ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ
ISSN : -     EISSN : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2018): Anatomica Medical Journal" : 6 Documents clear
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pegawai Non Medis Mengenai Visum Et Repertum (VER) di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Parinduri, Abdul Gafar
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 1, No 2 (2018): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.461 KB)

Abstract

Abstrak: Visum Et Repertum (VER) mempunyai peran penting dalam perkembangan ilmu dan praktek kedokteran, namun angka dilakukannya VER mulai menurun. Kendala yang sering di hadapi di lapangan oleh penyidik untuk mendapatkan bukti yang lebih jelas dalam mengungkapkan suatu kasus sering menjadi tidak lengkap karena tingkat pengetahuan masyarakat yang masih kurang mengenai VER. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang pentingnya VER serta penghambatnya. Penelitian ini adalah penelitian survey dimana disain penelitian berbentuk deskriptif cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Pegawai Non Medis RSUD Deli Serdang sebanyak 110 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan conscutive sampling. Jumlah sampel yang diambil adalah 63 orang berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data yang di peroleh diolah dengan SPSS 20 berdasarkan tabel distribusi frekuensi. Tingkat pengetahuan pegawai non medis d RSUD Deli Serdang tentang VER baik sebesar 74,6 %.Kata kunci: pengetahuan, visum et repertum, masyarakat. Description of Non Medical Knowledge about Visum Et Repertum (VER) at General Hospital Regions Deli Serdang Lubuk Pakam Deli Serdang District Abstract: Visum Et Repertum has an important role in the development of science and practice of medicine, but the figures do Visum Et Repertum began to decline. constraints are often in the face in the field by investigators to obtain evidence which reveals more clearly in a case often be incomplete because of the level of public knowledge are still lacking regarding the Visum et Repertum. This study aims to determine the level of public knowledge about the importance Visum Et  Repertumand inhibiting. This study is a survey research design in which the form of a descriptive cross sectional study. Population in this study is the Non Medical Employees some 110 people’s. Sampling techniques using consecutive sampling. The sample’s are 63 people’s based on inclusion criteria. Instrument used was a questionnaire. data that was obtained by SPSS 20 and based on frequencies distribution table. Sub-district level of public knowledge about the knowledge of Non Medical Employees about visum Et Repertum is better of 74.6%.  Keywords: Knowledge, Visum et Repertum, community
Pemberian Air Perasan Jeruk Manis (Citrus sinensis) Meningkatkan Kadar LDL Kolesterol Serum. (Studi pada mahasiswa obese FK UMSU) Sari, Ririn Permata; Damayanty, Amelia Eka
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 1, No 2 (2018): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.74 KB)

