cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan
ISSN : 24425729     EISSN : 25982559     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan, published by the Observatorium Ilmu Falak, University of Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Indonesia, which includes articles on the scientific research field of Islamic astronomy observatory and others. Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan accepts manuscripts in the field of research includes scientific fields relevant to: Islamic astronomy observatory and others. Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan published Twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
Arah Kiblat di Planet Mars Ikhtirozun Ni’am, M.
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.982 KB) | DOI: 10.30596/jam.v2i1.762

Abstract

Dalam beberapa dekade akhir ini, upaya untuk mencari adanya kehidupan di luar Bumi gencar dilakukan. Planet Mars dalam hal ini menjadi sasaran utama untuk dideteksi adanya kemungkinan kehidupan di dalamnya. Karena planet Mars dianggap sebagai planet yang mirip dengan Bumi di bandingkan dengan planet-planet lain di tata surya. Mulai dari tahun 1962, ilmuwan mengirimkan pesawat ruang angkasa Mars-1 untuk mendeteksi adanya kehidupan di planet Mars.Misi tersebut dilanjutkan dengan mengirimkan pesawat ruang angkasa Mars-2 pada tahun 1971 dan Mars-3 pada tahun 1972. Pada tahun 1965, dilanjutkan dengan penyelidikan Mariner 4. Dari Mariner 4 ini diperoleh foto-foto permukaan planet Mars untuk pertama kalinya. Misi lainnya yaitu dengan mengirimkan viking orbiters, viking experiment,  phoenix lander pada tahun 2008 dan Misi Mars Science Laboratory dengan mengirimkan penjelajah Coriousity pada tanggal 26 November 2011. Ke depan, misi ini akan dilanjutkan dengan mengirimkan pesawat ruang angkasa Exo Mars, Penjelajah Mars 2020 (Mars Rover 2020) dan misi Mars One. Misi Mars One ini bertujuan untuk menciptakan koloni manusia di planet Mars. Jadi, manusia yang dikirimkan ke planet ini tidak akan dikembalikan lagi ke Bumi, melainkan akan menetap di planet Mars. Misi ini akan dimulai pada tahun 2023 dengan mengirimkan 4 peserta yang lolos seleksi dan dilanjutkan 2 peserta lainnya setiap 2 tahun sekali.  Sampai pada bulan Februari 2014, tercatat lebih dari 200.000 manusia yang sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti perjalanan satu arah menuju Mars ini. Dan uniknya 500 diantaranya adalah orang Arab Saudi yang notabene beragama Islam. Sehingga muncul persoalan terkait pelaksanaan peribadatan yang pada biasanya terkait dengan fenomena yang ada di Bumi, seperti harusnya menghadap Ka’bah sebagai kiblat ketika ingin menjalankan shalat. Persoalannya  kemudian, masihkah diwajibkan shalat di planet Mars? Lalu kemanakah arah kiblat bagi orang yang berada di planet Mars? Bagaimana cara mencari arah kiblatnya?Dalam penelitian ini, akan diungkapkan nantinya sejauh mana ruang lingkup keberlakuan syari’ah sehingga menjadi jelas dimana saja kewajiban tersebut masih wajib dilaksanakan. Selanjutnya juga akan diungkapkan kemanakah arah kiblatnya dan bagaimana cara menentukan arah kiblatnya.Dari kajian tersebut, ditemukan bahwa : (1) Syari’at masih tetap berlaku meskipun berada di planet Mars, sehingga orang yang berada di planet Mars masih dikenai kewajiban untuk melakukan shalat. (2) Arah kiblat bagi orang yang berada di planet Mars adalah Bumi atau proyeksi garis koordinat Bumi. (3) Untuk mengetahui arah atau azimuth bumi dari planet Mars, terlebih dahulu harus ditentukan waktu pengukuran dan koordinat geografis tempat di Mars yang akan diukur arah kiblatnya. Selanjutnya harus diperhitungkan nilai koordinat ekliptika planet Mars, Bumi, nilai koordinat Areosentrik Bumi, termasuk juga Nilai Jarak Bumi ke Mars, Nilai Asensiorekta Bumi dari Mars, Nilai Deklinasi Bumi dari Mars, nilai sudut elongasi bumi –Matahari, nilai Fraksi Iluminasi Bumi, Nilai Semidiameter Bumi dari Mars, nilai Lebar Piringan Bumi dari Mars, Nilai Equation of time, Nilai Azimuth dan Altitude Bumi, Nilai dan Azimuth Matahari. Dari situ akan ditemukan dimana posisi Bumi dilihat dari Mars. Kata Kunci : Arah kiblat, Mars, Bumi, Perhitungan
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU FALAK SEBUAH ILUSTRASI PARADOKS PERKEMBANGAN SAINS DALAM ISLAM ,, Jayusman
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.611 KB) | DOI: 10.30596/jam.v1i1.738

