cover
Contact Name
Abdul Kadir Jaelani
Contact Email
alanzaelani50@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
alanzaelani50@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
ISSN : 25982273     EISSN : 25982281     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang berisikan kumpulan hasil pengabdian dosen Universitas di Surakarta dan sekitarnya yang disusun dalam bentuk artikel pengabdian. Jurnal Pengabdian Adi Widya diterbitkan oleh Universitas Slamet Riyadi Surakarta dengan penebitan 2 kali 1 tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
PENGGALIAN JIWA WIRAUSAHA DI UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA Yustina Wuri Wulandari, Dorothea Ririn Indriastuti &
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.833 KB)

Abstract

Entrepreneurship was important study for student in Slamet Riyadi University. One of the mission of Slamet Riyadi University was to become Entrepreneur University and it was be course material in academic curriculum. This artichel shown entrepreneurship activity in Slamet Riyadi University for student in economic, agriculture, food technology and humaniora studies program.Keywords: entrepreneurship, academic curriculum
PEMANFAATAN PROGRAM R UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SMPN 24 SURAKARTA Srianto, Alfonsa Maria Sofia Hapsari
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.841 KB)

Abstract

Mengajar adalah pekerjaan transformatif yang dilakukan oleh seorang guru atau oleh suatu tim dalam rangka mengoptimasikan pencapaian tingkat kematangan dan tujuan belajar siswa. Guru juga harus mampu memilih media pembelajaran yang tepat serta mengembangkan sendiri media pembelajaran yang inovatif. Kompetensi mengembangkan media pembelajaran idealnya telah dikuasai guru, tetapi pada kenyataannya masih banyak guru yang belum menguasai kompetensi tersebut dengan baik. Guru pada umumnya lebih mengandalkan media pembelajaran yang sudah ada, tetapi belum membuat atau mengembangkan media secara mandiri. Salah satu cara menyampaikan materi pembelajaran dapat menggunakan media pembelajaran dengan Software Program R. Program R juga dapat membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan matematika dengan cepat . Seorang guru harus selalu membekali diri dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan jaman. Perkembangan dalam dunia teknologi adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang guru. Jika seorang guru mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan teknologi tersebut dalam pembelajaran maka kompetensi guru tersebut akan meningkat dan berakibat meningkatnya kemampuan siswa
PEMBEKALAN BAHASA INGGRIS BAGI ANGGOTA KARANG TARUNA DESA JETAK, WONOREJO, GONDANGREJO, KARANGANYAR DENGAN TEMA “CARA BELAJAR BAHASA INGGRIS SECARA MANDIRI (SELF-STUDY) MELALUI PEMANFAATAN ENGLISH SELF-STUDY BOOKS DAN SOCIAL MEDIA” Riyani, Luqman Alhakim
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.819 KB)

