cover
Filter by Year
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi)
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) adalah jurnal peer reviewed dan Open-Acces. JRST merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto. JRST mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi di seluruh dunia untuk bertukar dan memajukan keilmuan di bidang sains dan teknologi yang meliputi bidang Matematika, Kimia, Biologi, Teknologi Rekayasa dan Keteknikan, Farmasi, Geografi, Komputer dan Teknologi Informasi. Dokumen yang dikirim harus dalam format Ms. Word dan ditulis sesuai dengan panduan penulisan. JRST terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Maret dan September.
Articles
25
Articles
Karakterisasi Pasir Besi Alam Pantai Samudera Baru dan Pemanfaatannya sebagai Filler pada Sistem Penyaring Elektromagnetik

Widianto, Eri, Kardiman, Kardiman, Fauji, Najmudin

JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.175 KB)

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi pasir besi alam Pantai Samudera Baru Karawang dan aplikasinya sebagai filler pada penyaring elektromagnetik. Sampel pasir pantai diekstraksi menggunakan magnet permanen untuk memisahkan material magnetik dan non magnetik. Karakterisasi pasir besi menggunakan Scanning Electron Microscopy with Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX). Hasil karakterisasi menggunakan SEM-EDX menunjukkan bahwa sampel pasir besi mengandung unsur Fe dan O, yang berasal dari fase Magnetit (Fe3O4), Maghemite (γ-Fe2O3) dan hematit (α-Fe2O3). Sistem penyaring elektromagnetik dibuat dari pipa PVC berdiameter 1 inchi yang diberi lilitan kawat tembaga berdiameter 0,35 mm, panjang kolom penyaring 50 cm dengan 1050 lilitan dan dimasukkan pasir besi 500 gram sebagai media penyaring. Penyaringan dilakukan dengan mengalirkan sampel air dengan besar arus konstan yaitu 2 A. Hasil pengujian menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA) menunjukkan penurunan kadar logam Fe dari 1,228 ppm menjadi 0,0510 ppm dan 0,0813 ppm.Kata Kunci : pasir besi, SEM-EDX, sistem penyaring elektromagnetik

Analisis Sifat Mekanik Terhadap Bentuk Morfologi Papan Komposit Sekam Padi Sebagai Material Alternatif Pengganti Serat Kaca

Kardiman, Kardiman, Marno, Marno, Sumarjo, Jojo

JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.815 KB)

Abstract

ABSTRAKPengembangan material komposit menuntut terciptanya material yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya yaitu dengan pemanfaatan serat alam sebagai alternative pengganti serat kaca.Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh fraksi volume sekam padi 10%, 35% dan 50 %. Pembuatan komposit dimulai dengan mencapurkan sekam padi dengan larutan NaOH 7%, kemudian dialkalisasi selama 2 jam, cetakan komposit menggunakan standart ASTM D 638 dengan metode Hand Lay Up. Pengujian sifat mekanik meliputi pengujian tarik dan karakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi terjadi pada fraksi volume 10 % sampai dengan 35% yaitu 11,071 N/mm2 sampai dengan 11,387 N/mm2. Dari hasil pengujian SEM menujukan bentuk morfologi sekam padi fraksi 35% yang tebentuk didominasi resin butek dan tampak mengikat sekam padi secara optimal. Sedangkan bentuk morfologi fraksi volume sekam 50% terlihat bentuk morfologi gelembung udara selain itu rongga terbentuk lebih besar sehingga resin tidak cukup mampu mengikat sekam padi secara optimal. Sehingga [L1] dapat disimpulkan bahwa pencampuran fraksi sekam padi 10% sampai dengan 35% akan meningkatkan nilai kekuatan tarik selain itu, bentuk morfologi yang diamati terlihat sangat baik dibanding fraksi sekam 50%.Kata kunci: Komposit Sekam padi, Pengujian Tarik, pengujian SEM  ABSTRACTThe development of composite materials demands the creation of more environmentally friendly materials. One of them is the utilization of natural fiber as an alternative to the change is fiber glass.  This study aims to determine the effect of rice husk fraction volume to 10%, 35% and 50%. Composite preparation was started by mixing the rice husk with 7% NaOH solution, then it was calculated for 2 hours, the composite mold using ASTM D 638 standard with Hand Lay Up method. Testing of mechanical properties using tensile test and characterization using SEM. The results showed a high tensile strength in the volume fraction of 10% to 35%, ie 11.071 N/mm2 up to 11,387 N/mm2. From the SEM test results morphological form of rice husk fraction 35% which is dominated by the resins butek and looks optimally husk rice husk. The morphological form of 50% husk volume fraction is seen in morphological form of air bubbles besides that the cavity is formed larger so that the resin is not enough able to bind rice husk optimally.[L2]  It can be concluded that mixing rice husk fraction of 10% to 35% will increase the tensile strength values in addition, the morphology was observed look very good compared chaff fraction of 50%.Keyword: Composite husk rice, Tensile Test, SEM testing 