Abstract

Bintang telah menarik minat orang Arab sejak masa-masa kehidupan gurun pasir, tapi mereka baru melakukan kajian ilmiah tentang perbintangan pada masa telah berkembangnya ilmu pengetahuan di masa Bani Abbasiyah. Islam memberikan rangsangan penting untuk mempelajari astronomi (baca: Ilmu Falak) sebagai cara untuk menetapkan arah salat yang harus mengadap kiblat. Terdapat paradoks dalam menyikapi perkembangan dalam kajian Ilmu Falak.  Perkembangan dan temuan terbaru dalam Ilmu Falak sebagai sains, tidak otomatis menjadikan teori lama menjadi out of date tetapi hal ini dianggap sebagai bagian dari perbedaan pendapat (ikhtilaf).Kata Kunci: Ilmu Falak, Astronomi, Paradoks
الخطء لخط الطول أولغ بك في الزيج الجديد السلطاني Kamil Lathif, Ihsan
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.503 KB) | DOI: 10.30596/jam.v3i2.1528

Abstract

ملخصأولغ بك (797 - 852 ه) أحد الفلكيين المسلمين المشهورين، وله الزيج تسمى بالزيج الجديد السلطاني، وضمن فيه 252 عدد أطوال المدن من جزائر الخالدات. وهو أحد مبدأ الطول عند المتقمين. فعدد أطوال المدن عند أولغ بك مخالف بعدد طولنا. فهذه المقالة تناقش عن خط طول المدن عند أولغ بك، حيث دقتها والارتباط الذي بين طول المدن أولغ بك والطول الجرينتشية. واستخدمنا في تشريح مناقشة النوعية المكتبية (Library Research) باستفادة المنهج التاريخي (Historical Approach), وفي تحليل البيانات التحليل النوعي. والمضمون (content analisis) والانحدار(regression analysis)  . نتائج البحث في هذه المقالة أن معظم عدد الأطوال في زيج أولغ بك تختلف الواقع، ولم يرتبط تماما بأطوال البلدان من جرينتش، ويكون بسبب عدة عوامل متنوعة محتمالة، ومن عوامل محتملة مخطئ في المقدار للمسافات والتحويل الخاطئ لقياس المسافة إلى الدرجات. ويتحقق واحدا منها، وهو الخطء في قياس محيط الأرض.الكلمة الأساسية: أولغ بك, خط الطول أولغ بك, مقارنة خط الطول
Mengkaji Konsep Kalender Islam Internasional Gagasan Mohammad Ilyas Tatmainul Qulub, Siti
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.171 KB) | DOI: 10.30596/jam.v3i1.1072

