cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Sumber Daya Geologi
ISSN : 19075367     EISSN : 25801023     DOI : -
uletin Sumber Daya Geologi merupakan Makalah berkala ilmiah terakreditasi LIPI bidang mineral, energi fosil, dan panas bumi. Makalah ini terbit tiga nomor dalam satu tahun pada bulan Mei, Agustus dan November. Pada Tahun 2010, Buletin Sumber Daya Geologi mendapat Akreditasi B sebagai majalah Berkala Ilmiah, kemudian akreditasi ulang Tahun 2012, dan akreditasi terbaru di Tahun 2015 untuk tiga tahun kedepan dengan nomor ISSN (print) : 1907-5367. Tahun 2017 Buletin Sumber Daya Geologi mendapatkan nomor eISSN : 2580 - 1023 untuk versi onlinenya.
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
PEMBANGUNAN DATABASE SUMBER DAYA MINERAL DAN ENERGI BERBASIS ELEKTRONIK Gurusinga, Calvin; Widhiyatna, Denni; Sukmayana, Indra; Qomariah, Qomariah
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 3 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1566.3 KB)

Abstract

Mineral merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan modern saat ini. Indonesia dan negara-negara ASEAN (Association of South East Asian Nations) lainnya masih mengandalkan bahan tambang sebagai sumber utama devisa negara sehingga ada kecenderungan untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi bahan tambang tersebut. Bidang pertambangan juga memberikan dampak bagi pembangunan ekonomi dan sosial terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya. Kegiatan pertambangan sebagai salah satu sumber devisa sebaiknya dikelola dengan baik agar dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan sehingga diperlukan data cadangan mineral yang akurat. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kebutuhan mineral di dunia, diperlukan informasi mengenai keterdapatan mineral beserta sumberdaya dan cadangannya yang mana diperlukan suatu sistem informasi dan database mineral yang terintegrasidan mudah didapatkan. Pusat Sumber Daya Geologi sebagai instansi yang bertanggung jawab mengelola data dan informasi sumber daya mineral di Indonesia, melihat pentingnya hal tersebut di atas dan perlu ditindak lanjuti. Sebagai bentuk konkrit, Pusat Sumber Daya Geologi telah mengembangkan Aplikasi Sumber Daya Geologi untuk menampung data-data hasil kegiatan inventarisasi dan Aplikasi SIGNAS Sumber Daya Geologi untuk menampung data-data sumber daya geologi yang dimiliki daerah yang belum terdatadi Pusat Sumber Daya Geologi. Untuk tingkat ASEAN juga telah dikembangkan Aplikasi Database Mineral Asean, sesuai kesepakatan ASEAN untuk mengadakan kerjasama dalam pengembangan database mineral yang dimaksudkan untuk dapat menampung data potensi mineral di negara anggota ASEAN. Adanya aplikasi-aplikasi database yang berbasis web tersebut akan memudahkan dalampengumpulan data dan menginformasikan data potensi sumber daya mineral dan energi kepada masyarakat yang memerlukan melalui internet yang sekaligus mempromosikan potensi geologi di daerah tersebut.
GEOKIMIA SEBARAN UNSUR LOGAM PADA ENDAPAN LUMPUR SIDOARJO Suprapto, Sabtanto Joko; Gunradi, Rudi; Ramli, Yose Rizal
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 2 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.278 KB)