Abstract

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari fenomena-fenomena kepemudaan yang harus senantiasa ditingkatkan, diantaranya tenggang rasa, kerja sama, kebersamaan, hard skill, soft skill, dan sebagainya, dan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat pemuda yang implikasinya pada peningkatan soft skill dan hard skill baik dilingkungan keluarga, sekolah/tempat bekerja, maupun masyarakat. Bahasa sebagai media komunikasi verbal maupun tulisan memiliki peranan baik secara interpersonal maupun transaksional untuk menunjang kompetensi berkomunikasi sehingga pesan yang tersurat maupun tersirat akan tersampaikan dan difahami sesuai maksud dari interlocutor. Bahasa asing (Inggris) berperan sebagai media untuk memudahkan komunikasi pemuda dengan anggota masyarakat maupun dengan bacaan tertulis. Interaksi dengan anggota masyarakat bermakna bahwa pemuda memerlukan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan sesama pengguna bahasa Inggris untuk mencapai tujuan tertentu, diantaranya interaksi dengan tenaga pendidik bahasa Inggris (apabila pemuda masih menempuh pendidikan), interaksi dengan rekan kerja maupun relasi asing, dan sebagainya. Interaksi dengan bahasa cetak bermakna aktifitas pemuda terhadap bahasa tulis, diantaranya materi bacaan cetak maupun non-cetak berberbahasa Inggris, dan sebagainya. Materi pengabdian ini adalah strategi belajar mendiri menggunakan ebooks dan media sosial. Belajar mandiri merupakan suatu kegiatan belajar secara sadar baik didalam maupun diluar kelas sebagai bentuk tanggung jawab peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu. Self-study dilatarbelakangi kesadaran dan kemauan peserta didik untuk belajar. Media sosial merupakan media komunikasi verbal maupun non-verbal sehingga dapat dipergunakan untuk mempraktikkan penggunaan bahasa secara interpersonal maupun transaksional. Pengabdian ini telah dilaksanakan pada 11 pemuda Desa Jetak 02/03, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Pada hari Sabtu, 26 November 2016 pukul 16.00 -17.00. Hasil pengabdian ini adalah (1) para pemuda memahami penggunaan media sosial tidak hanya sekedar mengirim dan menerima informasi namun juga sebagai sarana praktik penggunaan bahasa Inggris secara tertulis; (2) pemuda memahami dan akan mencoba mempraktikkan belajar mandiri menggunakan ebooks sebab waktu mereka untuk belajar bahasa Inggris dibawah bimbingan guru hanya disekolah dan beberapa jam dilokasi les; dan (3) pemuda membentuk group blackberry dan whats up sebagai tindak lanjut dari pengabdian ini untuk mempraktikkan komunikasi non-verbal dengan sesama pengguna.
IbM KELOMPOK USAHA MAKANAN RINGAN BERBAHAN DASAR POTENSI LOKAL KABUPATEN PURWOREJO Dewi Shanti Nugrahani, Galuh Aditya, Hesti Respatiningsih &
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.345 KB)

Abstract

This activity aims at empowerment and development of snack business based on local potency. Mitra is a group of Micro small and Medium Enterprises community of Ganesha (KUB Bahtera) Purworejo and culinary group of Angudi Laras Purworejo (KBU Satu Hati). There are 8 participants. Problems faced by partners include: Lack of marketing access, low production capability, low access to capital for funding, Low financial management capability and business accounting administration, Limited human resources marketing and Production. To solve these problems, the program solutions offered are: 1) Increased marketing access, 2) Improvement of product processing techniques, 3) Strengthening of loan access to various funding sources, 3) improvement of financial management and business administration, and 4) Strengthening Partnership. The method used is training and mentoring. The results achieved are: the increasing ability of participants in the field of online marketing, enhancement of capabilities in designing product packaging, increasing sales through the implementation of online marketing, and strengthening the partnership relationship between groups.Keyword: snacks, business groups, online marketing
INSTRUMEN SURVEY PEMETAAN POLITIK PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (PILKADA) Aris Tri Haryanto, Suwardi &
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.897 KB)

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan data survey pemetaan politik. Tingkat akurasi data salah satunya disebabkan intrumen survey yang disusun kurang kredible. Aspek relibilitas dan validitas instrument belum melalui skrinning yang cukup. Secara khusus pengabdian ditujukan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan tehnis dalam hal (a) menentukan instrument survey yang dapat digunakan dalam survey pemetaan politik pemilihan umum kepala daerah; (b) menyusun instrument kusioner yang baik dan benar guna melakukan survey pemetaan politik pemilihan umum kepala daerah. Metode pengabdian berbentuk workshop. Peserta diberikan materi pengetahuan disekitar penyusunan instrument survey, menyusun pertanyaan kuisioner secara efektif, tehnik wawancara efektif dan menyampaian data lapangan. Pelaksanaan pengabdian dilakukan di Solo Raya Polling melibatkan duabelas pengurus dan team survey. Simulasi pelaksanaan survey mengambil setting pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Salatiga 2017.Kata Kunci: Survey, kuisioner, pilkada dan instrument
PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERCERITA Feri Faila Sufa, M Hery Yuli Setiawan
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.789 KB)

