cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
PENGARUH MEROKOK TERHADAP HORMON TESTOSTERON PADA LAKI-LAKI USIA DIATAS 40 TAHUN Nawawi, Ibrahim Angga
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/882220172017%p1

Abstract

Testosteron adalah hormon androgen pada laki-laki dan hormon ini akan menurun sesuai dengan bertambahnya usia. Penurunan kadar testosteron ini mulai terjadi pada usia 40 tahun. Dua puluh persen laki-laki berusia 60-80 tahun, dan tiga puluh lima persen laki-laki berusia 80 tahun mempunyai konsentrasi testosteron total di bawah batas normal yaitu 350 ng/dL. Penurunan kadar testosteron akan menimbulkan berbagai gangguan fisik dan psikologis. Banyak faktor yang menyebabkan penurunan kadar testosteron salah satunya adalah perokok. Laki-laki perokok mempunyai risiko 2 kali lipat untuk mengalami penurunan kadar hormon testosteron. Rokok mengandung banyak bahan kimia yang sangat berbahaya bagi perokok aktif. Menurut WHO, ada 13 milyar perokok, dan Indonesia menduduki peringkat ke-4 jumlah perokok terbanyak di dunia dengan jumlah sekitar 141 juta orang. Pada hasil survei MMAS ditemukan perokok memiliki resiko 24% terjadinya disfungsi ereksi akibat penurunan hormon testosteron. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh merokok terhadap hormon testosteron pada laki-laki berusia diatas 40 tahun. Penelitian ini observasional, dengan pendekatan cross sectional dengan total sampling berjumlah 36 orang laki-laki berusia diatas 40 tahun dan perokok aktif. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan April 2017 sampai Oktober 2017 di RW X Perumahan Mega Permai dan Laboratorium Biokimia FK Unand untuk pemeriksaan hormon testosteron.  Analisa data diolah dengan sistem komputerisasi dengan uji statistic regresi linier sederhana derajat penolakan 5% ( p =0,05). Hasil penelitian tentang kebiasaan merokok didapatkan nilai mean 19,69 batang, median 18,50 batang, minimum 5 batang dan maximum 42 batang. Sedangkan hormone testosterone dengan nilai mean 11,303 nmol/L, median 10,250 nmol/L, minimum 7,5 nmol/L dan maximum 18,1 nmol/L. Terdapat pengaruh nilai signifikan kebiasaan merokok dengan hormone testosteron, di tandai nilai pada F hitung 30,309 dengan sig. 0,000 ≤ 0,05, artinya variabel kebiasaan merokok dapat mempengaruhi variabel hormone testosteron secara signifikan. Pengaruh kebiasaan merokok terhadap hormone testosterone adalah sebesar 68,7%. Kata Kunci      : Hormon Testosteron, Kebiasaan Merokok SMOKING EFFECT ON TESTOSTERON HORMONES ON THE MAN AGES IN 40 YEARS                                                   ABSTRACTTestosterone is an androgene hormone in males and this hormone decreases with age. This decrease in testosterone levels begins at 40 years of age. Twenty percent of men aged 60-80 years, and thirty-five percent of men aged 80 years have testosterone concentrations below the limit of 350 ng / dL. Decrease in testosterone levels will cause various physical and psychological disorders. Many that cause a decrease in testosterone levels one of them is a smoker. Male smokers have a 2-fold risk of decreasing testosterone levels. Cigarettes contain many chemicals that are very dangerous for active smokers. According to WHO, there are 13 billion smokers, and Indonesian is ranked the 4th largest number of smokers in the world with about 141 million people. In the survey results found MMAS smokers have a 24% risk of erectile dysfunction due to decreased testosterone. The aim of the study was to investigate the effect of smoking on testosterone in men over 40 years old. This study was observational, with cross sectional approach with sampling amounting to 36 men over the age of 40 years and active smokers. This research has been conducted from April 2017 to October 2017 in RW X Mega Permai and Biokimia Laboratory FK Unand for examination of testosterone. Was analysis processed by computerized system with simple linear regression statistic test of 5% rejection degree (p = 0,05). Result of research about smoking got mean value 19,69 stem, median 18,50 stem, minimum 5 rod and maximum 42 rod. While the hormone testosterone with a mean value of 11.303 nmol / L, median 10,250 nmol / L, a minimum of 7.5 nmol / L and a maximum of 18.1 nmol / L. There is of significant value of smoking with testosterone hormone, in mark value at F count 30,309 with sig. 0.000 ≤ 0,05, meaning that smoking variable can variable of testosterone hormone significantly. The of smoking on testosterone hormone is 68,7%.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGISIAN PARTOGRAF SECARA LENGKAP OLEH BIDAN PRAKTEK MANDIRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA PADANG Novita Yusuf, Rahmi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 7, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/781220162017%p1