Abstract

AbstrakBagi umat Islam, kebutuhan akan sebuah kalender yang universal merupakan hal yang mendesak karena banyak kegiatan ibadah umat Islam terkait dengan waktu. Namun hingga saat ini Kalender Islam yang satu dan berlaku universal belum terwujud. Saat ini umat Islam di dunia masih menggunakan kalender lokal atau regional yang berlaku di wilayah atau negara masing-masing.Salah seorang peneliti yang konsen terhadap masalah Kalender Islam adalah Mohammad Ilyas. Ia adalah seorang astronom Muslim dari Malaysia yang memperkenalkan konsep Garis Tanggal Qamariyah Internasional (International Lunar Date Line). Di samping konsep yang digagas oleh Moh. Ilyas, sebenarnya masih ada beberapa konsep Kalender Islam Internasional yang telah digagas oleh ilmuwan lain. Namun hingga saat ini Kalender Islam yang berlaku Universal masih belum terwujud. Tulisan ini mengkaji tentang konsep Kalender Islam Internasional yang digagas Moh. Ilyas dan pengaruhnya terhadap penyelesaian perbedaan kalender Islam. Dari hasil kajian, ditemukan bahwa konsep Garis Tanggal Qamariyah Internasional yang ditawarkan Moh. Ilyas menyisakan masalah tentang mathla’ (karena garis tanggal selalu berubah-ubah tergantung konfigurasi Bulan dan Matahari), dan agak sulit diterapkan karena umat Islam menggunakan double standart yakni Kalender Masehi dan Hijriyah. Konsep kalender Moh. Ilyas memang belum bisa menyelesaikan masalah perbedaan Kalender Hijriyah, namun ia memberikan pengaruh terhadap terbentuknya kriteria visibilitas hilal dan model kalender Islam, yaitu kalender zonal dan kalender universal sebagai upaya penyatuan kalender Islam.Kata kunci: Moh. Ilyas, Kalender Islam Internasional, Perbedaan 
Sistem Hisab Awal Bulan Kamariah Dr. Ing. Khafid dalam Program Mawaiqt Nuraeni Maryam, Eni
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.698 KB) | DOI: 10.30596/jam.v2i1.763

Abstract

Perbedaan hari raya yang kerap terjadi di Indonesia membawa hikmah tersendiri bagi perkembangan ilmu falak. Di samping karena adanya perbedaan sikap terhadap laporan hasil rukyat pada saat itu, disebabkan pula oleh adanya perbedaan hasil hisab yang berkembang di Indonesia. Oleh sebab itulah orang-orang yang berkecimpung dalam dunia astronomi mulai menaruh perhatiannya terhadap perhitungan-perhitungan ilmu falak, khususnya perhitungan awal bulan Qamariah. Dalam kesempatan ini muncul program-program software yang menyiapkan data sekaligus melakukan perhitungan, sehingga program ini dirasa lebih praktis dan lebih udah bagi pemakainya. Program-program itu diantaranya “Falakiyah Najmi´oleh Nuril Fuad pada tahun 1995, program “Badiatul Misal´tahun 2000 dan program “Ahillah´tahun 2004 oleh Muhyiddin Khazin, program “Mawâqit Versi 2001” oleh Khafid pada tahun 2001. Mayoritas program diciptakan oleh para ahli astronomi maupun falak. Akan tetapi program “Mawâqit” diciptakan oleh Dr. Ing. Khafid dengan background keilmuannya yang merupakan seorang ahli geodesi. Lalu bagaimana implementasi pemikiran Dr. Ing. Khafid mengenai penentuan awal bulan Qamariah yang dituangkan dalam sebuah program yang bernama “Mawâqit”.Kata Kunci : Awal Bulan kamariah, Mawâqit, Dr. Ing. Khafid 
Aplikasi Kriteria Kalender Islam Global Muktamar Turki 2016 dan Rekomendasi Jakarta 2017 Hidayat, Muhammad
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.376 KB) | DOI: 10.30596/jam.v4i1.1936

