cover
Filter by Year
al-Afkar, Journal For Islamic Studies
al-Afkar, Journal for Islamic Studies is published by Association of Secondment Lecturers (Asosiasi Dosen DPK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Indonesia. Focus of al-Afkar, Journal for Islamic Studies is on publishing original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, it covers various issues on the Islamic studies within such number of fields as Islamic Education, Islamic thought, Islamic law, political Islam, and Islamic economics from social and cultural perspectives and content analysis from al-Qur’an and Hadist. In other than forementioned field in Islamic Studies, al-Afkar, Journal for Islamic Studies also accepts articles which cover the topic on the cross section between Islam Studies and other scientific field, such as sociology, law, economics, and others.
Articles
23
Articles
KEKERASAN PADA ANAK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

Nurjanah, Nurjanah

al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
Publisher : Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kekerasan dalam Islam dengan tegas dan jelas adalah suatu hal yang dilarang kecuali dalam hal-hal yang besifat mendidik. Namun, pemberian hukuman dalam Islam tetaplah tidak diizinkan dengan jalan kekerasan. Kekerasan adalah jalan akhir yang ditempuh sesorang dalam mendidik. Hal ini juga harus tetap sesuai dengan ketentuan Islam dan tidak melampaui batas yang dapat membuat trauma dan luka fisik pada anak. Sedangkan dalam upaya menanggulangi kekerasan terhadap anak, banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kekerasan pada anak diantaranya dengan memberikan perlindungan terhadap anak dan dengan pemahaman pendidikan Islam. Materi pendidikan adalah salah satu solusi agar tidak terjadinya kekerasan yaitu orangtua mengajarkan anak menghormati, berbuat baik dan merealisasikan kasih sayangnya kepada sang anak, dengan begitu anak memberikan hak orangtua karena anak telah mendapatkan haknya yakni pendidikan dengan penuh kasih sayang, kelembutan, keikhlasan dan keridhaan dari orangtua.

HUMANISASI PENDIDIKAN; MENEGUHKAN SISI KEMANUSIAAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Sholehuddin, Sholehuddin

al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
Publisher : Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Humanisasi pendidikan adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk pengembangan potensi-potensi peserta didik sebagai manusia seutuhnya, yang dilakukan secara manusiawi (memanusiakan rnanusia), sehingga peserta didik dapat berkembang baik menuju kearah kesempurnaan. Pandangan manusia dan proses humanisasi, banyak diuraikan dan diyakini selalu menjadi perhatian para pemikir dalam pelbagai bidang ilmu. Namun, meskipun ada banyak pendapat tentang humanisme, yang paling jelas, baik secara sadar ataupun tidak sadar, eksplisit maupun implisit, terarah pada keinginan yang besar untuk mengkultuskan manusia. Humanisasi pendidikan merupakan upaya untuk menyiapkan generasi yang cerdas nalar, cerdas emosional, dan cerdas spiritual, bukan menciptakan manusia yang kerdil, pasif, dan tidak mampu mengatasi persoalan yang dihadapi. Pendidikan meniscayakan untuk lebih membentuk manusia lebih manusiawi, dan tentunya dengan mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan, karena peserta didik adalah manusia yang harus dimanusiakan.

PERBANDINGAN HAK-HAK ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DAN HUKUM ISLAM

Sholihah, Hani

al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
Publisher : Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur tentang perlindungan anak adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang kemudian mengalami sedikit perubahan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan demikian, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak tetap dapat dijadikan rujukan hukum. Di sisi lain, agama Islam sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia, menjadikan hukum Islam sebagai salah satu sumber hukum nasional, di samping hukum Barat dan hukum Adat. Oleh karena itu, pengkajian hukum Islam dalam rangka pembangunan hukum nasional merupakan suatu keniscayaan. Tulisan ini membandingkan hak-hak anak, sebagai dasar dalam pelaksanaan perlindungan anak, menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan menurut Hukum Islam. Untuk itu, tulisan ini menguraikan hak-hak anak menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; hak-hak anak menurut Hukum Islam; dan perbandingan hak-hak anak menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Hukum Islam.