Abstract

Pemantauan dan pencatatan keadaan ibu dan janin pada proses persalinan dengan menggunakan partograf merupakan upaya penurunan AKI dan AKB. Saat ini partograf belum terlaksana dengan baik sehingga belum semua persalinan dipantau dengan partograf akibatnya kelainan dan penyulit yang terjadi dalam proses persalinan tidak terdet eksi secara dini dan pengambilan keputusan klinik tidak dapat dilakukan. Berdasarkan laporan dari DKK Padang periode Desember 2012 didapatkan sebanyak 2141 persalinan di Puskesmas Lubuk Buaya. Menurut hasil dokumentasi Puskesmas Lubuk Buaya tahun 2012 ada 31Bidan Praktek Swasta (BPS) diwilayah kerja Puskesmas tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan pengisian partograf secara lengkap oleh Bidan Praktek Swasta di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya.Penelitian menggunakan survey analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh bidan praktek Mandiri (BPM) yang berada diwilyah kerja puskesmas lubuk buaya yaitu berjumlah 31 BPM dan sampel diambil dengan total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara. Hasil penelitian didapatkan45.2 % pengisian partograf secara tidak lengkap, memiliki tingkat pengetahuan rendah25.8%, memiliki sikap negative 22.6%, dan 83.9% tidak ada supervisi. Setelah diujikan dengan Chi- Square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap, supervisi dengan pengisian partograf secara lengkap (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, supervisi sangat mempengaruhi terhadap pengisian partograf secara lengkap. Didapatkan masih rendahnya supervisi dari bidan koordinator dalam pengisian partograf secara lengkap oleh Bidan Praktek Mandiri. Diharapkan agar bidan koordinator dapat meningkatkan supervisi atau pengawasan pada bidan praktek mandiri untuk pengisian partograf secara lengkap.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Supervisi, Pengisian Partograf
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN 3 R (REDUCE, REUSE, DAN RECYCLE) PADA SAMPAH RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SOLOK edison, edison
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/882220172017%p1

Abstract

Pengelolaan sampah dengan 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle) merupakan hal yang penting untuk mengatasi bertambahnya volume sampah setiap harinya. Data Kantor Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Solok tahun 2016 diketahui bahwa luas total wilayah Kabupaten Solok adalah 3.738 km2, daerah yang terlayani dalam pengelolaan sampah yaitu hanya 2,06%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan 3 R (reduce, reuse, dan recycle) pada sampah rumah tangga di Kabupaten Solok. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Kabupaten Solok dengan jumlah sampel 96 responden. Metode pengambilan sampel secara proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden (56,3%) tidak menerapkan 3 R dengan baik. Hampir separuh responden (44,8%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah. Lebih dari separuh responden (55,2%) memiliki sikap yang negative dan  64,6% memiliki motivasi yang rendah, hampir separuh responden (43,8%) memiliki dukungan tokoh masyarakat yang rendah. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap, motivasi, dan dukungan tokoh masyarakat dengan penerapan 3 R pada sampah rumah tangga (p value ≤ 0,05). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap, motivasi, dan dukungan tokoh masyarakat dengan penerapan 3 R pada sampah rumah tangga. Disarankan kepada lintas sektor terkait untuk melakukan sosialisasi 3 R kepada masyarakat agar mengelola sampah rumah tangga dengan menerapkan prinsip 3 R.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS LUBUK BEGALUNG PADANG TAHUN 2009 Idaman, Meldafia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 1, No 1 (2010): Desember 2010
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/181220102017%p1

