Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 1411304X     EISSN : 24422266
Merupakan media informasi dan komunikasi para praktisi, peneliti, dan akademisi yang berkecimpung dan menaruh minat serta perhatian pada pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Terbuka.
Articles 104 Documents
PENGEMBANGAN MODEL BAHAN AJAR JARAK JAUH PADA MATAKULIAH SISTEM KEPARTAIAN DAN PEMILU (IPEM4318)

Aisyah, Siti, Festati Broto, Mani, Hidayat, Anto

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.512 KB)

Abstract

Teaching materialsforcoursesof Sistem Kepartaian dan Pemilu usedin Program StudiIlmu PemerintahanFISIP-UT need tobe evaluatedfor the reasonof teachingmaterialsis out of date, delivery ofinstructionalcontentnot suitableforself-learning, andstudentlearning resultsis stilllowwhich is characterized bymastery of the materialis lessthan40%.This studyis aqualitativeresearch.The purposeof this studyis to evaluateanddevelopteaching materialsin accordancewith the rules ofdistance learning.The aspectsof studied were the assessment ofthe quality ofteaching materials, the aspect of current eddition, anddesign instructional. The sampling techniquewaspurposivesampling. The sample of this study was students, a subject matter experts, and an experts ininstructionaldesignof distance learning.The results showedthat thequality of theteaching materialisa good, learning materialsare notin accordancewith the development ofthe systemof party andelectionsinIndonesia, andalso instructional designis not in accordancewith theprinciples ofdistance learning.Theresults ofthese evaluationsare usedtodevelop amodel ofdistancelearning materials. Bahan ajar untuk matakuliah Sistem Kepartaian dan Pemilu yang digunakan pada Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Terbuka perlu dievaluasi dengan alasan materi pengajaran kurang mutakhir, penyampaian dalam pengajaran konten kurang tepat untuk pembelajaran mandiri, serta hasil belajar mahasiswa masih rendah yang ditandai dengan penguasaan materi hanya mencapai kurang dari 40%. Penelitiantersebut adalah penelitian kualitatif. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi dan mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kaidah pembelajaran jarak jauh. Aspek-aspek yang diteliti meliputi penilaian terhadap kualitas penyajian bahan ajar, kemutakiran materi, dan desain instruksional pembelajaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini meliputi mahasiswa sebagai pengguna bahan ajar, ahli materi, dan ahli instruksional desain pembelajaran jarak jauh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas penyajian bahan ajar berada pada kategori baik, materi pembelajaran kurang mutakhir, dan desain instruksionalnya belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip pembelajaran jarak jauh. Hasil penelitian tersebut selanjutnya digunakan untuk mengembangkan model bahan ajar jarak jauh dalam bentuk prototype bahan ajar untuk matakuliah Sistem Kepartaian dan Pemilu.

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2005 DALAM PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK GURU SD MELALUI PENDIDIKAN TINGGI JARAK JAUH DI WILAYAH KABUPATEN BELITUNG

Aripin, Sofjan, Alton, Latifah

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 11 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.682 KB)

Abstract

The policyis afundamental referencefor theimplementer, butpolicy implementationis thedeterminant ofthe policyis successfulorfails. Act(Act) No. 14of 2005, is onereferencein the implementation ofpolicy andacademicqualificationprogramsfor teachersand lecturerstoimprovecompetencein thefield.Governmentthrough the Ministryof NationalEducation, andlocal government asa policyimplementeron the groundthat the2015targetshould bea qualifiedteacherStrata1 (S1). GovernmentDistrictEducation OfficeBelitungupshave targetedthatby 2013allprimary schoolteachers(SD) have already qualifiedS1. Some constraintsin the implementation ofthe programcan not be avoidedbutthese obstaclescan beovercome through thedistance educationcarried outin cooperationwith theUnit ofDistance LearningCoursesOpen University(UPBJJ-UT) Pangkalpinang.

