cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Analisa Sosiologi
ISSN : 23387572     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Analisa Sosiologi (JAS) diterbitkan per semester pada bulan April dan Oktober oleh Program Studi Magister Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan ISSN : 2338 - 7572 (Print) dan ISSN: 2615-0778 (Online). JAS berdasarkan kutipan dan keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 21/E/KPT/2018, tanggal 9 Juli 2018 tentang hasil akreditasi jurnal ilmiah periode 1 tahun 2018, telah terakreditasi Peringkat 4 yang berlaku 5 Tahun, yaitu Volume 5 Nomor 1 tahun 2016 sampai Volume 9 Nomor 2 Tahun 2020. JAS memfokuskan diri pada hasil penelitian terkait isu-isu sosial-kontemporer di Indonesia, khususnya yang berkenaan dengan perkembangan masyarakat dari berbagai aspek. Selain itu, JAS juga menerima artikel yang bersumber pada telaah pustaka terkait dengan upaya pengembangan teori-teori sosiologi. Informasi mengenai JAS juga bisa diperoleh melalui media sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
INTERAKSI SIMBOLIK ANTARA SHADOW DENGAN ANAK AUTIS DI “SEKOLAH KREATIF” SURABAYA Syarifudin, Achmad; Raditya, Ardhie
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v5i1.18096

Abstract

Autism is a pervasive disorder experienced by a person from birth or a toddlerwho makes himself unable to relate socially or communicate normally. A goodparent’s understanding of autism make the parents do not necessarily rule outthe education of children who suffer from autism. A good self-acceptance fromparents will allow their child to go to a regulatory school known as aninclusion school. Shadow teacher is someone wjo can help classroom teacherin assisting autistic children in following the learning process. The existenceof shadow teacher in “Sekolah Kreatif” Junior School of Muhammadiyah asan effort of the school to provide assistance and part of the educationalprocess for students with special needs. This research is a qualitative researchwith symbolic interaction approach. The results showed that shadow teacherinteractions with autistic children in inclusion schools were part of a symbolicinteraction. The process of symbolic interaction between shadows with autisticchildren is mediated by the symbols used to represent an object. Symbols usedin the form of spoken, body, cues and pictures language.Keywords: Autism, Shadow Teacher, Symbolic Interaction. AbstrakAutis merupakan suatu gangguan perkembangan pervasif yang dialami olehseseorang sejak lahir atau masa balita yang membuat dirinya tidak dapatberhubungan sosial atau komunikasi secara normal. Pemahaman orang tuayang baik mengenai autis ini membuat orang tua tidak serta mertamengesampingkan pendidikan anaknya yang menderita autis. Penerimaan diriyang baik dari orang tua akan memungkinkan anaknya untuk bersekolah disekolah reguler yang dikenal dengan sekolah inklusi. Shadow atau gurupendamping adalah seseorang yang dapat membantu guru kelas dalammendampingi anak autis dalam mengikuti proses pembelajaran. Keberadaanguru pendamping atau shadow di “Sekolah Kreatif’ SD Muhammadiyah 16Surabaya adalah sebagai upaya pihak sekolah untuk memberikanpendampingan dan bagian dari proses pendidikan bagi siswa berkebutuhankhusus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi simbolikantara shadow dengan anak autis di “Sekolah Kreatif’ SD Muhammadiyah 16Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekataninteraksi simbolik. Hasil penelitian ini menunjukkan interaksi antara shadowdengan anak autis di sekolah inklusi merupakan bagian dari interaksi simbolik.Proses interaksi simbolik antara shadow dengan anak autis dimediasi olehsimbol-simbol yang digunakan untuk merepresentasikan mengenai suatuobyek. Simbol yang digunakan berupa bahasa lisan, tubuh, isyarat dangambar.Kata Kunci: Autis; Interaksi Simbolik; Shadow Teacher.  
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI SINGLE MOTHER DALAM RANAH DOMESTIK DAN PUBLIK Rahayu, Afina Septi
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v6i1.18142

