cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bernas
Published by Universitas Asahan
ISSN : 02167689     EISSN : -     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PERTANIAN BERNAS Universitas Asahan dengan nomor ISSN 0216-7689 didedikasikan untuk menyebarkan makalah hasil penelitian (Research Article), ulasan kritis (Review Articles) dan Komunikasi Singkat (Short Communication) di bidang luas Agronomi, Hortikultura dan Kehutanan, Lanskap, Ekonomi dan Pembangunan Pertanian, Pengukuran Lahan dan Perbaikan Lahan, Ilmu Alam dan Lingkungan, Mesin Pertanian, Industri Makanan, dan lain-lain yang dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat umum, akademisi dan profesional. Jurnal Penelitian Pertanian Bernas terbit 2 kali dalam setahun yakni bulan Februari dan Juli, namun pada kebutuhan tambahan dilakukan penerbitan pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
ANALISA PENDAPATAN USAHATANI DAN UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) DI KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Saragih, Dina Arfianti
Bernas Vol 12, No 2 (2016): Bernas Juli 2016
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes benefit and profit of Gambier farming and identifies the factors for its productivity. I surveyed 30 farmers in Kecamatan Harau, Lima Puluh Kota district, where Gambier is widely cultivated. Farming analysis is applied for benefit and profit calculation. Cobb Douglass model is utilized for factors of productivity identification. Farmers cultivate varies hectares of land for Gambier, from 1-3 Ha. Its productivity is considerably low, 737.5 Kg/Ha/years. The benefit is Rp. 16.093.475,-/ year, and the profit is Rp 288.208,20,-/Ha/yearin average respectively. Farmers’ monthly income from Gambier farming is Rp.1.341.122,917 and monthly profit is Rp. 690.684,02,- in average. In addition, fertilizer (urea), herbicide (round up), plant age, labor, and farmer’s education are the factors which significantly correlated (F test) to Gambier’s productivity. However, it is not significantly partial correlation (t test) betweenthose factors to Gambier productivity. Based on these findings, farmers have to manage their Gambier farming properly by using its residue for organic fertilizer and apply good soil management.
RESPON BERBAGAI JENIS MULSA DAN PUPUK ORGANIK CAIR BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Chaniago, Noverina; Efendi, Elfin; ,, Ardiansyah
Bernas Vol 13, No 2 (2017): Bernas Juli 2017
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.186 KB)

