cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan
ISSN : 19799187     EISSN : 25282751     DOI : -
Core Subject : Economy,
First published in 2007, Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan (BILP) is a scientific journal published by the Trade Analysis dan Development Agency (Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan - BPPP), Ministry of Trade, Republic of Indonesia. This bulletin is expected to be a media of dissemination and analysis of research results to be used as references for academics, practitioners, policy-makers, and the general public. In collaboration with professional associations, The Indonesian Society of Agricultural Economics (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - PERHEPI), BILP publishes research reports and analysis of trade sector and/or sector-related trade which have not been published in any other journals/scholarly publications, either in Bahasa Indonesia or English. Publishing twice a year in July and December, this Bulletin is directly disseminated to stakeholders both in print and online.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2014)" : 7 Documents clear
ASEAN FREE TRADE AGREEMENT IMPLEMENTATION FOR INDONESIAN TRADING PERFORMANCE: A GRAVITY MODEL APPROACH Effendi, Yuventus
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.093 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v8i1.87

Abstract

Salah satu tujuan dari pelaksanaan AFTA adalah untuk mengurangi hambatan perdagangan dengan mengurangi tarif impor antar anggota ASEAN dengan asumsi bahwa jika tarif lebih rendah atau nol, seharusnya terdapat peningkatan nilai perdagangan antara anggota ASEAN. Penelitian ini menguji apakah pelaksanaan AFTA memiliki dampak pada kinerja ekspor Indonesia dan kontribusi kendala di belakang perbatasan (behind the border constraints) terhadap kinerja ekspor Indonesia seperti administrasi bea dan cukai. Penelitian ini menggunakan pendekatan model gravitasi dengan analisis stochastic frontier yang berbeda dari penelitian-penelitian sebelumnya tentang kinerja perdagangan Indonesia yang menggunakan estimasi OLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara empiris, GDP , jarak, populasi, nilai tukar, tarif, dan keanggotaan di ASEAN signifikan mempengaruhi perdagangan Indonesia dengan negara partner. Lebih lanjut, hasil estimasi stochastic frontier menunjukkan bahwa kendala di belakang perbatasan menurun setiap tahunnya. Namun, ekspor Indonesia masih under trade dengan semua negara ASEAN yang mengindikasikan rendahnya pemanfaatan AFTA. Di sisi lain, ekspor Indonesia over trade dengan Cina dan hampir berada di tingkat yang optimal dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Belanda. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pemerintah Indonesia harus mempromosikan lebih banyak ekspor dengan negara-negara ASEAN untuk mencapai tujuan dari deklarasi AFTA dua dekade lalu. One objective of the AFTA implementation is to reduce trading constraints by reducing import tariffs among ASEAN’s members with the assumption that if tariffs are lower or zero, there should be an increase in intra-trading value among ASEAN members. This study examines whether the implementation of the AFTA has had any impact on Indonesia’s export performance and ‘behind the border’ constraints contribution in Indonesia’s exports such as customs administrations. The study uses the gravity model approach with a stochastic frontier analysis which is different from previous research about Indonesia’s trading performance that uses OLS estimation. The results show that, empirically, GDP, distance, population, exchange rate, and membership in ASEAN significantly affect Indonesia’s trading with partner country. Furthermore, stochastic frontier analysis’ results show that ‘behind the border’ constraints decrease overtime. However, Indonesia’s exports is under trade with all ASEAN countries which indicates the low utilisation of AFTA. On the other hand, Indonesia’s exports are over trade with China and almost at optimal level of exports with the US, Japan, and the Netherlands. The implication of this study is that the Indonesian government should promote more exports with ASEAN countries to accomplish the objectives of the AFTA declaration two decades ago.
ANALISIS PENENTUAN PELABUHAN IMPOR PRODUK HORTIKULTURA: APLIKASI METODE ECKENRODE Salam, Aziza Rahmaniar
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.322 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v8i1.83

Abstract

Tulisan ini mengkaji kriteria pelabuhan impor sebagai pintu masuk produk hortikultura. Metode analisis yang digunakan adalah metode pembobotan Eckenrode yaitu metode pembobotan yang digunakan untuk menentukan derajat kepentingan dari setiap kriteria yang ditetapkan dalam pengambilan keputusan. Dengan metode tersebut diperoleh hasil bahwa kriteria utama dari pelabuhan yang dapat dijadikan sebagai pintu masuk impor produk hortikultura adalah (1) kriteria keamanan, ketahanan, dan pelayanan pelabuhan, (2) kriteria ketersediaan sumber daya manusia, (3) kriteria fasilitas pelabuhan laut, (4) kriteria proteksi terhadap produk lokal, dan (5) kriteria wilayah perairan untuk pelabuhan laut. Kriteria pelabuhan tersebut dapat dijadikan rujukan bagi pengambil keputusan untuk menentukan pelabuhan yang akan ditetapkan sebagai pintu masuk impor produk hortikultura. Diharapkan bahwa beberapa pelabuhan seperti Belawan, Tanjung Perak, Batu Ampar, Soekarno Hatta dan Bitung dapat memenuhi kriteria sebagai pelabuhan impor dengan meningkatkan fasilitas pelabuhan laut dan wilayah perairan untuk pelabuhan laut, diantaranya fasilitas untuk tempat sandar kapal, pengembangan pelabuhan dan tempat karantina. This paper studies the criteria for determining port of the imported horticultural products. The study uses Eckenrode weighting analysis to indicate the degree of the importance of each of the selected criteria. The results find that the main criteria of the port to be eligible as an entrance point of the imported horticultural products are (1) Security, Resilience, and Service Ports, (2) Human Resource Availability, (3) Seaport Facilities, (4) Protection Against Local Products, and (5) Port Inland Sea Region. This paper suggests that several ports, namely, Belawan, Tanjung Perak, Batu Ampar, Soekarno Hatta and Bitung are qualified if these ports are able to increase facilities of sea ports and marine waters for sea ports which include facilities to berth the ship, port development and the place of quarantine.
PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN FOREIGN DIRECT INVESTMENT DI INDONESIA Safitriani, Suci
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.768 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v8i1.89