Abstract

Self-sufficiency in the soul of a single mother is needed to run a dual role in the domestic sector, that is to serve in household affairs such as cooking, washing dishes and clothes, cleaning the house, preparing food for the family, taking care of, raising and educating her children and in the public sector economic duty so that the needs remain fulfilled is to earn a living for the family and socially that is socializing with the community. The balance of domestic and public roles needs to be accomplished with extra effort through a process of patience, knowledge, and consistency to run it. As a single mother to work for a living, there must be a lot to consider from a relative income source, an efficient time to be able to carry on the main task of being a single mother without putting aside the household chores, therefore as a single mother, women are required to be able to adapt and move on without a husband, earn a living and balance between domestic and public roles. This research aims to determine the implementation of social economic live doing single mother as a single parent in maintaining the survival of his family in Cepokosawit village. This research used descriptive qualitative method to produce and process the research data descriptive nature, such as transcripts of interviews and observations. The population in this study are all citizens of the women in Cepokosawit village, Sawit district, Boyolali regency.The selected Informants were several single mothers in Cepokosawit village. The technique of taking informants using purposive sampling based on certain criteria. The collection of data carried out by interview and observation. The validity of the data using triangulation techniques and triangulation resources. Data analysis technique is done by means of data collection, data reduction, data display and drawing conclusions or data verification. The results of this research are, First, social strategy that is indicated by a single mother is to live with their parents to avoid social pressure on communities, involve their parents in take care of their child when single mother go to work, participate in various activities in the community to eliminate a bad impression of the single mother and be independent in raising and caring for children without the involvement of ex-husband. Second, the economic adaptation strategies in a single mother family visible in how they align with the amount of income a family needs every day of his life and their strategy for living place by staying at their parent’s home. Forms of economic planning is also evident from the way a single mother to save, set aside in part piecemeal revenue that could be used to meet the needs of their childs education and are used for urgent needs.Keywords: Single Mother, Social, Economic, Talcott Parsons, AGIL Concept.AbstrakKemandirian dalam jiwa single mother diperlukan untuk menjalankan dua peran dalam sektor domestik, yaitu untuk menjalankan rumah tangga seperti memask, mencuci piring dan pakaian, membersihkan rumah, menyiapkan makanan untuk keluarga, merawat, membesarkan dan mendidik anak dan di sektor publik tugas ekonomi perlu untuk dipenuhi sehingga dapat mencari nafkah untuk keluarga dan secara sosial yakni bersosialisasi dengan komunitas.Keseimbangan anfara peran domestik dan publik perlu dicapai dengan usaha tambahan melalui proses kesabaran, pengetahuan dan konsistensi untuk menjalankannya. Sebagai single mother untuk berkerja mencari nafkah, terdapat banyak pertimbangan dari sumber penghasilan, efisiensi waktu untuk dapat menjalankan tugas utama sebagai seorang ibu tanpa mengesampingkan pekerjaan rumah tangga, oleh karena itu sebagai single mother, perempuan dituntut untuk dapat beradaptasi dan melanjutkan tanpa suami, mencari nafkah dan menyeimbangkan antara peran domestik dan publik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan implementasi kehidupan sosial ekonomi sebagai single mother  sebagai orang tua tunggal dalam mempertahanan keberlangsungan hidup keluarga di Desa Cepokosawit. