cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Organisasi Dan Manajemen
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 20859686     EISSN : 24429155     DOI : -
Merupakan media informasi dan komunikasi para praktisi, peneliti, dan akademisi yang berkecimpung dan menaruh minat serta perhatian pada pengembangan organisasi dan manajemen. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Terbuka.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 9 No 2 (2013)" : 6 Documents clear
ANALISIS PENGARUH KEMAKMURAN, UKURAN PEMERINTAH DAERAH, INFLASI, INTERGOVERNMENTAL REVENUE DAN KEMISKINAN TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI Manik, Tumpal
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.574 KB)

Abstract

This research is to examines the effect of direct and indirect significantly exogenous wealth, provincial government size, inflation, intergovernmental revenue and poverty population on economic growth through the endogenous variable of human development index, the number of sample used this research is one hundred thirty two during 2008-2011 in 32 Province of Indonesia. Analysis of the research model was tested through path analysis 1) the classical assumption test, 2) correlation coefficient, regression coefficient and the residual path coefficient value and 3) analysis of interpretation through F-test and T-test. Interpretation of the results of the first-line modeling research showed that the significant direct effect on human development is wealth 41,2%, the governments size 76,7% and poverty population -92,8%. While the model both indirect paths, there is no effec of variable to economic growth through on human development. Simultaneous effect 86,6% to economic growth with residual coefficient (p?1) 0,810 and p?2 0,366 Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung secara signifikan variabel eksogen kemakmuran, ukuran pemerintah daerah, inflasi, intergovernmental revenue dan kemiskinan penduduk terhadap variabel endogen pertumbuhan ekonomi melalui indeks pembangunan manusia, dengan data sekunder sebanyak 132 data tahun 2008-2011 di 32 Propinsi Indonesia. Analisis penelitian melalui model analisis jalur diuji melalui 1) uji asumsi klasik, 2) nilai koefisien korelasi, koefisien regresi, koefisien jalur dengan residual, 3) analisis interpretasi melalui uji-F dan uji-T. Hasil interpretasi penelitian model jalur pertama menunjukkan bahwa yang berpengaruh signifikan secara langsung terhadap pembangunan manusia adalah kemakmuran 41,2%; ukuran pemerintah daerah 76,7% dan kemiskinan penduduk -92,8%. Sedangkan model jalur kedua secara tidak langsung, tidak ada varibel yang berperpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan manusia. Secara simultan berpengaruh sebesar 86,6% terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien residual (p?1) sebesar 0,810 dan nilai p?2 sebesar 0,366
PENGARUH PENGENDALIAN KUALITAS KREDIT TERHADAP DISFUNGSIONAL PERILAKU PETUGAS KREDIT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA KREDIT Sitorus, Tigor
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.472 KB)

Abstract

This study aims to develop a model of theoretical and empirical models of the Quality Credit Control Based on Asset Information to improve performance, and empirically to test the direct and indirect effects: First, the Quality Credit Control, Forensic Credit Credit and Dysfunctional Behavior of Credit Officer, second, dysfunctional behavior of Credit officer to Credit Performance. This study uses A Structural Equation Modeling and Path Analysis using Amos software 16.00, and the results of data analysis showed a high goodness of fit, which simultaneously test and individual test proved significant with coefficient of < 0.05, and a variation of the dependent variable can be explained by the independent variables with coefficients adjusted R Square > 0.60 and Loading a high factor of each indicator that is> 0.5, while the model proves Full Fit test all parameters meet the criteria Fit model (Cut of value). This study recommends that national bank must build a adequate credit controls based on Asset information with strict procedures, and implement a forensic of credit on debtor behavior through the processing and filtering the last 12 months datas and pay attention and the track record of financial or non-financial behavior. Beside Credit Procedures, national bank must manage the system index point for credit officers credit in order to maintain the perception that organizational justice for decreasing dysfunctional behaviors credit officers. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model teoritis dan model empiris dari Kualitas Pengendalian Kredit berdasarkan Kekayaan Informasi untuk meningkatkan kinerja, dan untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung: Pertama, Kualitas Pengendalian Kredit, Kredit Forensik terhadap kinerja kredit, kedua, perilaku disfungsional Kredit Officer terhadap Kinerja Kredit. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling dan Analisis Jalur dengan menggunakan software Amos 16.00, dan hasil analisis data menunjukkan bahwa model penelitian adalah fit, yang secara bersamaan dan uji individu terbukti signifikan dengan koefisien <0,05, dan variasi variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen dengan koefisien (adjusted) R Square> 0,60 dan Loading faktor tinggi dari masing-masing indikator yaitu >0,5, sedangkan model terbukti Fit karena semua parameter memenuhi kriteria Fit model. Penelitian ini merekomendasikan agar bank-bank nasional harus membangun pengendalian kredit yang memadai berdasarkan Kekayaan informasi dengan prosedur yang ketat, dan menerapkan forensik kredit terhadap perilaku debitur melalui pengolahan dan penyaringan data 12 bulan terakhir dan memperhatikan rekam jejak perilaku keuangan dan non-keuangan. Selain prosedur kredit, bank nasional harus membangun sistem indeks penilaian petugas untuk menjaga persepsi yang baik tentang keadilan organisasi yang dapat mengurangi perilaku disfungsional petugas kredit.
APLIKASI TEORI WEBER DALAM PEMBANGUNAN AGROINDUSTRI PT. WINA POHAN DI BANYUASIN SUMATERA SELATA Martini, Enny Sri
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.726 KB)