Panduan Penulisan

Editorial, Jrst

JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.106 KB)

Abstract

Panduan Penulisan

Perancangan IT Balanced Scorecard dalam Penyusunan Strategic Map Perguruan Tinggi (Studi kasus: Institut Teknologi Telkom Purwokerto)

Prabowo, Wahyu Adi, Saintika, Yudha

JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.516 KB)

Abstract

Kebutuhan Teknologi Informasi (TI) didalam institusi pendidikan menjadi kebutuhan yang sangat mutlak di saat ini.  Kebutuhan Teknologi Informasi juga menjadi peranan penting untuk meningkatkan kinerja institusi pendidikan khususnya di Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP). Peranan IT Balanced Scorecard menjadi keunggulan tersendiri demi tercapainya visi misi ITTP sebagai kampus yang sangat mengedepankan TI baik itu di dalam  kinerja manajemen dan pendidikan. Keunggulan IT Balanced Scorecard salah satunya adalah mendukung IT Governance, ini sangat diperlukan institusi untuk dapat menciptakan adanya sebuah keselarasan bisnis dan teknologi informasi demi mewujudkan continuous improvement ITTP. Permasalahan di ITTP saat ini dalam hal kegiatan perencanaan kinerja TI belum mengacu atau berpedoman ke sebuah standar tertentu. Kondisi yang terjadi sekarang adalah masing-masing unit/bagian merumuskan kebutuhan mereka secara subjektif dan tanpa pertimbangan khususnya di bagian IT Support. Penelitian ini bertujuan untuk merancang IT Balanced Scorecard yang nantinya akan digunakan untuk mengukur kinerja IT ITTP. Penelitian ini dimulai dengan menganalisa visi misi dan strategi yang didasarkan dari renstra ITTP dan menganalisis SWOT IT yang ada di ITTP untuk mengetahui kondisi saat ini. Kemudian penulis menganalisis matriks TOWS untuk mengetahui strategi dan KPI terbaik untuk ITTP kedepannya.  Untuk membangun sasaran strategis dan strategy maps yang tepat, penulis mengacu kepada renstra ITTP agar terciptanya keselarasan bisnis dan IT. Langkah selanjutnya adalah dengan memetakan KPI hasil dari analisa matriks TOWS ke dalam sasaran strategi yang sudah dibentuk, sehingga IT Balanced Scorecard dapat terbentuk.  Keobjektivitasan penelitian sangat mutlak diperlukan dalam membangun IT Balanced Scorecard sehingga penelitian pada studi kasus ini dapat menghasilkan 12 sasaran strategis dan menghasilkan 20 KPI yang  akan digunakan sebagai ukuran kinerja IT Balanced Scorecard. Kata Kunci : IT Balanced Scorecard, IT Governance, SWOT, strategy maps

Analisis pH dan Pengadukan Terhadap Produksi Biogas dari Limbah Cair Kelapa Sawit

Suryani, Faizah, Homsah, Ozkar Firdausi, Basuki, Mahmud

JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.129 KB)

Abstract

Limbah Cair Kelapa Sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) merupakan salah satu sumber yang berpotensi untuk diolah menjadi biogas karena kandungan gas metana yang tinggi. Selain itu ketersediaan limbah cair kelapa sawit ini cukup memadai seiring dengan berkembangnya industri  minyak kelapa sawit di Indonesia. Pada tahun 2014, luas kebun kelapa sawit mencapai 10,9 Ha dengan produksi 29,3 juta ton CPO.  Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pH dan pengadukan pada digester untuk mendapatkan hasil biogas yang optimal. Percobaan dilakukan dengan membuat digester bervolume 3 L,  dioperasikan pada temperatur kamar, dengan mevariasikan pH 7,5 ;8 dan 8,5, waktu fermentasi 7, 10, 13, 15 dan 17 hari dan memakai digester berpengaduk dan tidak berpengaduk. Pada larutan ditambahkan NaOH sebagai pengatur pH larutan agar sesuai dengan kondisi yang diinginkan.  Kondisi yang paling baik dalam menghasilkan biogas adalah pH 8,5 waktu fermentasi 13 hari dengan digester berpengaduk, dengan konsentrasi biogas sebesar 195,41 ppm. Kata Kunci: biogas ,limbah cair kelapa sawit, pH, fermentasi anaerob