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk memproduksi dan memproses data penelitian dengan cara deskriptif naratif, yakni transkrip dari wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penduduk perempuan di Desa Cepokoksawit, Kecamatan Sawit, Kabupatan Boyolali. Terdapat beberapa informan single mother yang dipilih di Desa CepokosawitTeknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purpsive samplingberdasarkan beberapa kriteria. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, tampilan data dan menarik kesimpulan atau verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah, pertama, strategi sosial yang ditunjukan oleh seorang single mother hidup dengan orang tua mereka untuk menghindari tekanan sosial dalam komunitas, melibatkan orang tua mereka dalam merawat anak ketika single mother pergi bekerja, berpartisipasi dalam berbagai macam kegiatan dalam komunitas untuk mengeliminasi pandangan negatif terhadap single mother dan menjadi mandiri dalam membesarkan anak tanpa keterlibatan mantan suami.Kedua, strategi adaptasi ekonomi dalam keluarga single mother  terlihat dalam bagaimana mereka menyelaraskan dengan jumlah pendapatan dan kebutuhan keluarga setiap hari dan strategi mereka untuk tinggal di rumah orang tua mereka. Dari rencana ekonomi juga jelas terlihat dari cara single mother untuk menabung, mensisihkan pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak dan digunakan untuk kebutuhan mendadak.Kata Kunci: Single Mother, Sosial, Ekonomi, Talcott Parsons, Konsep AGIL.
PEMBENTUKAN HABITUS SISWA CI/BI DALAM KELAS AKSELERASI (STUDI KASUS SMA NEGERI 65 JAKARTA) Saehu, Rahmat
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fast learning system and the demands of academic achievement in the accelerated program have implications on the formation of CI / BI student habitus in the acceleration class. This study aims to describe the formation of CI / BI student habitus in the acceleration class. The research method used is qualitative with case study approach. Research location at SMA Negeri 65 Jakarta, Kebon Jeruk, West Jakarta Municipality. Informants in this study amounted to eight people consisting of students of acceleration classes and regular classes and teachers associated with the program. Technique of collecting data in this research is by interview and observation. The validity of the data uses the validity of sources and methods with Miles and Huberman’s interactive analytical model techniques. The results showed that the habitus that formed during the acceleration program, among others, manifested in discipline, diligent and competitive attitude. Keyword: Acceleration, Gifted-Talented, Habitus      AbstrakSistem pembelajaran yang sangat cepat serta tuntutan prestasi akademis dalam program akselerasi berimplikasi pada pembentukan habitus siswa CI/BI di kelas akselerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan habitus siswa CI/BI pada kelas akselerasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di SMA Negeri 65 Jakarta, Kebon Jeruk, Kotamadya Jakarta Barat. Informan dalam penelitian ini berjumlah delapan orang yang terdiri dari siswa-siswi kelas akselerasi dan kelas reguler serta guru-guru yang terkait dengan program tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah dengan wawancara dan observasi. Validitas data menggunakan validitas sumber dan metode dengan teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa habitus yang terbentuk selama mengikuti program akselerasi antara lain terwujud dalam sikap disiplin, tekun dan kompetitif.  Kata Kunci: Akselerasi, CI/BI, Habitus.
KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP ALAM GUNUNG MERAPI: STUDI KUALITATIF TENTANG KEARIFAN LOKAL YANG BERKEMBANG DI DESA TLOGOLELE KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI Prasojo, M. Nur Budi
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v4i2.17434