Abstract

Implementation of development programs is not only to analyze the economic growth, but the development is also reflected in the acceleration, expansion of job opportunities and natural resource utilization. Accelerating the development of large scale is able to prosper the development of society in general. The purpose of this study is to analyze the development work being done in South Sumatra, one of which is the determination of the location of PT. Wina Pohan agroindustrial development in South Sumatera Banyuasin. In the analysis documented significant that agroindustrial PT. Wina Pohan development and apply theories Weber, performed through the determination of location factors, among others, transportation costs, wage labor, and the strength of agglomeration or deaglomerasi. Overall conclusion that the existence of PT. Wina Pohan apply Locational Triangle Weber, the model Locatioan District Area (DLA) showed less performance due to geographical factors, facilities and infrastructure. Agro-industry with raw material corn development in locations determined Banyuasin district, and Musi Banyuasin. Recorded in the history of the two districts before otonomy combined one Musi Banyuasin district In agro-industry development planning based location determination of the location of inferred resources of raw materials, the provision of jobs, facilities and infrastructure, wage labor, agglomeration or deaglomerasi strength. Success of the development should be able to improve the well-being of the community and society generally South Sumatra. Pelaksanaan pembangunan tidak hanya untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi, akan tetapi pembangunan juga dapat dilihat melalui percepatan, perluasan peluang kerja dan pemanfaatan sumberdaya alam. Percepatan pembangunan dalam skala besar adalah pembangunan yang dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat pada umumnya.Tujuan penulisan ini untuk mengkaji, menganalisis pembangunan yang telah dilakukan di Sumatera Selatan, salah satunya adalah penentuan lokasi pembangunan agroindustri PT. Wina Pohan di Banyuasin Sumatera Selatan. Dalam analisa dapat dibuktikan secara signifikan bahwa pembangunan dan pengembangan agroindustri PT. Wina Pohan mengaplikasi teori Weber, yang dilakukan melalui faktor penentuan lokasi antara lain, biaya transportasi, upah tenaga kerja, dan kekuatan aglomerasi atau deaglomerasi. Kesimpulan secara menyeluruh bahwa keberadaan PT. Wina Pohan mengaplikasi segitiga lokasi (Locational Triangle) Weber, namun model District Locatioan Area (DLA) menunjukan prestasi yang kurang dikarenakan faktor geografi, sarana dan prasarana. Agroindustri yang mempunyai bahan baku jagung ditentukan pembangunannya di lokasi kabupaten Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Tercatat dalam sejarah kedua kabupaten tersebut sebelum pemekaran tergabung dalam satu Kabupaten yaitu kabupaten Musi Banyuasin. Perencanaan pembangunan penentuan lokasi agroindustri didasarkan asumsi terhadap lokasi sumber bahan baku, penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana, upah tenaga kerja, kekuatan aglomerasi atau deaglomerasi. Keberhasilan pembangunan harus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan umumnya masyarakat Sumatera Selatan.
PENINGKATAN PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MENJAGA EKOSISTEM DAN KONSERVASI LINGKUNGAN DI DIENG PLATEAU Aisyah, Siti; Rachman, Ace Sriati; Rusli, Yanis
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.983 KB)

