ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ
ISSN : -     EISSN : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2019): Anatomica Medical Journal" : 6 Documents clear
Heat Shock Protein pada Kanker Sinaga, Rahmanita
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 2, No 2 (2019): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSuatu keadaan stres dapat terjadi dengan adanya impuls dari lingkungan eksternal dan internal. Setiap keadaan stres memiliki efek terhadap aktivasi sistem neuroendokrin, khususnya hipothalamus-pituitari-kelenjar adrenal-susunan saraf simpatis. Setiap sel akan berespon terhadap keadaan stres, menginduksi atau meningkatkan sintesis dari protein stres yang dikenal dengan Heat Shock Protein (HSP)1,2.  HSP terekspresikan secara berlebih pada sejumlah besar kanker pada manusia dan terlibat dalam proliferasi, differensiasi, invasi, metastasis, dan pengenalan sel oleh sistem imun.3 HSP tidak cukup informatif pada tingkat diagnostik, HSP berguna sebagai biomarker karsinogenesis pada sejumlah jaringan dan derajat differensiasi dan agresifitas pada sejumlah kanker. HSP juga berfungsi sebagai prognostik dan dapat memprediksi respon terhadap terapi anti kanker.. 3,4
Virus Hepatitis B di Indonesia dan Risiko Penularan Terhadap Mahasiswa Kedokteran Annisa, Annisa
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 2, No 2 (2019): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Hepatitis B adalah virus DNA yang menyerang organ hati, dan salah satu penyebab infeksi virus kronik tersering di dunia. Virus ini berpotensi menyebabkan penyakit hati kronis seperti sirosis, dan juga keganasan. Hepatitis B dapat tertular melalui pajanan pada darah atau cairan tubuh yang terinfeksi, sehingga petugas medis termasuk mahasiswa kedokteran memiliki risiko yang lebih untuk tertular penyakit ini. Melihat banyaknya kasus dan morbiditas yang bisa diakibatkan oleh Hepatitis B, petugas kesehatan khususnya mahasiswa kedokteran harus lebih tanggap dan paham mengenai penyakit ini.Kata kunci: Hepatitis B, penularan, mahasiswa kedokteran
Pengaruh Belajar Mandiri Terstruktur terhadap Keterampilan Klinis Pemasangan Intravenous Line pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hasibuan, Mhd. Aditya Pratama; Andina, Meizly
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 2, No 2 (2019): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan klinis merupakan salah satu kompetensi yang wajib dikuasai seorang dokter dalam menegakkan diagnosis. Luasnya materi yang harus dikuasai seorang mahasiswa serta minimnya waktu yang tersedia mengharuskan mahasiswa untuk belajar mandiri. Belajar mandiri yang dimaksud yaitu dimana mahasiswa harus menentukan materi apa saja yang harus dikuasainya dan mencari bahan belajarnya sendiri. Pada pembelajaran keterampilan klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) selain penyampaian materi oleh instruktur, ada waktu yang dibuat untuk mahasiswa belajar mandiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh belajar mandiri terhadap keterampilan klinis pemasangan intravenous line pada mahasiswa FK UMSU. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan rancangan one group pre test post test. Berdasarkan uji T berpasangan, didapatkan nilai-p=0,199 (p>0,05) atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara keterampilan klinis sebelum dan sesudah belajar mandiri. Simpulan, belajar mandiri terstruktur tidak berpengaruh terhadap keterampilan klinis pemasangan intravena pada mahasiswa kedokteran. Kata Kunci: belajar mandiri, keterampilan klinis, pemasangan intravenous line
Gambaran dan Pendekatan Klinis Terhadap Nevus Melanositik Atipikal Andrini, Nita