Abstract

Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor untuk faktor pertama dengan 3 level perlakuan, untuk faktor yang kedua 4 level perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan berbagai jenis mulsa dengan 3 taraf yaitu M0 = tanpa mulsa, M1 = mulsa jerami dan M2 = mulsa plastik hitam perak. Faktor kedua adalah perlakuan pupuk oraganik batang pisang dengan 4 taraf yaitu P0 = (kontrol), P1 = 4 ml/larutan/plot, P2 = 8 ml/larutan/plot dan P3 = 12 ml/larutan/plot. Hasil penelitian bahwa perlakuan berbagai jenis mulsa menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, 3 dan 4 minggu setelah tanam, diameter buah, produksi pertanaman dan produksi per plot tanaman mentimun. Perlakuan penggunaan mulsa terbaik adalah perlakuan M2 (mulsa plastik hitam perak). Perlakuan pupuk organik cair batang pisang menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 2 minggu setelah tanam, 3 minggu setelah tanam dan diameter buah, serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 minggu setelah tanam, produksi per tanaman dan produksi per plot tanaman mentimun. Perlakuan pupuk organik cair batang pisang terbaik adalah perlakuan P3 (12 ml/1liter larutan/plot). Dan pengaruh interaksi perlakuan berbagaijenis mulsa dan pupuk organik cair batang pisang menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 minggu setelah tanam, dan produksi per tanaman, serta berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 minggu setelah tanam, diameter buah dan produksi per plot dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 2 minggu setelah tanam tanaman mentimun.
PENGARUH PUPUK SOLID DAN SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L) Gustianty, Lanna Reni; Hasibuan, Syafrizal; ., Darmansyah
Bernas Vol 13, No 1 (2017): Bernas Februari 2017
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.524 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 taraf dengan 4 level perlakuan untuk faktor pertama dan 3 level perlakuan untuk faktor kedua, yaitu faktor pemberian pupuk solid (S), terdiri dari 4 taraf :S0 = 0 ton/ha (kontrol)S1 = 5 ton/ha = 1,6 kg/plotS2 = 10 ton/ha = 3,2 kg/plotS3 = 15 ton/ha = 4,8 kg/plot. Faktor pemberian sekam padi dengan dosis rekomendasi 10 ton/ha = 3,78kg/plot, terdiri dari 3 taraf, yaitu :P0 = KontrolP1 = Sekam PadiP2 = Arang sekam padi. Pemberian pupuk solid menunjukkan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 1 dan 2 minggu setelah tanam, berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun umur 1 dan 2 minggu setelah tanam, berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pakcoy umur 3 dan 4 minggu setelah tanam, berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun umur 3 dan 4 minggu setelah tanam, serta berpengaruh nyata terhadap produksi per tanaman sampel dan produksi per plot. Pemberian sekam padi menunjukkan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 1 minggu setelah tanam, jumlah daun umur 1 2 dan 3 minggu setelah tanam dan produksi per sampel serta produksi per plot. Berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 4 minggu setelah tanam, dan berpengeruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 dan 4 minggu setelah tanam. Interaksi antara pemberian pupuk solid dan sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy menunjukan pengaruh yang tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.
PENGARUH DOSIS LIMBAH MEDIA JAMUR TIRAM PUTIH DAN INTERVAL PEMBERIAN BIO P-60 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI DI TANAH ULTISOL Subrata, Bhaskara Anggarda Gathot
Bernas Vol 13, No 3 (2017): Bernas Oktober 2017
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.729 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis limbah media jamur tiram dan interval pemberian BIO P60 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di Ultisol, serta interaksi antara dosis limbah media jamur tiram dan interval pemberian BIO P60 terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian akan dilaksanakan di screen house Program Studi Agroteknologi, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Petra Baliem Wamena dengan ketinggian tempat 1680 meter diatas permukaan laut (dpl). Penelitian dilaksanakan bulan September 2016 sampai dengan Februari 2017. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis limbah media jamur tiram yaitu 0, 20, 40 dan 60 ton/ha. Faktor kedua adalah interval pemberian BIO P60 yaitu 3 hari sekali, 6 hari sekali dan 9 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan pemberianlimbah media jamur tiram dapat meningkatkan seluruh variabel pertumbuhan dan hasil yang diamati. Hasil terbaik diperoleh dari pemberian dosis limbah media jamur tiram 60 ton/ha dan berbeda sangat nyata dengan pemberian dosis 20 dan 40 ton/ha. Interval pemberian BIO P60 yang dilakukan dapat meningkatkan hasil pada variabel bobot kering biji per tanaman dan bobotkering 100 biji per tanaman. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan limbah media jamur tiram putih dan BIO P60 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus gangeticus) TERHADAP PEMBERIAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DAN PUPUK UREA Maharany, Rina
Bernas Vol 12, No 3 (2016): Bernas Oktober 2016
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.184 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman bayam merah terhadap pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit dan pupuk urea. Penelitian dilaksanakan di Desa Sei Alim Hassak, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Propinsi Sumatera Utara, jarak dari Universitas Asahan ± 10 km dengan topografi datar berada pada ketinggian sekitar 25 m dpl pada areal pertanian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yang diteliti yaitu 1) Faktor pemberian Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) sebanyak 8,4 l/plot terdiri atas 3 macam perlakuan yaitu : L1 = LCPKS diberikan dipermukaan tanah, L2 = LCPKS diberikan dengan cara mencampurkan dengan tanah, L3= LCPKS diberikan disekitar rizosfer. 2)Faktor pemberian konsentrasi pupuk Urea (U) terdiri atas 5 taraf perlakuan yaitu: U1 = 25 g/l larutan, U2 = 50 g/l larutan, U3 = 75 g/l larutan, U4 = 100 g/l larutan. Dari kedua faktor diatas diperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 3 x 4 = 12 perlakuan. Variabe pengamatan Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Berat per tanaman sampel (g), Produksi bayam merah per plot (kg). Pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit memberikan respon terhadap peubah amatan tinggi tanaman bayam merah umur 2 MST, jumlah daun tanaman bayam merah umur 2 MST dan berat per tanaman sampel. Tinggi tanaman bayam merah yang tertinggi umur 2 MST yaitu 13,40 cm yang terdapat pada perlakuan L1, jumlah daun tanaman bayam merah yang terbanyak umur 2 MST yaitu 2,88 helai yang terdapat pada perlakuan L1, dan berat pertanaman sampel yang tinggi pada tanaman bayam merah terdapat pada perlakuan L1 yaitu 18,48 g. Pemberian pupuk urea pada tanaman bayam merah tidak memberikan respon terhadap peubah amatan tinggi tanaman, jumlah daun, berat per tanaman sampel, dan produksi bayam merah per plot. Interaksi antara pemberianlimbah cair pabrik kelapa sawit dan pemberian pupuk urea terhadap tanaman bayam merah tidak menunjukkan respon terhadap peubah amatan tinggi tanaman, jumlah daun, berat per tanaman sampel, dan produksi bayam merah per plot.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NITROGEN DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapa L.) Efendi, Elfin; Mawarni, Rita; ,, Junaidi
Bernas Vol 13, No 2 (2017): Bernas Juli 2017
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.492 KB)