Abstract

Dieng Plateau is one of the important areas for the balance of ecosystems and the lungs of the world, especially in Central Java and Java Island in general. Dieng Plateau consists of six regencies; they are Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Kendal, Batang, and Pekalongan regency. Also, in this area there are eight watersheds, conservation areas, and productive and protected forests. The density of high population and low levels of land ownership caused the pressure on the protected areas. This also causes the function diversion of the land use from protected areas into cultivation areas. The attrition rate in Dieng reached more than 180 tonnes/ha per year. Currently, the area is largely utilized for the cultivation of potatoes, vegetables, and tobacco, as the source of livelihood for local population. This causes land degradation resulting in the widespread critical land in the area. In terms of the society economic aspects, Dieng Plateau contributes to improving people's income, employment, providing industrial raw materials, and craeting environmental services. Government and local socities need to further participate in organizing and recovering Dieng which is based on the principles of ecosystem and conservation. With government and people role, it is expected that there would be a balance between productivity, sustainability and fair peoples welfare so that it can be used as a direction to restore the role and function of the area optimally based on various aspects like ecological, socio-cultural, economic, and government policy. Kawasan Dieng Plateau merupakan salah satu kawasan penting dalam menyangga keseimbangan ekosistem dan paru-paru dunia khususnya di daerah Jawa Tengah dan Pulau Jawa pada umumnya. Kawasan ini meliputi 6 kabupaten yaitu Kabupaten Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Kendal, Batang dan Pekalongan. Selain itu, di dalam kawasan ini juga terdapat 8 daerah aliran sungai, kawasan konservasi, hutan produksi, dan hutan lindung. Kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan tingkat kepemilikan lahan yang rendah menyebabkan terjadinya tekanan terhadap kawasan lindung, yakni terjadinya pengalihan fungsi lahan dari kawasan lindung menjadi kawasan budidaya. Tingkat erosi kawasan Dieng mencapai lebih dari 180 ton/ha/tahun. Saat ini, kawasan tersebut sebagian besar dimanfaatkan untuk usaha budidaya tanaman kentang, sayuran, dan tembakau, yang merupakan sumber matapencaharian penduduk setempat. Kondisi ini menyebabkan degradasi lahan yang mengakibatkan semakin meluasnya lahan kritis di kawasan tersebut. Ditinjau dari aspek ekonomi masyarakat, Dieng Plateau berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, pemenuhan bahan baku industri, dan jasa lingkungan. Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan perannya dalam melakukan penataan dan pemulihan kawasan Dieng yang disusun berdasarkan kaidah ekosistem dan konservasi, dengan harapan akan terjadi keseimbangan antara produktivitas, kelestarian dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan sehingga dapat dipergunakan sebagai arahan untuk mengembalikan peranan dan fungsi kawasan tersebut secara optimal ditinjau dari berbagai segi ekologis, sosial-budaya, ekonomi dan kebijakan.
ANALISIS MODEL KOMUNIKASI PEMBENTUKAN KONSEP KELUARGA SEJAHTERA DI INDONESIA(Studi terhadap sosialisasi program BKKBN kota Depok dan kota Bogor) Sediyaningsih, Sri
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.253 KB)