Abstract

Semburan lumpur panas Sidoarjo mulai muncul pada tanggal 29 Mei 2006 di areal persawahan Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Jarak titik semburan sekitar 150 meter arah Barat Daya sumur Banjar Panji I milik PT. Lapindo Brantas yang saat itu sedang dilakukan pemboran vertikal untuk mencapai Formasi Kujung pada kedalaman 10.300 kaki. Fenomena geologi berupa luapan lumpur panas sangat menarik banyak pihak yang mendorong untuk melakukan bermacam kajian. Analisis berbagai parameter untuk mengungkap fenomena yang ada telah memperkaya khasanah kegeologian di Indonesia. Suhu luapan lumpur yang tinggi telah menimbulkan asumsi kemungkinan adanya pengaruh larutan hidrotermal yang ikut terbawa ke luar bercampur bersama luapan lumpur. Sebagai akibatnya maka akan terbawa juga unsur-unsur logam yang umum dijumpai pada larutan hidrotermal terutama yaitu Cu, Pb, Zn, Mn, Fe, Cd, As, Sb, Au, Ag, Hg, dan Se.
KARAKTERISTIK REKAHAN BATUBARA PADA EKSPLORASI GAS METANA BATUBARA DI CEKUNGAN OMBILIN, PROVINSI SUMATERA BARAT Ibrahim, Muhammad Abdurachman; Widhiyatna, Denni
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9499.537 KB)

Abstract

Eksplorasi coal bed methane (CBM) dilakukan di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat oleh Pusat Sumber Daya Geologi tahun 2009. Daerah ini termasuk dalam Cekungan Ombilin. Pengeboran gas metana batubara mencapai kedalaman 451 meter, menembus Formasi Sawahlunto sebagai formasi pembawa batubara yang diendapkan pada lingkungan delta. Terdapat lima lapisan batubara, yaitu lapisan batubara A, B, C, D, dan E.Salah satu karakteristik yang dapat diamati adalah rekahan batubara (cleat). Analisis microcleat digunakan untuk melihat kenampakan maseral, mineral lain, bukaan rekahan (aperture), dan spasi rekahan (spacing). Analisis microcleat juga memberikan gambaran porositas dan permeabilitas, serta kandungan gas, berdasarkan ciri fisik bukaan dan spasi rekahan batubara.Analisis microcleat memberikan gambaran bahwa semakin dalam batubara, maka akan semakin buruk permeabilitasnya, kandungan gas akan baik bila bukaan lebar, menerus, dan tidak terisi mineral, serta semakin bersih batubara dengan kilap gelas maka akan memberikan rekahan yang banyak dan memiliki komposisi gas metana yang baik.
Tinjauan Keterdapatan Emas Pada Kompleks Ofiolit Di Indonesia Ishlah, Teuku
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 1 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6933.71 KB)

Abstract

Indonesia memiliki beberapa komplek ofiolit seperti yang ditemukan di Pegunungan Bobaris dan Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan, Tanah Grogot Kalimantan Timur, Bombana di Sulawesi Tenggara, dan Pegunungan Cycloops di Papua. Di Kawasan kompleks ofiolit tersebut banyak ditemukan mineralisasi yang muncul setempat-setempat dan secara terbatas ditemukan emas. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan mineralisasi emas yang berasosiasi dengan komplek ofiolit. Mineralisasi emas dalam ultrabasa masih belum diketahui secara luas karena belum dikaji secara intensif. Di beberapa area komplek ofiolit di Indonesia pernah menjadi area Kontrak Karya Pertambangan Umum, sehingga data mineralisasi yang berkaitan dengan ofiolit sangat berguna sebagai bahan kajian agar dapat diperoleh penerapan model mineralisasi. Tinjauan ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran mineralisasi pada lingkungan komplek ofiolit di Indonesia.
ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN SMELTER NIKEL TERHADAP PEREKONOMIAN DAERAH DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Haryadi, Harta
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 1 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22464.453 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembangunan smelter nikel di Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap perekonomian, dengan menghitung Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan menggunakan tiga pendekatan, antara lain: pendekatan produksi Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……], pendekatan pengeluaran Y = C + I + G + (X-M), pendekatan pendapatan Y = R + W + I + P. Metodologi yang digunakan adalah survei langsung terhadap beberapa perusahaan tambang nikel yang dijadikan studi kasus, ditambah dengan studi pustaka untuk memperkaya hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana pembangunan smelter nikel ini memberikan dampak yang positif bagi perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara yang meningkat sebesar Rp. 85,23 triliun, serta memberikan kesempatan lapangan kerja baru sebanyak 8.100 orang yang secara tidak langsung akan meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat.
SUATU PEMIKIRAN UNTUK MEMANFAATKAN POTENSI BATUBARA FORMASI TANJUNG DIDAERAH LEMO, KALIMANTAN TENGAH SEBAGAI KOKAS Amarullah, Deddy
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 1 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.477 KB)

