JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
ISSN : 25483854     EISSN : 25483854
Articles
30
Articles
Desain dan Manufaktur Mesin CNC Plasma 3 Sumbu PT. Bangun Mesin Sejahtera

Rahman, Achmad Zaki

Jurnal Teknik Mesin ITI Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemotongan plasma otomatis adalah proses yang efektif untuk memotong logam dua dimensi yang kompleks dalam waktu singkat. Pengadaan mesin CNC plasma untuk pelaku UMKM pada bidang industri pengolahan pemotongan logam masih tergolong sulit dikarenakan harga yang mahal. Aplikasi DFMA diterapkan dalam menentukan keputusan desain. Desain rangka mesin yang dipilih adalah profil baja dengan material JIS G3466 SKTR490 75x75x2 dengan tegangan ijin σi = 162,5MPa, sedangkan tegangan bending masksimum σb  = 132,83MPa. Selisih hasil Analisa perhitungan manual dengan simulasi ANSYS untuk tegangan bending masksimum dan faktor keamanan adalah 0,75MPa dan 0,018. Proses manufaktur yang telah selesai dilakukan menghasilkan mesin CNC plasma yang sesuai standar.

ANALISA CAPABILITY PROCESS TERHADAP PERFORMA TURBIN METER GAS PADA MR/S PEMBAGI DI PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) TBK. AREA TANGERANG

Safitri, Ristafani Tia

Jurnal Teknik Mesin ITI Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

custody transfer dengan mengukur volume dan flow ke pelanggan. Salah satu alat ukur yang digunakan adalah turbin meter gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur Capability Process dalam pengaliran gas bumi pada turbin meter gas dan menentukan solusi atas menurunnya Capability Process tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel flow yang mengalir pada turbin meter gas pada Meter Regulating Station atau MR/S pelanggan dan turbin meter gas pada MR/S pembagi selama masa pengambilan sampel.  Hasil dari penelitian menunjukkan rendahnya nilai Capability Process secara umum dengan nilai Cp > 1,33 dan nilai Cpk < 1. Dan penyebab dari rendahnya nilai Capability Process ada pada faktor Meter Turbin, Regulator dan Filter Gas. Ketiga faktor ini akan diperbaiki dengan sistem penyediaan meter turbin yang berkala, pengawan khusus, evaluasi perhitungan kapasitas regulator dan penerbitan standar baru handling material.

Perancangan Boiler untuk Proses Sterilisasi pada Baglog Jamur Tiram

Akbar, Ronald

Jurnal Teknik Mesin ITI Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The production process is the core of an industry that certainly relies on a variety of equipment to help the process run. Oyster mushroom baglog industry is one of the agricultural industries that needs to be developed in its production equipment because of its good market prospects and high economic potential with a clear market segment. But there is a problem that often faced by the baglog farmers, the problem is the sterilization process from baglog itself is not good, so the quality of the oyster mushroom will decrease or worse is the crop failure. Therefore an appropriate boiler is needed that it can increase the yield and quality of a baglog oyster mushroom industry. Boilers that are designed will follow the existing standards, which are in accordance with the ASME (American Society of Mechanical Engineers) Boiler and Pressure Vessel Code (BPVC) standards and coupled with simulations in the form of adding loads to the boiler model using Pro Engineer Wildfire 4.0 software.

DESAIN DAN ANALISIS KEKUATAN RANGKA MEJA KERJA (WORKBENCH) BALAI LAPAN GARUT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

Wibawa, Lasinta Ari Nendra

Jurnal Teknik Mesin ITI Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang desain dan analisis kekuatan rangka meja kerja (workbench) menggunakan metode elemen hingga. Analisis statik linear dilakukan menggunakan software Autodesk Inventor Professional 2017. Material rangka yang digunakan adalah Aluminum 6061 dengan standar ISO 10799-2 (Square) dengan ukuran 30 x 30 x 2 mm. Variabel beban dari rangka meja kerja yaitu 150 kg; 175 kg; 200 kg, dan 225 kg. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rangka meja kerja aman untuk menahan beban hingga 200 kg karena memiliki faktor keamanan sebesar 2,06.