Abstract

this is a study of people who live on the slopes of Merapi, the most activevolcano in Indonesia and they face the volcanic threats. This study is mainlybased on field data, collected by ethnography method, in Tlogolele SeloBoyolali, Central Java. Ethnography is a qualitative research approach whichexplores the worldview of people and demonstrates their dailylife, how to see,listen, speak, and think. Based on Social Contruction of Reality Theory fromBerger and Luckmann, this study tries to explore the social construction ofpeople who live on the slopes of Merapi. Villagers living on Merapiconstructed a system of religious belief. The villagers view Merapi as a friendnot a threats. They construct knowledge and tradition as a local wisdom. As alocal wisdom, the system of religious belief, kwoledge, and tradition have aspecial place in daily life of Tlogolele people. Local wisdom is based onJavanese culture concept ”memayu hayuning bawana”, which is applicated inseveral tradition slametan.Keywords: etnography, social construction, local wisdom
FUNGSIONALITAS KONFLIK GOJEK: STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP KONFLIK PENGEMUDI GOJEK DI KOTA KEDIRI Junior, Mega Swastika
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v6i1.18176

Abstract

One of the products or applications of todays smartphone is a prima donna application GOJEK. GOJEK itself is a technology company from Indonesia that serves freight through ojek service GOJEK has been beropreasi in Kediri since May 2017 until today. the number of online motorcycle taxi drivers reaches thousands. Todays event of concern at the end of 2017 is a demonstration conducted by traditional transportation drivers. After the demonstration there was a mediation effort attended by several parties. This research uses qualitative research method and using phenomenological approach. The data used in this research are primary and secondary data. Primary data is the main data in research while secondary data is additional data in research.,The results of this study indicate the conflicts experienced by drivers GOJEK occurs in conventional transport drivers, fellow drivers GOJEK drivers and GOJEK companies. Conflict with conventional transport drivers occurs directly in the form of verbal or physical violence. On the other hand a group of good GOJEK driver formations formed before or after the conflicts have strong solidarity ties. The communication is very likely to run intensely as a form of resistance from the conflict that occurred. Conflict with conventional transport drivers allows them to be more aware of the importance of alliances with other small groups that benefit their existence.Keywords: GOJEK Drivers, Conventional Transport Drivers, Conflicts. AbstrakSalah satu dari produk aplikasi handphone yang sekarang tengah menjadi primadona adalah aplikasi GOJEK. GOJEK sendiri adalah sebuah perusahaan teknologi dari Indonesia yang meyalani transportasi melalui servis ojek, GOJEK telah beroperasi di Kediri sejak Mei 2017 hingga sekarang. Jumlah dari ojek sepeda motor online telah mencapai ribuah. Peristiwa masa kini yang menjadi perhatian pada akhir tahun 2017 adalah demonstrasi yang dilakukan oleh pegemudi ojek konvensional. Setelah demonstrasi terdapat upaya mediasi yang mendatangkan berbagai pihak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatifa dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua macam yakni data primer dan sekunder. Data primer adalah data utama dalam penelitian sementara data sekunder merupakan data tambahan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik yang dialami oleh pengemudi GOJEK berbenturan dengan pengemudi ojek konvensional, sesama pengemudi GOJEK dan perusahaan GOJEK. Konflik dengan pengemudi ojek konvensional terjadi secara langsung dalam bentuk verbal maupun kekerasan fisik. Di sisi lain sebuah grup pengemudi GOJEK terbentuk sebelum atau setelah konflik memiliki solidaritas sosial yang kuat. Komunikasi berjalan intens sebagai bentuk dati resistensi dati konflik yang terjadi. Konflik dengan pengemudi ojek konvensional membuat mereka lebih menyadari mengenai pentingnya aliansi dengan grup kecil lain yang menguntungkan eksistensi mereka. Kata Kunci: Pengemudi GOJEK, Pengemudi Ojek Konvensional, Konflik.
PERANGKAP KEMISKINAN PADA WARGA RELOKASI (STUDI KORELASIONAL: UNSUR-UNSUR PERANGKAP KEMISKINAN PADA WARGA RELOKASI PUCANG MOJO KEDUNGTUNGKUL MOJOSONGO JEBRES SURAKARTA) Nurcahyono, Okta Hadi; Slamet, Y; zuber, ahmad
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v4i1.17408

Abstract

This study is the result of the interpretation of the theory of "Poverty Trap" Robert Chambers (1983) to the social facts paradigm (Emile Dhurkheim, 1964). The purpose of this study was to determine whether or not the resident relocation poverty trap, by way of explaining whether or not the relationship between the elements of the poverty trap in this case: powerlessness, vulnerability, physical weakness, material poverty, and isolation of the Public Service, the citizens relocation Pucang Mojo, Kedungtungkul, Mojosongo, Surakarta. This study uses poverty approach both structurally and culturally. This research is survey research with an explanatory strategy. The study population was all heads of households in Housing Relocation Pucang mojo, Mojosongo, Surakarta.The number of sample was taken 50% out of total population. This study employed quantitative data with triangulation using qualitative data as the confirmer. The qualitative data used was the one derived from result of interview and observation. To examine the relationship between the elements of poverty trap, Product Moment Correlation test was used that was processed with SPSS 19.0 version IBM. The dominant result of statistic data processing in this study was then combined with qualitative data in the discussion. The result of discussion showed that: out of ten relationships between variables or elements existing, only four categorized into significant relationship, while the other six elements were proved insignificant. The four elements are shown to have a significant association among others: the poverty of material with physical weakness, material poverty with vulnerability, physical weakness with vulnerability, and isolation of the public service with the helplessness while the sixth has no correlation relationships such as: poverty with insulating material to public servants, the material poverty with powerlessness, physical weakness with insulation against public servants, physical weakness with powerlessness, isolation against public servants with vulnerability, and vulnerability to helplessness. This finding showed that not all hypotheses suggested by Robert Chambers (1983) could be proved in the context of urban poverty, particularly among the relocated people in Pucangmojo, Kedungtungkul, Mojosongo, Jebres, Surakarta. Keywords: poverty trap and 
KESETARAAN GENDER DALAM LINGKUP ORGANISASI MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA TAHUN 2016 Fibrianto, Alan Sigit
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v5i1.18422