Abstract

Di daerah Lemo, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah terdapatdua formasi pembawa batubara, yaitu Formasi Tanjung yang berumur Eosen Akhir dan Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah-Akhir. Batubara yang terdapat pada Formasi Tanjung termasuk kedalam batubara peringkat tinggi (“high rank coal”), sedangkan yang terdapat pada Formasi Warukin termasuk kedalam kelompok batubara peringkat rendah-menengah (“low-medium rank coal”). Geologi batubara daerah Lemo seperti sebaran, ketebalan serta sumberdaya batubaranya telah diselidiki. Berdasarkan hasil analisis proksimat, batubara pada Formasi Tanjung mempunyai potensi sebagai batubara kokas, dicirikan oleh kisaran angka “volatile matter”, kandungan abu dan kandungan “sulphur” yang sesuai dengan yang diperlukan untuk kokas, { “volatile matter” (adb) 19 % - 31 %, kandungan abu (adb) 6 % - 12 %, dan kandungan “sulphur” (adb) 0,4 % - 1,0 %}. Diharapkan ada kajian lebih lanjut untuk batubara Formasi Tanjung agar bisa dimanfaatkan sebagai kokas, melalui analisis petrografi organik, “free swelling index”, “fluidity”, “dilatation”, “grayking coke” dan “roga index”.
ANALISA KANDUNGAN GAS METHANE DALAM BATUBARA PADA TITIK BOR B-01 DAN B-02 DAERAH LOA LEPU KAB.KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Wibisono, Sigit Arso
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 2 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.767 KB)

Abstract

Batubara merupakan salah satu sumber energi yang tidak terbarukan berasal dari fosil tumbuhan yang telah mati berjuta-juta tahun lalu. Dalam batubara terdapat  berbagai macam gas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi diantaranya adalah gas methane (CH4). Hingga saat ini pemanfaatan potensi gas methane dalam batubara di Indonesia masih sedikit. Analisa gas dalam batubara bertujuan untuk mengetahui secara kualitatif dan kuantitatif kandungan gas secara keseluruhan yang terdapat dalam lapisan batubara. Selain itu juga untuk mengetahui potensi gas methane yang terdapat dalam lapisan batubara. Sebanyak 9 contoh batubara diambil dari hasil pemboran pada titik bor B-01 dan B-02. Hasil terbesar untuk kandungan gas total (CO2 , N2 dan CH4 ) pada kedalaman 96 – 99 m sebesar 0.7152 cm3/gr dan kedalaman 114 – 117 m sebesar 0.3314 cm3/gr sedangkan gas methane (CH4) sebesar 0.4618 cm3/gr dan 0.0328 cm3/gr. Kandungan gas methane (CH4) terbesar di dua titik bor tersebut berada pada kedalaman rata-rata 100 m. Hal ini menunjukkan bahwa pada kedalaman tersebut mempunyai potensi gas methane (CH4) yang cukup baik untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
KEPROSPEKAN PANAS BUMI GUNUNG UNGARAN BERDASARKAN ANALISIS GEOSAIN TERPADU Zarkasyi, Ahmad; Rezky, Yuanno; Nurhadi, Mochamad
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 3 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9804.035 KB)