Rancang Bangun Sistem Pendingin Sekunder Untuk Kabin Mobil Dengan Memanfaatkan Thermoelektrik (TEC)

Ramadhan, Faishal

Jurnal Teknik Mesin ITI Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The air conditioner (AC) system of the car will stop when the car's engine is turned off, this causes the temperature in the cabin of the car to increase. The increase in temperature is caused by the cabin being closed so that there is no air circulation and also influenced by the temperature of the environment. Designing, assembling and testing the cooling system using peltier, fan, heatsink and pump as the main component. The test was carried out for 1 hour 30 minutes, with variations in the number of peltier working 2, 4 and 6. The results obtained were 2 peltier 28oC, 4 peltier 27.5oC and 6 peltier 27.5oC. The same results at 4 and 6 peltier where at 6 peltier there is a temperature increase then a decrease occurs. This is because the voltage received by peltier is not stable. The best results are obtained by the number of peltier 4 pieces, because the voltage received is stable so the temperature drops constantly.    

Analisa Kerusakan Camshaft Sepeda Motor 4 Tak

Lazar, Ignatius Gute

Jurnal Teknik Mesin ITI Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Camshaft adalah komponen yang terletak di kepala silinder dengan lingkaran batang yang memiliki tonjolan pada beberapa sisinya yang disebut cam. Seiring dengan waktu penggunaan dan jarak tempuh, maka cam pada camshaft mesin sepeda motor empat tak, akan mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penyebab kerusakan camshaft pada sepeda motor yang mengalami kegagalan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pengujian komposisi kimia, pengujian kekerasan dan pengujian metalografi serta membandingkan karakteristiknya dengan camshaft baru. Hasil uji kekerasan Vickers pada permukaan camshaft rusak didapat nilai rata-rata sebesar 452 HV dengan struktur mikro berupa perlit dengan pengelompokan ledeburit dan grafit halus dan pada camshaft baru nilai rata-ratanya sebesar 563 HV dengan struktur mikro berupa karbida seperti struktur white cast iron  dengan fasa sementit. Dari hasil pengujian maka diketahui kerusakan camshaft berupa aus pada permukaan cam sedalam 1,5 mm disebabkan kurangnya pelumasan pada bagian cam yang bergesek dengan pelatuk yang menyebabkan pembakaran pada ruang bakar menjadi tidak maksimal dan kinerja mesin menjadi terganggu.Kata kunci: Camshaft, Cam, Pengujian Kekerasan, Pengujian Komposisi Kimia, Pengujian Metalografi,n

Analisa Peningkatan Efisiensi Direct-Fired Heater

Anam, Choirul

Jurnal Teknik Mesin ITI Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Direct-Fired Heater, usually called heater is a heat exchanger equipment that use hot gasses from combustion to rise up process fluid temperature flow through tubes coil in the heater. Debutanizer Reboiler Heater at PT Pertamina Balikpapan Refinery, having capacity 137,185,000.00 Btu/h was replaced and need efficiency improvement both in heat absorption and fuel consumption. That’s why; need to analyze the existing design. The analysis method is using Microsoft Excel Programming Software base on API 560, API 530, Direct-Fired Heater Design Handbook and literatures from journals and articles. For efficiency improvement in heat absorption and fuel consumption, need to modify heating surface area and combustion air input at elevated temperature. So, by adding Air-Preheater for rise up combustion air input by using stack flue gas, the fuel combustion can be decreased and heat liberated increased.

Diagnosa Kerusakan Belt Conveyor Coal Storage Pabrik Semen Gresik Menggunakan Metode Monitoring Visual dan Pemeriksaan Geometris