Abstract

Frekuensi anemia dalam kehamilan cukup tinggi, terutama di negara-negara berkembang yaitu 10-20%. Di Indonesia frekuensi ibu hamil dengan anemia relatif tinggi yaitu 63,5%. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang behubungan dengan anemia pada ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Lubuk Begalung padang Tahun 2009. Dalam penelitian ini membahas tiga faktor yang menyebabkan anemia pada ibu hamil yaitu : paritas, jarak persalinan, dan tingkat pendidikan.Penelitian ini bersifat analitik, dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung, sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Penelitian dilakukan dari tanggal 02-13 Maret 2009.Pada penelitian ditemukan 24 responden (77,4%) dengan kadar Haemoglobin < 11 gr%, 13 responden (41,9%) denganparitas tinggi, 11 responden (35,5%) dengan jarak persalinan < 2 tahun, 12 responden (38,7%) dengan latar belakang pendidikan rendah.Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara paritas, jarak persalinan, dan tingkat pendidikan dengan anemia pada ibu hamil. Untuk itu disarankan kepada tenaga kesehatan agar tetap melakukan pencegahan, penanganan dan pengawasan terhadap ibu hamil dengan anemia.
Hubungan Intensitas Kebisingan Dengan Gangguan Pendengaran Pada Pengemudi Boat Pancung Di Pulau Belakang Padang Kota Batam Tahun 2017 Irawati, Ice
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v9i1.138

Abstract

Health is a basic human need and capital to live productively and efficiently. Health is not everything, but without health everything becomes meaningless. This is in accordance with Law no. 36 of 2009 on health, which clearly states that every person has the same rights in order to obtain the optimal health degree, for it held various health efforts by using health promotion / promotion (promotif), prevention of disease (preventive), Healing (curative) , And health care (rehabilitative).The purpose of this study to determine the Relation of Noise Intensity With Hearing Loss In Boat Pancung Driver In Island Belakang Padang Batam City Year 2017.This type of research is conducted by analytical method with cross sectional design. The sample number is 55 respondents with Simple Random Sampling method. The result of the research shows that there is relationship between noise intensity with hearing loss with P value = 0.000 then P <0,05.The conclusion that there is a significant relationship between noise with hearing loss. It is expected that managers provide education and training related to knowledge due to noise and prevention either through joint discussions or at meetings and evaluations conducted by managers, so drivers understand the dangers of noise and managers should always disseminate information about safety, personal protective equipment and other Other safety-related issues in preventing deafness.
PERAWAT DI RUANGAN RAWAT INAP RSUMAYJEN H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI nofia, vino rika
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/88122017201787-991

Abstract

ABSTRAK Keterbatasan dalam sarana dan prasarana, mengakibatkan kurangnya motivasi dalam bekerja dan beberapa perawat terlambat dalam bekerja yang mengakibatkan tidak disiplin. Permasalahan ini berhubungan dengan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat di ruangan rawat inap RSU mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian surveyanalitikdesaincross sectional study yaitu melihat hubungan antara variabel independen dan dependen. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 30 Juni-22 Juli2016 di ruangan rawat inap RSU mayjen H.A. Thalib Kerinci. Populasi penelitian ini adalah 102 orang d jumlah sampel yaitu 51 orang. Sampel diambil secara rendom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di ruang rawat inap RSU Mayjen H.A.Thalib Kerinci 84,9% responden memiliki kinerja yang baik, 54,7 % responden memiliki motivasi kerja yang baik, 84,9% respondenmemiliki disiplin kerja yang baik, terdapat  hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat(p=0,012), dan terdapathubungan antara disiplin kerja dengan kinerja perawat (p=0,000). Kesimpulan penelitian ini bahwa semakin tinggi motivasi kerja perawat maka semakin tinggi juga kinerja perawat dan semakin tinggi disiplin kerja perawat maka semakin tinggi juga kinerja perawat. Dan hasil penelitian ini diharapkan untuk lebih ditingkatkan lagi kinerja, motivasi dan disiplin kerja perawat. Kata kunci: Kinerja; motivasi kerja; disiplin kerjaABSTRACT Deficient in facilities and infrastructure, resulting in a lack of motivation in the work and several nurses working late in the resulting discipline. This problem is related to performance. This study aims to determine the factors associated with the performance of nurses in the inpatient room RSU Mayjen H.A. Thalib Kerinci. This type of research is that by using survey analysisdisign with cross sectional study. Correlation research is see the relationship between independent and dependent variables. The data collection was on 30 June to 22 July 2016 in the inpatient room RSU mayjen H.A. Thalib Kerinci.The population was 102 people and the total sample of 51 people. Samples were taken at random. The results showed in the inpatient room RSU Mayjen H.A. Thalib Kerinci that 84.9% of respondents has good performance, 54.7% of respondents has a good motivation, 84,9% of respondents has a good discipline, there is a significant relationship between work motivation and performance of nurses (p=0.016), and there is a significant relationship between work discipline and performance (p=0,000). The conclusion of this study that the higher work motivation nurse, the higher the performance of nurses and the higher work discipline nurse, the higher the performance of nurses. And the results of this study are expected to be further enhanced performance, motivation and discipline nurses. Key words: Performance; work motivation; work discipline 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN K4 ANTENATAL CARE DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK KILANGAN PADANG idaman, meldafia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/8812201720171-81