Abstract

Abstrak: Obesitas lebih rentan memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan berat badannya normal. Peningkatan kadar LDL kolesterol dipengaruhi oleh banyak hal. Faktor asupan merupakan faktor yang dapat disikapi. Jeruk merupakan buah yang mengandung folate, vitamin C, flavon dan hesperidin yang dapat menurunkan kadar LDL kolesterol.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air perasan jeruk manis (Citrus sinensis) terhadap kadar LDL pada mahasiswa obes. Jenis penelitian ini bersifat true eksperimental pretest-posttest with control group design pada subjek manusia obes dengan  jumlah sampel 26 orang, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu  kelompok kontrol dan kelompok perlakuan . Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan teknik pengelompokan sampel menggunakan random sampling. Nilai rata-rata kadar LDL-kolesterol sebelum perlakuan pada kelompok kontrol adalah 127.15±53.84 mg/dL dan sesudah 140.92±49.59mg/dL, kadar LDL-kolesterol kelompok perlakuan sebelum perlakuan 122.07±21.49mg/dL dan sesudah 134.23±19.66mg/dL. Nilai rata-rata berat badansebelum perlakuan 77.84 ± 11.75 kg dan sesudah perlakuan kelompok kontrol 78.38±11.46 dan kelompok perlakuansebelum perlakuan75.30 ± 11.91 kg dan sesudah perlakuan 75.07±12.49 kg. Simpulan, terdapat peningkatan kadarLDL-kolesterol pada kelompok perlakuan tapi berat badannya menurun. namun secara statistik tidak bermakna secara signifikanKata kunci : jeruk manis (citrus sinensis), LDL-kolesterol, obesitas Sweet Orange Juice (Citrus sinensis) IncreasesLDL Cholesterol Serum Level. (Study on obese students of Faculty of Medicine, UMSU)  Abstract: Obesity often have higher cholesterol levels than normal weight. Increased levels of LDL cholesterol is influenced by many things. Intake is a factor that can be addressed. Orange is a fruit that contains folate, vitamin C, flavones, and hesperidin which can lower LDL cholesterol levels. Aim of this research is to know the effect of orange juice (Citrus sinensis) to LDL level in obese students. This research  is true experimental pretest-posttest with control group design in obest subject with total sample that is 26 people, divided into 2 groups, that is control group and treatment group. Sampling technique used  total sampling technique and grouping technique used random sampling. The mean value of LDL-cholesterol level before treatment in control group was 127.15±53.84 mg/dL and after was 140.92±49.59mg/dL, LDL-cholesterol group treatment group before treatment was 122.07±21.49mg/dL and after was 134.23±19.66mg/dL. The mean value of body weight before treatment and after treatment in control group was 77.84±11.75kgand 78.38±11.46 kg. The mean value of body weight before treatment and after treatment in treatment group was75.30±11.91kg  and 75.07±12.49 kg. Conclusion, there is an increase in serum levels of LDL-cholesterol in treatment group, but The bady weight  decreased.Keywords: orange juice (Citrus sinensis), LDL-cholesterol, obesity
Hubungan Simtom Depresi terhadap Perilaku Merokok pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. H. M. Ildrem Medan Ayunita, Sri Rizky; Nuralita, Nanda Sari
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 1, No 2 (2018): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.966 KB)

Abstract

Abstrak: Skizofrenia merupakan suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab (belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau “deteriorating”) yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya. Gejala depresi pada pasien skizofrenia dapat dikaitkan dengan tekanan yang signifikan, dan bisa terjadi sepanjang semua fase. Termasuk fase prodromal, episode psikotik akut dan fase post-psychotic. Individu dengan gangguan skizofrenia memiliki frekuensi merokok 1,5-2 kali lebih tinggi dibanding populasi umum.Individu dengan gangguan skizofrenia rata-rata menghisap sebanyak 25 batang rokok tiap harinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan simtom depresi dengan perilaku merokok pada pasien skizofrenia di RSJ Prof. Dr. M. Ildrem Medan. Penelitian ini menggunakan metode analitik kategorik dengan menggunakan desain cross-sectional. Data BDI-II yang diperoleh dari 81 sampel kemudian dilakukan analisa dengan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan simtom depresi dengan perilaku merokok dengan nilai p=0,001 (<0,05). Simpulan, pasien skizofrenia yang mengalami depresi berat lebih banyak yang merokok.Kata kunci: skizofrenia, gangguan depresi, BDI-II, perilaku merokok. Relation of Depression Symptom to Smoking Behavior in Schizophrenic Patients in Mental Hospital Prof. Dr. H. M. Ildrem Medan Abstract: Schizophrenia is a description of the syndrome with a variety of causes (not necessarily chronic or "worsening"), and additional consequences that depend on the balance of genetic, physical, and sociocultural influences. Symptoms of depression in schizophrenic patients can be associated with significant pressure, and can occur throughout all phases. Includes prodromal phase, acute psychotic episodes and post-psychotic phase. Individual with schizophrenic disorders have a smoking frequency of 1.5 to 2 times higher than the general population. Individuals with schizophrenic disorder averaged about 25 cigarettes everyday. This research aim to know the relation of symptom of depression with smoking behavior in schizophrenic patient in RSJ Dr. M. Ildrem Medan. from May until September 2017. The method is categorical analytics using cross-sectional design. The BDI-II the data generated from 81 samples was then performed with Chi-Square. Chi-Square test results show the relationship of depression symptom with smoking behavior with value p=0,001 (<0,05). Conclusion, severe depressed schizophrenic patients are more likely to smoke. Keywords: schizophrenia, depression disorder, BDI-II, smoking behavior.
Perbedaan Kadar Trigliserida dan Kadar Kolesterol Total pada Penderita Stroke Iskemik Baru dengan Rekuren di Rumah Sakit Umum Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015-2016 Pratiwi, Lisa Nabila; Andina, Meizly
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 1, No 2 (2018): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.398 KB)