mujayyin, farid

Jurnal Teknik Mesin ITI Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PT Semen Indonesia (persero) Tbk. sebelumnya bernama PT Semen Gresik (Persero) Tbk. merupakan bergerak di bidang industri semen yang memiliki berbagai macam mesin industri yang cukup sering mengalami kerusakan ketika digunakan pada proses produksi. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan perawatan optimal yang dapat mengurangi frekuensi kerusakan dan menurunkan biaya perawatan mesin. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah mengidentifikasi hasil kerusakan dengan monitoring visual geometris dengan pemeriksaan menggunakan alat ukur. Penelitian difokuskan pada mesin belt conveyor, karena memiliki downtime tertinggi. Berdasarkan frekuensi kerusakan mesin komponen yang paling sering rusak yaitu roll belt conveyor. Perawatan yang diperlukan dilakukan pada permukaan belt bergelombang, yang mengakibatkan belt putus atau goresan sehingga dapat menghambat proses pemindahan bahan baku pada saat produksi berjalan. Rol tersebut diidentifikasi mengalami keausan yang cukup signifikan berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan rol belt conveyor mengalami kemiringan, kerusakan tersebut diperiksa dengan menggunakan alat ukur dial indicator untuk memeriksa penyimpangan kelurusannya. Adanya penyimpangan kelurusan, kesalahan posisi tumpuan belt conveyor yang terhubung dengan roll kemiringan dapat diestimasi dengan menggunakan metode regresi linier. Hasil analisa nilai kesalahan roll pada belt conveyor coal storage yang mengakibatkan kesalahan adalah keausan pada ujung permukaan roll didapatkan sudut kemiringannya  sebesar 0.00310 Standar deviasi dari estimasi kesalahan rol pembawa adalah 0,00762725.

Analisa Pengaruh Perbedaan Nilai HHV (High Heating Value) Batubara Terhadap Gas Hasil Pembakaran pada Boiler

Solahuddin, Muhamad Idris

Jurnal Teknik Mesin ITI Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ketel uap atau boiler merupakan salah satu komponen utama didalam PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Bahan bakar yang biasa digunakan oleh boiler adalah batubara dimana batubara memiliki spesifikasi yang berbeda – beda terutama dalam perbedaan nilai HHV (High heating value)  atau yang lebih dikenal dengan nilai kalor tinggi batubara. Nilai kalori batubara tersebut mempengaruhi gas hasil pembakaran yang terbentuk didalam boiler, oleh sebab itu dalam penelitian ini berisi tentang analisa pengaruh perbedaan batubara terhadap gas hasil pembakaran pada boiler dengan menggunakan standar ASME (American Society of Mechanical Engineer)  PTC 4.1 BTU Method dimana salah satu pengaruh yang didapatkan adalah gas hasil pembakarannya, penggunaan batubara yang memiliki nilai kalori 6780 kcal/kg lebih banyak menghasilkan gas yaitu sebesar 11,36 lb/10.000 Btu dibandingkan dengan batubara yang lebih besar nilai kalorinya yaitu 8814 kcal/kg yang hanya menghasilkan 9,96 lb/10.000 Btu. 

Perancangan AC Sentral pada Gedung G Institut Teknologi Indonesia

Abdurrachman, Hasan

Jurnal Teknik Mesin ITI Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengkondisian udara adalah perlakuan terhadap udara untuk mengatur suhu, kelembaban, kebersihan dan pendistribusiannya secara serentak guna mencapai kondisi nyaman yang diperlukan oleh orang yang berada di dalam suatu ruangan. Sistem pengkondisian udara yang digunakan untuk mendinginkan gedung G Institut Teknologi Indonesia ini yaitu dengan pengkondisian udara secara sentral atau yang disebut dengan ac sentral. Beban pendinginan akan dihitung pada tiap – tiap ruangan yang ada pada gedung G meliputi beban pendingin transmisi dan radiasi dari kaca, transmisi melalui dinding dan atap, manusia, peralatan listrik, dan ventilasi serta infiltrasi. Setelah menentukan dengan faktor diatas, total beban pendingin yang didapat adalah 128 TR (Tons Refrigerant) dengan udara suplai 25000 cfm untuk lantai 1, 72 TR dengan udara suplai 15400 cfm untuk lantai 2, dan 305 TR dengan udara suplai 40800 cfm untuk lantai 3. Dari perhitungan diatas, pemilihan mesin pendingin untuk beban lantai 1 dan 2 adalah dengan mesin pendingin dengan pendinginan udara merk York tipe 1315, sedangkan beban lantai 3 juga dengan mesin pendingin dengan pendinginan udara merk York tipe 1315.