IMPLEMENTASI STRATEGI PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) DALAM PROGRAM TUTORIAL TEKNIK PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU

Pribadi, Benny Agus, Delfy, Refni

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 16 No 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.667 KB)

Abstract

The objective of the study is to develop the design model of the face-to-face tutorial ofthe academic writing course for the teachers by implementing concept mapping strategy. The instructional aims of the course are to facilitate the students to write the academic articles which implement the academic writing standards. The Borg and Gall research and development model was used to develop the intended tutorial program. The model of research and development consist of several steps as follows: (1) Identify instructional goal; (2) conduct an instructional analysis; (3) Analysze students and instructional setting; (4) Determine instructional objectives; (5) Develop assessment instrument; (6) Develop instructional strategies; (7) Develop learning materials; (8) Conduct formative evaluation; (9) Revise the program. It was found that the developed tutorial program on the academic writing course was able to facilitate the students learningin creating academic papers. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model desain program tutorial tatap muka pada mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah bagi guru.Tujuan pembelajaran pada mata kuliah ini adalah memfasilitasi mahasiswa program PGSD Universitas Terbuka agar mampu menulis artikel ilmiah sesuai standar penulisan karya tulis ilmiah. Model penelitian dan pengembangan Borg, Gall dan Gal diaplikasikan dalam penelitian ini untuk mendesain dan mengembangkan model desain program tutorial tatap muka pada mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah bagi guru. Langkah-langkah model penelitian dan pengembangan yang digunakan meliputi:(1) mengidentifikasi kompetensi umum; (2) melakukan analisis instruksional; (3) melakukan analisis siswa dan setting pembelajaran; (4) menulis kompetensi khusus; (5) mengembangkan instrumen penilaian; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan bahan pembelajaran; (8) melakukan evaluasi formatif; (9) merevisi program pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model desain program tutorial tatap muka mata kuliah teknik mpenulisan karya ilmiah dapat memfasilitasi proses belajar mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah. Selain itu pemanfaatan strategi peta konsep meningkatkan minat dan motivasi belajar mahasiswa dalam mempelajari teknik penulisan karya ilmiah.

PENCAPAIAN KOMPETENSI MATA KULIAH PRAKTIKUM TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI MELALUI KOMBINASI DRY LAB DAN WET LAB

Winarni, Inggit, Kurniati, Sri, Sulistiana, Susi

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 13 No 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.069 KB)