Abstract

Penelitan ini dilakukan di jalan Durian Lingkungan I, Kelurahan Kisaran Naga, Kab. Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian pada bulan Februari sampai dengan Maret 2017. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian jenis pupuk nitrogen dengan 3 taraf yaitu : N0 = kontrol, N1 = pupuk Urea, dan N2 = pupuk ZA. Faktor kedua dengan pemberian pupuk organik cair dengan 4 taraf yaitu C0 = 0 ml/l air/plot, C1 = 2,5 ml/l air/plot, C2 = 5 ml/l air/plot dan C3 = 7,5 ml/l air/plot. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pupuk Urea merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan tinggi tanaman 26,16 cm, jumlah daun 9,90 helai, produksi per tanaman 114,69 g, dan produksi per plot 2,71 kg. Perlakuan terbaik pada pemberian POC NASA diperoleh pada dosis 7,5 ml/l air/plot yang menghasilkan tinggi tanaman 25,44 cm, jumlah daun 9,67 helai, produksi per tanaman 106,64 g dan produksi per plot 2,54 kg. Interaksi antara pupuk Nitrogen dan pupuk organik cair memberikan tidak berbeda nyata terhadap semua peubah amatan.
RESPON PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH ( Arachis hypogea L.) TERHADAP PEMBERIAAN BOKASI AMPAS TEBU DAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) DEKAMON 22,43 L Hasibuan, Syafrizal; Efendi, Elfin; Hidayat, Riza
Bernas Vol 13, No 1 (2017): Bernas Februari 2017
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.944 KB)

Abstract

Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian Bokasi Ampas Teby (B) terdiri dari 3 taraf yaitu : B0 : 0 kg/tanaman (kontrol), B1 : 1 kg/tanaman, dan B2 : 2 kg/tanaman. Faktor kedua adalah pemberian ZPT Decamon (Z) terdiri dari 4 taraf yaitu : Z0: 0 ml air/plot, Z1: 7,5 ml air/plot, Z2: 15 ml air/plot, Z3: 22,5 ml air/plot. Hasil penelitian pemberian Bokasi Ampas Tebu menunjukkan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhantanaman kacang tanah, dengan perlakuan Bokasi Ampas Tebu terbaik pada dosis 2 kg/tanaman. Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Dekamon 22, 43 L menunjukan berpengaruh tidak nyata terhadap Pertumbuhan tanaman kacang tanah, dengan dosis perlakuan terbaik pada dosis 7,5 Z1: 7,5 ml air/plot. Interaksi antara pengaplikasian Pemberian Bokasi Ampas Tebu dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Dekamon 22, 43 L terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogeal L.)menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter yang diamati.
TANGGAPAN HASIL PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG AKIBAT PEMBERIAN PUPUK UREA, SP-36 DAN KCL Sinaga, Apresus
Bernas Vol 12, No 3 (2016): Bernas Oktober 2016
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.762 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman jagung setelah pemberian pupuk Urea, SP-36 dan KCl. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2015 di rumah kaca dan Laboratorium Ilmu Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan kombinasi pemupukan yang terdiri atas :kontrol (tidak dipupuk), tanpa N (PK), tanpa P (NK), tanpa K (NP), dan lengkap (NPK). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan tanaman dilakukan pada umur 8 mst yang meliputi tinggi tanaman, klorofil, panjang akar, luas akar, volume akar, berat kering akardan bobot kering total tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Urea (N) dan Kalium (K2O5) dapat meningkatkan panjang akar dan luas akar jagung sebesar 152, 32 % dan 116,12% terhadap tanaman tanpa diberi pupuk (kontrol). Tinggi tanaman meningkat sebesar 6,43% setelah diberi pupuk NK terhadap tanaman kontrol.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN PUPUK ORGANIK CAIR SAMPAH KOTA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Zulia, Cik; Purba, Deddy Wahyudin; Hirawan, Harmi Dedi
Bernas Vol 13, No 3 (2017): Bernas Oktober 2017
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.333 KB)