Abstract

Population growth in indonesia rapidly rising, if the growth rate is not pressed, the number of people in Indonesia in 2045 around 450 million people, this means that one in 20 people worldwide are Indonesia. The statement above suggests by chief of BKKBN that concern on the population will surge in Indonesia, so we need a strategy to reduce the rate of population growth in Indonesia. One of the provinces that have the largest population in West Java Indonesia is the population density reached around 46 million 500 thousand inhabitants. From these conditions, we need a communication strategy to re-mobilize the public to be aware of family planning, and more importantly to instill the understanding that the issue of family planning, not just a matter of two children are enough, but a more basic concept is the planting of a prosperous family. Through two area Bogor and Depok city adjacent to the capital city of Jakarta as an information center, and also that cities still have high dependency population are high at 31.64% and 39.56%. The degree of dependence of this population suggests that there is inequality in the society welfare both cities. Using a constructivist approach to phenomenology, through qualitative research with interpretive and interactive analysis were tested by using triangulation, to find what the best model of communication that are appropriate for dissemination Family Welfare in Indonesia. So with this communication model is expected to understand the concept of family welfare, acceptance as a self-concept of the Indonesian people. Pertumbuhan penduduk di Indonesia demikian pesatnya, bila pertumbuhan penduduk tidak diperhatikan maka diperkirakan pada tahun 2045 Indonesia akan diisi oleh sekitar 450 juta manusia, hal ini berarti 1 dari 20 penduduk dunia adalah penduduk Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BKKBN yang juga sangat khawatir dengan kecepatan pertumbuhan penduduk Indonesia. Salah satu propinsi yang mempunyai jumlah penduduk terbesar di Indonesia adalah Jawa Barat yang mempunyai kepadatan penduduk 46.500 orang. Dengan kondisi ini tentu saja diperlukan stratgi komunikasi untuk memobilitas kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga, dan yang lebih penting lagi memahami bahwa perencanaan keluarga tidak hanya sekedar dua anakn cukup namun lebih kepada bagaimana bertanggungjawab untuk mensejahterkan anak dan mewujudkan keluarga yang bahagia lahir dan batin. Untuk itu melalui dua kota di Jawa Barat Bogor dan Depok dimana keduanya sangat dekat dengan sumber informasi atau Jakarta yang juga mempunyai tingkat tingkat penduduk pada tahap pra sejahtera masih cukup tinggi yaitu 2,46% pra sejahtera, 13,69% sejahtera 1. Sedangkan kota Bogor jumlah prosentase keluarga pra sejahtera jauh lebih tinggi daripada Depok yaitu nilai 4,07 dan keluraga sejahtera 1 hampir sama 13,41. Angka ketergantungan penduduk di kota Bogor sebesar 31.64% sedangkan kota Depok lebih kecil sebesar 39.56. %.(Sumber: Database SIAK Provinsi Jawa Barat Tahun 2011). Bila dilihat dari tingkat ketergantungannya dan dibandingkan dengan usia produktif yang ada di kota Bogor dan kota Depok tersebut, yaitu 75,9% dan 73%, menunjukkan bahwa banyak usia produktif yang tidak bisa dikatakan produktif lagi. Melalui pendekatan penomenologi dan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis triangulasi, maka artikel ini memberikan gambaran model komunikasi yang paling sesuai untuk mendesiminasikan konsep-konsep keluarga sejahtera.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN INDEKS HARGA SAHAM DI JAKARTA ISLAMIC INDEX SELAMA TAHUN 2011 Triani, Lely Fera
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.465 KB)

Abstract

The composite stock price index is a reflection of capital market activities in general. composite stock price index movement which indicates increased capital market conditions are bullish, on the contrary if the decline shown in capital market conditions are bearish. These events are influenced by macroeconomic factors, such as volume of transactions, exchange rate, and Interest Rates Indonesia. The purpose of this research is to analyze: the influence of macroeconomic factors through volume of transactions, exchange rates, and interest rates of Indonesia of the composite stock price index in Jakarta Islamic Index. The research sample of this study are volume of transactions, exchange rate, interest rate and Composite Stock Price Index in Jakarta Islamic Index, with data pooling method (daily data of year 2011), so that the amount of observations (n) = 247. There is the influence of macroeconomic factors represented by the volume of transactoins, and interest rates against composite stock price index. Variable rate did not significantly affect the composite stock price index. The calculation result obtained value F = 27.416; become evident that changes in volume of transactions, exchange rate, and the value of the interest rates jointly significant effect Composite Stock Price Index. Indeks harga saham gabungan merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Pergerakan indeks harga saham gabungan yang meningkat menunjukkan kondisi pasar modal sedang bullish, sebaliknya jika menurun menunjukkan kondisi pasar modal sedang bearish. Kejadian tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi, seperti: volume perdagangan saham, nilai tukar, dan Suku Bunga Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis: pengaruh faktor makro ekonomi melalui volume perdagngan saham, nilai tukar, dan suku bunga Indonesia terhadap Indeks harga saham gabungan di Jakarta Islamic Index. Sampel dari penelitian ini adalah: volume perdagangan saham, nilai tukar, suku bunga Indonesia, dan Indeks harga saham gabungan di Jakarta Islamic Index dengan menggunakan data harian selama tahun 2011, sehingga data pada observasi (n) = 247. Ada pengaruh faktor ekonomi makro yang diwakili oleh volume transaksi, dan tingkat suku bunga terhadap indeks harga saham gabungan. Variabelnilai tukar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Hasil perhitungan yang diperoleh nilai F = 27,416; menjadi jelas bahwa perubahan dalam volume transaksi, nilai tukar, dan nilai suku bunga berpengaruh signifikan secara bersama-sama Indeks Harga Saham Gabungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6