Abstract

Alongwith the recent development ofinformationtechnology, achievingcompetencypracticumcoursesmaybe obtainedthrough a combination ofdry labandwet lab. On the other hand, the locations ofUniversitas Terbuka biologystudentsare veryscatteredandrelatively highcost oflab work. Thiscanbe handled whenthe implementation ofpractical workcanbe doneindependentlyso thatstudentsdo nothave tobe presentinthelab. However, notallpracticumcompetencecan bedoneindependently, so it needsa combination ofpracticalimplementations. This paperpresentsthepracticalapplication ofdry labcombinedwithwet labtoachieve VascularPlantTaxonomy PracticumCourse competency. CompetenciestargetedintheVascular Plant TaxonomyPracticumCourseare to beable tocomparecharacteristicsbetweengroups ofvascularplantswitha fewexamples offamilies andmembers type. The studyofpracticumsubjectsindicatethat thecompetencyrequirements canbe achievedbyutilizinga combinationdry labandwet lab. Dry labusedtostrengthenprior knowledgeabout theplantsthatwill beobservedandtodemonstrate the steps of practicumimplementationinthe fieldindependently. In addition, dry lab made easierto classify theplants. Whilewet lab can be usedforpractical observation activitieson plantorganswhichrequirespecial equipment, as well as touching and smelling activities. The implementation of combination on dry labandwet lab practicum canreducestudentsvisittothelaboratory, so that thecost ofpractical workcanalsobe reduced. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, pencapaian kompetensi mata kuliah praktikum dapat diperoleh melalui kombinasi antara Dry Lab dengan Wet Lab. Di sisi lain, lokasi mahasiswa PS Biologi sangat tersebar dan biaya praktikum cukup tinggi. Hal ini dapat diatasi antara lain bila pelaksanaan praktikum dapat dilakukan secara mandiri sehingga mahasiswa tidak harus hadir di tempat praktikum. Namun demikian, tidak semua kompetensi praktikum dapat dilakukan secara mandiri, sehingga perlu kombinasi pelaksanaan praktikum. Tulisan ini menyajikan tentang penerapan praktikumDry Lab dikombinasikan dengan Wet Lab untuk pencapaian kompetensi mata kuliah praktikum taksonomi tumbuhan tinggi. Kompetensi yang ditargetkan dalam mata kuliah praktikum taksonomi tumbuhan tinggi adalah mampu membandingkan karakteristik antara kelompok tumbuhan berpembuluh dengan beberapa contoh suku dan jenis anggotanya. Hasil kajian terhadap materi mata kuliah praktikum tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diinginkan dapat dicapai dengan memanfaatkan kombinasi Dry Lab dan Wet Lab. Dry Lab digunakan untuk memperkuat pengetahuan awal terhadap tumbuhan yang akan diamati dan untuk memperagakan langkah-langkah pelaksanaan praktikum di lapangan secara mandiri. Selain itu, Dry Lab memudahkan untuk pengklasifikasian tumbuhan. Sedangkan Wet Lab dimanfaatkan untuk kegiatan praktikum pengamatan organ tumbuhan yang membutuhkan peralatan khusus, perabaan, dan penciuman. Pelaksanaan praktikum kombinasi antara Dry Lab dan Wet Labdapat mengurangi kunjungan mahasiswa ke tempat praktikum, sehingga biaya praktikum juga dapat dikurangi.

SIKAP MAHASISWA MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN TERBUKA DAN JARAK JAUH

Farida, Idha, Yuliana, Ernik

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.983 KB)

Abstract

Utilization of information and communication technology (ICT) in open and distance education is very important. Universitas Terbuka (UT-The Indonesia Open University) gradually began developing and using ICT applications for a variety of purposes, both academic and administrative. In the academic services, UT provides learning materials specifically designed for independent learning. The students can using learning materials provided by UT through the internet such as online tutorial (tuton), web supplement, internet television (I-TV), and online exercise independent (LM-Online). The objectives of the research were: (i) to describe students attitude for using information and communication technology in open and distance learning, and (ii) to describe the relationship between the students characteristics with their attitude for using information and communication technology in open and distance learning. This research was conducted with the survey methods and observations in the Regional Office (UPBJJ-UT) in Serang dan Bengkulu. The 52 students samples were randomly selected as respondents. The data were analyzed through Spearman rank correlation test. The result showed students attitude for using information and communication technology in open and distance learning is pretty good. The result showed educational students background were significantly correlated with their attitude for using web supplement and I-TV. A student region of residence were significantly correlated with their attitude for using I-TV. There was also a significant correlation between the availability of internet facilities and computer ownership with their attitudes for using tuton, web supplement and I-TV. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ) dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh sangat penting. Universitas Terbuka (UT) secara bertahap mulai mengembangkan dan menggunakan aplikasi ICT untuk berbagai keperluan, baik akademik dan administratif. Dalam pelayanan akademik, UT menyediakan bahan ajar yang dirancang khusus untuk belajar mandiri. Para mahasiswa dapat menggunakan bahan pembelajaran yang diberikan oleh UT melalui internet seperti tutorial secara online (Tuton), suplemen web , televisi internet (I- TV), dan latihan mandiri online (LM - Online). Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk menggambarkan sikap mahasiswa untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran terbuka dan jarak jauh, dan (2) untuk menggambarkan hubungan antara karakteristik mahasiswa dengan sikap mereka dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi pada media pembelajaran terbuka dan jarak jauh. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan pengamatan di Kantor Wilayah (UPBJJ-UT) di Serang dan Bengkulu. Sampel sebanyak 52 mahasiswa dipilih secara acak sebagai responden. Data dianalisis melalui uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sikap mahasiswa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran terbuka dan jarak cukup bagus. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan latar belakang pendidikan mahasiswa secara signifikan berkorelasi dengan sikap mereka untuk menggunakan suplemen web dan I-TV. Tempat tinggal mahasiswa secara signifikan berkorelasi dengan sikap mereka untuk menggunakan I- TV. Ada juga hubungan yang signifikan antara ketersediaan fasilitas internet dan kepemilikan komputer dengan sikap mereka untuk menggunakan Tuton , suplemen web dan I- TV .