Abstract

Kalender Islam Global berfungsi untuk mewujudkan kesatuan umat dengan kalender yang unifikatif secara global dan meminimalisasi terjadinya perbedaan antar negara dalam pelaksanaan ibadah berdasarkan penentuan awal bulan hijriyah. Kenyataannya bahwa peradaban Islam yang berusia hampir 1,5 milenium hingga hari ini belum memiliki suatu sistem kalender pemersatu yang akurat. Di dalam perkembangannya ada banyak kriteria kalender yang diusulkan dalam pertemuan tingkat dunia  untuk menjadi Kalender Hijriyah Internasional dan pada penelitian ini akan fokus pada aplikasi dua kriteria yaitu Kriteria Kalender Islam Global Muktamar Turki 2016 dan Rekomendasi Jakarta 2017 didalam penelitian ini menyimpulkan bahwa Kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 tidak dapat mewujudkan kesatuan umat dengan kalender yang unifikatif secara global yaitu kalender dengan prinsip satu hari satu tanggal diseluruh dunia sebagaimana yang telah disepakati dalam Kongres Internasional Kesatuan Kalender 2016 di Istanbul Turki dan tidak dapat meminimalisasi terjadinya perbedaan antar negara dalam pelaksanaan ibadah berdasarkan penentuan awal bulan hijriyah.Keyword: Aplikasi, Kriteria, Kalender Islam Global.
Kalender Hijriah Global Dalam Perspektif Fikih Angkat, Arbisora
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.991 KB) | DOI: 10.30596/jam.v3i2.1524

Abstract

AbstrakKalender merupakan sarana pengorganisasian waktu secara tepat dan efektif serta sebagai pencatat sejarah. Sementara bagi umat beragama khususnya umat Islam, kalender merupakan sarana penentuan hari-hari keagamaan atau ibadah secara mudah dan baik. Pada zaman dahulu, kalender berarti pertanda bagi manusia untuk melakukan hal-hal penting berkaitan dengan aktifitas ibadah maupun aktifitas sosial sehari-hari. Kalender juga merupakan pertanda dimulainya sebuah tradisi yang sudah melekat pada individu masyarakat. Dalam sejarahnya, tiap bangsa memiliki tradisi kalender dengan standar dan ciri khasnya masing-masing. Peradaban Sumeria yang muncul 6000 tahun lalu telah memiliki suatu sistem penanggalan yang terstruktur dengan baik. Bahkan di Aberdeenshire, Scotlandia, baru ini ditemukan satu bentuk kalender qamariyah tertua sejauh ini, yakni berusia mencapai hampir 10.000 tahun. Hal yang memilukan bahwa setelah hampir 15 abad usia peradaban Islam, umat Muslim tidak mempunyai satu Kalender Hijriyah Global. Tiadanya Kalender Hijriyah Global ini membawa dampak kekacauan dalam penentuan hari-hari penting keagamaan dan ibadah Islam seperti awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Salah satu pertemuan internasional yang baru saja dilakukan untuk melakukan penyatuan kalender hijriyah adalah sebuah muktamar bertaraf internasional di kota Istanbul, Turki. Kaidah dan rumusan Kalender Hijriyah Global ini terdapat sejumlah problematika dan dialektika, khususnya pada konsep permulaan hari, konsep awal bulan, konsep mathla’. Kalender Hijriyah Global menyisakan problem, yaitu mengenai bagaimana mengakomodir persoalan fiqh yang selama ini telah berjalan, serta mengenai landasan ilmiah, dan landasan dalil syar’inya.Kata kunci : Kalender Hijriyah Global, Perspektif, Fiqh.
Studi Analisis Metode Hisab Awal Waktu Salat Ahmad Ghozali dalam “Irsyad al-Murid” Wadzifah, Nashifatul
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.854 KB) | DOI: 10.30596/jam.v2i1.765