Abstract

Invesment (FDI) di Indonesia dengan menggunakan analisis regresi secara terpisah. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan satu arah antara ekspor dan FDI dan terdapat hubungan dua arah antara impor dan FDI di Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa FDI memberikan dampak jangka panjang yang positif terhadap ekspor, sementara dalam jangka pendek, FDI berdampak negatif terhadap ekspor. Namun dalam hal impor, ditemukan bahwa FDI memiliki dampak positif terhadap impor meskipun secara statistik tidak signifikan. Oleh karena itu pemerintah perlu mengambil langkah untuk meningkatkan FDI di Indonesia, tidak hanya pada sektor domestik tetapi juga pada sektor yang berorientasi ekspor. The objective of this study is to examine the effect of the flow of the international trade and foreign direct investment in Indonesia using a separate Regression analysis. The study found that there is a significant relation between export and FDI and between import and FDI. However, the effect of FDI on the export in the long run is positive while in the short run it was found negative and insignificant. Therefore, the Government needs to formulate policies to promote FDI at both national level as well as at the international level.
PELUANG EKSPOR JASA INDONESIA KE JEPANG MELALUI MODE 3 (COMMERCIAL PRESENCE) DAN MODE 4 (MOVEMENT OF NATURAL PERSONS) PADA KERJASAMA IJEPA Fawaiq, Muhammad
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.687 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v8i1.84

Abstract

Kemitraan ekonomi Indonesia dan Jepang (IJEPA) telah diratifikasi pada tahun 2008. Dalam lima tahun implementasinya, pemanfaatan sektor jasa Jepang oleh Indonesia hanya terbatas pada jasa perawat dan caregiver. Penelitian ini bertujuan memberikan informasi mengenai komitmen Jepang dan identifikasi sektor jasa yang dibuka oleh Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk membandingkan komitmen antara Indonesia dengan Jepang dan metode Indeks Hoekman untuk memetakan tingkat komitmen sektor jasa kedua negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang membuka 137 sub sektor dan rata-rata sebanyak 100 sub sektor diantaranya dibuka tanpa persyaratan. Peluang ekspor tertinggi Indonesia ke Jepang pada moda 3 dan moda 4 yaitu 27 sub sektor jasa bisnis, lima sub sektor jasa komunikasi, dua sub sektor jasa pendidikan, empat sub sektor jasa lingkungan, tiga sub sektor jasa pariwisata, empat sub sektor jasa rekreasi, budaya dan olah raga, enam sub sektor jasa transportasi dan lima sub sektor jasa lainnya. Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut maka pemerintah Indonesia perlu mempromosikan sektor jasanya ke Jepang dan melakukan negosiasi lanjutan terkait penghapusan hambatan-hambatan lain di sektor jasa. Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) has been ratified in 2008. During the 5 years-implementation, Indonesia has been utilizing nurse and caregiver sectors. This research aims to review Japan’s commitment on trade in services and to identify which sectors/sub-sectors that could benefit Indonesia. Descriptive analysis is used to compare the commitments in services sector between Indonesia and Japan and Hoekman Index to map the degree of commitments. The results showed that Japan has committed to open 137 subsectors and to give full commitment to 100 subsectors. Among the services subsectors that can be utilized by Indonesia through Mode 3 (commercial presence) and Mode 4 (movement of natural person) are 27 in businesses, five in communication, two in education, four in recreation, six in transportation and five in other services. This study recommends Indonesia to promote her services sector to Japan and to negotiate in reducing other barriers in services sector.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI IMPOR KEDELAI INDONESIA Muslim, Aziz
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.088 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v8i1.90