Abstract

Salah satu program untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan  secara teratur sehingga dapat  mendektesi lebih dini keadaan-keadaan yang mengandung resiko kehamilan dan persalinan bagi ibu maupun janin. Penyebab kurangnya pencapaian target kunjungan ibu hamil dalam rangka Antenatal Care ini tentu saja sangat kompleks, namun pada dasarnya dominan berkaitan dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kunjungan pelayanan Antenatal Care pada ibu hamil. Data yang didapat dari cakupan kujungan  ibu hamil di Puskesmas Lubuk Kilangan Padang pada tahun 2015, dari jumlah sasaran ibu hamil 1.093 orang, yang melakukan K4 80,4 %. Jumlah tersebut belum  memenuhi target cakupan kunjungan ibu hamil di Puskesmas Lubuk Kilangan Padang.Jenis penelitian adalah analitik dengan desain Cross Sectional. Tempat Penelitian ini  dilaksanakan di Puskesmas Lubuk Kilangan Padang pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2016. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan usia kehamilan 36-40minggu sebanyak 42 orang dan seluruh populasi dijadikan sampel (Total populasi). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Consecutive Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan hubungan  tingkat pengetahuan dengan kunjungan K4 Antenatal Care didapatkan nilai p= 0,00 (p< 0,05) dan  hubungan sikap dengan kunjungan K4 Antenatal Care didapatkan nilai p= 0,04 (p< 0,05).Simpulan penelitian ini terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kunjungan K4 Antenatal Care di Puskesmas Lubuk Kilangan Padang.Kata Kunci          : Kunjungan K4 Antenatal Care; Tingkat Pengetahuan; Sikap
HUBUNGAN BERAT PLASENTA DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI KOTA PADANG idaman, meldafia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v9i1.144

Abstract

Abstrak       Pada tahun 2015, persentasi kelahiran BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) di Kota Padang meningkat sebanyak 1,74%. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan janin antara lain adalah plasenta (besar dan berat plasenta). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat plasenta dengan berat lahir bayi di kota Padang tahun 2017.     Jenis penelitian ini adalah analitik dengan uji korelasi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 08 Agustus sampai 07 September 2017 dengan jumlah responden sebanyak 47 orang ibu bersalin. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di 3 BPM (Bidan Praktik Mandiri – Bidan Mariani Darwis, A.Md.Keb, Bidan Nurhaida, A.Md.Keb. dan Bidan Armiati, A.Md. Keb.) di kota Padang. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling dan teknik pengumpulan data dengan menimbang berat plasenta dan berat lahir bayi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi dan regresi (P<0,005).     Hasil penelitian didapat berat plasenta rata-rata 537,91 gr, standar deviasi ± 94,906 gr, berat plasenta minimal 320 gr  dan berat plasenta maksimal 841 gr. Berat lahir bayi rata-rata 3364,04 gr, standar deviasi ± 421,497 gr, berat lahir bayi minimal 2.270 gr  dan berat lahir bayi maksimal 5.050 gr. Ada hubungan yang bermakna antara berat plasenta dengan berat badan lahir dengan p value=0,000, R=0,850.     Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara berat plasenta dengan berat badan lahir bayi.Kata Kunci ; berat plasenta; berat lahir bayi.
Analisis Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh dan Kembang Pada Anak Balita Usia 3-5 Yusuf, Rahmi Novita
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/882220172017%p1

