Jurnal Teknologi Agro-Industri
ISSN : 24074624     EISSN : 25985884
Articles 63 Documents
Analisis Kelayakan Penerapan Produksi Bersih pada Industri Tahu UD. Sugih Waras Desa Atu-atu Kecamatan Pelaihari

Zulmi, Akhmad, Meldayanoor, Meldayanoor, Lestari, Ema

Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.113 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i1.60

Abstract

Tahu merupakan salah satu komoditi yang cukup banyak diminati, tidak terkecuali di Kecamatan Pelaihari. Industri tahu menghasilkan banyak limbah padat maupun cair yang menimbulkan pencemaran lingkungan. Perlu dilakukan penerapan produksi bersih untuk menanggulangi dampak limbah industri tahu terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses produksi dengan konsep produksi bersih menggunakan neraca massa, memberikan alternatif penerapan produksi bersih dan melakukan 3 analisis kelayakan; yaitu teknis, ekonomi dan lingkungan. Hasil penelitian menunj ukkan UD. Sugih Waras menghasilkan total limbah padat sebanyak 51,25 kg, dan limbah cair sebanyak 193,75 kg dalam sekali produksi. Alternatif penerapan produksi bersih yang dapat dilakukan yaitu menggunakan abu sisa pembakaran kayu dijual sebagai penurun pH tanah dengan keuntungan Rp. 1.840.000/bulan dan payback period selama 2,1 bulan, dengan pertimbangan kelayakan teknisdan lingkungan dari industri UD. Sugih Waras.

Pembuatan Lipstik Alami Berbasis Ekstrak Kunyit (Curcuma longa L.) dan Kesumba Keling (Bixa orellana) sebagai Pewarna Alami

Fatimah, Fatimah, JARIAH, JARIAH, Nuryati, Nuryati

Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.597 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i1.68

Abstract

Ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) memiliki warna kuning dan kesumba keling memiliki warna jingga dapat digunakan sebagai bahan pewarna pada pembuatan lipstik alami. Lipstik dengan pewarna alami diperlukan untuk mengurangi ketergantungan akan pewarna sintetis  dan keamanan bagi kesehatan kulit. Rancangan penelitian pada pembuatan lipstik alami adalah perbedaan konsentrasi pewarna dari campuran ekstrak kunyit dan kesumba keling. Metodepengujian yang dilakukan untuk lipstik ini yaitu uji kekuatan, uji oles, uji iritasi, dan uji stabilitas plastik. Hasil pengujian untuk uji kekuatan yaitu pada sampel lipstik dengan konsentrasi warna 2% sampel ini tidak patah. Sampel lipstik dengan konsentrasi warna 4% dan 6% menjadi patah. Uji oles untuk 4 kali oles menunjukkan semakin besar konsentrasi pewarna menghasilkan warna yang lebih jingga. Sedangkan olesan 5 kali dan 6 kali pada berbagai perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap warna lipstik yang dihasilkan yaitu jingga. Uji iritasi pada lipstik pada semua perlakuan tidak menghasilkan reaksi yaitu tidak menimbulkan kemerahan dan hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa panelis menyukai lipstik dengan nilai 4,8 dari skala penilaian 6. Uji stabilitas lipstik menunjukkan tekstur lipstik agak keras, warna menjadi jingga cerah dan baunya menjadi kurang berbau kunyit dan kesumba keling setelah didiamkan selama 4 minggu.

Perencanaan Agregat Produksi Kelapa Parut Kering di PT. XYZ

Hairiyah, Nina, Amalia, R. Rizki

Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.48 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i1.67

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi berbagai macam jenis kelapa parut kering yang berada di kota Ciamis, Jawa Barat. Permintaan produk yang berfluktuasi, sumber daya, dan kapasitas produksi yang terbatas mengakibatkan pihak manajemen perusahaan kesulitan dalam membuat rencana produksi. Tujuan penelitian ini adalah membuat perencanaan agregat produksi kelapa parut kering untuk memenuhi permintaan yang akan datang dengan biaya minimum. Pendekatan yang digunakan dalam membuat perencanaan agregat produksi adalah dengan metode heuristik. Langkah pertama adalah melakukan peramalan permintaan untuk 12 bulan ke depan dengan menggunakan berbagai metode time series. Metode linear regression terpilih dengan kriteria nilai mean square error terkecil. Langkah kedua dengan mengujicobakan tiga strategi (strategi produksi tetap, strategi menaikkan dan menurunkan produksi, dan strategi subkontrak atau outsourcing). Hasil perbandingan total biaya produksi ketiga strategi menunjukkan strategi produksi tetap dipilih karena merupakan strategi dengan total biaya produksi yang minimum.