Abstract

Pengabdian Pendidikan Karakter ini diadakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan karakter pada anak untuk di tumbuhkan sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila Sufa (2016) bahwa kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode cerita sebagai internalisasi pendidikan karakter pada anak usia dini. Melalui Bercerita kedisiplinan kemandirian, dan tangung jawab anak dapat meningkat. Disamping adanya peningkatan pada kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak, ketrampilan guru dan orang tua dalam bercerita juga perlu ditingkatkan. Kemampuan guru dan orang tua dalam bercerita sangat penting, karena anak-anak menyukai Kegiatan bercerita, sehingga dapat dikatakan efektf untuk menerapkan pendidikan karakter. Melalui bercerita pendidik maupun orang tua dapat memindahkan tatanan nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian ke dalam diri anak. Melalui bercerita akan tercipta suasana alamiah, menyenangkan, dan anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai karakter tanpa paksaan, disamping dapat mengambil keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Untuk mencapai tujuan pengabdian telah dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, orang tua dan guru diberikan sosialisasi dan pemahamana pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua dan guru dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui bercerita, guru atau orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Orang Tua dan Guru memberikan cerita keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Berdasarkan kegiatan pengabdian di atas dapat disimpulkan kegiatan bercerita yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter, yang berisi keteladanan, contoh sikap dan pelajaran yang diberikan pada anak sejak dini dengan konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kegiatan Bercerita
PENDAMPINGAN DAN PENYULUHAN UKM TENTANG TAHU ASONGAN PADA KELOMPOK PEDAGANG KECIL DI NGABEYAN KARTASURA SUKOHARJO Alwi Suddin, Y. Djoko Suseno
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2018): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.63 KB)

Abstract

Penataan tempat UKM khususnya terus diupayakan oleh pemda berkaitan dengan pengelolaan yang semakin profesional. Pada kondisi saat ini tempat UKM mengalami perkembangan yang cukup signifikan dilihat dari jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dampak dari perkembangan UKM tersebut mengakibatkan semakin banyaknya kelompok Pedagang kecil yang ada di Terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di kelompok Pedagang Kaki Lima di Lingkungan terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo adalah dengan memberikan solusi alternatif meliputi: (1) Penyuluhan sistem pengelolaan manajemen usaha kecil. (2) Penyuluhan sistem pemasaran dan promosi produk. (3) Penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai : (1) Dengan adanya optimalisasi peran dan lembaga perbankan, persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh lembaga penyalur kredit. (2) Keberhasilan penerapan dan pengelolaan usah kecil (pedaang tahu asongan), Nampak meningkatkan jumlah usaha kecil lain semakin bertambah menjadi usaha yang lebih baik. (3) Dengan keberhasilan dari pendekatan akan meningkatkan jumlah usaha kecil yang memperoleh kepercayaan mengelola kredit modal usaha dan mampu beroperasi secara bisnis (saling menguntungkan). (4) Usaha kecil sebagai kelompok pedagang dengan skala usaha dan berperan usaha kecil dalam penyerapan tenaga kerja selatif besar, sehingga pengembangan usaha tersebut merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. (5) Dalam rangka lebih mengembangkan usaha kecil, maka strategi yang dapat dilakukan usaha kecil adalah mengoptimalkan peran penyuluhan dan pendampingan dalam membina dan melakukan pendampingan para usaha kecil
STRATEGI MEMPERTAHANKAN BISNIS RITEL DALAM MEMPERTAHANKAN PERSAINGAN YANG KOMPETITIF KEPADA PARA PEMILIK TOKO RITEL DI WILAYAH CANGAKAN NUSUKAN BANJARSARI SURAKARTA (Strategy to Maintain Retail Business in Maintaining Competitive Competition to Retail Store Owners in Cangakan Nusukan Banjarsari Surakarta) Lamidi, Marjam Desma Rahadhini &
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.283 KB)