Abstract

Salat merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam pada waktu yang telah ditentukan. Al-Qur’an tidak menyebutkan secara rinci tentang kapan waktu unuk melaksanakan salat fardlu. Hadis Rasulullah yang merupakan tabyin bagi ayat-ayat al-Qur’an, telah menjelaskan waktu salat yaitu dengan melihat tanda-tanda yang ditunjukkan oleh alam. Untuk melihat (rukyah) tanda-tanda tersebut tidak semudah yang dipaparkan oleh teori sehingga dengan berkembangnya khazanah keilmuan seperti ilmu falak sangat dibutuhkan untuk membantu dan memudahkan umat Islam untuk mengetahui masuknya awal waktu salat yang sesuai perintah al-Qur’an dan Hadis tersebut dengan menggunakan hisab.Kitab Irsyâd al-Murîd ilâ Marifati Ilmi al-Falak alâ al-Rashdi al-Jadîd (Panduan bagi Murid tentang Ilmu Falak dalam Tinjauan Baru) yang selanjutnya penulis sebut Irsyâd al-Murîd, karangan Ahmad Ghozali ini merupakan kitab yang dikategorikan ke dalam hisab kontemporer. Pada kitab ini juga memuat hisab awal waktu salat, namun dalam kitab ini metode hisab awal waktu salatnya menggunakan konsep yang berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada data Matahari yang digunakan dan koreksi terbit terbenam yang lebih kompleks. Adanya perbedaan tersebut apakah hasil hisab dalam kitab tersebut akurat jika dibandingkan dengan sistem Ephemeris yang digunakan pada era sekarang ini dan layak dijadikan panduan untuk beribadah?Kata Kunci: Waktu Salat, Irsyâd al-Murîd, Akurat.
KHAZANAH PERADABAN ISLAM DI BIDANG TURATS MANUSKRIP (TELAAH KARAKTERISTIK, KONSTRUKSI DAN PROBLEM PENELITIAN NASKAH-NASKAH ASTRONOMI) Juli Rakhmadi Butar-Butar, Arwin
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.341 KB) | DOI: 10.30596/jam.v1i1.739

Abstract

Peradaban Islam dikenal memiliki karya tulis yang melimpah tanpa terkecuali di bidang naskah ilmu falak. Banyaknya naskah (karya tulis) di bidang ini memberi konsekuensi kepada para peneliti untuk berinteraksi secara utuh dengan naskah-naskah tersebut, yang mencakup penelitian, pengolahan dan penerapan (tahqīq, dirāsah dan tathbīq). Namun yang perlu disadari bahwa manuskrip ilmu falak atau manuskrip-manuskrip bernuansa sains sangatlah berbeda dengan manuskrip yang bergenre sastra dan agama. Selain kemampuan bahasa, sejarah dan kondisi sosial manuskrip dan pengarangnya, seorang peneliti juga dituntut memahami istilah-istilah dan karakter ilmu yang ada dalam sebuah manuskrip, karena sejatinya istilah-istilah dan karakter-karakter tersebut sangat berbeda antara satu dengan yang lain.
Sistem Pengamatan Hilal ISRN UHAMKA Damanhuri, Adi
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.867 KB) | DOI: 10.30596/jam.v4i1.1931

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberi dampak yang luar biasa diberbagai sendi kehidupan. Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam, sebagian besar masyarakatnya masih melakukan pengamatan hilal untuk memastikan masuknya awal bulan baru hijriah. Penngamatan yang dilakukan bermacam-macam, dari yang sederhana hanya menggunakan mata telanjang hingga pengamatan yang sudah menggunakan berbagai teknologi penunjang. The Islamic Science Research Network (ISRN) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA teah membangun sistem pengamatan hilal yang menggunakan teknologi terkini yang terdiri dari teleskop William Optic Zenith Star 71ED, kamera CCD Skyris 274M, dudukan teleskop tipe iOptron CEM60, dan filter Baader 685nm. Sebagai instrumen pembantu, sistem teleskop ditambah dengan baffle untuk menapis kuatnya cahaya Matahari pada saat pengamatan.Keyword: Teleskop, Hilal.