STUDENTS PERCEPTION ON QUALITY ASSURANCE SYSTEM OF DISTANCE EDUCATION AT UNIVERSITAS TERBUKA

Nugraheni, Endang, Zuhairi, Aminudin, Sajati, Ida Malati, PKH, Sri Yuniati, Isman, Suci Madiarti

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.378 KB)

Abstract

This paper addresses the Universitas Terbuka (UT) students perception on quality assurance (QA) system of distance education, using an online survey method involving 306 students. The UT students perception on QA system is analyzed in terms of profile of respondents, perception on important values of QA, students satisfaction on the quality of the distance education programs and courses. The profile of the respondents shows that most of them are within the age of 25 to 30 years old. They study at UT mostly by means of reading printed materials and interactive online studies at home and at no particular place in the evenings. Students difficulties in distance related to conflicts with work responsibilities, lack of time and self motivation. Students said that they needed both academic and social psychological support. Students perception on important values in QA was expressed in terms of the availability and clear guidelines for QA system in the institution. In terms of institutional credibility, students stated that external accreditation and qualified staff are key factors to institutional quality. In terms of learning process, students valued highly the importance of well structured courses and interactivity in the learning process. Students also stated that media technology supports, faculty support, and fair assessment are important in the quality of teaching learning at a distance. In terms of learning experience, they perceived that protection of student rights, course content, and technology infrastructure were well facilitated by the institution. Makalah ini membahas persepsi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) terhadap sistem penjaminan mutu (QA) pendidikan jarak jauh, dengan menggunakan metode survei online yang melibatkan 306 siswa. Persepsi mahasiswa dianalisis berdasarkan profil responden, persepsi pada nilai-nilai penting dari QA, kepuasan pada kualitas program pendidikan jarak jauh. Profil responden menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka berusia 25 sampai 30 tahun. Mereka belajar di UT sebagian besar dengan cara membaca materi cetak dan interaksi online di rumah dan di tempat lainnya pada malam hari. Permasalahan yang dihadapi mahasiswa terkait pada konflik dengan tanggung jawab pekerjaan, kurangnya waktu dan motivasi diri. Mereka membutuhkan dukungan secara psikologi, akademik, dan sosial. Persepsi mahasiswa pada nilai-nilai penting dalam QA diekspresikan dalam hal ketersediaan pedoman yang jelas untuk sistem QA yang berlaku. Dalam hal kredibilitas kelembagaan, mahasiswa menyatakan bahwa akreditasi eksternal dan staf yang berkualitas merupakan faktor kunci untuk kualitas kelembagaan. Dalam hal proses pembelajaran, mahasiswa menilai sangat pentingnya program terstruktur dan interaktifitas dalam proses belajar. Mahasiswa juga menyatakan bahwa dukungan media teknologi, fakultas, dan penilaian yang adil adalah penting dalam kualitas belajar mengajar secara jarak jauh. Dalam hal pengalaman belajar, mereka memandang bahwa perlindungan hak-hak siswa, materi matakuliah, dan infrastruktur teknologi telah difasilitasi dengan baik oleh lembaga.

