cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tropical Fisheries Management Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Kerentanan Perikanan Bycatcth Tuna dari Samudera Hindia: Evidance dari Pelabuhan Perikanan Pelabuhanratu Yonvitner, Yonvitner; Tamanyira, Masykur; Ridwan, Wawan; Habibi, A; Destilawati, Destilawati; Akmal, Surya Gentha
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan tuna dengan alat tangkap tonda, longline dan payang juga turut menangkap bycatch tuna. Bycatch tuna yang sering tertangkap adalah baby tuna, lemadang dan ikan cakalang yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan resiko dan kerentanan.  Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menentukan tingkat resiko kerentanan dengan pendekatan analsisi produktivitas dan suseptabilitas.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2013 di Pelabuhanratu.  Analisis kerentanan dengan data produkitivitas dan suseptabilitas menggunakan software PSA NOAA.  Tingkat kerentanan menunukan hasil yang relatif sama yaitu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) 1,14, ikan lemadang (Coryphaena hippurus) 1,38, baby tuna (Thunnus albacores) 1,41. Secara keseluruhan nilai menunjukan tingkat resiko rendah dan  kerentanan ikan bycatch tuna masih berpotensi berkelanjutan.
Inventarisasi Jenis Ikan Karang dan Komposisi Jenis Ikan Ekonomis Penting (Study Kasus Kampung Kornasoren, Saribi dan Syoribo) Pulau Numfor Kabupaten Biak Numfor Runtuboi, Ferawati; Bawole, Roni; Goram, Abraham; Wawiyai, Yuliana; Wambraw, Mercy; Numberi, Yan Zakeus; Gandegoai, Alvian; Lamahoda, Pati Beda Elvis; Rumakabes, Salim; Laturmase, Markus; Suparlan, Suparlan; Andoi, Desy Kartika
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt,2,1,11-18

Abstract

Ikan karang merupakan salah satu bio indikator terhadap keberadaan terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan karang, sebaran dan hubungan panjang berat ikan konsumsi di perairan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 oktober – 1 november 2017 di perairan Numfor Timur dan Numfor Barat. Metode yang digunakan untuk pengambilan data adalah dengan pendekatan Line Transect (LIT) dengan kedalaman 3 dan 5 meter di ekosistem terumbu karang menggunakan alat bantu SCUBA dan pengunkuran hasil tangkapan beberapa nelayan. Dari hasil pengamatan LIT diperoleh 138 spesies dari 16 familly yang semuanya teridentifikasi sebagai spesies ikan karang. Selanjutnya dari pengukuran hasil tangkapan nelayan diperoleh dua jenis familly ikan yang dominan yaitu Pomacentridae, Labridae dan Caetodontidae. Selanjutnya untuk komposisi ikan yang terdata oleh nelayan adalah jenis Lutjanus lineatus, Chaerodon anchorago dan Chaerodon vunutus. Deskriptif dari tiap ikan ini untuk panjang adalah 17.60±2.72 dan berat 112.64±54.97, jenis ikan Chaerodon anchorago dengan panjang 19.86±1.68 dan berat 136±21.5,7, jenis Chaeredon dengan panjang 16.16±1.50 dan berat 97.85±24.69. Selanjutnya nilai hubungan panjang berat dari ketiga jenis ikan ini masing masing menunjukkan jenis Ikan Lutjanus lineatus (R. 0.857), Ikan Chaerodon anchorago (R. 0.99) dan jenis ikan Chaerodon vunutus (R. 0.61). Dengan keanekaragaman jenis ikan yang tinggi di pesisir Numfor Timur dan Numfor Barat, diharapkan dapat mendukung potensi Perikanan dari Numfor sebagai komoditi unggulan.
Kesesuaian Perairan Pantai Labombo Di Kota Palopo Untuk Aktivitas Wisata Bahari Bibin, Muhammad; Imran, Zulhamsyah
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt,2,1,61-73