Abstract

This research aims to find out about the realization of gender equality in the scope of student organizations Sebelas Maret University Surakarta in 2016. This research uses qualitative descriptive method with source triangulation as data validity. Data obtained through observation and interviews conducted in each student organization at Sebelas Maret University. The results show that from all organizations there is male domination as the leader of the organization, while women serve as secretaries, treasurer and members. The reality is that there is no gender equivalence and justice, and gender mainstreaming from every organization, so the position of women is still at number two after men.Keywords: Equality; Gender; Student Organization. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai wujud kesetaraan gender di lingkup organisasi mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan triangulasi sumber sebagai validitas data. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara yang dilakukan di masing-masing organisasi mahasiswa di Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua organisasi terdapat dominasi laki-laki sebagai pimpinan organisasi, sedangkan perempuan menjabat sebagai sekretaris, bendahara dan anggota. Realitanya belum ada kesetaraan dan keadilan gender (KKG) serta pengarusutamaan gender (PUG) dari setiap organisasi, sehingga posisi perempuan masih berada pada nomor dua setelah laki-laki.Kata Kunci: Kesetaraan; Gender; Organisasi Mahasiswa. 
HUBUNGAN ANTARA FANATISME PENGGEMAR BOYBAND KOREA (SUPER JUNIOR) DENGAN SOLIDARITAS SOSIAL DI KOMUNITAS E.L.F SURAKARTA Setyarsih, Esty
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v5i2.18196

Abstract

This research was conducted to find out the correlation of fanaticism and social solidarity in E.L.F community, Surakarta. The methods of this research is quantitative. The result showes that there is correlation between fanaticism and social solidarity. First, the Spearman’s corellation coefficient show the value of 0.539 to test whether the value corellation coefficient 0.539 is significant or not the r table is being used, if the value of r-count > r table so that we can determine that H1 is being accepted and H0 is rejected, so there is significant corellation between  fanaticism and social solidarity in E.L.F community. The corellation coefficient of 0.539 show a positive corellation and strong relation. So that in this research we can conclude that there is a corellation between tow variables is strong, which means, the higher fanaticism, the higher social solidarity also, in the E.L.F community Surakarta. Second, high fanaticism makes a unity to form social solidarity in E.L.F community, Surakarta. The members of community helping each other within Super Junior fans as its base reasoning.  Third, one of the indicator that prove that the success of the relation is the level of fanaticism influence. In the Maslows Hierarchy of Needs and the Emilie Durkheim’s Solidarity theory that the influence fanaticism can form social solidarity because of they have the same root, that is same interest this is baseline for helping each other. Needs of belonging, needs of so self esteem, and the actualization needs make the E.L.F community manifest its solidarity.Keywords: Fanaticism, Super Junior, K-Pop.AbstrakPertama, angka korelasi Spearman menunjukkan nilai rs (koefisien korelasi) sebesar 0,539, untuk menguji apakah dengan nilai korelasi sebesar 0,539 ada hubungan yang signifikan atau tidak digunakan r tabel, jika nilai rhitung > rtabel maka dikatakan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak jadi ada hubungan yang signifikan antara pengaruh fanatisme dengan solidaritas sosial di komunitas E.L.F Surakarta. Dengan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,539 menunjukkan bahwa koefisien korelasi yang positif dan kategori tingkat hubungan cukup kuat. Maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengaruh fanatisme dan solidaritas sosial di komunitas E.L.F Surakarta dengan kekuatan hubungan kedua variabel cukup kuat dan arah hubungan yang positif artinya jika pengaruh fanatisme tinggi maka semakin tinggi pula solidaritas sosial yang terjadi sesama anggota E.L.F Surakarta. Kedua, fanatisme yang besar menjadikan satu kesatuan dalam membentuk solidaritas sosial di komunitas E.L.F Surakarta. Para anggota saling tolong menolong sesama pecinta Super Junior. Ketiga, indikator yang menyatakan bahwa hal ini berhasil salah satunya adalah tingkat pengaruh fanatisme. Pada teori lima hierarki kehidupan yang dikemukakan Abraham Maslow dan teori solidaritas sosial Emilie Durkheim bahwa pengaruh fanatisme dapat membentuk solidaritas sosial dikeranakan berawal dari kesamaan suka pada suatu hal menjadikan sifat tolong menolong. Kebutuhan cinta kepemilikan, kebutuhan esteem, dan kebutuhan aktualisasi diri menjadikan sebuah komunitas E.L.F Surakarta lalu menciptakan solidaritas.Kata Kunci: Fanatisme, Super Junior, K-Pop.
KEPUTUSAN ORANG TUA DALAM MENENTUKAN PENDIDIKAN DASAR BAGI ANAK DI DESA PANDEYAN, KECAMATAN NGEMPLAK, KABUPATEN BOYOLALI Prihanto, Prihanto; Soemanto, RB; Haryono, Bagus
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v2i1.17388