Abstract

Menurut Data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2015 diketahui cakupan pelayanan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) anak balita di kota padang sebesar 63,6%. target Tumbuh Kembang sebesar 90%. Dari 22 Puskesmas yang ada di kota padang, Puskesmas Ulak Karang merupakan puskesmas terendah pencapaian pelayanan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK)Masih belum tercapainya target. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu Tentang Tumbuh dan Kembang pada Anak Balita Usia 3-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Kota Padang Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif.Desain penelitian ini  adalah  cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan mulai tanggal 20-25 september 2016 di wilayah kerja puskesmas ulak karang padang pada tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita usia 3-5 tahun yang berjumlah 244 orang dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling. Sampel yang didapat sebanyak 71 orang. Data di analisis secara univariat dan diolah secara manual. Dari analisis yang diperoleh didapatkan sebagian besar  responden40,9%tidak melaksanakan DDTK pada anak balita, Sebagian besar responden 40,8% berpengetahuan rendah tentang Tumbuh Kembang pada anak balita di Puskesmas Ulak Karang Padang tahun 2016. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kurangnya kunjungan DDTK di sebabkan masih rendahnya tingkat pengetahuan ibu tentang pentingnya pelaksanaan DDTK pada anak balita. diharapkan bagi Puskesmas untuk mengaktifkan kelas ibu balita dan meningkatkan informasi  DDTK selanjutnya agar Cakupan  Deteksi Dini Tumbuh Kembang tercapai di Puskesmas Ulak Karang Padang Kata Kunci; Pengetahuan;Tumbuh;Kembang               According to the Health deparment Data of Padang City in 2015, the coverage of Early Drowsiness Early Detection (DDTK) for children under five in padang city was 63.6, Growth target by 90%. from the 22 Community Health Center in the city of Padang, Ulak Karang Community Health Center is the lowest health center achievement of Early Detection was growing (DDTK) service Still not reaching the target. The purpose of this study is to determine the level of knowledge of mothers About Growth and Flower in Toddlers Age 3-5 Years in Work Area Ulak Karang Community Health Center conts Padang Year 2016. The type of this research is descriptive. The design of this research is cross sectional. This research has been conducted from 20-25 september 2016 in working area of ulak karang  in year 2016. The population in this research is all mothers with children aged 3-5 years old, amounting to 244 people with technique of sampling by purposive sampling. The sample is 71 people. The data were analyzed univariat and processed manually. From the analysis obtained most of the respondents 40,9% do not implement DDTK in children under five, Most of respondents 40,8% low knowledge about Growth  at Ulak Karang community  health center Padang in 2016. The conclusion of this research is the lack of DDTK visit is caused by the low level of mothers knowledge about the importance of DDTK implementation in children under five. It is hoped that community health center will be able to activate the mother-to-toddler classes and improve DDTK information to ensure that Early Detection of Growth Coverage is reached at Ulak Karang community health center Padang Keyword : knowledge; growth;development
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI REMAJA DI SMA N 12 PADANG TAHUN 2015 Pebrina, Melia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 7, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/782220162017%p1

Abstract

Menurut penelitian Cakir M et al pada tahun 2007 menemukan 31,2% remaja di Turki mengalami ketidakteraturan pola menstruasi. Perbedaan panjangnya pola menstruasi antar wanita biasanya disebabkan karena status gizi, tidak seimbangnya hormon estrogen, progesteron, LH dan FSH karena suatu penyakit, maupun stress. Dari survey awal yang dilakukan ditemukan 5 orang siswi mengalami siklus menstruasi teratur dengan status gizi normal ( IMT ≥18,5-25,0) dan 5 orang mengalami siklus menstruasi tidak teratur dengan status gizi tidak normal (IMT, <18,5 dan > 25,0). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi dengan keteraturan siklus menstruasi pada siswi remaja di SMA N 12 Padang. Desain penelitian yaitu survei analitik dengan rancangan cross sectional. Di mana variabel independen dalam penelitian ini adalah status gizi, sedangkan variabel dependen adalah keteraturan siklus menstruasi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X dan kelas XI. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dengan sampel dalam penelitian ini sebanyak 186 orang responden. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan siswi remaja yang memiliki status gizi tidak normal sebanyak 48 orang (25,8%), siswi remaja yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 57 orang (30,6%). Ada hubungan bermakna antara status gizi dengan keteraturan siklus menstruasi pada siswi remaja di SMAN 12 Padang dengan nilai p = 0,000 ( p < 0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara status gizi dengan keteraturan siklus menstruasi pada siswi remaja di SMAN 12 Padang. Saran untuk remaja putri agar lebih menjaga status gizi dan memelihara kesehatan reproduksinya agar siklus menstruasi mereka menjadi teratur.Kata Kunci : Status Gizi, Siklus Menstruasi, Remaja Putri