POLITIK IDENTITAS AGAMA LOKAL Studi tentang Aliran Kepercayaan Perjalanan Ciparay Bandung

Hamid, Asep Lukman

al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
Publisher : Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Indonesia is one of the most pluralist countries. This plurality can be seen in terms of many religions, beliefs, ethnicities, cultures and languages. This reality on the one hand is very open possibility of potential tension and social conflict. On the other hand, if being able to manage it proportionally and professionally will grow into a force capable of bringing to a more meaningful life. This paper seeks to describe the good relationship between Muslims and followers of Aliran Kepercayaan Perjalanan. In social interaction between the two occurs symbiosis mutualism without any prejudice danger. This reality is interesting to examine in order to discover the factors that become the social glue between Muslims and the followers of Aliran Kepercayaan Perjalanan and to find the political practice of their identity. Based on the field survey found that one of the factors that become social glue is because upholding the values of delay as reflected in the expression of silih asih, silih asah, and silih asuh.

AL-TABARI DAN PENULISAN SEJARAH ISLAM; Telaah atas kitab Tarikh al-Rusul wa al-Muluk Karya Al-Tabari

Rusydi, Ibnu, Zolehah, Siti

al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
Publisher : Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kitab sejarah al-Tabari tergolong sebagai pengikut aliran Madinah, yang mana aliran ini banyak memperhatikan al maghazi dan sirah nabawiyyah dengan berdasarkan sanad. Imam Al-Tabari berusaha menyusun kitab sejarahnya yang bernama Tarikh al-Rusul wa al-Muluk berdasarkan rentetan peristiwa yang diurutkan berdasar pada tahun kejadiannya, sejak Hijrah sampai ke Tahun 302 H/914 M. Nilai sejarah dalam kitab ini terletak pada periodisasi (urutan) tahun, sehingga memudahkan para pembaca atau peneliti dalam melihat perjalanan yang dilalui umat Islam dalam pembangunan politik dan peradabannya dari masa ke masa, mengetahui secara pasti akan kondisi umat Islam baik saat kuat maupun lemah, mengetahui penerapan hukum dan syariat pada suatu masa.

PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MUTU HASIL PEMBELAJARAN

Rukajat, Ajat

al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
Publisher : Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pendekatan pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran IPA yaitu pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar dan mengajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan pengetahuan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara. Penelitian ini memfokuskan pada pelaksanaan ketujuh komponen pembelajaran kontekstual (CTL) yaitu: Constructivism, Inquiri, Questioning, Modeling, Reflection, Learning Community, dan Authentic Assessment Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Simpulan penelitian ini yaitu: Pelaksanaan pembelajaran kontekstual (CTL) oleh guru/pendidik di kota Bandung khususnya ditiga sekolah SMP Negeri 1 Leuwigoong, SMP PGRI Tarogong, dan MTs Asy-Syifa sudah dilakukan meskipun dalam pelaksanaannya belum optimal. Dari ketujuh komponen pembelajaran kontekstual ditiga sekolah tersebut hanya tiga komponen yang sudah cukup baik pelaksanaannya, yaitu pada pelaksanaan Questioning, Learning Community, dan Reflection.

TUGAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

Huda, Muchlish

al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
Publisher : Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Manajeman Berbasis Sekolah merupakan salah satu wujud dari reformasi pendidikan, yang menawarkan kepada sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan memadai bagi para peserta didik. Sejalan dengan jiwa dan semangat desentralisasi serta otonomi dalam bidang pendidikan, kewenangan sekolah juga berperan dalam menampung konsensus umum yang meyakini bahwa sedapat mungkin keputusan seharusnya dibuat oleh mereka yang memiliki akses paling baik terhadap informasi setempat, yang terkena akibat-akibat dari kebijakan yang merupakan tugas dari seorang kepala madrasah.