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi impor kedelai Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder berbentuk time series, diolah dan dianalisis dengan metode estimasi dan kointegrasi Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi impor kedelai Indonesia dalam jangka pendek adalah impor kedelai sebelumnya, harga kedelai USA, harga minyak kedelai Argentina, dan nilai tukar Rupiah. Dalam jangka panjang faktor yang berpengaruh adalah harga minyak kedelai Argentina, PDB Indonesia, dan nilai tukar Rupiah. Kajian ini merekomendasikan bahwa mekanisme pengamanan stok kedelai maupun minyak kedelai bermanfaat untuk menjaga ketersediaan pangan dalam negeri. Peran aktif pemerintah dalam mengamankan stok kedelai nasional serta pengumpulan data-data tentang impor kedelai merupakan tuntutan yang mendesak. Untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan kedelai dalam negeri perlu ada upaya untuk mendiversifikasi negara asal impor. The aim of this study is to determine the factors that affect Indonesia’s imports of soybean. The study utilized time series secondary data and Autoregressive Distributed Lag (ARDL) cointegration analysis. The results reveal that in the short run Indonesia’s import of soybean are influenced by Indonesias soybean imports in the previous year, price of USA’s soybean, Argentina’s soybean oil price, and the Rupiah exchange rate. In the long run Indonesia’s imports of soybean are influenced by Argentina’s soybean oil, Indonesia GDP, and the Rupiah exchange rate. This study recommends that mechanism to maintain soybean stocks demanded is useful for food security.Therefore Government role is important in providing the accurate data on soybean stock, and diversification of the country of origin is crucial to maintain price stability and supply continuity in the country
PERKEMBANGAN NERACA PERDAGANGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Ginting, Ari Mulianta
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.698 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v8i1.85

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan neraca perdagangan Indonesia dan faktor yang mempengaruhinya selama periode Kuartal I tahun 2006 sampai dengan Kuartal II tahun 2013 menggunakan Vector Error Correction Model (VECM). Neraca perdagangan Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif dalam kurun waktu 2006-2011, dan pertumbuhan negatif selama periode 2012-2013. Penelitian ini juga menemukan bahwa baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, konsumsi domestik dan nilai tukar riil berpengaruh negatif dan signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia, sedangkan variabel Investasi Asing Langsung dan PDB Negara lain berpengaruh positif. Nilai error correction model yang negatif dan signifikan menunjukkan adanya koreksi dari pergerakan variabel pada keseimbangan jangka panjang. Hal ini mengindikasikan pentingnya pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk mengatasi defisit neraca perdagangan Indonesia, antara lain menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan konsumsi masyarat terhadap barang impor, dan menarik Foreign Direct Investment. This paper examines the development of Indonesia’s trade balance and its determinant factors from the first quarter of 2006 to the second quarter of 2013 using a Vector Error Correction Model (VECM). The development of trade balance from the year 2006-2011 has shown a positive trend. However between the year 2012 and 2013, the trade balance has been negative.The analysis shows that both in the short run and the long run,the domestic consumption and Real Exchage Rate have negative and significant influence on Indonesia’s trade balance. Whilst Foreign Direct Investment and Foreign GDP have positive effect. The coefficient of Error Correction Model is negative and significant implying that there is correction movement from those variabels in the long run. This study suggests that the Government should make the right policy to overcome the deficit of trade balance by maintaining including exchange rate stability,and household consumption of imported goods as well as by attracting Foreign Direct Investment.
ANALISIS MANFAAT SKEMA SUBSIDI RESI GUDANG TERHADAP PETANI DAN INDUSTRI KAKAO Hasni, .
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.766 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v8i1.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat yang diperoleh petani dan industri pengolahan kakao nasional, jika memanfaatkan skema Sistem Resi Gudang (SRG) yang diberikan oleh pemerintah. Pada skema SRG, pemerintah memberikan subsidi bunga yang akan meringankan beban petani dan menghilangkan ketergantungan petani terhadap pinjaman tengkulak. Skema SRG yang diusulkan terbukti dapat mengatasi permasalahan pendanaan petani kakao dan permasalahan bahan baku industri pengolahan kakao. Analisis menunjukkan bahwa proporsi penyerapan bahan baku yaitu biji kakao fermentasi lokal oleh industri kakao nasional, dengan menggunakan skema SRG meningkat dari 35,3% menjadi 72,4% sedangkan impor biji kakao turun dari 64,7% menjadi 27,6%. Petani memperoleh peningkatan nilai manfaat 229,8% dibanding dengan kondisi sebelum SRG, sedangkan total nilai manfaat pada sistem kakao nasional dengan penggunaan skema SRG mengalami peningkatan 19,5%. This research aims to analyze the benefits of the scheme of warehouse receipt subsidy for both local cocoa farmers and cocoa processed industries. In the scheme government would give an interest subsidy which could help ease the burden of the cocoa farmers and reduce their dependency on money lenders. The result of the proposed model for the scheme could overcome the financial problems of farmer and raw material problem for the cocoa processed industries. Using the scheme, the proportion of the local fermented cocoa bean as a raw material increases from 35,3% to 72,4%, while the import of cocoa bean falls from 64,7% to 27,6%. The farmers could get an increase in the benefit value as large as 229,8% of the value without the scheme while the total benefit value for national cocoa system increases by 19,5%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7