Abstract

Objek wisata pesisir yang banyak diminati para wisatawan yang berkunjung di Kota Palopo adalah obyek wisata Pantai Labombo. Sampai saat ini, belum ada perhatian serius dalam hal pengembangan Pantai Labombo sehingga kontribusinya bagi pemerintah Kota Palopo juga terbilang masih minim. Permasalahan di Pantai Labombo yang nampak adalah belum adanya kajian tentang kesesuaian wisata yang dapat dijadikan acuan bagi pengembangan wisata bahari di Kawasan Pantai Labombo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kesesuaian kawasan wisata untuk aktifitas wisata bahari di perairan Pantai Labombo Kota Palopo.  Metode analisis data terdiri dari analisis spasial dan analisis kesesuaian wisata dengan menggunakan pendekatan ruang per terhadap total sediaan area. Berdasarkan hasil penelitian Kawasan Perairan Pantai Labombo untuk kegiatan wisata bahari kategori snorkeling dan selam di perairan Pantai Labombo termasuk kedalam kategori tidak sesuai (N) karena masih ada faktor yang masih minim dan menjadi faktor pembatas yaitu tutupan karang, jumlah lifeform karang dan jenis ikan karang yang merupakan daya tarik wisatawan untuk menikmati keindahan bawah laut. parameter tutupan komunitas terumbu karang, jenis lifeform dan jenis ikan ikan sangat berperan dalam menentukan tingkat kepuasan wisatawan saat berwisata.
Keanekaragaman Jenis dan Biomassa Ikan Karang (Species Target) di Perairan Pesisir Kampung Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan Parenden, Dedi; Tebay, Selvi; Sawaki, Dodi J
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt,2,1,52-60

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2017 di perairan pesisir Kampung Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan,  Provinsi Papua Barat. Tujuan penelitian ini mengetahui komposisi jenis ikan karang, keanekaragaman jenis ikan karang, kelimpahan dan biomassa ikan karang. Proses pendataan kelimpahan ikan karang menggunakan metode sensus visual ikan (Underwater Fish Visual Census Method) (English et al, 1994), dimana secara teknis dilakukan dengan metode transek sabuk (Belt Transect).  Total  ikan karang yang tercatat adalah 6224 individu, tergolong dalam 9 famili, 11 genus dan 22 spesies dimana total individu stasiun I sebanyak 1174 dan 5050 individu pada stasiun II. Komposisi ikan karang tergolong dalam 9 famili (Haemullidae, Mullidae, Scaridae, Lutjanidae, Caesionidae, Acanthuridae, Siganidae, Serranidae dan Sphyraenidae), 11 genus (Plectorinchus, Parupeneus, Mulloides, Scarus, Choerodon, Lutjanus, Caesio, Ctenochaetus, Siganus, Cephalopholis, dan Sphyraena), dan terdiri dari 22 spesies (Plectorinchus lineatus, Plectorinchus chrysotaenia, Parupeneus bifasciatus, Mulloides flavolineatus, Scarus sp., Scarus bleekeri, Scarus flavipectoralis, Scarus quoyi, Choerodon anchorago, Lutjanus gibbus, Lutjanus quinquelineatus, Lutjanus semicinctus, Lutjanus erythropterus, Lutjanus rivulatus, Caesio lunaris, Caesio teres, Ctenochaetus striatus, Ctenochaetus tominiensis, Siganus doliatus, Siganus guttatus, Cephalopholis miniata, dan Sphyraena barracuda).  Nilai indeks keanekaragaman pada stasiun I sebesar 3,03 dan 3,61 pada stasiun II, selanjutnya nilai indeks keseragaman pada stasiun I sebesar 1,12 dan 1,17 pada stasiun II, serta nilai indeks dominansi pada stasiun I sebesar 0,10 dan 0,08 pada stasiun II. Kelimpahan total ikan karang yang termasuk dalam kategori spesies target pada stasiun I yaitu 46.960 individu/ha dengan estimasi biomassa sebesar 188.528,7 Kg/ha. Selanjutnya pada stasiun II kelimpahan total ikan karang mencapai 202.000  individu/ha serta estimasi biomassa sebesar 335.045,4 Kg/ha.
Hubungan Panjang Bobot dan Potensi Reproduksi Ikan Kurau (Polynemus dubius Bleeker, 1853) di Teluk Palabuhanratu Hasibuan, Julia Syahriani; Boer, Mennofatria; Ernawati, Yunizar
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan kurau (Polynemus dubius) merupakan salah satu ikan demersal yang ditangkap oleh nelayan di perairan palabuanratu. Informasi biologi reproduksi P. dubius ini masih sedikit sehingga diperlukan kajian reproduksi bagi pengelolaan di masa mendatang. Penelitian tentang aspek biologi meliputi hubungan panjang bobot, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas dan diameter telur dilakukan pada bulan Mei  sampai dengan September  2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang – bobot ikan kurau mengikuti persamaan W = 0,0000051531L3,0779, dengan nilai b = 3. Dengan demikian ikan kurau mempunyai pola pertumbuhan yang isometrik dimana terdapat keseimbangan antara pertumbuhan panjang dengan pertumbuhan bobot. Proporsi ikan kurau betina lebih dominan dibandingkan proporsi ikan kurau jantan selama penelitian. Proses kematangan gonad terjadi secara bertahap dan mengalami pemijahan secara tidak serentak (partial spawning). Fekunditas ikan kurau berkisar antara 1.027 – 18.580 butir dengan indeks kematangan gonad antara 2,172% - 7,027%.
Biologi Ikan Tongkol Komo (Euthynnus affinis) Di Laut Jawa Hidayat, Thomas; Nugroho, Teguh; Chodrijah, Umi
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt,2,1,30-36