Abstract

Pandeyan is a village in Boyolali Regency adjacent bordering directly on Solo Municipal. Such the condition encourages the society to have a variety of school choices. The variety of school choices existing in Solo City encourages the society in Pandeyan Village to enroll their children in Solo City. This research aimed to describe the parents’ decisionconsideration in Determining Basic Education for Children in Pandeyan Village, NgemplakSubdistrict, Boyolali Regency using Weber’s social action theory.This study was a descriptive qualitative research with descriptive research strategy. The data sources of research were informant, archive, and document. The sampling technique used in this research was purposive sampling, selecting the individuals involved directly in decision making to determine primary education in Pandeyan Village thereby providing the information and data in in-depth manner as well as reliable to be the data source. Techniques of collecting data used in this research were in-depth interview and observation. Source triangulation technique was used to obtain data concerning the parents’ decision in determining basic education for children as well as to validate the data, while the analysis was conducted using a descriptive analysis.The result of research found three findings: the first was basic education for children, the parent’s perception on education for children become the rationale in acquiring better education. The second was consideration in determining basic education for children encompassing school, social-economic and children considerations. School consideration was based on the school service involving facility and learning services. Social-economic consideration was based on the compatibility of cost to the service for children. Children consideration was based on the children psychology reflected on their interest and willingness. The third was that parents’ decision in determining basic education for the children was the result of parent, social-economic and children considerations in turn becoming the determinant of parent’s action in determining basic (primary) education. The actions emerging in parent’s decision were among other: Instrumental rationality (Zwerkrationalitat) or parent’s decision in choosing school by seeing the quality of school generally, value-oriented rationality (Werkrationalitat) or the parent’s decision in choosing school by seeing religious and academic values as the main foundation, Affective action (Affectival Action) or the parent’s decision in choosing school by seeing children psychology, traditional action or the parent’s submission to receiving strength and weakness as the way they are. Keywords: Decision Making, Social Action, Education Sociology.
MODERNISASI PENDIDIKAN DI INDONESIA SEBUAH PERSPEKTIF SOSIOLOGIS TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA Primadata, Ankarlina Pandu; Kusumawati, Dwi Kasi
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v3i1.17446

Abstract

krisis multidimensi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 telah membawa dampak yang luar biasa pada mutu sumber daya manusia (SDM) Indonesia dan juga pada mutu pendidikan di Indonesia. Anthony Giddens menjelaskan konsep modernitas dalam “The Juggernaut Of Modernity”. Giddens menjelaskan bahwa modernitas layaknya sebuah kendaraan besar yang akan terus melaju, menggiring masyarakat untuk terus berlari menuju masa depan. Pendidikan dan kemiskinan adalah dua hal yang saling terkait. Pendidikan seharusnya menjadi hak bagi setiap orang tanpa memandang kaya-miskin seseorang. Namun kenyataannya, pendidikan yang seharusnya menjadi jalur bagi masyarakat miskin untuk dapat memperbaiki kehidupannya, nyatanya tidak dapat berbuat apa-apa ketika orang-orang miskin tersebut justru tersingkirkan darinya dan tidak dapat menggapainya. Ketidakadilan dalam dunia pendidikan semakin terlihat jelas dengan adanya sistematisasi pendidikan, dimana akhirnya terjadi gap antara kelompok orangorang kaya dan kelompok orang-orang miskin dalam dunia pendidikan.Kata Kunci: Pendidikan, kesenjangan kaya dan miskin.