Eksperimen Produk Dodol Pepaya (Carica Papaya L.) Melalui Pengolahan Preservatif Guna Meningkatkan Umur Simpan

AMRULLOH, ATHO’, Umami, M. Rizal

Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.788 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i1.65

Abstract

Dodol adalah makanan yang terbuat dari tepung beras ketan, santan kelapa dan gula atau dengan penambahan bahan makanan dari bahan lain yang diizinkan. Namun dodol juga dapat dibuat dari berbagai buah, seperti dodol papaya. Selama ini pembuatan dodol menggunakan bahan pengawet agar umur simpan dodol lebih lama. Penelitian ini menggunakan syarat mutu SNI dodol sebagai pembanding sesuai SNI No 01-2986-1992. Penelitian menggunakan faktor teknik penyaringan dengan kain saring lapis 1, 2 dan 3 serta penambahan air dingin dan air panas 800 C. hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kain saring lapis 3 dan penambahan air panas 800 C merupakan waktu tercepat, yaitu 24,30 detik dan penggunaan kain saring lapis 1 dan penambahan air dingin merupakan waktu terlama yaitu 134,50 detik dalam proses pemisahan santan. Penambahan gula sebagai bahan pengawet akan mengikat air sehingga menghambat perkembangbiakan organisme pembusuk. Pembuatan dodol pepaya melalui pengolahan preservative memenuhi syarat uji mutu SNI.

Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon

Munasari, Siti, Sandri, Dwi, Jefriadi, Jefriadi

Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.238 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i1.61

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca forma typical) merupakan hasil samping dari pisang kepok yang digunakan oleh industri pangan. Saat ini kulit pisang kepok belum banyak dimanfaatkan secara produktif, padahal kulit pisang kepok masih memiliki kandungan gizi dan pektin yang dapat diolah menjadi produk pangan yaitu selai. Untuk meningkatkan mutu selai kulit pisang kepok dilakukan penambahan pisang ambon. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan pisang ambon terhadap tingkat kesukaan selai, mendapatkan formulasi terbaik berdasarkan daya terima panelis dan mengukur karakterisasi selai yang dihasilkan dari semua perlakuan. Tahapan pembuatan selai yaitu dengan membuat bubur kulit pisang kepok dan bubur pisang ambon kemudian dimasak dengan gula dan asam sitrat. Analisis daya terima selai dilakukan dengan uji tingkat kesukaan (hedonik) kemudian data dianalisis dengan uji ANOVA dan DMRT. Karakteristik selai dilakukan dengan uji kadar air dan uji daya oles. Penambahan pisang ambon berpengaruh nyata terhadap rasa selai, formulasi selai terbaik berdasarkan daya terima panelis adalah pada perlakuan 50% : 50% bubur kulit pisang kepok dengan bubur pisang ambon. Karakterisasi selai yang dihasilkan dari semua perlakuan mempunyai kadar air berkisar 29,71 – 35,06% dan daya oles berkisar antara 9 – 11,6 cm.

Pengaruh Penambahan Perekat dan Ukuran Partikel Terhadap Biobriket Hasil Pirolisis Sekam Padi

Nuryati, Nuryati, Jefriadi, Jefriadi, Ambarwati, Tri

Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.868 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i1.69