Abstract

The research plan was conducted at the Experimental Garden of the University of Asahan Faculty of Agriculture, with flat topography and high place ± 15 m asl. The research plan is carried out from February to April 2017. The materials used in this research are General varieties of lettuce seeds, urea fertilizer, liquid organic fertilizer of urban trash, water, envelopes, label paper, coconut bark as roof shade nursery, insecticide materials Active Deltamethrin 25 g / l (Decis 2.5 EC 0.25 - 0.5 ml / l), Mankozed 80 WP (Dithane M-45) active material fungicide, scales and other materials supporting the conduct of this study, The tool used in this research is hoe, gembor, meter, handsprayer, calculator, scales, planimeter, wire as bamboo bamboo binder and other supporting tools in the implementation of this research. This research was arranged based on Factorial Randomized Block Design (RAK) with 2 treatment factors and 3 replications. The first factor was Urea fertilizer with 4 levels: U0 = 0 g/plot, U1 = 5 g/plot and U2 = 10 g/plot and U3 = 15 g/plot. The second factor is the provision of liquid organic fertilizer of municipal solid waste consisting of 3 levels ie K0 = 0 ml/plot, K1 = 0,15 ml/plot and K2 = 0,30 ml/ plot. The results showed that urea fertilizer gave significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, production per plant and production per plot, with best dose of U3 treatment (15 g/plot). Provision of liquid organic fertilizers of urban solid waste showed a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, production per production plant per plot, with the best dose on K2 treatment (0.30 ml / plot). The interaction between treatment of urea fertilizer and liquid organic fertilizer of urban solid waste did not show any significant effect on growth and production of lettuce.
CONCEPTUAL MODEL OF INTERCEPTION TO ANTICIPATE RUNOFF Maharany, Rina; W, J. Bambang Rahadi; Haji, A. Tanggul Sutan
Bernas Vol 12, No 2 (2016): Bernas Juli 2016
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.493 KB)

Abstract

Research relating to interception still less, causing need to be done research of interception at some crop types, so that in the end will be gotten interception value magnitude which more specific. Crop applied in this research that is crop Kopi and Pinus. Interception analysis happened at crop will be modeled at equipment of test rainfall simulator. This research is expansion of conceptual model from method SCS ( The Soil Conservation Service) applied for calculation interception based on at various form of crop canopies. The purpose of thisobservation is : 1) Develops interception model as characteristic function of rain and farm closing characteristic, 2) Makes interception program to utilize Visual Basic 60, 3) co-signature big interception for crop Kopi and Pinus. Result of research it is known that interception at crop Kopi bigger than interception of crop Pinus with maximum storage potency value ( Sv) for crop Kopi 2,66 cm and Pinus 1,24 cm, and value Canopy Coefficient ( CC) for crop Kopi is 7,89 andPinus 8,89. Result of verification of modelling as according to example of calculation using method SCS ( The Soil Conservation Service) and Microsoft Excel. Keywords: Rainfall Simulator, Interception, metode SCS and canopy coefficient

Page 2 of 12 | Total Record : 112