Abstract

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan kepada para pemilik ritel di wilayah Cangakan, Nusukan, Banjarsari, Surakarta. Luaran dari kegiatan ini adalah: 1) Meningkatnya pengetahuan dan wawasan peserta dalam rangka mempertahankan bisnis ritel dalam menghadapi persaingan yang kompetitif, 2) Meningkatnya pengetahuan peserta dalam manjemen pengelolaan usaha, dimana pelaku harus mampu memisahkan dalam peran manajemen keuangan, manajemen operasional, manajemen sumberdaya manusia dan manajemen pemasaran, agar usahanya tetap eksis, 3) Meningkatnya pengetahuan peserta dalam pemasaran online, karena untuk mendapatkan barang langsung dikirim ke toko, 4) Kegiatan ini dapat berlanjut, sehingga ada prinsip kemitraan antara tim pengabdian dan para pemilik ritel. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) Pemilihan peserta pengabdian kepada masyarakat, yaitu pemilik bisnis ritel/kelontong di wilayah Cangakan, Nusukan, Banjarsari, Surakarta, 2) Penyampaian materi penyuluhan tentang bagaimana strategi mempertahnkan bisnis ritel dalam persaingan kompetitif, 3) Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan cara: sebelum penyuluhan, dilakukan tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan awal setiap peserta tentang bisnis ritel/toko kelontong; setelah penyuluhan, dilakukan tanya jawab lagi tentang materi yang sama. Dengan membandingkan hasil jawaban, maka akan diketahui apakah ada peningkatan pengetahuan peserta tentang pengelolaan bisnis ritel dan ruang lingkupnya.Kata kunci: strategi, bisnis ritel, persaingan yang kompetitif
SOSIALISASI KEBIJAKAN PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS DAN BERKUALITAS PADA STAKEHOLDER DAN DEWAN RISET DAERAH/ LITBANG BAPPEDA KABUPATEN WONOGIRI Supeni, Siti
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.898 KB)

Abstract

Tujuan Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pertama: Untuk memberikan penjelasan kepada para stakeholder pendidikan tentang: “Kebijakan Program Pendidikan Gratis dan Berkualitas Pada Stakeholder Dan Dewan Riset Daerah/ Litbang Bappeda Kabupaten Wonogiri”, agar lebih memahami dan mengaplikasikannya. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah, paparan, diskusi dan tanya jawab. Yang menjadi sasaran adalah Stakeholder Dan Dewan Riset Daerah/ Litbang Bappeda Kabupaten Wonogiri”. Hasil dan target yang diharapkan adalah agar para Stakeholder pendidikan dan Dewan Riset Daerah/ Litbang Bappeda Kabupaten Wonogiri” mampu melakukan inovasi tentang konsep pendidikan gratis di Kabupaten Wonogiri. Hasil yang diharapkan oleh para Stakeholder Dan Dewan Riset Daerah/ Litbang Bappeda Kabupaten Wonogiri adalah mampu menerima, memahami dan bersedia akan mengembangkannya kualitas pendidikan di Wonogiri. Sebagai tindak lanjut dan hasil dari pengabdian ini adalah akan dilakukan kajian sesuai dengan kebutuhan dan minat para pemerhati pendidikan untuk mewujudkan pendidikan gratis, tanpa mengurangi nilai kualitas dan pelayanan pendidikan.Kata Kunci: Kebijakan Program Pendidikan Gratis, Berkualitas.
PERKAWINAN DIBAWAH UMUR DAN AKIBAT HUKUMNYA MENURUT UU PERKAWINAN Lusia Indrastuti, Agatha Jumiati &
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.11 KB)

Abstract

Community service aims to provide an understanding of underage marriage and legal consequences according to the Marriage Law. The target to be achieved in community service is its own community, especially for the mothers who are joined of the group PKK Desa Klegen Colomadu, Karanganyar regency. To achieve the objectives that have been set in the community service, the method used is a speech which followed by question and answer session.. The speaker seeks to present the legal counseling material in a straightforward and compelling way so that it is easier to understand. The atmosphere is made as comfortable as possible so that the participants do not hesitate or embarrassed to ask. Every question is always tried to be answered. After following this activity, the community is hoped to be more understand about underage marriage and its legal consequences as regulated in the Marriage Law.Keywords: Underage Marriage, Legal Effects and Marriage Law

Page 1 of 10 | Total Record : 96