Abstract

Sekam padi merupakan limbah hasil dari penggilingan padi. Menurut data Dinas  Pertanian Kabupaten Tanah Laut tahun 2016 luas area lahan pertanian di Kabupaten Tanah Laut yang ditanami padi pada tahun 2016 yaitu 81,115 ha dengan jumlah produksi padi sawah dan padi gogo sebesar 213.026 ton. Dari 213.026 ton padi akan menghasilkan sekam sekitar 20-30% yaitu sebesar 42 – 64 ton sekam padi. Salah satu manfaat sekam padi adalah sebagai bahan baku pembuatan biobriket dan dapat menjadi alternatif untuk mengatasi ketergantungan terhadap energi fosil. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biobriket dari arang hasil pirolisis sekam padi, menganalisis pengaruh penambahan perekat tapioka dan menganalisis pengaruh ukuran partikel pada biobriket dari arang hasil pirolisis sekam padi. Sekam padi diayak dengan ukuran 20, 40 dan 60 mesh. Pembuatan biobriket dilakukan dengan metode pirolisis yaitu proses pembakaran bahan baku dalam reaktor pirolisis dengan menggunakan suhu yang tinggi dan tanpa atau dengan sedikit oksigen. Pirolisis dilakukan selama 1-2jam dengan suhu 400oC. Arang yang dihasilkan dicampur dengan perekat 3%, 4%, 5% dan 6% kemudian dikeringkan dan dilakukan pengujian. Hasil pengujian kadar air yang terendah didapat pada perekat 6% dengan ukuran 20 mesh yaitu 2,65%. Pada pengujian kadar abu sangat tinggi bila dibandingkan dengan SNI hanya mensyaratkan maksimal 8%. Sedangkan laju bakar terbaik didapat pada perekat 6% dengan ukuran 60 mesh yaitu 0,36 gr/gram.

Analisis Statistical Quality Control (SQC) Sebagai Pengendalian dan Perbaikan Kualitas Produk Tortilla di UD. Noor Dina Group

Meldayanoor, Meldayanoor, Amalia, R. Rizki, Ramadhani, Muhammad

Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.23 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.79

Abstract

UD. Noor Dina Group merupakan home industry mengolah produk tortilla yang beroperasi di desa Batu Mulya, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Proses pembuatan produk harus mengikuti standar mutu pasar atau konsumen tetapi dalam pelaksanaan pembuatan masih banyak terdapat produk cacat. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, maka pada penelitian ini akan dilakukan analisis Statistical Quality Control (SQC). Metode pengumpulan data analisis Statistical Quality Control (SQC) adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari observasi, dan wawancara didapatkan 3 kategori produk cacat yaitu cacat patah, cacat bentuk, dan cacat kotoran. Metode Statistical Quality Control (SQC) menggunakan 5 alat pengendalian kualitas untuk menganalisis produk tortilla, yaitu lembar pemeriksaan, diagram arus, diagram Kendali, diagram pareto, dan diagram sebab-akibat. Hasil Analisis diagram kendali didapatkan produk cacat melebihi batas kontrol, dengan persentase produk cacat sebanyak 68%. Jenis cacat yang sering terjadi pada industri tortilla yaitu cacat patah. Berdasarkan analisis alur proses dan diagram sebab-akibat cacat produk tortilla disebabkan oleh alat pengilingan, pemotongan, dan tempat produksi. Rekomendasi perbaikan produk tortilla di UD. Noor Dina Group dari hasil analisis Statistical Quality Control (SQC) yaitu memperbaiki mesin giling, menerapkan kebersihan tempat produksi, dan melakukan penyuluhan terhadap karyawan agar lebih baik dalam bekerja.

Pembuatan Enzim Papain Kasar dari Biji, Daun dan Kulit Pepaya dan Aplikasinya untuk Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)

Nuryati, Nuryati, Budiantoro, Tekad, Inayati, Aya Shofia

Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.886 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.73

Abstract

Minyak kelapa murni (VCO) merupakan salah satu hasil olahan dari buah kelapa segar. Penggunaan biji, daun, dan kulit pepaya pada pembuatan VCO selain lebih murah dan mudah didapat, juga merupakan enzim golongan protease dan dapat diaplikasikan dalam pembuatan VCO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan enzim papain kasar dari biji, daun, dan kulit pepaya, mengetahui pengaruh penambahan enzim papain kasar terhadap rendemen VCO, dan kualitas VCO yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan enzim kasar berpengaruh terhadap rendemen dan kualitas VCO yang dihasilkan. Rendemen tertinggi (33,75%) diperoleh dengan penambahan enzim papain kasar dari biji papaya dengan konsentrasi 30%, Sedangkan rendemen yang terendah (21,12%) dihasilkan dengan enzim papain kasar dari daun dengan konsentrasi 20%. Parameter yang diamati adalah uji kadar air, kadar asam lemak bebas, massa jenis, dan bilangan peroksida. Kadar air VCO yang dihasilkan dari penelitian ini semua sampel belum memenuhi syarat mutu VCO, yaitu maksimal 0,5% (SNI 7381-2008). Sedangkan Hasil uji massa jenis ini yang memenuhi standar mutu SNI 7381-2008 yaitu sampel penambahan enzim papain dari biji 10%, daun 20%, biji 30%, daun 30% dan kontrol. Sedangkan sampel daun 10%, kulit 10%, biji 20%, kulit 20%, dan kulit 30% belum memenuhi standar SNI 7381-2008 yaitu sebesar 0,915-0,920 kg/m3. Hasil uji bilangan peroksida dapat diketahui bahwa semua sampel belum memenuhi standar SNI 7381-2008 sebesar ≤ 3 meq/kg.

