so that then the successful in teaching was greatly determine the successful of education in general. The results of theoretical research indicated that learning management in teachers’ functional tasks would be very effective and efficient if the teachers are able to perform their role as managers of instruction in creating learning situations through the use of teaching and learning facilities.Keywords:  Teacher's role, management, learning
Faktor Sosial Profesionalisme Guru Herlina, Herlina
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i2.898

Abstract

AbstrakPengkajian terhadap profesionalisme guru merupakan permasalahan yang kompleks. Profesionalisme guru bukanlah variabel tunggal melainkan terdapat sejumlah faktor sosial yang saling terkait satu sama lain. Artikel ini bertujan menganalisis secara konseptual teoretik faktor gender, pengalaman mengajar, dan tingkat pendidikan dalam kaitannya dengan pelaksanaan pekerjaan profesional guru yang menyangkut tugas mengajar, proses pembelajaran, manajemen kelas, sarana/prasarana pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan profesi guru di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan profesional yang dihadapi oleh guru-guru di sekolah/madrasah yang menyangkut masalah tugas mengajar, proses pembelajaran, manajemen kelas, fasilitas pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan profesi berbeda ditinjau dari segi gender, pengalaman mengajar, dan tingkat pendidikan.Kata kunci:    Profesionalisme guru, gender, pengalaman mengajar, tingkat pendidikan.AbstractStudy of teacher professionalism was a complex problem. Teacher professionalism is not a single variable but there are a number of social factors that are interrelated with each other. This article contains a conceptual analysis of the theoretical factors of gender, teaching experience, and the level of education in relation to the implementation of teachers' professional work concerning teaching tasks, learning processes, classroom management, learning facilities, evaluation of learning, and teacher’s professional development. The results of the study show that professional problems faced by teachers in schools/madrasah are related to teaching assignments, learning processes, classroom management, learning facilities, evaluation of learning, and the professional development was different in terms of gender, teaching experience, and education level.Keywords:        teacher professionalism, gender, teaching experience, education level

Page 1 of 1 | Total Record : 6