Cover

Editorial, Jrst

JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Cover

Respon Pertumbuhan Tunas Andalas (Morus Macroura Miq.) Hasil Enkapsulasi pada Suhu Penyimpanan yang Berbeda

Rahmatullah, Widia

JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.521 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu penyimpanan yang efektif pada benih sintetik tanaman andalas dengan menggunakan metoda eksperimen,  dilakukan 3 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah berupa penyimpanan benih sintetik Andalas pada suhu 4ºC, 14 ºC dan 23 ºC. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2011 sampai Februari 2012 di Laboratorium Kultur Jaringan dan Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa suhu penyimpanan efektif untuk benih sintetik Andalas adalah 4ºC dengan persentase hidup 70%.Kata kunci: tanaman Andalas, pertumbuhan, enkapsulasi, suhuABSTRACTThis study aims to determine the effective storage temperature in the syntetic seed of plants Andalas. Using the experimental method, 3 treatments were performed and lo repetition. The treatments were performed and 10 repetition. The treatment provided is in the form of storage of synthetic Andalas seeds at 4 ºC, 14 º ºC, and 23 ºC. This research was conducted in December 2011 until February 2012 in the Kultur Network and Plant Physiology Laboratory ,Biology Departement, Sains Faculty Andalas University, Padang. From the research, it was found that the effective storage temperature for the syntetic seed of Andalas is 4 ºC  with 70% live percentage. Keywords: Andalas plant, growth, encapsulation, temperature

Editorial Team

Editorial, Jrst

JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.322 KB)

Abstract

Editorial Team

Kata Pengantar dan Daftar Isi

Editorial, Jrst

JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.914 KB)

Abstract

Kata Pengantar dan Daftar Isi

Kejadian Myalgia pada Lansia Pasien Rawat Jalan

Sumardiyono, Sumardiyono, Lowa, Novy Wahyunengsi, Azzam, Abdullah Muchammad, Huda, Khairunnisa Nurul, Nurfauziah, Nadia

JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 1 No. 2 September 2017: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.442 KB)

Abstract

ABSTRAK Myalgia atau nyeri otot termasuk salah satu keluhan sakit yang cukup sering diderita manusia. Lansia juga sering mengeluhkan adanya myalgia. Proses menua mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi dari organ-organ pada lansia, diantaranya penurunan fungsi muskuloskeletal, dan penurunan massa otot yang dapat menyebabkan gangguan pada otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan kejadian myalgia pada lansia pasien rawat jalan.  Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Matesih Kabupaten Karanganyar dengan sampel para pasien rawat jalan tanggal 1-31 Mei 2016. Sampel dipilih secara simple random sampling sebanyak 97 sampel. Data sekunder berupa umur diambil dari rekam medik pasien. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi Square.  Kejadian myalgia pada pasien rawat jalan lansia (48,6%) lebih sedikit dibandingkan pasien rawat jalan bukan lansia (51,4%).  Tidak terdapat hubungan signifikan antara  kejadian myalgia dengan lansia pada pasien rawat jalan di Puskesmas Matesih Karanganyar (p>0,05). Kata kunci: Myalgia, Lansia ABSTRACTMyalgia or fatigue is one of the most common disease affects humans. Elderly are also often complain of myalgia. Aging process resulted in a decreasing organ function, including musculoskeletal function, and muscle mass, which may cause abnormality to the muscle. This research aims to know the relationship between myalgia disease with elderly in outpatients. This research was an observational analytic research with cross sectinal approach. This research was done at the health center Matesih Karanganyar with a sample of outpatients in May 30–June 1, 2016. The sample was selected by simple random sampling as many as 97 samples. Secondary data are taken from the patient’s medical record. Data was analyzed by Chi Square Test. The incidence of myalgia at the health center Matesih Karanganyar in elderly outpatient (48.6%) less than the younger outpatient (51.4%). There was no significant relationship between the incidence of myalgia with the elderly in outpatients at Matesih health centre in Karanganyar district (p> 0.05). Keywords: Myalgia, Elderly