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 2, No 2 (2019): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nevus melanositik atipikal atau disebut juga nevus displastik bukan hanya sebagai penanda, tetapi merupakan prekursor dari melanoma maligna. Oleh karena itu, lesi ini penting untuk dikenali secara klinis. Pertamakali dikenal sebagai gambaran lesi berpigmen dengan penilaian klinis melanoma dan terdapat riwayat keluarga. Tata nama yang berhubungan dengan lesi – lesi ini juga termasuk B-K moles(dikenal sebagai 2 kelompok yang awalnya katanya dimulai dari B dan K), mole multiple atipikal familial dan sindroma melanoma, sindrom mole atipikal, Clark’s nevus, mole atipikal, dan nevus dengan gangguan bentuk (dengan derajat yang bervariasi dari melanositik atipia). Istilah nevus displastik (ND) lebih sering digunakan pada saat sekarang, baik pada diagnosis secara klinis ataupun histologis.1,2 Untuk menegakkan nevus melanositik atipikal dibutuhkan kumpulan dari gambaran klinis dan temuan dermoskopis. Namun, semakin besar jumlah abnormalitas klinis yang dijumpai, semakin besar kemungkinan lesi terbukti atipikal.Setiap lesiberpigmenyang mencurigakandan setiaplesiyang terus-menerusdansecara signifikan berubah, harus dilakukan eksisi sempurnadengan batassekitar 2mmuntukpemeriksaan histopatologiuntuk menyingkirkan dugaan melanoma.2,3 KATA KUNCI : Nevus melanositik atipikal, nevus displastik, melanoma
Profil Utilisasi Jaminan Kesehatan Nasional di RSU Muhammadiyah Sumatera Utara Hariaji, Ilham; Boy, Elman
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 2, No 2 (2019): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam suksesnya pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diterapkan Pemerintah Republik Indonesia sejak 1 Januari 2014.Implementasi layanan rumah sakit dapat dilihat dari utilisasi jaminan kesehatan di rumah sakit yang terlibat dalam program JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui utilisasi JKN, menganalisis kelompok masyarakat pengguna JKN dan pola penyakit dominan dari seluruh pasien peserta BPJS di RSU Muhammadiyah Sumatera Utara sejak Desember 2016-Maret 2018. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode cross sectional.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa untilisasi JKN di RSU Muhammadiyah Sumatera Utara sejak Desember 2016-Maret 2018 menunjukan trend yang menetap, kelompok masyarakat pengguna JKN berasal dari kelompok masyarakat dengan kelas ekonomi menengah kebawah serta pola penyakit dominan adalah bidang kebidanan dan penyakit kandungan, diikuti dengan penyakit saluran cerna dan pernafasan. RSU Muhammadiyah Sumatera Utara disarankan untuk memperbaiki kualitas manajemen dan layanan agar dapat meningakatkan utilisasi JKN sehingga diharapakan mampu menjadi penyedia layanan JKN yang optimal.
Gambaran Variasi Anatomy Vena Saphena Parva pada Cadaver Indonesia Danial, Dani; Nugroho, Hary; Rachmi, Eva; Ibrahim, Arie
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 2, No 2 (2019): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Treatment of vein varicose that related to small saphenous vein is needed a good understanding of small saphenous vein anatomy and its’ variations. The purpose of this study investigates anatomy variations of small saphenous vein on Indonesians’ specimen base on cadaver dissected. We examine five pair of lower limb cadavers. Duplicating and branching patterns of small saphenous vein, and it’s relation to fascia were studied after exposing the superficial layers of the lower limb in Anatomy Laboratory of A.W Syahranie Hospital, Samarinda. This study found a small saphenous vein with accessory duplication in two pairs and a half of lower limb pair. In branching pattern, posterior crus region consist of two lower limbs with branch arise from 1/3 distal, one lower limb from 1/3 proximal and one lower limb from both in 1/3 distal and 1/3 medial. Small saphenous vein is located between the muscular fascia and superficial layer of membrane fascia in eight lower limbs. It can be said that this study get a clear describing of anatomy variations of small saphenous vein in Indonesian specimens base on cadaver dissected and also this study can support to further other research.

Page 1 of 1 | Total Record : 6