UJIAN BERBASIS KOMPUTER (UBK): Studi Kasus Penyelenggaraan Ujian

Sapriati, Amalia, Minrohayati, Minrohayati

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 10 No 2 (2009)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.071 KB)

Abstract

Universitas Terbuka (UT) is an Open and Distance University in Indonesia. Since 2004, UT had developed a system for computer-based examination (UBK). This system was presented firstly on 2007. This paper addresses UT experience in conducting computer-based examination,The purpose of this research is to describe the implementation of the exam system and to identify problems which arose during implementation. Data is collected based on the student responds of the questionnaire, interview and the observer report. Data was collected in May and November 2008. 31 respondents were the students who registered and took computer-based examination at four Regional Offices in UT. Quantitative data were analyzed by using SPSS 15.0 for Windows. The results of the research revealed that (1) the main reason students took computer based examination was to improve their grades, (2) the students reported that they have good enough competencies in basic computer skills. In addition they described that they have registered computer based examination online by themselves, (3) the implementation of at their regional offices was good, (4) however students expected that there should be quality improvement in this kind of examination, especially in aspects of exam socialization, information, quota and session of student examination.

LAYANAN KOMUNIKASI PERSUASIF: SUATU UPAYA PENINGKATKAN PERAN AKTIF PESERTA TUTON TERKATEGORI PASIF

Windrati, Nila Kusuma

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.75 KB)

Abstract

Persuasive communication model for online tutorial participants categorized passive developed to increase their active role in the activities online tutorial. The development of this model is done considering the number of participants categorized Tuton passive in every semester, one of them is Online tutorial participants for the course Introduction to Communication Studies (SKOM 4101). Though their active role in the activities online tutorial (in discussion or workmanship assignment) will contribute positively to indigo final exam for the course related. This research is research Research And Development, with the following stages : (1) conduct an inventory of the participants Tuton Communication Studies introductory course registration period 2013.1 categorized passive, (2) conduct a survey of students participating in Science Communication Tuton introductory course registration period 2013.1 categorized passive and chosen as research respondents, in order to determine the factors that cause they do not participate actively in the activities online tutorial, (3) develop a model of persuasive communication service, (4) to test a model to study respondents using the experimental method is the stage of activity pretest, treatment, posttest . The population in this study were all students participating online tutorial Introduction to Communication Studies class 01 at the time of registration are categorized passive 2013.1. Samples were taken from the overall population. The findings showed that: (1) there are 37 participants online tutorial Introduction to Communication Studies class 01 which categori passive, (2) factor is the reason for their inactivity in online tutorial activities are busy work, so they do not have the time to participate in activities online tutorial that they follow, (3) model of persuasive communication services is developed in the form of persuasive communication services electronic mail sent directly to the email address of each respondent, (4) trial results letter persuasive communication services developed shows that a change in the behavior of respondents, which they then became active in the delivery online tutorial indicated task by respondents after they acquire electronic mail that is packaged in the form of persuasive communication Model komunikasi persuasif bagi peserta tutorial online (tuton) terkategori pasif dikembangkan guna meningkatkan peran aktif mereka dalam kegiatan tuton. Pengembangan model ini dilakukan mengingat masih banyaknya peserta tuton yang terkategori pasif pada tiap semester, salah satunya adalah peserta tuton untuk matakuliah Pengantar Ilmu Komunikasi (SKOM 4101). Padahal peran aktif mereka dalam kegiatan tuton (dalam diskusi maupun pengerjaan tugas) akan berkontribusi secara positif terhadap nilai ujian akhir untuk matakuliah terkait. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research And Development, dengan tahapan sebagai berikut: (1) melakukan inventarisasi peserta tuton matakuliah pengantar Ilmu Komunikasi masa registrasi 2013.1 yang terkategori pasif, (2) melakukan survai kepada mahasiswa peserta tuton matakuliah Pengantar Ilmu Komunikasi masa registrasi 2013.1 yang terkategori pasif dan terpilih sebagai responden penelitian, guna mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan mereka tidak berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan tuton, (3) mengembangkan model layanan komunikasi persuasif, dan (4) melakukan uji coba model kepada responden penelitian dengan menggunakan metode eksperimen yaitu dengan tahapan kegiatan pretest, treatment, posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa peserta tuton Pengantar Ilmu Komunikasi kelas 01 pada masa registrasi 2013.1 yang terkategori pasif. Sampel penelitian diambil secara keseluruhan dari populasi. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada 37 peserta tuton Pengantar Ilmu Komunikasi kelas 01 yang tekategori pasif, (2) faktor yang menjadi alasan ketidakaktifan mereka dalam kegiatan tuton adalah kesibukan kerja, sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk berperan aktif dalam kegiatan tuton yang mereka ikuti, (3) model layanan komunikasi persuasif yang dikembangkan adalah layanan komunikasi persuasif berbentuk surat elektronik yang dikirim langsung ke alamat email masing-masing responden, (4) hasil uji coba surat layanan komunikasi persuasif yang dikembangkan menunjukkan bahwa terjadi perubahan perilaku responden, yaitu mereka kemudian menjadi aktif dalam kegiatan tuton yang ditunjukkan dengan pengiriman tugas oleh responden setelah mereka memperoleh surat elektronik yang dikemas dalam bentuk komunikasi persuasif.