Abstract

Survei geosain dan pemboran empat sumur landaian suhu di daerah Gunung Ungaran dilakukan secara terpisah dan dikerjakan oleh konsultan yang berbeda, akibatnya tidak ada laporan hasil survei yang terpadu. Hasil kompilasi pengolahan, analisis dan interpretasi ulang data survei terdahulu menunjukan tiga kelompok daerah panas bumi di sekitar Ungaran yaitu Gedongsongo, Nglimut dan Kendalisodo. Laporan terdahulu memperkirakan potensi Ungaran 100 MWe. Hasil review data survei memperlihatkan prospek panas bumi Gunung Ungaran berada di sekitar daerah Gedongsongo dan Nglimut dengan total luas prospek 10 km2 dan perkiraan potensi terduga 110MWe.
USULAN PEMANFAATAN FLUIDA LAPANGAN PANAS BUMI MARANA, KABUPATEN DONGGALA, SULAWESI TENGAH Nanlohy, Fredy
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.673 KB)

Abstract

Lapangan panas bumi Marana adalah lapangan panas bumi non vulkanik. Sumber panas berasal dari batuan intrusi berumur Kuarter yang terletak di sebelah timur hingga timurlaut kenampakan panas bumi Marana danMasaingi. Batuan intrusi ini dicirikan oleh adanya anomali gravity. Sistim panas bumi pada batuan reservoirnya adalah sistim dominasi air panas, terbukti oleh adanya aliran air panas dengan debit 317 liter/menit pad a sumur landaian suhu MM-1 dari kedalaman 185 m. Basil analisa batuan menunjukkan bahwa mulai dari kedalaman 60 m hingga kedalaman 185 m merupakan lapisan transisi dengan ripe ubahan Phyllic. Salah satu contoh reservoir sistim dominasi air panas untuk pemanfaatan langsung (sistim pemanas hotel dan kolam air panas) dan pemanfaatan tidak langsung (PLTP skala kecil1250 KW) adalah pada lapangan panas bumi Bad Blumau, Austria. Jika dibandingkan dengan sistim reservoir pada lapangan panas bumi Marana, maka terdapat kesamaan sistim reservoir, debit air panas dan temperatur reservoirnya. Dengan demikian pemanfaatan sistim air panas pada lapangan panas bumi Marana dapat digunakan sebagai PLTP berskala kecil, sebagai pengering kopra, ikanasin dan pengembangan daerah wisata di Sulawesi Tengah.
TINJAUAN BAHAN GALIAN TERTINGGAL PADA WILAYAH BEKAS TAMBANG DI INDONESIA Suprapto, Sabtanto Joko
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 3 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13565.428 KB)

Abstract

            Sejarah pertambangan di Indonesia telah dimulai sejak lebih dari seribu tahun lalu, diawali dengan kedatangan emigran dari Cina yang menambang emas di beberapa wilayah, dilanjutkan pada jaman Hindu, pendudukan Belanda, dan Jepang. Kegiatan pertambangan selain oleh pelaku usaha pertambangan menggunakan peralatan berteknologi tinggi, banyak juga pertambangan rakyat menggunakan peralatan sederhana dengan kapasitas yang sangat terbatas. Kurun waktu panjang kegiatan pertambangan di banyak wilayah telah meninggalkan bekas tambang yang pengakhirannya disebabkan oleh berbagai latar belakang atau alasan.Berakhirnya kegiatan pertambangan tidak selalu disebabkan oleh habisnya sumber daya atau cadangan bahan galian yang diusahakan, namun terdapat faktor yang mempengaruhinya seperti  keterbatasan teknologi, aspek sosial, dan permodalan. Hal tersebut dapat menyebabkan kegiatan penambangan terhenti sehingga memungkinkan adanya bahan galian tertinggal pada wilayah bekas tambang yang masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan.

Page 1 of 21 | Total Record : 208


Filter by Year

2006 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 3 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 2 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 1 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 2 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 1 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 3 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 2 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 3 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 2 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 1 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 3 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 2 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 1 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 3 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 2 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 1 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 3 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 2 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 1 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 3 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 2 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 1 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 3 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 2 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 1 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 3 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 2 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 3 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 2 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 1 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi More Issue