DISHARMONISASI UNDANG-UNDANG YANG BERKAITAN DENGAN PENANGANAN SENGKETA EKONOMI SYARI’AH DI PENGADILAN

Naisabur, Nanang, Sholeh, Abdul Halim

al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
Publisher : Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pesatnya pertumbuhan aset ekonomi syari’ah di Indonesia menimbulkan konsekuensi logis bagi meningkatnya sengketa ekonomi syari’ah. Penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah melalui jalur pengadilan merupakan wewenang absolut pengadilan agama. Hal ini dikukuhkan dengan UU No. 3/2006 dan Putusan MK No. 93/PUU-X/2012. Namun disisi lain masih terdapat gesekan kewenangan antara Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri dalam menangani sengketa ekonomi syari’ah yang ditimbulkan dari adanya ketidakharmonisan antara Pasal 49 huruf (i) UU Nomor 3 Tahun 2006 dengan Pasal 61 dan Pasal 72 ayat (2) UU Nomor 30 Tahun 1999, Pasal 56 ayat (2) dan Pasal 57 UU Nomor 8 Tahun 1999, serta Pasal 1 angka 7 UU Nomor 37 Tahun 2004, yang sampai saat ini masih belum terselesaikan sehingga masih menimbulkan ketidakpastian hukum.

PENDIDIKAN TOLERANSI PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (TELAAH MUATAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH)

Mumin, U. Abdullah

al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
Publisher : Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sekolah idealnya harus berperan aktif menterjemahkan sikap toleransi atau tasammuh dalam lingkungan pendidikannya. Sikap toleransi ini ditumbuhkembangkan melalui penyadaran akan pentingnya makna kebersamaan diatas fondasi perbedaan yang tak bisa dihindarkan. Disinilah pentingnya muatan-muatan materi pembelajaran yang berbasis kearifan toleransi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif pendekatan kajian studi literatur. Dihasilkan dari penelitian ini sikap toleransi di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan humanistik di tengah-tengah beranekaragamnya perbedaan peserta didik. Pembelajaran humanistik merupakan sebuah nilai kodrati yang menjadi landasan sekaligus tujuan pendidikan. Sejatinya, pendidikan toleransi menekankan pentingnya kurikulum, kompetensi guru, pendekatan serta metode belajar yang inklusif yang berorientasi nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal, global di atas semua suku, aliran, ras, golongan, dan agama.   Keyword : .  

IDEOLOGY OF EXCLUSION OF WOMEN IN THE TEXT OF HADITHS IN THE PESANTREN IN INDONESIA

sumadi, sumadi

al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
Publisher : Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Hadis-hadis jika dibaca secara tekstual banyak bertentangan dengan prinsip dan visi Al-Qur’an yang membela kesetaraan perempuan. Oleh karena itu diperlukan bacaan yang kritis. Yaitu membaca hadis dengan perspektif ramah perempuan. Banyak kitab-kitab hadis di pesantren di Indonesia yang secara tekstual mengandung ideologi bias gender. Tulisan ini akan mengkaji berbagai bunyi teks hadis dalam kitab-kitab yang popular di pesantren yang mengandung unsur bias gender. Oleh karena itu memahami hadis dalam konteks kekinian, khususnya hadis-hadis berkaitan dengan relasi laki-laki dan perempuan harus mempertimbangan aspek keadilan dan kesetaraan gender. Sebab banyak bunyi teks hadis yang jika dibaca secara tekstual dengan menafikan interpretasi dan konteks jaman akan mengakibatkan pandangan yang bias gender yang merugikan pada perempuan.   Abstract   Hadiths when read in a textual way contrary to the principles and visions of the Quran that defend womens equality. Therefore, critical reading is required. That is reading the hadith with a woman-friendly perspective. Many of the books of hadith in pesantren in Indonesia which textually contain the ideology of gender bias. This paper will examine the various texts of the hadith in popular books in pesantren that contain elements of gender bias. Therefore, to understand the hadith in the contemporary context, especially the hadiths relating to male and female relations must consider the aspects of justice and gender equality. For many texts of Hadith which, when read textually, by denying the interpretation and contexts of the time will result in a gender-biased view which is detrimental to women.