Pengaruh Substitusi Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L) terhadap Kadar Serat dan Daya Terima Cookies

Kiptiah, Mariatul, Hairiyah, Nina, Nurmalasari, Ayu

Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.017 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.72

Abstract

Kulit pisang berpotensi sebagai sumber pati untuk pembuatan tepung karena mengandung karbohidrat sebesar 18,50%. Tepung kulit pisang kepok dapat dimanfaatkan sebagai bahan pensubtitusi pembuatan cookies untuk meningkatkan nilai serat. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur rendemen tepung kulit pisang yang dihasilkan pada proses pembuatan cookies menggunakan metode pengeringan sinar matahari, menganalisis perbandingan formulasi terbaik substitusi tepung kulit pisang kepok pada cookies, dan menganalisis tingkat penerimaan panelis terhadap produk cookies yang dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan substitusi tepung terigu dan tepung kulit pisang kepok yaitu A1 (100% : 0), A2 (75% : 25 %), A3 (70% : 30%), A4 (65% : 35%) dan A5 (50% : 50%), kemudian dilanjutkan dengan analisis kadar air dan kadar serat. Pada masing-masing perlakukan dianalisis uji organoleptik (rasa, aroma, tekstur dan warna). Data yang diperoleh diuji ANOVA dan uji lanjutan DMRT untuk mengetahui pengaruh perlakukan pada masing-masing perlakukan cookies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tepung kulit pisang kepok perlakukan terbaik yaitu tepung terigu 75% dan tepung kulit pisang kepok 25% dengan kadar air 2,13% serta kadar serat 15,34%. Berdasarkan hasil uji daya terima, penggunaan tepung kulit pisang kapok sebesar 75% tepung terigu 25% tepung kulit pisang kepok lebih disukai oleh panelis.

Karakterisasi dan Analisis Ekonomi Pemanfaatan Limbah Industri Tahu di UD. Usaha Berkah, Pelaihari

Jaya, Jaka Darma, Lestari, Ema, Wicaksono, Riddy Yanuar

Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.299 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.78

Abstract

Industri pengolahan tahu dalam proses produksinya menghasilkan limbah cair dan limbah padat. Limbah yang dihasilkan dari industri tahu dapat berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak ditangani dengan benar seperti timbulnya bau yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya dan pencemaran air. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi dan karakterisasi limbah yang dihasilkan dari proses produksi tahu di UD. Usaha Berkah, Pelaihari dengan menggunakan analisis neraca massa. Kemudian dilakukan analisis ekonomi pemanfaatan limbah tahu yang bertujuan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi usaha tahu. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil analisis neraca massa, proses pengolahan tahu menghasilkan limbah padat ampas tahu 18 kg dan limbah cair 158 kg. Limbah cair paling banyak dihasilkan pada proses pencucian, penggumpalan dan pencetakan, sedangkan limbah padat dihasilkan dari proses penyaringan. Pengujian limbah yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai BOD, COD, DO, TSS dan TDS hasil pengujian sampel tidak memenuhi standar yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Kemudian, berdasarkan hasil analisis ekonomi yang dilakukan pada pemanfaatan limbah industri diketahui bahwa pemanfaatan limbah tahu untuk biogas, tempe gembus, pakan ternak, dan pupuk organik , secara ekonomi layak untuk dilaksanakan dengan ditunjukkan nilai R/C rasio >1.