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKURASI DATA MAHASISWA PESERTA UJIAN DI UPBJJ-UT JAKARTA DAN MATARAM

Sadjati, Ida Malati, Pertiwi, Pepi Rospina, Yuliana, Ernik

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.177 KB)

Abstract

UT has implemented computerized system for registration and examination which require accurate data and information entered. This research was conducted to analyze factors related to the accuracy of students data and information on the examination. A hundred students from Jakarta and Mataram regional centers, who have taken examination on the 1st and 2nd semester in 2009, were randomly selected as respondents, but only 58 students had responded. Primary and secondary data were collected and analyzed descriptively. Results showed that most of students who took examination were 36-50 years old (48.28%), already have job (79.31%), and first registered about 5 years before the last examination (74.14%). In terms of the adminitration of registration, most of the students said that they did it by themselves (89.66%), at UTs Regional Center (50%), and before the registration period ended (100%). The result also showed that students still made mistakes in filling the examination forms, especially data about the date of birth (20.69%), students number identification (18.97%), and subject matter code (22.41%). About the role of the examination proctor, most of students commented that they had came ontime to examination room (98.28%), provide very clearl briefing (87.93%), and examining students data accurately (86.21%). Result of Rank Spearman Correlation Coefficient indicated that factors that significantly related to the accuracy of students data on the examintaion (?=0.05) are the age of students, time of registration, registration conductor, the clarity of briefing, and the accuracy of proctors in examining students data.

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PENYELENGGARAAN PRAKTIKUM PADA PENDIDIKAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH (KASUS: PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FMIPA UNIVERSITAS TERBUKA)

Sadjati, Ida Malati, Pertiwi, Pepi Rospina

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.739 KB)