Abstract

Abstrak: Stroke adalah penyebab kematian kedua terbesar di dunia dan Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia. Ada ketidakseimbangan profil lipid pada pasien dengan stroke iskemik. Tidak ada hubungan antara High Density Lipoprotein (HDL) dan trigliserida pada stroke iskemik. Kadar HDL dan trigliserida merupakan faktor risiko penyakit jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar trigliserida dan kadar kolesterol total pada pasien stroke iskemik baru dengan stroke rekuren di Rumah Sakit Umum Haji Medan pada tahun 2015-2016. Studi analitik deskriptif menggunakan rekam medis. Pada pasien stroke iskemik baru, jenis kelamin yang paling banyak adalah perempuan. Kelompok usia yang paling banyak adalah kelompok 62-70 tahun. Pada pasien stroke iskemik rekuren, jenis kelamin yang paling banyak adalah laki-laki. Kelompok usia yang paling banyak adalah kelompok 53-61 tahun. Pada pasien stroke iskemik baru, nilai rata-rata kadar trigliserida adalah 143 mg/dl dan nilai rata-rata total kolesterol adalah 205,8 mg/dl. Pada pasien stroke iskemik rekuren, nilai rata-rata kadar trigliserida adalah 165,2 mg/dl dan kadar kolesterol total rata-rata adalah 180,8 mg/dl. Simpulan, tidak didapatkan perbedaan antara kadar trigliserida dan kadar kolesterol total pada pasien stroke iskemik baru maupun rekuren.Kata kunci: kolesterol total, stroke iskemik baru, stroke iskemik rekuren, trigliserida. The Differences between Triglycerides and Total Cholesterol Levels in New and Recurrent Ischemic Stroke Patients at Haji General Hospital Medan Sumatera Utara in 2015-2016 Abstract: Stroke is the second leading cause of mortality in the world and Indonesia was ranked first. There was an imbalance of lipid profiles in patients with ischemic stroke. There was no association between High-Density Lipoprotein (HDL) and triglyceride levels in both ischemic strokes. HDL and triglyceride levels are more at risk for heart disease. This study aims to apprehend the difference of triglyceride level and total cholesterol level in new ischemic stroke patient with recurrent stroke at Haji General Hospital in 2015-2016. A descriptive analytic study using medical records. In new ischemic stroke patients the most common gender was female. The most common age group was 62-70 years group. In recurrent ischemic stroke patients, the most common gender is male. And the most common age group is the 53-61 years group. In new ischemic stroke patient, the average value of triglyceride levels was 143 mg/dl and the average value of total cholesterol was 205.8 mg/dl. In recurrent ischemic stroke patient, the average value of triglyceride levels was 165.2 mg/dl and the mean total cholesterol level was 180.8 mg/dl. Conclusion, there was no difference between triglyceride levels and total cholesterol levels in new and recurrent ischemic stroke patients.Keywords: new ischemic stroke, recurrent ischemic stroke, total cholesterol, triglyceride.
Alternatif Metode Pembelajaran Anatomi Kedokteran Wiyono, Nanang; Hastami, Yunia
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 1, No 2 (2018): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.523 KB)