Abstract

Ikan tongkol komo (Euthynnus affinis)  termasuk salah satu ikan pelagis ekonomis penting yang tertangkap di Laut Jawa. Data dan informasi tentang  ikan tongkol komo di Laut Jawa masih terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian biologi ikan ini. Penelitian beberapa aspek biologi ikan tongkol komo dilakukan dari bulan Januari sampai Desember 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi tongkol komo yang meliputi  hubungan panjang dan berat, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, ukuran rata-rata pertama kali tertangkap dan ukuran rata-rata pertama kali matang gonad dan kebiasaan makan. Pengukuran panjang  ikan dilakukan secara acak proporsional, sampel ikan dibedah untuk  mengetahui kematangan gonad, nisbah kelamin, dan jenis makanan. Hasil penelitian menunjukkan sebaran frekuensi panjang ikan tongkol komo antara 13-55 cm dengan modus  25 cm. Pertumbuhan tongkol komo bersifat isometrik dan perbandingan jumlah kelamin jantan dan betina menunjukkan nisbah kelamin dalam kondisi seimbang. Ukuran rata-rata pertama kali  tertangkap (Lc) dengan mini purse seine adalah 31,75 cm. Ukuran rata-rata pertama kali matang gonad (Lm) adalah 33,7 cm. Ikan tongkol komo tergolong ikan karnivora yang mangsanya meliputi berbagai jenis ikan dan moluska.
Tingkat Kerentanan Sumberdaya Ikan Pelagis Kecil Berdasarkan Alat Tangkap Di Perairan Utara Jawa Khatami, Aulia Maghfirotul; Yonvitner, Yonvitner; Setyobudiandi, Isdradjad
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt,2,1,19-29

Abstract

Ikan pelagis kecil merupakan spesies target penangkapan karena bernilai ekonomis. Sampai 2016, Kementerian Kelautan Perikanan melaporkan bahwa pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis kecil telah mencapai kondisi tangkap lebih. Hal ini disebabkan oleh upaya penangkapan yang tidak terkendali, salah satunya akibat penggunaan alat tangkap ikan yang sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerentanan sumberdaya ikan pelagis kecil berdasarkan jenis alat tangkap yang beroperasi di perairan Utara Jawa. Diketahui bahwa lima dari enam jenis ikan yang ditangkap memiliki laju eksploitasi yang melebihi batas optimum (50%) dan digolongkan sebagai overexploited. Selain itu, alat tangkap bagan juga diduga sebagai alat tangkap yang paling menyebabkan sumberdaya ikan pelagis kecil rentan, karena memiliki nilai kerentanan tangkap (IV catch) yang paling tinggi sebesar 52,21. Hal ini diindikasikan juga oleh biomassa hasil tangkapan dan ukuran panjang ikan yang tertangkap dari suatu alat tangkap. Jika ukuran ikan yang tertangkap makin kecil dan ukuran pertama kali matang gonadnya (Lm50) rendah, maka jenis ikan tersebut dikhawatirkan berada pada kondisi rentan. Spesies ikan yang berstatus rentan tinggi berarti beresiko mengalami deplesi di alam dalam waktu yang singkat.
Inventarisasi dan Ekologi Ikan Gelodok (Famili : Gobidae) di Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah Ramadhani, Sabilah Fi; Setyobudiandi, Isdradjad; Haryadi, Sigid
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt,2,1,43-51

