cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
Hubungan Lingkungan Kerja dengan Stres Kerja Guru di SDN Se-Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo Luma, Meiskyarti
Jurnal Pendidikan Islam Iqra Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jpii.v10i1.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Hubungan lingkungan kerja dengan stres kerja guru di Sekolah Dasar Negeri se Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan Stres Kerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Se Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo.Koefisien korelasi -0.667 mengandung arti bahwa peningkatan lingkungan kerja guru dapat menurunkan stres kerja guru, artinya semakin kondusif lingkungan kerja maka stres kerja guru semakin menurun atau dapat diminimalisir. Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini, untuk meminimalisir tingkat stres kerja guru, warga sekolah sekolah perlu secara bersama-sama menata dan memperbaiki lingkungan kerja kearah yang kondusif, kondisi lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan demi mendukung efektifitas kinerja yang lebih optimal, guna mewujudkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan bersama.Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Stres Kerja Guru
Inovasi Pendidikan: Metode Pembelajaran Monoton ke Pembelajaran Variatif (Metode Ceramah Plus) Satriani, Satriani
Jurnal Pendidikan Islam Iqra Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jpii.v10i1.590

Abstract

Education is the spearhead of a country. The more developed a country level will make the country more advanced. For that an educator should bias innovation in education. One of them by choosing teaching methods or create new methods appropriate to the learners so that the learning process can take place effectively and deliver results as expected. Teachers are required to have four competency in performing their duties. One of them is professional competence. For that, an educator must have the ability to keep abreast of the times. Today, the world is faced with rapid technological developments. Educators genius should be able to see it and take advantage of technology advances. However, the reality is the majority of educators can not develop their skills, especially regarding his duties as the subject of the learning process. Until finally learning activities becomes a difficult thing. This is evident from the number of educators both teachers and lecturers who use learning methods that are tedious (only one method such as a lecture).Keywords:educator, education, teaching methods and educational purposes.
Gerakan Pesantren Kombos di Manado dalam Merespon Arus Post-Nasionalisme Rusli, Almunawar Bin
Jurnal Pendidikan Islam Iqra Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jpii.v10i1.586

Abstract

Pesantren Kombos was established in 1977. From the new order era to reformation, pesantren Kombos have contributed to socio-religious life in multicultural society in Manado (Islam 128.483 %, Christian 254.912 %, Catholic 20.602 %, Hindu 692 %, Buddha 2.224 %, and Konghucu 499 %). Since the 9/11 attacks in the United States and the Bali bombings in October 2002 in Indonesia, pesantren have been the focus of international attention. Foreigner called Islamic education as breeding grounds for terrorist. Acts of radicalism and terrorism (postnasionalism) commited by Abu Bakar Baa’syir and Abdullah Sungkar has made pesantren become training institutions of jihad against the West under Jamaah Islamiyah group as Sidney Jones’s observation. Other religions are taught from the perspective of a particular religion. This model of religious education has been challenged especially after the 1998 political reform. Through literature study, the result of this research indicates that the situation in Manado looks stable even not trapped in actions of radicalism and global terrorism. To respond postnasionalism, pesantren Kombos in Manado build three major movements, namely ideology-political movement, demographic-accomodative movement, and programmatic-assosiative movement. Those three movements are using humanist, rational, and functional approach. Thus, in summary, pesantren Kombos has a cosmopolitan character that is actualized in the system Torang Samua Basudara and Si Tou Timou Tumou Tou.Keywords : Movement, Pesantren Kombos, Postnasionalism
Pengembangan Spiritual Quotient bagi Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Pendidikan Islam Iqra Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jpii.v10i1.587

Abstract

Spiritual quotient ini diartikan sebagai “kecerdasan spiritual”. Yang dimaksud kecerdasan adalah prihal pertumbuhan akal dan cara berfikir yang semakin berkembang. Sedangkan spritual berasal dari kata spirit yakni rangsangan yang kuat dari dalam diri. Secara teminologis, ia dapat diartikan sebagai rangsangan keagamaan, dorongan keagamaan, yang dalam perspektif Pendidikan Islam disebutkan sebagai kesadaran fitrah beruapa nilai-nilai keagamaan yang terbawa sejak lahir. Pengertian ini juga, sejalan sebagaimana yang telah disinggung pada bagian pendahuluan bahwa potensi fitrah tersebut, memuat aspek spiritual quotient (kecerdasan spiritual) dalam diri manusia yang terbawa sejak lahirnya.Kata Kunci: Spiritual Quotient, Pendidikan Anak, Pendidikan Islam
Pembinaan Kedamaian Hidup Beragama melalui Optimalisasi Pendidikan Agama Umar, Mardan
Jurnal Pendidikan Islam Iqra Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jpii.v10i1.588

Abstract

Kajian ini membahas tentang pembinaan kedamaian hidup beragama melalui optimalisasi Pendidikan Agama. Kedamaian hidup beragama menjadi suatu keharusan pada masyarakat Indonesia yang heterogen sebab Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman dan heterogenitas masyarakat dalam pelbagai aspeknya. Keragaman suku, agama, ras dan golongan serta bahasa yang begitu bervariasi menempatkan Indonesia sebagai negara yang kaya dengan nilai budaya, nilai religi, dan nilai-nilai luhur lainnya. Dalam aspek kehidupan beragama, keragaman terlihat dari keyakinan yang dianut. Hal ini bisa berwujud ibadah atau ritual, pakaian atau busana khas, serta kekhasan religi yang memberikan simbol heterogenitas masyarakat Indonesia. Keragaman ini seharusnya menjadi penopang permbangunan bangsa, namun tidak jarang hal ini menjadi pemicu konflik antar sesama. Pengalaman Indonesia sudah menunjukkan bahwa benturan tersebut mengancam kedamaian hidup beragama di Indonesia, sehingga perlu upaya untuk membina kedamaian hidup beragama. Oleh sebab itu, Pendidikan Agama diharapkan menjadi pelopor pembinaan kedamaian hidup pada masyarakat Indonesia yang heterogen. Pendidikan Agama perlu dikelola dan diupayakan dengan menyediakan kurikulum berbasis nilai agama, pendidik/guru yang memiliki pribadi yang dijadikan teladan hidup beragama, proses pendidikan, interaksi dan lingkungan pendidikan serta pembentukan Kelompok Siswa Cinta Damai yang mengedepankan nilai kedamaian hidup beragama yang saling menghormati dan menghargai perbedaan.Kata Kunci: Pembinaan, Kedamaian, Hidup Beragama, Pendidikan Agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 5