Abstract

Abstrak: Perubahan kurikulum pendidikan kedokteran dari metode konvensional ke pendekatan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) berdampak pada pembelajaran anatomi baik dalam pengurangan alokasi waktu maupun model pembelajaran. Sampai sekarang belum ada keseragaman secara nasional dalam kurikulum materi dan model pembelajaran anatomi di Indonesia. Mata kuliah anatomi yang dahulu diberikan melalui kuliah dan praktikum diseksi atau proseksi dengan cadaver semakin menurun alokasi waktunya dalam sistem PBL ini. Selain itu juga tidak ada kurikulum nasional untuk pengajaran anatomi. Metode pembelajaranpun bervariasi pada masing-masing institusi. Makalah ini bertujuan untuk memberikan pandangan baru tentang berbagai metode mengajar anatomi yang dapat diterapkan pada mahasiswa S1 fakultas kedokteran di Indonesia yang menggunakan sistem KBK, yang telah dipraktekkan di beberapa fakultas kedokteran di berbagai negara. Penulisan naskah ini merupakan studi pustaka Seiring dengan diterapkannya pendidikan kedokteran berbasis kompetensi, pendidik dituntut untuk memperkaya model pembelajaran anatomi. Beberapa model pembelejaran dikembangkan antara lain: preparat plastinasi, “surface and living anatomy”, “radioimaging”, anatomi artificial dan virtual. Simpulan, anatomi merupakan mata kuliah dasar dan penting untuk mahasiswa kedokteran. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk mempelajari anatomi selain dengan cadaver, yakni spesimen plastinasi, surface and living anatomy, radioimaging, dan anatomi artificial dan virtual.Kata kunci: anatomi, plastinasi, living anatomy, radioimaging. Alternative Method in Medical Anatomy Learning Abstract: Anatomy is the basic science of medicine that must be given to medical students. The changes in the curriculum of medical education from the conventional method approach to competency-based curriculum (CBC) impact on learning anatomy in both the reduction of the allocation of time and learning model. Until now there has been no national uniformity in curriculum materials and teaching models anatomy in Indonesia and cadaver is still a major learning tool for medical students in Indonesia. This objective of this paper is to provide new insights about using alternative methods in teaching and learning anatomy that can be applied to undergraduate medical school students in Indonesian. Literature review. Some learning models developed include: plastinated specimen, surface and living anatomy, radioimaging,artificial and virtual anatomy. Conclusions, Anatomy is a basic and important course for medical students. We can use alternatif method in teachng anatomy,  i.e using plastination specimen, surface and living anatomy, radioimaging, artificial and virtual anatomy for medical anatomy educationKeywords: anatomy, plastination, living anatomy, radioimaging. 
Tingkat Kepuasan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial terhadap Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Medan Area Selatan Tahun 2017 Siregar, Nurul Riani; Boy, Elman; Fujiati, Isti Ilmiati; Isnayanti, Desi
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 1, No 2 (2018): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.876 KB)

Abstract

Abstrak: Dukungan dan komitmen yang tinggi dari Pusat Kesehatan Masyarakat diperlukan untuk menciptakan layanan primer yang berkualitas bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Salah satu cara dalam menilai keberhasilan Puskesmas adalah tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta BPJS terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas Medan Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang menggunakan kuesioner terhadap 85 responden yaitu peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Medan Selatan. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan Customer Satisfaction Index (CSI). Berdasarkan metode CSI ditemukan bahwa tingkat kepuasan peserta BPJS dalam setiap dimensi keandalan 70,4%, daya tanggap 71,6%, jaminan 73,6%, tangible 69,4%, dan empati 73,8%. Simpulan, kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Medan Selatan (71,8%), skor ini dengan metode CSI adalah kategori puas. Namun, berdasarkan standar BPJS termasuk dalam kategori tidak puas.Kata kunci: BPJS kesehatan, kepuasan pasien, perawatan kesehatan, puskesmas. Customer Satisfaction Index of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial on Health Service at Puskesmas Medan Area Selatan in 2017 Abstract: The support and high commitment from Public Health Center are necessary needed to create quality primary service for Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Health participants. One that can assess the success of Public Health Center is the level of patient satisfaction. This research aimed to determine the level of BPJS participant satisfaction toward health services in South Medan Area health centers. This study used cross-sectional design with a questionnaire with 85 respondents that are BPJS Health participants in South Medan Area health centers. Data analysis technique using statistic descriptive and Customer satisfaction index (CSI).  Based on the method of CSI found that the level of satisfaction of BPJS participants in each dimension reliability 70.4%, responsiveness 71.6%, assurance 73.6%, tangible 69.4%, and empathy 73.8%.  Conclusion, Patient satisfaction in health care in South Medan Area health centers (71.8%), this score with CSI method are the satisfied category. However, based on BPJS standards included in the unsatisfied category.Keywords: BPJS Health, Health Care, Patient Satisfaction, Public Health Center

Page 1 of 1 | Total Record : 6