Abstract

Kawasan pesisir Kabupaten Brebes merupakan kawasan yang memiliki potensi sumberdaya ikan gelodok. Daerah ini menjadi salah satu sentra penangkapan ikan gelodok. Ikan gelodok memiliki keanekaragaman jenis untuk itu perlu dilakukan identifikasi jenis ikan yang ada disana sebagai inventarisasi dan pengelolaan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2017 di kawasan pesisir Kabupaten Brebes yang merupakan sentra penangkapan dan pengolahan ikan gelodok, titik lokasi yang diambil adalah Desa Kaliwlingi, Muara Polang, Desa Sawojajar dan Desa Bangsri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung dan identifikasi menggunakan buku Kottelat et al. (1993) serta perhitungan kepadatan dan pola sebaran populasi ikan dan analisa vegetasi mangrove. Hasil yang diperoleh terdapat 6 jenis ikan gelodok yaitu Acentrogobius viridispunctatus, Boleophthalmus pectinirostris, Oxuderces nexipinnis, Parapocryptes serperaster, Periophtalmodon schlosseri, dan  Scartelaos histophorus. Ikan gelodok dengan ekosistem mangrove memiliki hubungan korelasi nilainya menunjukkan suatu hubungan yang beragam mulai dari rendah-sangat kuat.
Tingkat Kerentanan Ikan Tembang (Sardinella fimbriata, Valenciennes 1847 ) dari Kegiatan Penangkapan dan Potensi Keberlanjutandi Perairan Selat Sunda Puspita, Riska; Boer, Mennofatria; Yonvitner, Yonvitner
Tropical Fisheries Management Journal Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt,1,01,17-23

Abstract

Hasil tangkapan ikan tembang (Sardinella fimbriata) mengalami peningkatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dapat menimbulkan kerentanan sediaannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kerentanan ikan tembang (S. fimbriata) dari tekanan penangkapan berdasarkan produksi tangkapan di perairan Selat Sunda. Penelitian dilakukan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Banten pada bulan Mei hingga September 2016. Hasilnya diketahui ikan tembang termasuk kelompok ikan herbivora dengan tingkat trofik sebesar 2,01. Nilai intrinsic vulnerability catch ikan tembang dari semua alat tangkap sebesar 161,20 tertinggi di antara delapan ikan pelagis yang ada. Hasil ini menjelaskan bahwa ikan tembang memiliki kerentanan yang tinggi karena aktivitas penangkapan. Alat tangkap yang memberikan risiko kerentanan yang tinggi adalah payang. Tekanan penangkapan yang tinggi juga diikuti pola eksploitasi yang tinggi.
Kematangan Gonad dan Potensi Reproduksi Ikan Banyar (Rastrelliger kanagurta, Cuvier 1817) Safarini, Dian; Mashar, Ali
Tropical Fisheries Management Journal Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt,1,01,11-16

Abstract

Ikan banyar (Rastrelliger kanagurta) merupakan salah satu ikan ekonomis penting dari perairan Teluk Banten. Informasi biologi reproduksi R. kanagurta ini masih sedikit sehingga diperlukan kajian reproduksi bagi pengelolaan di masa mendatang. Penelitian dilakukan dari Mei hingga Agustus 2012 melalui pengumpulan sampel dan data di lapangan yang meliputi panjang dan bobot total, tinggi, serta lebar tubuh. Analisis reproduksi, yaitu bobot dan volume gonad, serta diameter telur. Hasil menunjukkan bahwa ikan berukuran 137–257 mm dengan pertumbuhan allometrik negatif di mana pertumbuhan jantan lebih cepat dibandingkan betina. Faktor kondisi R. kanagurta berkisar antara 0,8483–1,1788. Rasio kelamin ikan jantan dengan betina adalah 1,11:1. Ukuran pertama kali matang gonad adalah 220,32 mm untuk betina dan 211.07 mm untuk jantan. Nilai IKG ikan betina lebih tinggi dibandingkan jantan di mana nilai tertinggi terdapat diakhir Juli yang menunjukkan musim pemijahannya. Ikan ini memiliki tipe pemijahan total spawner dan mengeluarkan ±25691 butir telur dalam sekali pemijahan dengan diameter telur ikan berkisar antara 0,05–1,08 mm

Page 1 of 3 | Total Record : 25