Abstract

Agribusiness Study Program at Faculty of Mathematic and Natural Sciences, Univeritas Terbuka, has several practical courses. Practical work is mandatory and must be followed by every student. Formative evaluation of the implementation of practical work conducted in order to identify the characteristics of students participated in the practical work and to obtain some input and feedback from students about the quality of the implemetation of practical work that has ever done. This article describes the results of such of formative evaluation, especially in term of the students perceptions of the quality of practical manual, the quality of the practical work implementation in the field, as well as the obstacles faced. Eighty students from the entire 402 Agribusiness Study Program students who took the practical course at semester 2011.2 or 2012.1, from UPBJJ-UT Serang (Java) and UPBJJ-UT Pontianak (outside Java) were selected purposively. Only 53 out of 80 students who are willing to become informants of this evaluation .Evaluation results show that the characteristics of the students participating in practical work generally younger age, more women, residing far from UPBJJ-UT, has been working and educated at the high school. Most of students (over 80%) perceived the quality of practical guide as complete and clear in accordance with course competencies. This high quality of practical guide demonstrated by compliance of practical substances with the substance of learning materials (86.79%); completeness of practical guide component (84.90%), clarity of information in the practical guide (75.85%), and compliance of the substance of the practical guide with course substance, objectives and practical procedures (71.70%). Most of students too (81.76% ) perceived the implementation of practical work as very good and unhindered . The students felt that the implementation of practical work run well because it is supported by the meaningfulness of practical guide (86.79%), adequacy and affordability of practical work location (91.15%), ease of practical work procedures (92.45%), availability of equipment and practical materials ( 92.45%), ease of documentation of practical activities (94.34%), the availability and suitability of the educational background of the practical work instructors (94.34%), as well as good skills of the instructors in managing practical work (90.10%). While the lack of good quality of practical observation instruments and non standardized practical work financing is considered by students as factors that hinder the practical feasibility. Program Studi Agribisnis FMIPA-Universitas Terbuka memiliki beberapa mata kuliah berpraktikum. Praktikum bersifat wajib dan harus diikuti oleh setiap mahasiswa. Evaluasi formatif terhadap penyelenggaraan praktikum dilaksanakan dengan maksud mengidentifikasi karakteristik mahasiwa peserta praktikum dan mendapatkan masukan serta umpan balik dari mahasiswa tentang praktikum yang pernah dilakukannya. Artikel ini menjelaskan hasil evaluasi formatif terhadap penyelengaraan praktikum tersebut, terutama persepsi mahasiswa terhadap kualitas panduan praktikum, kualitas keterlaksanan praktikum di lapangan, serta hambatan yang dihadapi. Delapan puluh orang mahasiswa dari keseluruhan 402 orang mahasiswa PS Agribisnis yang menempuh praktikum pada semester 2011.2 atau 2012.1 di UPBJJ-UT Serang (Jawa) dan UPBJJ-UT Pontianak (Luar Jawa) dipilih secara purposive dan hanya 53 orang mahasiswa yang bersedia menjadi informan evaluasi ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa karakteristik mahasiswa peserta praktikum umumnya berumur muda, lebih banyak perempuan, bertempat tinggal jauh dari UPBJJ-UT, sudah bekerja dan berpendidikan setingkat SMA. Kualitas panduan praktikum dipersepsikan lengkap, jelas, dan sesuai dengan kompetensi mata kuliah oleh sebagian besar mahasiswa (lebih dari 80%). Baiknya kualitas panduan praktikum tersebut ditunjukkan oleh keseuaian substansi materi praktikum dengan materi BMP (86,79%); kelengkapan komponen panduan praktikum (84,90%), kejelasan informasi dalam panduan praktikum (75,85%); dan kesesuaian substansi panduan praktikum dengan substansi MK, tujuan dan langkah-langkah praktikum (71,70%). Kualitas pelaksanaan praktikum dipersepsikan sangat baik dan tanpa hambatan oleh 81,76% mahasiswa. Keterlaksanaan praktikum berjalan dengan sangat baik karena ditunjang oleh kebermaknaan panduan praktikum (86,79%), kememadaian dan keterjangkauan tempat praktikum (91,15%), kemudahan langkah-langkah pelaksanaan praktikum (92,45%), ketersediaan alat dan bahan praktikum (92,45%), kemudahan pendokumentasian kegiatan praktikum (94,34%), ketersediaan dan kesesuaian latar belakang pendidikan instruktur (94,34%), serta baiknya keterampilan instruktur dalam mengelola praktikum (90,10%). Sementara kurang baiknya kualitas instrumen pengamatan praktikum dan tidak bakunya pembiayaan praktikum dianggap oleh mahasiswa sebagai faktor yang menghambat keterlaksanaan praktikum.

Page 1 of 11 | Total Record : 104